Beli Buku Impor Online di Book Depository

Beli Buku Impor Online di Book Depository

257 Views

Beli Buku Impor Online di Book Depository – Free Delivery Worldwide. Saya cukup tertegun membaca tiga kata tersebut. Bisa dibilang, ini adalah salah satu unique selling points yang selalu digembar-gemborkan toko buku impor Book Depository. Tau sendiri, begitu melihat kata Free/Gratis, pasti banyak banget pencinta buku yang girang.

Saya sendiri tau Book Depository udah lama, cuman baru sekarang-sekarang ini coba beli dari website-nya langsung. Sejauh ini, saya mendengar berbagai pengalaman baik dari teman-teman yang sudah pernah mencoba beli buku impor online di Book Depository.


Kali ini, saya akan membagikan pengalaman pribadi yang siapa tau bisa menambah informasi dan perspektif kamu sebelum membeli di toko buku online ini.

Apa Itu Book Depository?

Book Depository

Book Depository adalah toko buku online berbasis di Inggris yang menawarkan beragam buku untuk dibeli. Pada 2014 lalu, toko buku ini dibuat oleh Andrew Crawford, mantan karyawan Amazon, yang mana 6 tahun setelahnya, Amazon mengakuisisi Book Depository.

Book Depository menjual sekitar 20 juta buku, yang mana 14 juta di antaranya merupakan English Books. Tagline yang diusung toko buku ini adalah All Books Available to All. Makanya nggak heran kalau katalog mereka super banyak, free ongkir pula.

Ya, seperti yang sudah disampaikan pada paragraf pertama, toko buku online ini nggak membebankan ongkos pengiriman buku ke lebih dari 160 negara di dunia, termasuk Indonesia. Mungkin, hal inilah yang jadi salah satu alasan kenapa Book Depository selalu jadi langganan pencinta buku.


Pengalaman Beli Buku Impor Online di Book Depository

Beli Buku Impor Online di Book Depository

Prosesnya simpel banget, sama seperti ketika pengin beli buku impor online di toko buku lainnya. Setelah membuat akun, kamu cuma perlu login, lalu mencari buku yang diinginkan.


Pada bagian atas atau sebelah kanan logo di homepage, ada search box di mana pengunjung bisa mencari buku lewat keyword, title, author, dan juga ISBN. Enaknya cari buku di sini adalah bakalan ada suggestion yang memandu pengunjung untuk menemukan buku dengan lebih mudah.

Sepengalaman saya di toko buku impor lain, ketika mencari buku lewat search box, seringnya hasil yang keluar berbeda dengan yang diharapkan.

Di sisi lain, Book Depository juga memungkinkan pengunjungnya untuk memfilter pencarian berdasarkan popularity, harga terendah/tertinggi, rentang harga, publication date, format, bahasa, hingga ketersediaan buku. Menurut saya, semakin lengkap filternya, akan semakin mudah pula untuk menemukan buku yang dicari.

Book Depository juga merekam cookies browser pengunjung. Jadi, setelah kita melihat judul-judul tertentu, buku-bukuย  tersebut akan muncul lagi di homepage. Misalnya, saya habis menelusuri berbagai judul buku puisi. Saya cuma lihat-lihat aja, nggak beli. Eh, pas ke homepage, buku-buku yang saya lihat muncul lagi, yang mana tentu aja itu memengaruhi keputusan saya untuk membeli atau enggak pada akhirnya.

Hal lain yang saya suka dari Book Depository adalah sepertinya katalognya cukup lengkap, yang mana juga sudah dikategorisasikan berdasarkan genre atau daftar tertentu, di antaranya Best Ever Books List, Learning At Home, Popular Pages, juga Bestsellers by Language.

Jelas ini menarik banget. Soalnya kadang saya sendiri ketika lagi iseng pengin beli buku impor online tapi bingung pengin yang mana, saya tinggal menelusuri kategori dan sub-kategorinya saja. Pilihannya cukup banyak dan beragam.

