[BOOK REVIEW] Jingga Jenaka Karya Annisa Rizkiana Rahmasari

134
Jingga jenaka karya Annisa Rizkiana Rahmasari
Buku menggemaskan yang bisa jadi alternatif bacaan kala senggang, nih!

[BOOK REVIEW] Jingga Jenaka Karya Annisa Rizkiana Rahmasari – Di sekitar kita, saya yakin ada banyak hal lucu dan menggemaskan. Bukan cuma soal film komedi yang ditonton, atau video-video bayi gemas yang muncul si timeline Instagram aja.

Kalau kamu membaca Jingga Jenaka karya Annisa Rizkiana Rahmasari, kamu akan menemukan banyak sekali hal-hal ajaib di buku ini.


Baca juga: [BOOK REVIEW] The Stories of Choo Choo: You’re Not as Alone as You Think Karya Citra Marina

Waktu pertama kali ngelihat teaser buku ini di Instagram penerbitnya, ya ampun auto-kepincut! Ilustrasinya gemesin parah!

Akhirnya pas lagi main ke mall, mampirlah sebentar ke toko buku dan membeli buku ini. Ternyata isinya sama banget seperti di judul, “Puisi, Komik, dan Hal-hal Menyenangkan Lainnya”.

Nah, berikut ini ulasan buku Jingga Jenaka, yang siapa tahu juga bisa bikin hari-hari kamu makin ceria! 😀

Jingga Jenaka Karya Annisa Rizkiana Rahmasari

View this post on Instagram

BUKU APA YANG SAMPULNYA PALING GEMESIN? . Menurutku, Jingga Jenaka karya @autonica ini bukan cuma sampulnya aja yang gemes. Ilustrasi di dalamnya pun demikian. Buku ini juga menyenangkan banget, isinya ada puisi, komik, juga gambar buatan Nica yang mengajak semua pembaca untuk mengingat kembali hal-hal sederhana yang tanpa kita sadari, sering terlewat ketika kita beranjak dewasa. . Aku bocorkan sedikit ulasan soal Jingga Jenaka, ya. Begini, dari segi ilustrasi, aku suka sekali dengan penggambaran tokoh, begitu juga dengan dengan warna-warni dan detailnya. Kalau dari segi bahasa, jiwa kanak-kanaknya kerasa banget di buku ini! Meski ada beberapa diksi yang nenurutku bisa lebih dipoles dan disesuaikan ritmenya agar lebih senada. Buatku pribadi, membacanya akan lebih enak. . Lalu, untuk tema yang diusung cukup menarik! Nica seolah punya kebebasan untuk menulis puisi buat siapa saja: kepada Bapak, Nenek, Kupu-kupu, Landak, dan sebagainya. Namun itu dia, Nica harus lebih semangat lagi ketika merangkai kata atau mengolaborasikan tulisan dan gambar kreasinya. Ada komik yang menahanku sedikit lebih lama untuk menebak gambar, hingga memaknai dan mengantarkan pesan yang hendak disampaikan. Aku yakin Nica bisa bikin karya yang lebih gemas lagi! 😍😍 . #SintiaReads

A post shared by sɪɴᴛɪᴀ ᴀsᴛᴀʀɪɴᴀ | Indonesia 🇲🇨 (@sintiawithbooks) on

Judul Buku: Jingga Jenaka
Penulis: Annisa Rizkiana Rahmasari
Editor: Katrine Gabby Kusuma & Rain Chudori
Penerbit: Comma Books
Terbit: 1 April 2019
ISBN: 9786024811105
Tebal: 118 halaman
Harga: Rp120.000


“Rumah-rumah kecil
Secuil kue sus dan masakan Nenek
Gentingmu lebar dan tubuhmu pendek…”

Jingga Jenaka adalah puisi, komik, dan gambar yang dirangkum oleh Annisa Rizkiana tentang perasaan-perasaan hangat dalam hidup.

Inspirasinya datang dari kisah sehari-hari, seperti usai mengamati anak ayam, menanak nasi, ingatan tentang Bapak, kesukaan akan sup dan tahu, serta komik-komik perjalanan-perjalanan kecilnya. Lewat Jingga Jenaka, kita diajak memaknai hal-hal sederhana yang sering terlewat ketika tumbuh dewasa.


Penuh dengan Hal-hal Ajaib yang Menyenangkan

Jingga Jenaka karya Annisa Rizkiana Rahmasari
Hehehe. 😀 Lagi-lagi enggak bisa tahan sama buku gemas macam Jingga Jenaka. Kayaknya, enggak perlu waktu lama untuk menyelesaikan buku ini.

Omong-omong, Jingga Jenaka terbagi ke dalam beberapa bagian. Diawali dengan Kisah dari Rumah, Binatang dan Tanaman yang Baik Hati, Makanan dan Minuman yang Membuat Hati Senang, Suasana Manis, Perjalanan Kecil,  Kreativitas Si Botol Tinta Penggerutu, lalu diakhiri dengan Dongeng Gula Jahe.

