17 Rekomendasi Buku di POST Bookshop Pasar Santa

872
[BOOK REVIEW] Aku, Meps, dan Beps Karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo

17 Rekomendasi Buku di POST Bookshop Pasar Santa – Menyoal buku, saya paling ikhlas keluar uang banyak. Hahaha. Mau buktinya? Tuh kalau mampir ke rumah dan melihat-lihat isi rak buku saya, kamu akan lebih banyak menemukan buku-buku yang masih terbungkus plastik.

Sudah bisa ditebak, buku yang sudah dibaca pasti jumlahnya lebih sedikit dibanding buku yang baru dibeli. Habis gimana ya… latah banget pengin beli buku ini-itu. Makanya jangan heran kalau saya sering menyebut diri sendiri sebagai book hoarder, lebih tepatnya… professional book hoarder.


Nah, kalau sudah membaca tulisan saya soal rekomendasi toko buku favorit buat beli buku online, kamu akan melihat nama POST Bookshop Pasar Santa masuk ke dalam daftar tersebut.

Saya jadi salah satu pembeli loyal mereka soalnya buku-buku yang dijual sangat beragam. Saya bisa menambah wawasan saya akan dunia literasi, dimulai dari judul-judul terkenal dunia hingga penulis lokal yang namanya kurang dikenal, tapi ternyata karyanya luar biasa. Jarang banget bisa saya temui buku-buku serupa itu di toko buku mainstream di pusat perbelanjaan.

Saya sudah mengenal mengenal toko buku independen ini sejak 2016 lalu dan sudah berberapa kali membeli buku dari mereka.

Penasaran enggak sih, buku apa aja yang pernah saya beli di POST Bookshop Pasar Santa? Cek dan simpan daftarnya di bawah ini, ya. Siapa tahu kamu juga ingin membeli dan membacanya. 😀

17 Rekomendasi Buku di POST Bookshop Pasar Santa

  • Pendidikan Jasmani dan Kesunyian. Menikmati puisi-puisi nyentrik karya Beni Satryo sangat menyenangkan. Saya bisa menjelajah pikirannya lewat kumpulan kata yang coba saya terjemahkan menurut versi saya sendiri. Kadang tersenyum, kadang mengernyit, kadang bingung, seru!
  • Raden Mandasia Si Pencuri Sapi. Salah satu karya sastra yang dielu-elukan. Saya tertarik sekali untuk membaca buku milik Yusi Avianto Pareanom ini karena banyak yang merekomendasikan. Apalagi buku ini memenangkan Kusala Sastra Khatulistiwa ke-16 untuk kategori Prosa pada 2016 lalu. Layak dibaca!
  • Na Willa: Serial Catatan Kemarin. Yuk, kenalan sama Na Willa, gadis mungil yang ingin saya temui di dunia nyata. Ini merupakan salah satu buku anak-anak terfavorit yang pernah saya baca. Buku ini dituils oleh Reda Gaudiamo dengan penuh cinta.
  • Aku, Meps & Beps. Kali ini, Reda Gaudiamo berduet dengan sang anak, Soca Sobhita. Keduanya meramu cerita yang begitu menyenangkan, dan disatukan dalam sebuah karya dengan sampul oranye yang segar! Masih seputar masa kecil. Sepertinya mengasyikkan sekali ya, bisa menulis bersama orang yang dikasihi. Ada yang sudah pernah membacanya?
  • Na Willa dan Rumah dalam Gang. Kalau boleh jujur, saya terlalu excited ketika tahu Na Willa ada buku keduanya. Tentu aja, buku ini wajib ada di rak buku saya. Sampulnya eye-catchy banget dan ternyata POST mencetak ulang buku pertamanya, yang gambar sampulnya disesuaikan dengan buku keduanya. Bila buku keduanya berwarna hijau, kali ini buku pertama dicetak dengan warna merah maroon. Pengin beli deh, tapi sudah punya yang versi aslinya.
  • Zadig. Mengisahkan seorang petualang cerdik pandai bernama Zadig. Katanya, ceritanya dituturkan dengan menarik oleh penulisnya, Voltaire. Buku mungil ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Oak.
  • Visions of Mundane Madness. Kalau kamu memberikan saya sebuah buku puisi berbahasa Inggris dengan sampul putih, sudah pasti buku itu akan saya miliki. Begitu pula dengan karya Dwiputri Pertiwi dan Andri Nirmala ini. And yeah, now you know how to make me happy because of books.
  • Bilik Musik. Saya belum pernah membaca karya James Joyce. Karenanya begitu tahu ada buku ini, saya langsung membelinya. Buku terbitan Kakatua ini Buku ini berisi berbagai karya dari buku-bukunya yang sudah pernah diterbitkan sebelumnya, seperti The Holy Office (1904), Chamber Music (1907), Gas from a Burner (1912), Pomes Penyeach (1927), serta Ecce Puer (1932).
  • Kiat Sukses Hancur Lebur. Buku ini saya beli juga karena berdasarkan rekomendasi seorang penulis. Setelah membaca ulasannya, saya langsung mengirim pesan pada POST dan memesan buku karya Martin Surajaya ini. Selain menyandang predikat professional book hoarder, ternyata saya juga mudah terhasut gara-gara rekomendasi buku dari orang lain. ?
  • Courrier Sud. Tertarik buku ini setelah jatuh cinta dengan The Little Prince karya Antoine de Saint-Exupéry. Kali ini, karya lainnya, Courrier Sud atau Pesawat Pos Selatan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Apsanti Djokosujanto.
  • Sebelum Sendiri. Aan Mansyur seolah memberikan kosakata baru di dalam kepala ketika saya membaca puisi-puisi ciptaannya. Saya juga mengoleksi karya-karyanya di rumah dan ketika melihat buku ini dijual di POST Bookshop, tentu saja saya enggak punya alasan untuk enggak membelinya.
  • Aku & Film India Melawan DuniaSebelumnya enggak pernah membaca buku yang mengandung unsur keindia-indiaan atau Bollywood. Makanya, saya merasa buku ini sungguh menarik dan bisa dimasukkan ke dalam daftar To Be Read. Oh ya, buku karya Mahfud Ikhwan ini terbagi ke dalam buku 1 dan buku 2, ya.
  • Cuma Sewangi, Seangin LaluTulisan yang dirangkum Herman Hesse dalam buku ini memuat berbagai sajak terkenal. Salah satunya adalah ketika ia singgah sejenak di Indonesia pada 1911 silam. Bila diperhatikan, saya banyak membeli buku puisi di POST Bookshop Pasar Santa, ya. Hehehe 😀
  • Khotbah. Jangan salahkan saya yang boros dan suka beli-beli buku. Buku bersampul putih dengan gambar hitam-putih karya Dwi S. Wibowo ini terlanjur bikin saya kepincut!
  • Telepon Genggam. Saya yakin, setiap pembuat puisi memiliki gayanya sendiri ketika tengah meramu dan mencipta. Banyak teman yang mengagumi karya Joko Pinurbo dan sepertinya saya juga harus mencicipi tulisannya. Buku puisi lainnya yang saya miliki ialah Selamat Menunaikan Ibadah Puisi dan Buku Latihan Tidur.
  • We are Nowhere and It’s Wow. Ini merupakan buku puisi milik Mikael Johani yang diterbitkan oleh POST Publisher. Kamu juga bisa lho, menerbitkan buku kamu di penerbut indie ini asalkan kamu punya ide yang menarik dan disukai oleh Maesy serta Teddy.
  • Semasa. Ini buku terakhir yang saya beli di POST Bookshop Pasar Santa.Selain memiliki toko buku dan penerbit independen, Maesy dan Teddy juga menulis bukunya sendiri. Buku Semasa diterbitkan oleh Oak. Duo bookworm ini benar-benar menginspirasi saya untuk semakin mencintai dunia literasi dengan cara saya sendiri.