Selanjutnya, Book Depository juga memasukkan berbagai informasi buku dengan sangat detail. Mulai dari rating Goodreads, bahasa, format buku, blurb, ISBN, waktu pengiriman, buku akan dikirim dari mana, ranking bestseller, dan seterusnya. Pembeli pun jadi merasa sangat terbantu untuk memahami buku dengan lebih fasih sehingga nggak ada alasan tuh salah beli buku impor online.

Oh ya, nggak ketinggalan juga, Book Depository ini kan basisnya di Inggris, tapi pembeli bisa melakukan pembayaran dalam Rupiah. Tinggal ganti jadi IDR aja dan harganya pun akan di-convert ke dalam Rupiah.

Eittsss… meski Book Depository menawarkan gratis ongkir ke mana pun, bukan berarti harga bukunya sama dengan di pasaran, ya. Sejujurnya saya kurang paham bagaimana toko buku impor ini menentukan harga buku, soalnya kalau saya bandingin dengan toko buku lainnya, beberapa harga buku di Book Depository itu jauh lebih mahal. Tapi yang saya ketahui, harga buku di toko buku online ini sudah termasuk pajak lokal.

Untuk itu, sebelum beli buku impor online, telitilah harganya terlebih dulu. Nggak ada salahnya lho, membandingkan harga buku dari satu toko dengan yang lainnya. Pasti kamu juga ingin mendapatkan harga terbaik bukan?

Sebelum beli buku impor online di Book Depository, membandingkan harga buku wajib banget dilakuin. Karena gimana pun juga, saya ingin mendapatkan buku dengan harga yang paling murah.


Untuk Pembayaran Wajib Pakai Kartu Kredit?

Nah, hal selanjutnya yang ingin saya bahas mengenai pembayaran. Beberapa pembaca buku yang saya tahu mengaku enggan beli buku impor online di Book Depository karena nggak punya kartu kredit. Well, saya sendiri pakai Jenius. Gampang banget pakainya.

Setelah memilih buku apa yang ingin dibeli, saya diarahkan ke halaman pembayaran. Saya perlu mengisi Payment Details yang berisi informasi mengenai Delivery Address, Billing Address, dan Payment. Untuk Payment sendiri, saya pilih Visa sebagai card type karena Jenius merupakan kartu debit visa dari Bank BTPN yang bisa diakses langsung lewat aplikasi di smartphone.

Info lain yang mesti diisi ialah card number, validation date, name on card, dan CVV Number yang bisa ditemukan di bagian belakang kartu. Kalau infonya sudah lengkap semua, baru deh pesanan di Book Depository akan diproses lebih lanjut.

Omong-omong, untuk pembayaran lainnya, kamu bisa menggunakan VMasterCard, AMEX, VISA Debit, VISA Delta, Maestro, Electron, juga PayPal. Sejauh yang saya tahu, Book Depository juga menerima berbagai mata uang yang selengkapnya bisa dicek di sini.


Bagaimana Melacak Pesanan Buku?

membaca buku

Pada bagian Top Navigation Menu, silakan klik Order Status. Kamu hanya perlu memasukkan Order Number yang dapat di-copy & paste dari Order History. Masukkan juga emailย  yang digunakan untuk melakukan pemesanan. Setelah itu klik View untuk men-track pesanan sudah sampai proses mana.

Bedanya Order Status dan Order History di mana, sih? Kalau Order Status untuk menelusuri satu pesanan saja, sementara Order History untuk melihat status semua pesanan, bahkan yang dulu-dulu sekali pun.

