7 Rekomendasi Buku yang Asyik Dibaca Saat Traveling

4263
7 Rekomendasi Buku yang Asyik Dibaca Saat Traveling

7 Rekomendasi Buku yang Asyik Dibaca Saat Traveling – Ke mana pun saya pergi, saya selalu memasukkan setidaknya satu buku ke dalam tas. Saya yakin, buku bisa menjadi teman perjalanan yang menyenangkan. Bukan cuma pas traveling jauh aja, mau ke mall atau berangkat ke kantor aja, pasti selalu ada buku di dalam tas saya.

Saya sempat diprotes, “Kenapa sih, bawa buku pas traveling? Dibaca juga enggak”. Kadang, ada benarnya juga, tapi enggak sepenuhnya. Saya membawa buku supaya saya tetap terbiasa membaca di mana pun dan kapan pun.


Sama seperti beberapa waktu lalu, perjalanan kereta yang memakan waktu kurang lebih 9 jam membuat saya bosan setengah mati. Siapa yang bisa menyelamatkan saya selain musik dan tidur? Ya, buku.

Biasanya, buku yang saya bawa saat traveling jumlahnya enggak lebih dari dua. Saya lebih memilih buku fisik dibandingkan buku elektronik karena secara personal, buku fisik memang lebih asyik dibaca.

Baca juga: Pulang Rafting Bareng Toekad Adventure Bali, Dapat Bonus Kaki Pegal

Meski, buku elektronik yang bisa dibaca di Kindle, lebih efisien, enggak makan terlalu banyak tempat, dan pastinya bisa memuat banyak sekali buku.

Nah, untuk kamu yang akan melakukan perjalanan, ke mana pun itu, mengapa  tidak mencoba membawa buku? Bingung mau membawa buku apa, ya? Hehehe. Sini, sini, saya kasih bocoran sedikit soal rekomendasi buku yang asyik dibaca saat traveling. 😀


7 Rekomendasi Buku yang Asyik Dibaca Saat Traveling

1. Buku Puisi

View this post on Instagram

#BookReview . "Ada malam-malam di mana pekerjaan kita adalah menulis puisi dan saling mengirim ciuman." . Jujur, buku ini manis banget. Nulisnya pasti pakai hati. Ada banyak kata "rindu" yang beneran bikin kita rindu. Dengan kampung halaman, sahabat, orangtua, kekasih, atau bahkan diri sendiri. Diksi yang apik, saling bersahut-sahutan antara dua penulisnya, kutipan-kutipan singkat yang menyentuh, makna demi makna di balik barisan kalimat, semua melebur jadi satu di buku puisi Tempat Paling Liar di Muka Bumi. Juga, penanda waktu dan tempat di bagian bawah masing-masing puisi seolah menunjukan bahwa jarak yang tercipta antara barat dan timur tiada berarti. Lewat kata-kata yang terpagut, dua penulisnya, Theo dan Weslly, bertemu dan menjelma menjadi percakapan, memori, juga deretan rindu yang terbayar lunas. Jadi, gini ya rasanya mencintai dan dicintai dengan tulus. Rasanya siap memulai tahun yang baru dengan di tempat paling liar di muka bumi. Favorit! . Rasanya pengin banget ketemu sama dua penulisnya. Pengin juga "merasakan" Bandung dan Ambon. ❤ #tempatpalingliardimukabumi #kaleidoskopfiksigpu

A post shared by sɪɴᴛɪᴀ ᴀsᴛᴀʀɪɴᴀ | Indonesia ?? (@sintiawithbooks) on

Saya termasuk penggemar buku-buku puisi, sebab biasanya saya bisa melahap buku puisi dalam hitungan jam saja. Saya pun mengemari buk puisi karena dari sanalah saya bisa memperkaya perbendaharaan kosakata.

Di sisi lain, biasanya buku puisi bobotnya ringan sehingga enggak terlalu memakan banyak tempat di dalm tas. Berikut ini adalah beberapa buku puisi yang saya suka:

  • Milk and Honey karya Rupi Kaur
  • Dirty Pretty Things karya Michael Faudet
  • No Matter the Wreckage karya Sarah Kay
  • Tempat Paling Liar di Muka Bumi karya Theoresia Rumthe dan Weslly Johannes
  • Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono
  • Ibu Mendulang Anak Berlari karya Chyntha Hariadi
  • Tidak Ada New York Hari Ini karya Aan Mansyur

2. Buku Fiksi

Orang-orang terdekat pasti tahu banget kalau saya enggak bisa jauh-jauh dari buku fiksi. Di rak buku pun, kebanyakan isinya buku fiksi, terutama fiksi romantis.

