Asyiknya Belanja Buku di Periplus, Toko Buku Impor Langganan

2456
Asyiknya Beli Buku di Periplus, Toko Buku Import Langganan (4)

Asyiknya Belanja Buku di Periplus, Toko Buku Impor Langganan – Entah sejak kapan saya mulai suka membaca buku-buku berbahasa Inggris. Yang saya tahu, kala itu saya mulai meningkatkan pengalaman membaca saya lewat sebuah buku puisi berbahasa Inggris. Salah satunya lewat bacaan ringan berjudul I Heart You, You Haunt Me karya Lisa Schroeder. Ini buku bekas, saya beli dari salah seorang penulis lokal favorit saya, Winna Efendi.

Dalam membaca buku berbahasa Inggris, memang, kadang butuh waktu lebih lama untuk mencerna kata-kata yang tertulis. Apalagi, jika ada kosakata yang tidak dimengerti, saya harus menerka-nerka atau mencari definisinya lebih dulu di kamus. Namun, ini adalah kegiatan yang menyenangkan. Genre bacaan saya meluas, wawasan bertambah, dan tentunya saya bisa mengasah skill berbahasa asing saya dengan cara menyenangkan. Ya, lewat buku.


Maka dari itu, akhir-akhir ini lagi giat-giatnya beli buku berbahasa Inggris. Enggak semuanya buku impor, sih. Sekarang penerbit-penerbit lokal pun banyak menerbitkan karya-karya berbahasa Inggris, yang mana ini bikin saya senang.

Eitss… tapi ya, kalau dipikir-pikir, mau buku impor atau buku lokal berbahasa Inggris, dua-duanya sama-sama mahal. Untuk buku lokal berbahasa Inggris saja yang halamannya tidak terlalu banyak, harganya bisa mencapai Rp70.000 ke atas. Kenapa mahal? Karena selain ada pajak di mana-mana, biasanya buku-buku semacam ini dikemas lebih eksklusif dibandingkan buku biasanya.

Asyiknya Belanja Buku di Periplus.com, Toko Buku Import Langganan

Sebagai contoh, Stories for Rainy Days karya Naela Ali dibanderol dengan harga cukup mahal, yakni Rp110.000. Ukurannya seperti pocket book, hardcover, banyak ilustrasinya, warna-warni pula. Enggak terlalu heran sih kalau harganya tinggi.

Anyway, “Kalau beli buku berbahasa Inggris gitu di mana sih? Maunya yang murah dan lengkap”. Oke, selain bisa mendapatkan buku-buku ini di toko buku terdekat di rumah kamu, saya sering banget beli buku berbahasa Inggris, terutama buku impor di Periplus.com. Ini toko buku impor langganan saya sejak akhir 2015. Awal kenal Periplus gara-gara tahu toko offline-nya duluan yang mana suka saya sambangi kalau lagi main ke mall.

Seiring perkembangan teknologi, lama-kelamaan saya ngerasa lebih nyaman beli buku secara online saja. Jadi enggak perlu keluar-keluar rumah. Hehehe. Nah, kali ini saya ingin berbagi pengalaman belanja buku di Periplus, yang tanpa sadar secara tidak langsung mendukung saya untuk menjadi penimbun buku.


Asyiknya Belanja Buku di Periplus, Toko Buku Impor Langganan

Asyiknya Belanja Buku di Periplus.com, Toko Buku Impor Langganan

Toko buku Periplus sudah ada sejak tahun 1985. Hingga saat ini, Periplus sudah memiliki lebih dari 45 outlet, baik di pusat perbelanjaan maupun bandara. Kalau kamu lagi iseng-iseng nungguin boarding, kamu bisa mampir ke toko buku tuh buat cari-cari bacaan bagus.

Nah, kenapa saya suka banget dengan toko buku ini? Ya, soalnya Periplus.com ini bukunya lengkap banget, pengirimannya cepat, packaging-nya bagus, dan saya sering menemukan harga buku yang lebih murah dibandingkan toko buku impor kompetitornya.

Di toko buku online-nya, Periplus.com, ada lebih dari 21 juta judul buku yang bisa kamu pilih. Hmm… memangnya enggak susah ya, mencari buku yang ingin dibeli dari jutaan buku di sana? Well, begini triknya. Kamu search di Google buku apa yang ingin dibeli, lalu cari ISBN-nya. Jangan lupa copypaste di kolom search. Cara ini terbukti lebih mudah dibanding mengetik judul atau nama pengarang.

Baca juga: 5 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online

Dulu, saya pernah mencari dengan keyword judul atau nama pengarang buku, tapi seringnya hasil pencarian yang keluar enggak sesuai harapan. Makanya, mengetahui ISBN sebuah buku penting banget.

Nah, enaknya lagi, kalau beli buku minimal Rp200.000 dan tujuan pengirimannya berada di Jabodetabek, bisa dapat free shipping. Kalau di luar Jabodetabek, minimum harus purchase Rp500.000 baru bisa gratis ongkir. Jadi lumayan hemat sih, apalagi kalau beli bukunya dalam jumlah banyak. Di sisi lain, packaging dari Periplus ini saya suka banget! Buku kita akan dilapisi kardus tebal yang bakalan melindungi buku kita. Selama ini kalau belanja buku di Periplus, buku-buku yang saya pesan selalu sampai di rumah dalam keadaan aman dan baik.

