5 Cara Menemukan Inspirasi untuk Bookstagram

45
Singgah Sejenak di Perpustakaan Erasmus Huis Jakarta Selatan - 5 Cara Menemukan Inspirasi untuk Bookstagram
Ada karya Pramoedya Ananta Toer dan Ayu Utami di rak ini, lho.

5 Cara Menemukan Inspirasi untuk Bookstagram – Bete nggak sih, pas lagi jadwalnya mesti upload foto Bookstagram, eh tahunya malah bingung mau posting apa? Padahal, temen-temen Bookstagram lainnya pada rajin banget posting foto. Minimal bisa posting satu kali dalam sehari.

Dulu, saya pernah vakum main Bookstagram saking bingung mau posting apa lagi. Bosen, foto yang di-upload itu-ituuuu melulu.


Saya sadar, ternyata bikin konten tuh enggak mudah, ya. Bahkan, sampai sekarang pun saya masih struggle untuk bikin konten berkualitas, selain untuk meningkatkan engagement, pengin juga menyebarkan konten positif ke teman-teman semua.

Baca juga: [BOOKSTAGRAM TIPS] Memotret Buku dengan Kamera HP atau Kamera DSLR?

Nah, sebenernya, apa sih yang bikin pembuatan konten itu sulit? Salah satunya, karena enggak ada ide!

Pernah tuh, sudah tahu mau foto buku apa, tapi pas dieksekusi rasanya enggak maksimal banget. Ini sering banget bikin saya sedih.

Nah, setelah mempelajari polanya, saya cukup banyak belajar tentang bagaimana menemukan inspirasi untuk Bookstagram. Harapannya, enggak ada lagi duh kata bingung mau posting apa. 😀


5 Cara Menemukan Inspirasi untuk Bookstagram

1Follow akun apa saja yang kamu sukai

5 Cara Menemukan Inspirasi untuk Bookstagram

Akun Bookstagram di seluruh dunia jumlahnya ada banyak banget! Menurut saya, ini menujukkan bahwa pencinta buku di seluruh dunia memang banyak jumlahnya.

Saya sering mengikuti akun ini-itu demi menemukan inspirasi untuk Bookstagram sendiri. Bahkan, kadang bukan cuma akun berisi foto-foto buku saja yang saya follow. Saya juga follow akun bertema seni dan kreativitas, desain interior, gaya hidup, traveling, hingga tanaman.

Baca juga: 15 Akun Bookstagram Indonesia Terfavorit, Sudah Follow Belum?

Apabila ada konten yang menurut saya menarik -baik dari segi foto, editannya, maupun caption-, pasti langsung saya capture atau simpan. Jadi, apabila nanti saya butuh ide-ide segar, saya sudah punya tabungannya.

Selain mengikuti berbagai akun di Instagram, kamu juga bisa cari inspirasi di website keren seperti Pinterest.


2Lakukan hal apa saja yang kamu sukai

5 Cara Menemukan Inspirasi untuk Bookstagram

Cara menemukan inspirasi untuk Bookstagram yang satu ini terdengar klise dan basi banget. Yes, I couldn’t agree more with this. Tapiii… ini emang ampuh banget buat kumpulin ide-ide!

Kalau lagi ngerasa kehabisan bahan buat Bookstagram, biasanya saya dengerin musik, nonton film, atau jalan-jalan. Kalau perlu, saya tidur sebentar buat mengistirahatkan pikiran.

Saya juga enggak mau terlalu memaksakan diri untuk menemukan inspirasi pada detik itu juga. Wah, yang ada bisa stres berat!

Di kala pikiran sudah segar kembali, baru deh saya berkutat kembali dengan Bookstagram. Saya juga enggak jarang mencatat hal-hal yang menurut saya menarik. Siapa tahu nanti bisa direalisasikan menjadi konten kece! 😀


3Jangan pernah berhenti belajar

Saya sadar, kalau berniat untuk menseriusi dunia Bookstagram, saya enggak bisa selamanya cuma coba-coba aja.

Saya harus menyelami komunitas ini lebih dalam, mengatur strategi yang tepat, dan pastinya mendedikasikan lebih banyak hal untuk Bookstagram.

Baca juga: 7 Tips Meningkatkan Follower Bookstagram untuk Pemula

Saya juga mesti rutin melakukan evaluasi terhadap akun saya. Apa yang oke, apa yang kurang, apa yang bisa dilanjutkan, apa yang perlu diubah, apa yang bisa diperbaiki.

Semua bermuara pada satu tujuan, yakni menyebarkan konten-konten berkualitas yang berkenaan dengan buku dan literasi.

Itulah mengapa setiap ada kesempatan untuk belajar lebih banyak mengenai Bookstagram, saya enggak akan melewatinya. Gimana caranya belajar?