Saya juga enggak tahu kenapa hati saya jatuh pada bacaan dengan genre ini. Bisa jadi, ini memang karena sudah kebiasaan membaca membaca novel teenlit semenjak SD, jadinya keterusan sampai sekarang, deh.

Wah, kalau ditanya apa buku fiksi favorit, susah banget jawabnya. Saya tulis yang terlintas di dalam benak saja, ya. Hehehe. 😀

  • Interlude karya Windry Ramadhina
  • Perahu Kertas karya Dee Lestasi
  • Antologi Rasa karya Ika Natassa
  • Norwegian Wood karya Haruki Murakami
  • The Fault in Our Stars karya John Green
  • If I Stay karya Gayle Forman
  • A Walk to Remember karya Nicholas Sparks

3. Buku tentang Perjalanan

Mumpung lagi traveling, enggak ada salahnya dong, membaca buku soal perjalanan juga. Siapa tahu bisa membangkitkan semanangat kamu untuk menjelajah tempat-tempat indah, terutama di Indonesia.

Saya pun merupakan penggemar buku tentang perjalanan. Seringnya, saya mendapatkan suntikan motivasi untuk menjelajahi dan mengeksplorasi Indonesia berkat buku-buku perjalanan ini.

  • Life Traveler karya Windi Ariestanty
  • Travel Young karya Alanda Kariza
  • Titik Nol karya Agustinus Wibowo
  • The Naked Traveler karya Trinity
  • The Journeys karya Adhitya Mulya, Winna Efendi, Alexander Thian, dkk.

4. Buku Motivasi dan Pengembangan Diri

Akhir-akhir ini saya jadi keranjingan membaca buku bertema motivasi dan pengembangan diri. Biasanya, novel fiksi dan buku puisi selalu menjadi teman sehari-hari. Namun, saya merasa perlu untuk memperluas genre bacaan saya. Buku motivasi dan pengembangan diri pun menjadi sasarannya.

Di sisi lain, saya sering ditantang untuk enggak membaca buku fiksi melulu. Sekali-sekali, membaca buku serius yang memang bagus untuk pengembangan diri, dong.

Ini dia daftar buku motivasi dan pengembangan diri yang bisa kamu nikmati. Belum semuanya saya baca, tapi siapa tahu bisa jadi rekomendasi yang tepat dan cocok buatmu.

  • The Subtle Art of Not Giving a F*ck karya Mark Manson
  • Best for Creativity: Big Magic karya Elizabeth Gilbert
  • Outliers: The Story of Success karya Malcolm Gladwell
  • The 7 Habits of Highly Effective People: Powerful Lessons in Personal Change karya Stephen R. Covey
  • The Alchemist karya Paulo Coelho

5. Buku Sastra

Sastra selalu identik dengan “bacaan berat”. Ya, memang. Tapi, ada banyak hal yang bisa kamu temukan dengan membaca buku sastra. Nah, selain buku pengembangan diri tadi, saya juga mencoba untuk mengulik buku sastra lebih dalam lagi.

Kamu pun bisa membaca apa yang saya favoritkan berikut ini:

  • Raden Mandasia Si Pencuri Daging Sapi karya Yusi Avianto Pareanom
  • Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer
  • Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan
  • Pulang karya Leila S. Chudori
  • Saman karya Ayu Utami
  • Maryam karya Okky Madasari

6. Buku Anak-anak

Selanjutnya, rekomendasi buku favorit yang bisa kamu baca saat traveling adalah buku anak-anak. Buku ini tepat banget untuk kamu yang butuh bacaan ringan dan menghibur.

Anyway, emangnya seru ya, orang dewasa kayak kita baca buku anak-anak? Eitss… jangan salah. Ada banyak buku anak-anak yang pas dibaca orang dewasa. Apa saja, sih?

7. Buku Komik atau Visual Grafis

View this post on Instagram

[BOOK REVIEW] NANTI KITA CERITA TENTANG HARI INI @nkcthi karya @marchellafp . . . Dada saya seketika disesakki berbagai macam perasaan yang enggak saya kenal wujudnya. Senang, sedih, terharu, luluh, bahagia, penghargaan, penerimaan diri… entah bagaimana semuanya bisa terelaborasi ketika membaca halaman demi halaman, hingga akhirnya menutup buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Tulisan demi tulisan di dalamnya selalu saja berpusat pada hal-hal personal yang kerap dialami manusia. Tentang memori, jatuh, bangun, tumbuh, gagal, menunggu, bertahan, ekspektasi, harapan, cara pandang, serta ketakutan manusia yang terkadang hanya bisa dirasa, tanpa mampu dijabarkan. Marchella FP, bagi saya, sangat berhasil dalam mendeskripsikan sebuah rasa dan mentransformasikannya menjadi sebuah pengingat di masa depan. Ia membuat para pembacanya menyadari, masa lalu adalah pembelajaran, masa kini adalah bekal, dan masa depan tetap saja sebuah perjuangan. REWIEW SELENGKAPNYA DI www.sintiaastarina.com. LINK IN BIO. ❤❤❤