Periplus.com punya PEC Member, apa itu?

Asyiknya Belanja Buku di Periplus.com, Toko Buku Import Langganan

Periplus.com punya semacam membership program bagi para customer-nya, yakni lewat Periplus Elite Card (PEC). Program ini akan memberikan reward bagi para pembeli dengan penambahan poin setiap mereka melakukan pembelian di Periplus.com atau di toko fisiknya. Nantinya, poin-poin yang sudah didapat bisa ditukar dengan gift voucher berupa potongan harga untuk pembelian selanjutnya.

Beberapa keuntungan dari PEC Member ini adalah enggak ada annual fee, lalu bisa dapat diskon tambahan 10% untuk promotional items. Kemudian, kita bisa dapat diskon 10% untuk buku-buku baru, diskon 15% saat kita sedang berulang tahun, dan diskon-diskon lainnya yang berhubungan dengan langganan majalah.

Memangnya, satu reward point setara dengan berapa rupiah, sih? Jawabannya, Rp10.000. Katakanlah kamu membeli buku seharga Rp127.000. Nah, kamu akan mendapatkan 12 poin. Jujur, saya enggak terlalu mengejar reward points yang diberikan soalnya takut boros. Hehehe. 😀

Pernah beli buku apa aja di Periplus.com?

Asyiknya Belanja Buku di Periplus.com, Toko Buku Import Langganan

Kalau ditanya pernah beli buku apa aja, jawabannya… banyak! Saya sudah beberapa kali belanja buku di Periplus, dan seingat saya, kayaknya enggak pernah kecewa dengan pelayanannya, deh. Ini dia beberapa buku yang pernah saya beli.

  • The Sun and Her FlowersRupi Kaur
  • Sea of Strangers – Lang Leav
  • The Subtle Art of Not Giving A F*Ck: A Counterintuitive Approach to Living a Good Life – Mark Manson
  • Diary of a Wimpy Kid #11: Double Down – Jeff Kinney
  • Diary of a Wimpy Kid #12: Getaway – Jeff Kinney
  • Smoke & Mirrors – Michael Faudet
  • Dirty Pretty Things – Michael Faudet
  • Bad Feminist – Roxane Gay
  • We Should All Be Feminist – Chimamanda Ngozi Adichie

Kelebihan dan kekurangan Periplus.com

Asyiknya Belanja Buku di Periplus.com, Toko Buku Import Langganan

Untuk kamu yang sedang bingung ingin belanja buku di mana, mungkin Periplus.com bisa menjadi salah satu alternatif.  Selama beberapa kali belanja buku di Periplus, toko buku impor langganan ini, berikut kelebihan dan kekurangan yang saya rasakan.

Kelebihan

  • Koleksi bukunya cukup lengkap sehingga kamu bisa menemukan buku-buku incaranmu dengan lebih mudah.
  • Ada potongan diskon untuk buku-buku terbaru atau yang pre-order. Kalau punya PEC, asyik dapat tambahan diskon lagi.
  • Packaging aman dan waktu pengiriman relatif cepat (kecuali buku yang harus dipesan dari luar, ya)
  • Buku-buku yang dijual harganya lebih murah, jadi bisa hemat (bukannya malah dibelanjakan untuk pembelian selanjutnya, ya. ?).

Kekurangan

  • Hasil dari kolom pencarian mesti di-optimized banget. Saya lebih suka hasil pencariannya enggak berbentuk list. Agak menyulitkan juga sih kalau mesti scroll sampai bawah, lalu klik next berkali-kali.
  • Saya baru tahu kalau Periplus.com ternyata punya blog. Sayang banget enggak dimanfaatkan untuk menggencarkan content marketing.

Sebagai kesimpulan, toko buku online Periplus.com ini cocok sekali  dijadikan pilihan untuk belanja buku yang cepat, mudah, dan murah. Kalau mau beli buku tapi malas datang ke toko bukunya langsung, website ini selalu saya prioritaskan dan andalkan.

Cara beli buku di Periplus

Eh iya, omong-omong, cara membeli buku di toko buku online ini mudah, kok. Langsung login ke akun Periplus.com kamu (daftar terlebih dulu kalau belum punya akun, ya), kemudian carilah buku yang ingin dibeli. Jika sudah, lanjutkan ke halaman Shopping Cart untuk di-check out, transfer uangnya, konfirmasi pembayaran. Tunggu paket bukunya sampai di rumahmu, deh. Yeay!

Nah, itulah dia asyiknya belanja buku di Periplus, toko buku impor langganan yang selalu saya jadikan favorit. Selamat berbelanja, ya! Hati-hati jangan sampai kalap. ?


Sayang banget kalau kamu enggak baca artikel-artikel lainnya di bawah ini.