Section ini cukup penting untuk dipantengin soalnya buku pesanan kan datangnya dari luar negeri. Rajin-rajin cek aja, takutnya bukumu udah dipesan lama tapi nggak sampai-sampai, kan. Kalau nyasar ke rumah siapa gitu, kan sedih. ๐Ÿ˜ญ

Namun setelah saya telusuri lebih jauh, plus dapat cerita dari temen-temen lain juga yang pernah menggunakan Book Depository, ternyata pembeli hanya bisa mengecek status pesanan saja, bukan mengetahui secara detail pesanan buku kita sudah berada di mana. Misalnya, apakah buku kita masih di gudang penyimpanan, apakah sudah sampai di Indonesia, apakah sudah dikirim Pos Indonesia ke alamat tujuan, dan seterusnya.

Sayangnya lagi, Book Depository juga tidak memberikan shipping number sehingga pembeli cukup kesulitan (dan agak was-was pastinya) untuk melacak keberadaan pesanan lewat laman Pos Indonesia.

Saran saya, kamu bisa langsung mengirim email kepada Customer Service mereka untuk menanyakan soal pesanan kamu. Ada yang bercerita bahwa Book Depository menyarankan untuk

  1. menghubungi kantor pos lokal (Pos Indonesia) untuk menanyakan soal buku, tapi ya itu dia Pos Indonesia nggak bisa bantu melacak karena nggak ada shipping number.
  2. mengecek kembali apakah alamat yang ditulis sudah betul atau belum. Saran saya, tulislah alamat tujuan selengkap-lengkapnya, mulai dari blok rumah, RT/RW, sampai kode pos. Bila perlu, gunakanlah bahasa Inggris dan tulis catatan tambahan seperti patokan rumah dll.
  3. full refund. Apabila buku yang dipesan tahu-tahu sampai di rumah, itu bonus untuk si pembeli. Book Depository sepertinya nggak akan meminta pembeli untuk membayar kembali.
  4. menunggu sembari mereka mengirimkan buku baru. Akan tetapi, karena situasi COVID-19 membuat segalanya nggak menentu dan daripada pembeli menunggu lebih lama lagi, akan dikembalikan ke opsi nomor 3.

Kapan Pesanan Saya Sampai?

Beli Buku Impor Online di Book Depository

Hal lain yang perlu diketahui dari Book Depository adalah soal estimasi pesanan tiba. Berdasarkan informasi yang saya dapat di lamanย Book Depository, untuk pengiriman dari Inggris ke Indonesia kira-kira 7-10 hari kerja. Kalau pengiriman dari Australia sekitar 10-14 hari kerja. Untuk negara-negara lainnya, maksimal estimasi pesanan sampai kira-kira 25 hari kerja, which means sebulanan lebih.

Tapiii… waktu itu saya pesen buku pada 10 April 2020 dan baru sampai sekitar 2 bulan kemudian. Saya pesan dua buku, yakni

  1. Dear Ijeawele, or a Feminist Manifesto in Fifteen Suggestions karya Chimamanda Ngozi Adichie;
  2. The Master’s Tools Will Never Dismantle the Master’s House karya Audre Lorde.

Anyway, bukunya dikirim lewat Pos Indonesia dengan memanfaatkan layanan International Air Mail. Jujur kurang paham. Tapi Puji Tuhan, pengalaman beli buku impor online pertama kali dari Book Depository aman-aman aja, meski sampenya sampai berbulan-bulan kemudian.

Memang termasuk lama, tapi nggak apa-apa, kok. Bukan cuma saya yang mengalami pengiriman lama. Banyak juga yang pesan buku dari 1-2 bulan yang lalu dan sampai sekarang belum sampai juga.

Waktu itu saya pernah ngobrol dengan tim Book Depository terkait pengiriman. Mereka bilang, beberapa kota atau area di sana masih under lockdown, meski beberapa bisnis udah mulai buka lagi. Tentu aja, hal ini memengaruhi pengiriman dari luar negeri ke Indonesia.

Book Depository sendiri sudah memberitahukan hal terkait COVID-19 lewat website-nya. Jadi, seharusnya para pembeli sudah paham dan bisa lebih bersabar, ya.