A post shared by sɪɴᴛɪᴀ ᴀsᴛᴀʀɪɴᴀ | Indonesia ?? (@sintiawithbooks) on

Terakhir, ada buku komik atau buku visual grafis. Buku ini paling ringan, simpel, dan mudah dibawa ke mana-mana. Saya seneng banget baca buku genre ini soalnya ada visualnya. Jadi, sembari membaca, saya bisa sekaligus membayangkan penggambaran alur cerita serta tokoh-tokohnya.

Tahu enggak, dulu pas Gramedia lagi buka pop up store yang isinya sale di mana-mana, saya pasti mengincar bagian komik, soalnya harganya murah-murah banget. Saya pasti borong komik Serial Cantik yang harganya Rp3.000 – Rp6.000.

Ada beberapa rekomendasi buku komik dan buku visual grafis yang bisa kamu nikmati saat sedang melakukan perjalanan, nih.

Itulah dia 7 rekomendasi buku yang asyik kamu baca saat traveling. Sebenarnya, buku apapun enggak masalah untuk kamu baca, kok.

Kamu mau baca koran, majalah, atau bahkan berita-berita di website online juga oke, kok. Bacaan apapun itu, semoga bisa menjadi teman menyenangkan saat sedang mengeksplorasi tempat-tempat baru, ya.

Nah, buku apa sih, yang lagi kamu baca saat ini? 😀


Hai, ada tulisan menarik lainnya yang menanti kamu untuk membacanya:

[BOOK REVIEW] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella FP

1. 5 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online
2. Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?
3. Apa Itu Books Aficionado?
4. Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks
5. 7 Tips Meningkatkan Follower Bookstagram untuk Pemula
6. 30 Bookstagram Terms You Should Know
7. 20 Inspirasi Rainbow Bookshelf di Bookstagram yang Bikin Betah Baca Buku Seharian
8. Pengalaman Borong Buku di Big Bad Wolf Jakarta (Bonus: 5 Tips Biar Enggak Kalap)
9. 5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak
10. Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi
11. 5 Teknik Meningkatkan Engagement Bookstagram Lewat Pemberian Komentar
12. 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers
13. 15 Rupi Kaur Powerful Quotes Every Girl Needs to Read
14. 15 Akun Bookstagram Indonesia Terfavorit, Sudah Follow Belum?
15. 3 Penulis Teenlit yang Novelnya Bikin Kangen Masa SMA
16. 7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku
17. Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17
18. 11 Most Creative Bookstagrammer to Follow in 2018
19. Asyiknya Belanja Buku di Periplus, Toko Buku Impor Langganan
20. [BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk, Si Pengingat Mimpi
21. 17 Rekomendasi Buku di POST Bookshop Pasar Santa
22. [BOOKSTAGRAM TIPS] Memotret Buku dengan Kamera HP atau Kamera DSLR?
23. [EKSKLUSIF] Bab Pertama Novel The Perfect Catch Karya Chocola
24. [BOOK REVIEW] Na Willa: Serial Catatan Kemarin Karya Reda Gaudiamo
25. 7 Properti untuk Bookstagram Biar Foto Makin Keren
26. 7 Cara Memfoto Buku untuk Bookstagram
27. Pengalaman Membeli Buku di POST Bookshop Pasar Santa
28. Pengalaman Beli Buku di Grobmart untuk Pertama Kalinya
29. [BOOK REVIEW] Aku, Meps, dan Beps Karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo
30. Bagaimana Cara Menulis Caption untuk Bookstagram?
31. [BOOK REVIEW] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella FP
32. [BOOK REVIEW] Milk and Honey Karya Rupi Kaur Versi Bahasa Indonesia


3 KOMENTAR

  1. Aku juga suka mbak, baca buku saat di kereta wkwk biasanya bawa buku fiksi romantis. Kemarin pernah nyoba bawa e-book aja di tab gitu, rasanya kurang gimana gitu dibanding bawa buku cetak :”)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.