Pengalaman Membeli Buku di POST Bookshop Pasar Santa

1. 5 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online
2. Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?
3. Apa Itu Books Aficionado?
4. Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks
5. 7 Tips Meningkatkan Follower Bookstagram untuk Pemula
6. 30 Bookstagram Terms You Should Know
7. 20 Inspirasi Rainbow Bookshelf di Bookstagram yang Bikin Betah Baca Buku Seharian
8. Pengalaman Borong Buku di Big Bad Wolf Jakarta (Bonus: 5 Tips Biar Enggak Kalap)
9. 5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak
10. Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi
11. 5 Teknik Meningkatkan Engagement Bookstagram Lewat Pemberian Komentar
12. 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers
13. 15 Rupi Kaur Powerful Quotes Every Girl Needs to Read
14. 15 Akun Bookstagram Indonesia Terfavorit, Sudah Follow Belum?
15. 3 Penulis Teenlit yang Novelnya Bikin Kangen Masa SMA
16. 7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku
17. Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17
18. 11 Most Creative Bookstagrammer to Follow in 2018
19. [BOOK REVIEW] Aku, Meps, dan Beps Karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo
20. [BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk, Si Pengingat Mimpi
21. 17 Rekomendasi Buku di POST Bookshop Pasar Santa
22. [BOOKSTAGRAM TIPS] Memotret Buku dengan Kamera HP atau Kamera DSLR?
23. [BOOK REVIEW] Milk and Honey Karya Rupi Kaur Versi Bahasa Indonesia
24. [BOOK REVIEW] Na Willa: Serial Catatan Kemarin Karya Reda Gaudiamo
25. 7 Properti untuk Bookstagram Biar Foto Makin Keren
26. 7 Cara Memfoto Buku untuk Bookstagram

 


12 KOMENTAR

    • Betul. Biasanya memang sering langsung datang ke toko offline-nya langsung soalnya Periplus ini memang ada di mana-mana. Dengan adanya toko online jadi kebantu banget kalau mau beli buku impor langsung. Selamat berbelanja, ya! Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini. ?

  1. Suka baca buku juga ya mbak. Wow you have a very nice blog! Saya kira buku impor itu mahal apalagi kalau beli di Periplus karena Periplus itu adanya di mall-mall yang elit hehe.
    Saya ga pernah nyoba cek harga di toko Periplus.
    Kalau beli buku impor saya beli di Gramedia ?

    • Iyess suka banget baca buku dari kecil. Wah, kalau beli buku impor di Gramedia malah lebih mahal, Mbak. Mendingan beli di toko buku yang emang khusus atau mostly menjual buku-buku impor. Harganya lebih murah dan suka ada diskon. Kapan-kapan kalau mau beli buku impor, coba beli di toko buku online semacam Periplus aja, Mbak. Hehehe 😀

      Anyway thank you for the appreciation. 😀

      • Okay thanks for the suggestion. Saya baru tau kalau ternyata lebih mahal di Gramedia, padahal saya sangka di Periplus yang lebih mahal. Dulu pernah beli buku impor di kutukutubuku(dot)com dan harganya mahal bangeeeet jauh lebih mahal dari pada di bagian buku impor Gramedia. Hiksss jadi kapok dan berpikir Gramedia lebih murah kan…

  2. Oh ya ada satu lagi yang lebih murah kalau mau baca lebih banyak judul buku. Tapi awalnya beli perangkat dulu yang mahal hehehe. Namanya Kindle dari Amazon.
    Saya terpukau banget waktu lihat volunteer dari USA dan NZ pada bawa kindle dan baca sambil traveling nggak perlu bawa buku-buku yang banyak dan memberatkan travel bag mereka. Praktis. Di Periplus ada Kindle ga sih mbak?
    Katanya kalau kita udah punya Kindle beli judul buku jadi lebih murah dari pada beli versi cetaknya.

    • Betul, Kindle ini semacam perangkat untuk membaca buku yang dikembangkan oleh Amazon. Saya kurang tahuh di Periplus ada atau enggak, tapi di e-commerce banyak yang jual, kok. Nah, kalau sudah punya Kindle, kita tinggal membeli e-book untuk dibaca, jadi sudah enggak perlu beli buku fisiknya. Biasanya judul buku lebih murah karena memang bentuknya elektronik dan tidak dicetak. Kalau Mba lebih suka membaca e-book, Kindle ini wajib banget dibeli. Tapi kalau Mba adalah tipe pembaca seperti saya yang lebih nyaman membaca buku fisiknya, Kindle hanya dijadikan opsi kedua saja. Namun sebenernya pengin juga sih punya Kindle, pengin cobain pengalaman membaca buku elektronik. Hehehe. 😀

  3. Thank you so much for your support Ms. Sintia. Makasih juga loh sudah memberitahu kami kekurangan dan kelebihan kami. Kami akan terus memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik. Kami ingin sering kunjungi blog kamu untuk lihat review buku yang bagus.

    • Hi, Periplus! Thank you for stopping by and reading my writing. And also thank you for your great service. Please come again to get some updates about books, bookstore, and anything relate. Have a nice day! 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.