  • Ikutan workshop atau acara literasi.
  • Ngobrol dan berkolaborasi dengan Bookstagrammer lainnya.
  • Kenalan dengan penerbit, penulis, siapa pun yang kamu kagumi.
  • Sering baca buku atau blog mengenai Bookstagram itu sendiri.
  • Evaluasi akun Bookstagram kamu dan berimprovisasilah.

4Rajin-rajinlah eksplorasi

Sudah pernah main ke Galeri Buku Bengkel Deklamasi?

Kalau bukan karena tugas kuliah, mungkin saya enggak akan mampir ke Terminal Senen dan saya juga enggak bakalan tahu kalau di sana banyak banget buku bajakan dijual bebas. 🙁

Kalau enggak rajin ngulik-ngulik Twitter, mungkin saya enggak akan tahu kalau ada perpustakaan cantik di Erasmus Huis, Jakarta Selatan, yang tempatnya super pewe!

Kalau enggak rajin browsing di internet, mungkin saya juga enggak pernah mampir ke Galeri Buku Bengkel Deklamasi di Taman Ismail Marzuki.

Intinya, jangan malas untuk mengulik sesuatu yang baru. Jangan pernah merasa cepat puas juga dengan konten yang selama ini sudah disuguhkan.

Kalau bisa memmbuat konten yang beda daripada yang lainnya, itu bisa jadi nilai plus buat akun kita! 😀


5Ikut diskusi atau kumpul-kumpul dengan sesama pencinta buku

Seru sekali bisa bertemu dengan sesama pencinta buku di sini.

Inspirasi untuk Bookstagram nyatanya juga bisa datang dari diskusi atau pertemuan-pertemuan dengan mereka yang memiliki kesamaan minat.

Misalnya, beberapa waktu lalu, saya mengadakan Indie Bookshop Tour dan dari sanalah, saya bisa berbincang dengan teman-teman pencinta buku, saling bertukar gagasan, hingga berbagi rekomendasi buku. Seru deh, pokoknya!

Baca juga: Pengalaman Membeli Buku di POST Bookshop Pasar Santa

Berkat acara tersebut, saya juga bisa menemukan inspirasi untuk Bookstagram, yang tentunya saya coba kreasikan lewat gambar dan tulisan.

Intinya, banyak-banyaklah bersosialisasi dan berdiskusi dengan orang lain karena ide bisa datang dari mereka juga!

Nah, semoga 5 cara menemukan inspirasi untuk Bookstagram di atas bisa membantu kamu untuk bisa lebih rutin mem-posting konten-konten berkualitas di akunmu, ya.

Selamat menemukan inspirasi dan semoga harimu menyenangkan! 😀


Bacaan selanjutnya yang enggak kalah asyik! Yakin nggak mau baca? 🤔

Pengorbanan Bookstagrammer Demi Dapat Foto Bagus, Pernah Ngerasain?