Kelebihan dan Kekurangan

Beli Buku Impor Online di Book Depository

Kelebihan

  • Katalog buku Book Depository cukup lengkap dan pengalaman pencarian buku cukup mudah.
  • Pengkategorisasian buku cukup rapi dan sangat dipermudah dengan adanya filter pencarian.
  • Pada ready pac envelope tertulis, apabila pesanan nggak sampai ke tujuan, silakan dikirim kembali ke Singapore Post Center. Info penting, nih!
  • Beli buku impor online gratis bookmark lucu!

Kekurangan

  • Pengiriman lama. Wajib bersabar.
  • Beberapa harga buku di website Book Depositoru lebih mahal.
  • Packaging cukup kuat, tapi menggunakan bahan daur ulang. Agak takut kena basah dan malah merusak buku.
  • Nggak ada shipping number sehingga sulit untuk melacak keberadaan pesanan buku.

Nah, itulah dia pengalaman saya beli buku impor online di Book Depository. So far, meski ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, saya suka dengan layanannya dan sama sekali nggak mengecewakan. Di tengah COVID-19 pun, toko buku ini tetap memberikan pelayanan semaksimal mungkin bagi para pelanggannya.

Tentu aja, saya bakal pesen buku lagi di Book Depository di lain kesempatan. Gimana dengan kamu? ๐Ÿ™‚