Jingga Jenaka

Halaman-demi halaman saya baca dan sudah langsung menemukan keunikan buku Jingga Jenaka ini.

Baca juga: [BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk Karya Rinda Maria Gempita

Misalnya, dari segi ilustrasi, Annisa Rizkiana Rahmasari atau biasa dipanggil Nica, menggunakan warna-warna hangat yang sangat playful dan jauh dari kesan norak. Warnanya pun disusun secara konsisten sehingga menimbulkan ciri khas tersendiri.

Kemudian, saya juga suka banget dengan gayanya menggambar. Tokoh-tokohnya seolah mudah dikenali dan karakternya kanak-kanak sekali.

Jingga Jenaka

Jujur, hal ini jadi bikin saya rindu dengan masa kecil. Mungkin, kamu juga pernah merasakannya. Tiap hari baca komik-komik favorit. Lalu, setiap akhir pekan rajin bangun pagi deminonton film kartun kesukaan di TV. Ah, kangen! 😀

Nah, Jingga Jenaka ini seolah bisa membangkitkan memori masa kecil kamu. Apalagi, tulisan-tulisan di dalamnya juga enggak kalah manis.

Bayangin aja, masa ada puisi soal Ibu mengomel, Ayah menyetrika, anak ayam pelupa, semangkuk nasi, hingga kue putu!

Jingga jenaka karya Annisa Rizkiana Rahmasari

Well, random banget, sih. Tapi kalau dipikir-pikir, semua hal yanag ditulis Nica di dalam buku Jingga Jenaka ini sangat berhubungan dengan kejadian sehar-hari di sekitar kita.

Menurut saya, Nica jago banget nih, menyamar sebagai anak kecil (atau seorang dewasa yang terperangkap dalam jiwa anak kecil?).

Ya, anak kecil yang masih polos, yang masih suka bertanya akan ini-itu. Karena itu, puisi-puisinya terasa begitu jujur dan enggak dibuat-buat.

Jingga jenaka karya Annisa Rizkiana Rahmasari

Lalu, untuk pemilihan katanya pun cukup menarik. Awalnya saya kira akan ada banyak kata-kata berima sepanjang puisi, dari bait pertama hingga terakhir.

Nyatanya, Nica memilih untuk bebas menerjemahkan isi pikirannya sehingga apabila dipaksakan untuk menggunakan kalimat berima sama, rasanya terlalu dibuat-buat.

Akan tetapi, pada beberapa puisi di Jingga Jenaka, saya merasa ada pemilihan kata yang terlalu berat. Kurang pas dengan jiwa anak-anak.

Baca juga: [BOOK REVIEW] The Loneliest Star in the Sky Karya Waliyadi

Omong-omong, di akhir cerita ada Dongeng Gula Jahe dengan pesan moral yang baik. Di sini saya sadar, Jingga Jenaka bukan cuma dibuat untuk sekadar mengabadikan karya-karya gemas aja.

Lebih dari itu, Jingga Jenaka mengajak para pembaca untuk berani berimajinasi, menyadari dan mensyukuri hal-hal kecil dalam hidup, juga senantiasa mengejar semua impian di dalam kepala. Duh, senang sekali bisa berkenalan dengan Jingga Jenaka ini.

Salut dengan kemampuan Nica yang mampu mengolaborasikan puisi, komik, serta hal-hal ajaib lainnya dalam satu buku. Saya pikir, buku ini bisa jadi teman bacaan yang menyenangkan, terutama pas lagi Libur Lebaran begini. 🙂

Enggak sabar menanti hal-hal ajaib lainnya dari Nica.


Ada tulisan lain yang enggak kalah menarik untuk dibaca, nih. ?