1. 7 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online
2. Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?
3. Apa Itu Books Aficionado?
4. Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks
5. 7 Tips Meningkatkan Follower Bookstagram untuk Pemula
6. 30 Bookstagram Terms You Should Know
7. 20 Inspirasi Rainbow Bookshelf di Bookstagram yang Bikin Betah Baca Buku Seharian
8. Pengalaman Borong Buku dan Panduan Lengkap ke Big Bad Wolf Jakarta
9. 5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak
10. Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi
11. 5 Teknik Meningkatkan Engagement Bookstagram Lewat Pemberian Komentar
12. 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers
13. 15 Rupi Kaur Powerful Quotes Every Girl Needs to Read
14. 15 Akun Bookstagram Indonesia Terfavorit, Sudah Follow Belum?
15. 3 Penulis Teenlit yang Novelnya Bikin Kangen Masa SMA
16. 7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku
17. Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17
18. 11 Most Creative Bookstagrammer to Follow in 2018
19. Asyiknya Belanja Buku di Periplus, Toko Buku Impor Langganan
20. [BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk Karya Rinda Maria Gempita
21. 17 Rekomendasi Buku di POST Bookshop Pasar Santa
22. [BOOKSTAGRAM TIPS] Memotret Buku dengan Kamera HP atau Kamera DSLR?
23. [EKSKLUSIF] Bab Pertama Novel The Perfect Catch Karya Chocola
24. [BOOK REVIEW] Na Willa: Serial Catatan Kemarin Karya Reda Gaudiamo
25. 7 Properti untuk Bookstagram Biar Foto Makin Keren
26. 7 Cara Memfoto Buku untuk Bookstagram
27. Pengalaman Membeli Buku di POST Bookshop Pasar Santa
28. Pengalaman Beli Buku di Grobmart untuk Pertama Kalinya
29. [BOOK REVIEW] Aku, Meps, dan Beps Karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo
30. Bagaimana Cara Menulis Caption untuk Bookstagram?
31. [BOOK REVIEW] The Stories of Choo Choo: You’re Not as Alone as You Think Karya Citra Marina
32. [BOOK REVIEW] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella FP
33. 10 Kutipan Terbaik dari Buku NKCTHI Karya Marchella FP
34. [BOOK REVIEW] Things & Thoughts I Drew When I was Bored Karya Naela Ali
35. [BOOK REVIEW] Milk and Honey Karya Rupi Kaur Versi Bahasa Indonesia
36. [BOOK REVIEW] Off the Record Karya Ria SW
37. 17 Ide Foto Bookstagram Bertema Natal yang Bisa Kamu Tiru
38. Cara Mudah Menemukan Buku yang Sedang Diskon di Toko Online
39. Berkunjung ke Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan Tertinggi di Dunia
40. Akhir Pekan Produktif di Haru Bookstore Gading Serpong
41. Mudahnya Beli Buku Online di Belbuk.com
42. Kebiasaan Membaca Buku di Perjalanan yang Ingin Saya Tularkan ke Kamu
43. Ngobrolin Novel Taman Pasir di Twitter Bareng Penerbit Grasindo
44. Bedah Buku dan Peluncuran Novel Nyanyian Hujan
45. @sintiawithbooks’ Best Nine on Instagram in 2018
46. [BOOK REVIEW] Seri Kemiri Yori Karya Book For Mountain
47. Serunya Kumpul dan Makan Siang Bareng Nagra dan Aru
48. 8 Booktuber Indonesia Favorit yang Wajib Kamu Tonton Videonya
49. 4 Blogger Buku Favorit yang Sering Kasih Rekomendasi Buku Bagus
50. 7 Rekomendasi Buku yang Asyik Dibaca Saat Traveling
51. Kenapa Sih Suka Banget Bawa Buku Saat Traveling?
52. 5 Tips Memilih Buku untuk Dibawa Saat Traveling
53. Apa Itu Book-Shaming dan Kenapa Harus Dihentikan?
54. Donasi Buku Lewat Lemari Bukubuku, Bisa Dapat Gambar Gratis!
55. [BOOK REVIEW] The Book of Imaginary Beliefs Karya Lala Bohang
56. Pengorbanan Bookstagrammer Demi Dapat Foto Bagus, Pernah Ngerasain?
57. [Book Review] Deep Wounds Karya Dika Agustin
58. 5 Buku Ilustrasi Favorit untuk Kamu yang Butuh Bacaan Ringan
59. Baca 5 Buku tentang Perempuan Ini Saat Hari Perempuan Internasional
60. Panduan Membuat Kartu Anggota Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
61. Things to Know About Big Bad Wolf Books Sale 2019 and My Book Haul!
62. 10 Male Bookstagrammers Who Will Inspire You to Read More
63. [BOOK REVIEW] Dear Tomorrow: Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda
64. [BOOK REVIEW] The Naked Traveler 8: The Farewell Karya Trinity
65. [BOOK REVIEW] Bicara Tubuh Karya Ucita Pohan dan Jozz Felix
66. Pengalaman Belanja Buku di Gramedia World BSD, Tangerang
67. Singgah Sejenak di Perpustakaan Erasmus Huis Jakarta Selatan
68. The Reading Room, Kemang: Sensasi Makan di Perpustakaan
69. Toko Buku Independen POST, Surga Kecil Para Pencinta Buku
70. Membawa Buku di Penjuru Dunia ke Transit Bookstore Pasar Santa
71. Indie Bookshop Tour: Tur Toko Buku Independen Perdana di Jakarta
72. 7 Inspirasi Tempat Baca Favorit Para Bookstagrammer
73. Toko Buku Foto Gueari Galeri: Jual Foto, Emosi, dan Cerita
74. [BOOK REVIEW] Kamu Terlalu Banyak Bercanda Karya Marchella FP
75. [BOOK REVIEW] The Loneliest Star in the Sky Karya Waliyadi
76. Ketagihan Baca E-book Gara-gara Gramedia Digital
77. [BOOK REVIEW] Jingga Jenaka Karya Annisa Rizkiana Rahmasari
78. [BOOK REVIEW] Nanti Kita Sambat tentang Hari Ini Karya Mas Aik
79. [BOOK REVIEW] Avontur, Dear 19 Karya Thinkermoon
80. [BOOK REVIEW] Flowers over the Bench Karya Gyanindra Ali
81. [BOOK REVIEW] Addio Karya Alya Damianti
82. Menyusuri Tumpukan Buku-buku Lawas di Galeri Buku Bengkel Deklamasi
83. 5 Cara Menabung untuk Membeli Buku


4 KOMENTAR

  1. Suka deh sama totalitasnya dalam meproduksi konten berkualitas, especially soal dunia buku 😀 karena ini merupakan salah satu konten yang nggak mudah, semangat terus mba~

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.