Sudah baca artikel lainnya di bawah ini belum? ๐Ÿ˜

13 Favorite Bookish TikTok Accounts to Follow in 2020

1.ย 12 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online
2.ย Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?
3.ย Apa Itu Books Aficionado?
4.ย Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks
5.ย 7 Tips Meningkatkan Follower Bookstagram untuk Pemula
6.ย 30 Bookstagram Terms You Should Know
7.ย 20 Inspirasi Rainbow Bookshelf di Bookstagram yang Bikin Betah Baca Buku Seharian
8.ย Pengalaman Borong Buku dan Panduan Lengkap ke Big Bad Wolf Jakarta
9.ย 5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak
10.ย Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi
11.ย 8 Teknik Meningkatkan Engagement Bookstagram
12.ย 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers
13.ย 15 Rupi Kaur Powerful Quotes Every Girl Needs to Read
14.ย 15 Akun Bookstagram Indonesia Terfavorit, Sudah Follow Belum?
15.ย 3 Penulis Teenlit yang Novelnya Bikin Kangen Masa SMA
16.ย 7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku
17.ย Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17
18.ย 11 Most Creative Bookstagrammer to Follow
19.ย Asyiknya Belanja Buku di Periplus, Toko Buku Impor Langganan
20.ย [BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk Karya Rinda Maria Gempita
21.ย 17 Rekomendasi Buku di POST Bookshop Pasar Santa
22.ย [BOOKSTAGRAM TIPS] Memotret Buku dengan Kamera HP atau Kamera DSLR?
23.ย [EKSKLUSIF] Bab Pertama Novel The Perfect Catch Karya Chocola
24.ย [BOOK REVIEW] Na Willa: Serial Catatan Kemarin Karya Reda Gaudiamo
25.ย 7 Properti untuk Bookstagram Biar Foto Makin Keren
26.ย 7 Cara Memfoto Buku untuk Bookstagram
27.ย Pengalaman Membeli Buku di POST Bookshop Pasar Santa
28.ย Pengalaman Beli Buku di Grobmart untuk Pertama Kalinya
29.ย [BOOK REVIEW] Aku, Meps, dan Beps Karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo
30.ย Bagaimana Cara Menulis Caption untuk Bookstagram?
31.ย [BOOK REVIEW] The Stories of Choo Choo: Youโ€™re Not as Alone as You Think Karya Citra Marina
32.ย [BOOK REVIEW] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella FP
33.ย 10 Kutipan Terbaik dari Buku NKCTHI Karya Marchella FP
34.ย [BOOK REVIEW] Things & Thoughts I Drew When I was Bored Karya Naela Ali
35.ย [BOOK REVIEW] Milk and Honey Karya Rupi Kaur Versi Bahasa Indonesia
36.ย [BOOK REVIEW] Off the Record Karya Ria SW
37.ย 17 Ide Foto Bookstagram Bertema Natal yang Bisa Kamu Tiru
38.ย Cara Mudah Menemukan Buku yang Sedang Diskon di Toko Online
39.ย Berkunjung ke Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan Tertinggi di Dunia
40.ย Akhir Pekan Produktif di Haru Bookstore Gading Serpong
41.ย Mudahnya Beli Buku Online di Belbuk.com
42.ย Kebiasaan Membaca Buku di Perjalanan yang Ingin Saya Tularkan ke Kamu
43.ย Ngobrolin Novel Taman Pasir di Twitter Bareng Penerbit Grasindo
44.ย Bedah Buku dan Peluncuran Novel Nyanyian Hujan
45.ย @sintiawithbooksโ€™ Best Nine on Instagram in 2018
46.ย [BOOK REVIEW] Seri Kemiri Yori Karya Book For Mountain
47.ย Serunya Kumpul dan Makan Siang Bareng Nagra dan Aru
48.ย 8 Booktuber Indonesia Favorit yang Wajib Kamu Tonton Videonya
49.ย 4 Blogger Buku Favorit yang Sering Kasih Rekomendasi Buku Bagus
50.ย 7 Rekomendasi Buku yang Asyik Dibaca Saat Traveling
51.ย Kenapa Sih Suka Banget Bawa Buku Saat Traveling?
52.ย 5 Tips Memilih Buku untuk Dibawa Saat Traveling
53.ย Apa Itu Book-Shaming dan Kenapa Harus Dihentikan?
54.ย Donasi Buku Lewat Lemari Bukubuku, Bisa Dapat Gambar Gratis!
55.ย [BOOK REVIEW] The Book of Imaginary Beliefs Karya Lala Bohang
56.ย Pengorbanan Bookstagrammer Demi Dapat Foto Bagus, Pernah Ngerasain?
57.ย [Book Review] Deep Wounds Karya Dika Agustin
58.ย 5 Buku Ilustrasi Favorit untuk Kamu yang Butuh Bacaan Ringan
59.ย Baca 5 Buku tentang Perempuan Ini Saat Hari Perempuan Internasional
60.ย Panduan Membuat Kartu Anggota Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
61.ย Things to Know About Big Bad Wolf Books Sale 2019 and My Book Haul!
62.ย 10 Male Bookstagrammers Who Will Inspire You to Read More
63.ย [BOOK REVIEW] Dear Tomorrow: Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda
64.ย [BOOK REVIEW] The Naked Traveler 8: The Farewell Karya Trinity
65.ย [BOOK REVIEW] Bicara Tubuh Karya Ucita Pohan dan Jozz Felix
66.ย Pengalaman Belanja Buku di Gramedia World BSD, Tangerang
67.ย Singgah Sejenak di Perpustakaan Erasmus Huis Jakarta Selatan
68.ย The Reading Room, Kemang: Sensasi Makan di Perpustakaan
69.ย Toko Buku Independen POST, Surga Kecil Para Pencinta Buku
70.ย Membawa Buku di Penjuru Dunia ke Transit Bookstore Pasar Santa
71.ย Indie Bookshop Tour: Tur Toko Buku Independen Perdana di Jakarta
72.ย 7 Inspirasi Tempat Baca Favorit Para Bookstagrammer
73.ย Toko Buku Foto Gueari Galeri: Jual Foto, Emosi, dan Cerita
74.ย [BOOK REVIEW] Kamu Terlalu Banyak Bercanda Karya Marchella FP
75.ย [BOOK REVIEW] The Loneliest Star in the Sky Karya Waliyadi
76.ย Ketagihan Baca E-book Gara-gara Gramedia Digital
77.ย [BOOK REVIEW] Jingga Jenaka Karya Annisa Rizkiana Rahmasari
78.ย [BOOK REVIEW] Nanti Kita Sambat tentang Hari Ini Karya Mas Aik
79.ย [BOOK REVIEW] Avontur, Dear 19 Karya Thinkermoon
80.ย [BOOK REVIEW] Flowers over the Bench Karya Gyanindra Ali
81.ย Menyusuri Tumpukan Buku-buku Lawas di Galeri Buku Bengkel Deklamasi
82.ย 5 Cara Menabung untuk Membeli Buku
83.ย 5 Cara Menemukan Inspirasi untuk Bookstagram
84.ย [BOOK REVIEW] Addio Karya Alya Damianti
85.ย 5 Rekomendasi Film Favorit Berlatar Toko Buku, Sudah Nonton?
86.ย Berburu Buku Murah di Vintage Vibes, Alam Sutera
87.ย 6 Tips Biar Enggak Kalap Belanja Buku di Big Bad Wolf
88.ย [BOOK REVIEW] Mind Platter (Bejana Pikiran) Karya Najwa Zebian
89.ย Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta: Tempat Asyik Belajar Budaya Jerman
90.ย Nyamannya Membaca Buku di Perpustakaan Freedom Institute
91.ย 7 Strategi Jitu Menambah Penghasilan dari Buku
92.ย Perpustakaan Habibie dan Ainun, Warisan untuk Masyarakat Indonesia
93.ย Sore Hari Bersama Buku-buku di Halaman Belakang Kineruku Bandung
94.ย Mengejar Aan Mansyur Hingga ke Katakerja Makassar
95.ย Kedai Buku Jenny, Lebih dari Sekadar Perpustakaan dan Toko Buku
96.ย [BOOK REVIEW] Surat untuk Anakku Karya Mahendra Hariyanto
97.ย [BOOK REVIEW] Selamat Datang, Bulan Karya Theoresia Rumthe
98.ย 7 Perpustakaan di Jakarta yang Bikin Makin Cinta Membaca
99.ย 10 Aplikasi Edit Foto Bookstagram yang Sering Saya Gunakan
100.ย 10 Kutipan Terbaik dari Buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda
101. Pengalaman Beli Buku Online di Kinokuniya Jakarta
102. 13 Favorite Bookish TikTok Accounts to Follow in 2020