Nah itulah dia 17 buku di POST Bookshop Pasar Santa yang kini sedang duduk nyaman di rak buku saya. Omong-omong, saya enggak membeli belasan buku ini sekaligus dalam satu pembelian, ya, tetapi beberapa.



Tertarik untuk membeli buku di POST Bookshop?

17 Rekomendasi Buku di POST Bookshop Pasar Santa
Ini 8 dari sekian banyak buku yang pernah aku beli. Ada yang sudah pernah kamu baca belum?

Silakan kunjungi Instagram @post_santa untuk melihat-lihat koleksi mereka. Kemudian kirim email ke postpasarsanta@gmail.com untuk memesan buku. Jangan lupa langsung cantumkan nama, alamat, dan nomor HP kamu supaya lebih mudah, ya. Kalau memesan buku secara online, nanti kamu bisa mendapatkan postcard atau pembatas buku juga, lho!

Berapa harga buku di Post Bookshop?

Harga bukunya beragam banget. Untuk lebih jelasnya, bisa langsung kirim email, ya.

Oh ya, kapan sih POST Bookshop buka?

Toko buku ini buka hanya pas weekend, ya, yakni Sabtu dan Minggu, pukul 15.00 – 20.00 WIB. Namun, kalau ingin membeli buku secara online bisa kapan saja, kok.


Datang langsung ke POST yuk, sekalian ikut Book Gathering mereka juga boleh.


Sayang banget kalau kamu nggak baca artikel lainnya di bawah ini.

3 Penulis Teenlit Favorit yang Novelnya Bikin Kangen Masa SMA

1. 5 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online
2. Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?
3. Apa Itu Books Aficionado?
4. Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks
5. 7 Tips Meningkatkan Follower Bookstagram untuk Pemula
6. 30 Bookstagram Terms You Should Know
7. 20 Inspirasi Rainbow Bookshelf di Bookstagram yang Bikin Betah Baca Buku Seharian
8. Pengalaman Borong Buku di Big Bad Wolf Jakarta (Bonus: 5 Tips Biar Enggak Kalap)
9. 5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak
10. Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi
11. 5 Teknik Meningkatkan Engagement Bookstagram Lewat Pemberian Komentar
12. 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers
13. 15 Rupi Kaur Powerful Quotes Every Girl Needs to Read
14. 15 Akun Bookstagram Indonesia Terfavorit, Sudah Follow Belum?
15. [BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk, Si Pengingat Mimpi
16. 7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku
17. Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17
18. 11 Most Creative Bookstagrammer to Follow in 2018
19. 7 Properti untuk Bookstagram Biar Foto Makin Keren


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.