[BOOK REVIEW] Kamu Terlalu Banyak Bercanda Karya Marchella FP

1. 7 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online
2. Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?
3. Apa Itu Books Aficionado?
4. Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks
5. 7 Tips Meningkatkan Follower Bookstagram untuk Pemula
6. 30 Bookstagram Terms You Should Know
7. 20 Inspirasi Rainbow Bookshelf di Bookstagram yang Bikin Betah Baca Buku Seharian
8. Pengalaman Borong Buku dan Panduan Lengkap ke Big Bad Wolf Jakarta
9. 5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak
10. Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi
11. 5 Teknik Meningkatkan Engagement Bookstagram Lewat Pemberian Komentar
12. 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers
13. 15 Rupi Kaur Powerful Quotes Every Girl Needs to Read
14. 15 Akun Bookstagram Indonesia Terfavorit, Sudah Follow Belum?
15. 3 Penulis Teenlit yang Novelnya Bikin Kangen Masa SMA
16. 7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku
17. Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17
18. 11 Most Creative Bookstagrammer to Follow in 2018
19. Asyiknya Belanja Buku di Periplus, Toko Buku Impor Langganan
20. [BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk Karya Rinda Maria Gempita
21. 17 Rekomendasi Buku di POST Bookshop Pasar Santa
22. [BOOKSTAGRAM TIPS] Memotret Buku dengan Kamera HP atau Kamera DSLR?
23. [EKSKLUSIF] Bab Pertama Novel The Perfect Catch Karya Chocola
24. [BOOK REVIEW] Na Willa: Serial Catatan Kemarin Karya Reda Gaudiamo
25. 7 Properti untuk Bookstagram Biar Foto Makin Keren
26. 7 Cara Memfoto Buku untuk Bookstagram
27. Pengalaman Membeli Buku di POST Bookshop Pasar Santa
28. Pengalaman Beli Buku di Grobmart untuk Pertama Kalinya
29. [BOOK REVIEW] Aku, Meps, dan Beps Karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo
30. Bagaimana Cara Menulis Caption untuk Bookstagram?
31. [BOOK REVIEW] The Stories of Choo Choo: You’re Not as Alone as You Think Karya Citra Marina
32. [BOOK REVIEW] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella FP
33. 10 Kutipan Terbaik dari Buku NKCTHI Karya Marchella FP
34. [BOOK REVIEW] Things & Thoughts I Drew When I was Bored Karya Naela Ali
35. [BOOK REVIEW] Milk and Honey Karya Rupi Kaur Versi Bahasa Indonesia
36. [BOOK REVIEW] Off the Record Karya Ria SW
37. 17 Ide Foto Bookstagram Bertema Natal yang Bisa Kamu Tiru
38. Cara Mudah Menemukan Buku yang Sedang Diskon di Toko Online
39. Berkunjung ke Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan Tertinggi di Dunia
40. Akhir Pekan Produktif di Haru Bookstore Gading Serpong
41. Mudahnya Beli Buku Online di Belbuk.com
42. Kebiasaan Membaca Buku di Perjalanan yang Ingin Saya Tularkan ke Kamu
43. Ngobrolin Novel Taman Pasir di Twitter Bareng Penerbit Grasindo
44. Bedah Buku dan Peluncuran Novel Nyanyian Hujan
45. @sintiawithbooks’ Best Nine on Instagram in 2018
46. [BOOK REVIEW] Seri Kemiri Yori Karya Book For Mountain
47. Serunya Kumpul dan Makan Siang Bareng Nagra dan Aru
48. 8 Booktuber Indonesia Favorit yang Wajib Kamu Tonton Videonya
49. 4 Blogger Buku Favorit yang Sering Kasih Rekomendasi Buku Bagus
50. 7 Rekomendasi Buku yang Asyik Dibaca Saat Traveling
51. Kenapa Sih Suka Banget Bawa Buku Saat Traveling?
52. 5 Tips Memilih Buku untuk Dibawa Saat Traveling
53. Apa Itu Book-Shaming dan Kenapa Harus Dihentikan?
54. Donasi Buku Lewat Lemari Bukubuku, Bisa Dapat Gambar Gratis!
55. [BOOK REVIEW] The Book of Imaginary Beliefs Karya Lala Bohang
56. Pengorbanan Bookstagrammer Demi Dapat Foto Bagus, Pernah Ngerasain?
57. [Book Review] Deep Wounds Karya Dika Agustin
58. 5 Buku Ilustrasi Favorit untuk Kamu yang Butuh Bacaan Ringan
59. Baca 5 Buku tentang Perempuan Ini Saat Hari Perempuan Internasional
60. Panduan Membuat Kartu Anggota Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
61. Things to Know About Big Bad Wolf Books Sale 2019 and My Book Haul!
62. 10 Male Bookstagrammers Who Will Inspire You to Read More
63. [BOOK REVIEW] Dear Tomorrow: Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda
64. [BOOK REVIEW] The Naked Traveler 8: The Farewell Karya Trinity
65. [BOOK REVIEW] Bicara Tubuh Karya Ucita Pohan dan Jozz Felix
66. Pengalaman Belanja Buku di Gramedia World BSD, Tangerang
67. Singgah Sejenak di Perpustakaan Erasmus Huis Jakarta Selatan
68. The Reading Room, Kemang: Sensasi Makan di Perpustakaan
69. Toko Buku Independen POST, Surga Kecil Para Pencinta Buku
70. Membawa Buku di Penjuru Dunia ke Transit Bookstore Pasar Santa
71. Indie Bookshop Tour: Tur Toko Buku Independen Perdana di Jakarta
72. 7 Inspirasi Tempat Baca Favorit Para Bookstagrammer
73. Toko Buku Foto Gueari Galeri: Jual Foto, Emosi, dan Cerita
74. [BOOK REVIEW] Kamu Terlalu Banyak Bercanda Karya Marchella FP
75. [BOOK REVIEW] The Loneliest Star in the Sky Karya Waliyadi
76. Ketagihan Baca E-book Gara-gara Gramedia Digital


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.