26 thoughts on “Beli Buku Impor Online di Book Depository

  1. Bisa jadi lama pengiriman ini juga terkait adanya pandemi, mbak. Setahuku barang-barang dari Luar Negeri tidak selama itu, aku pernah beli beberapa item barang di luar.

    Sepertinya kudu kucoba buat belu beberapa buku di sana ๐Ÿ™‚

    1. Iya, Kak, betul. Pandemi ini juga memengaruhi lamanya pengiriman dari luar negeri ke Indonesia. Tapi setahuku kalau pengiriman dari Book Depository memang lama. Hehe. Jadi harus bersabar. ๐Ÿ™‚

  2. Farah pun sudah sering dengar tentang toko ini tapi masih maju-mundur ingin coba atau nggak karena domisili yang lumayan in-the-middle-of-nowhere haha. Mungkin setelah pandemi surut. Nice post, Kak Sintia! Thank you infonya.

    1. Faraahh! Makasih udah mampir ke sini. Wah, iya, itu yang juga jadi ketakutanku, sih. Cuman di bungkusnya ada tulisan sih kalo paketnya gak sampe, harus dikirim balik ke Singapura. Cuman aku kurang paham juga next-nya bakal ditindaklanjuti seperti apa. Tapi at least Farah mesti cobain beli buku di Book Depository. Hehe. Biar nggak penasaran ๐Ÿ˜€

  3. Saya sudah menggunakan book depository dari tahun 2010, dulu rajin pesan buku karena memang sering dapat buku bekas murah yang masih dalam kondisi bagus. Makin ke sini harganya jadi makin bersaing dengan toko buku online lain, cuma memang kelebihannya adalah ongkos kirim nya yang lama.

    Sudah sekitar 4 tahun terakhir frekuensi beli buku saya makin berkurang via book depository, alasannya karena sekarang saya hijrah ke e-book pake kindle, juga karena alasan keterbatasan tempat penyimpanan buku dan alasan lingkungan (cetak buku dan emisi yang disebabkan oleh pengiriman buku dari luar negeri ke Indonesia) hahaha sok lingkungan banget ya.

    1. Ah iya, aku juga kepikiran buat pake e-reader seperti Kindle karena rak bukuku udah gak beraturan, nih. Sering beli buku tapi nggak ada space yang memadai. Akan dipertimbangkan kembali deh untuk pakai e-reader. Banyak temen yang merekomendasikan juga soalnya.

      1. Saya baru pertama kali beli di book depository dan dispatched dari UK tgl 29 April 2020. Sampai sekarang tgl 16 Juni belum juga datang jadi saya email book depository regarding my order kurang lebih 2x email mereka suruh contact local post office. Lalu saya lakukan, tapi pos indonesia tidak bisa bantu krn tidak ada shipping number.

        Kemudian saya email lagi book depository untuk ke-3 kalinya. Kali ini dia memastikan alamat saya betul atau tidak dan dia issued a full refund. Kalaupun buku pesanan saya datang, katanya keep it along the compliment. Biasanya (non covid situation) book depository akan kirim buku baru tapi karena akan nunggu semakin lama maka diganti jadi refund. Sekarang saya masih menunggu refund selama 2-3 business days. Hospitality nya patut dipuji even though during covid when businesses are struggling! ๐Ÿ‘

        1. Thanks for sharing your experience! Some people sent me DMs this regarding delivery issue and all I can say is jangan lupa rajin-rajin cek Order Status/cek ke Pos Indonesia. If you’re not sure, bisa langsung email ke Customer Service mereka. Kemarin ada juga yang cerita, kalo mereka memutuskan untuk refund aja. Kalo misalkan bukunya tiba-tiba sampe di rumah, just keep it. Kayaknya ini jadi alasan tambahan untuk repurchase di Book Depo kapan-kapan, deh. ๐Ÿ™‚

    2. Pas banget nih Kak Sintia nulis tentang Book Depository. Aku order dari awal Mei sampe sekarang belum sampe, udah contact supportnya mereka bilang kemungkinan delay karena pandemi. Berarti kemungkinan buku aku sampenya Juli ya hahaha Kak Sintia aja order April sampenya Juni ๐Ÿ˜. Bener-bener harus sabar ya tapi memang sih di Book Depository lengkap dan harganya lumayan banget kalo diskon.

      1. Haha iya benerr. Lama juga, ya. Mau gak mau harus sabar, sih, sampai bukunya sampai di tangan. Nah, aku belum ngerasain nih kalo Book Depository diskon besar-besaran. Kemarin buku yang aku beli harganya normal. ๐Ÿ™‚

  4. Wah, Book Depository! Demen banget deh sama toko online satu ini. Aku cuma pernah beli sekali dari sini, karena biasanya nyari yang diskon aja di toko-toko lokal hehe tapi waktu dulu shipping-nya ngga lama2 banget kok, mungkin emang terhalang pandemi

    Menarik banget bukunya yang Chimamanda Adichie. Dulu cuma pernah baca yang Americanah (Termantap! Bikin ngerti soal perbedaan ras dan suku, terutama untuk orang Afrika dan Afrika-Amerika). Nanti klo sudah, mau dong review-nya yang Dear Ijeawele ห†ย ห†

  5. Halo Mbak SIntia.

    Thanks ya, sudah berbagi info mengenai toko buku online Book Depository.
    Setelah dari sini, saya langsung akan berkunjung ke websitenya.
    Lihat-lihat dulu, siapa tahu ada yang menarik dan harga terjangkau.

  6. beruntung banget main ke blognya mbak, haaaaa jadi punya refrensi untuk nyari buku impor, free ongkir pulak.

    sama sih saya juga pakai jenius, jadi serba simple…

    saya langsung meluncur ke tekapeh, mau nyari buku belajar bahasa turki, makasih banyaaak mbaak,

  7. Terima kasih sudah posting soal Book Depository, Mbak Sintia. Habis baca ini saya langsung buka situs webnya dan coba mencari beberapa buku, ternyata ada. ๐Ÿ˜€ Kayaknya nanti kalau stok sudah habis saya bakal coba pesan dari Book Depository. ๐Ÿ˜€

  8. Waaah salam kenal mba, saya baru denger book depository ini. Soalnya kalo beli buku lebih suka off store. Biar bisa dibaca dikit dulu hahaha. Walaupun kalo beli online juga bisa baca2 reviewnya sih. Pas tadi baca kalo toko ini gratis ongkir, saya menduga dia udah menaikkan harga bukunya. Soalnya kan jauh, gak mungkin toko buku ini gak ngelakuin strategi lain utk menutup biayanya hehe

    1. Due to COVID-19, mau gak mau semuanya harus serba online, kan? Supaya lebih aman juga. Hehe. Tapi ada juga kok harga buku yang lebih murah, kadang banyak diskon juga. Artinya, memang pembeli harus pintar-pintar riset harga buku juga untuk mendapatkan harga terbaik. ๐Ÿ™‚

  9. Nyari info tentang bookstagram, akhirnya mampir kesini. ๐Ÿ™‚

    Untuk Book Depository, pengalamanku di masa normal, buku yang dikirim sampai dalam waktu 3 minggu setelah hari pengiriman. Diluar proses packing yang kadang bisa 2-3 hari. Mungkin karena masa lockdown, jadi pesenan mbak baru sampe setelah 2 bulan.

    Aku sendiri mau pesen beberapa buku dari BD, tapi ditunda dulu. Sementara mencukupkan dengan online store lokal Indonesia. ๐Ÿ™‚

    1. Hehe, wah ada apa nih dengan Bookstagram?

      Iya betul, memang karena negara-negara di luar waktu itu masih under lockdown makanya pengirimannya bisa mencapai hitungan bulan. Kalau tidak, mungkin bisa lebih cepat. Nah, apabila memang sedang ingin mencari buku, toko buku online yang lokal sangat disarankan. Pengirimannya pun lebih cepat, tapi memang nggak jamin toko buku di sini koleksinya selengkap di luar, terutama kalo kita mau cari buku-buku impor.

      Bila butuh rekomendasi toko buku online di Indonesia, aku udah recap di sini https://www.sintiaastarina.com/toko-buku-online-favorit/ ๐Ÿ˜€

    2. Halo kak, saya juga ada order yg di dispatch dari februari sampai sekarang belum sampai. Apa tertahan di jakarta ya. Soalnya saya berdomisili di tasikmalaya. Saya punya pengalaman beli barang dari luar negeri. Biasanya sy harus bayar bea cukai (di informasikan lewat email) dulu sebelum paketnya dikirim ke rumah saya. Tp paket itu disertai tracker.
      Apakah orderan bookdepository kak Sintia yg sudah sampai itu kena bea cukai? Kalau kena bea cukai apa ada pemberitahuan dari pos terlebih dahulu? Terimakasih sebelumnya

      1. Hai, Kak! Jujur aku kurang paham kena bea cukai atau enggak tapi saya nggak ditagih uang tambahan. Asumsi saya (plus berdasarkan info yang saya dapet di web Book Depository), harga yang saya transfer itu udah termasuk pajak. Tapi seperti yang udah saya ceritakan juga dalam tulisan ini, ada temen saya yang ditagih pajak lagi oleh Pos Indonesia, yang mana sepertinya itu adalah bea cukai. Ditaginya pas barang sudah sampai di tangan penerima. Namun untuk kasus saya sih nggak ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.