[BOOK REVIEW] The Naked Traveler 8: The Farewell Karya Trinity

113
[BOOK REVIEW] The Naked Traveler 8 The Farewell Karya Trinity
Gara-gara The Naked Traveler 8: The Farewell, saya jadi pengin ambil cuti dan jalan-jalan! Hahaha. :D

[BOOK REVIEW] The Naked Traveler 8: The Farewell Karya Trinity – Kalau ngomongin soal farewell, bawaannya mewek banget nggak, sih? Ya iyalah, siapa yang enggak sedih gitu pas harus ngadepin perpisahan. 😢

Namun, pas baca buku The Naked Traveler 8: The Farewell karya Trinity, untungnya rasa sedih itu enggak kerasa-kerasa banget karena sisi menghibur dari buku ini bisa jadi obat.


Judul The Farewell sendiri sebenarnya dapat diartikan sebagai titik di mana Trinity mencoba menantang dirinya untuk membuat hal-hal baru. Hal-hal yang jauh lebih keren dari yang sudah dibuatnya selama ini.

Trinity sendiri sudah mulai mengabadikan perjalanannya dalam bentuk tulisan dan foto sejak 2000-an. Tema traveling menjadi pilihannya kala itu. Siapa sangka, perjalanan-perjalanannya membawanya pada hal-hal magis.

Mulai dari menerbitkan seri pertama The Naked Traveler pada 2009, menerbitkan 14 buku bergenre traveling dalam waktu 11 tahun, mendapatkan penghargaan di bidang pariwisata, hingga bukunya diadaptasi menjadi film The Nekad Traveler.

The Farewell sendiri menjadi buku terakhir dalam seri The Naked Traveler. Tukang jalan-jalan yang satu ini, sekali lagi berhasil membawa para pembacanya untuk ikut jalan-jalan bareng dengannya. Mau ikutan juga?

[BOOK REVIEW] The Naked Traveler 8: The Farewell Karya Trinity

[BOOK REVIEW] The Naked Traveler 8 The Farewell Karya Trinity
The Naked Traveler 8: The Farewell, buku yang menginspirasi saya untuk terus jalan-jalan.
[BOOK REVIEW] The Naked Traveler 8 The Farewell Karya Trinity
Hehehe… ternyata dapat tanda tangan Trinity juga di buku The Naked Traveler 8: The Farewell ini!

Judul Buku: The Naked Traveler 8: The Farewell
Penulis: Trinity
Editor: Baiq Nadia Yunarthi
Penerbit: B Firsrt (Bentang Pustaka)
Terbit: 11 Januari 2019
ISBN: 9786024261061
Tebal: 256 halaman
Harga: Rp99.000

Blurb:

Dalam edisi terakhir dari seri The Naked Traveler ini, kita melihat perjalanan panjang Trinity menuliskan rekaman perjalanannya menggenapi kunjungan ke-88 negara di dunia.


Trinity menumpahkan hal-hal seru, yang bikin senang, kesal, geli, haru, sedih, dan bikin nagih – semua lagi-lagi menularkan virus untuk traveling. Dari perjalanan menyaksikan pesona Iceland yang overrated, menikmati megahnya alam Afganistan dari perbatasaan saat road trip di Asia Tengah, merasakan atmosfer Islam di Iran, menderitanya menjadi traveler difabel, hingga mencoba peruntungan kencan online di Eropa.

Simak juga curhatan pembaca setia yang hidupnya berubah setelah membaca seri The Naked Traveler. Kali ini dua di antaranya turut berkontribusi menuliskan pengalaman mereka dalam bab #TNTEffect yang menambah keseruan buku ini.

“The Naked Traveler” is over, but its spirit is immortalized right here, in print, forever.


Menyusuri “Perjalanan Akhir” Trinity

[BOOK REVIEW] The Naked Traveler 8 The Farewell Karya Trinity
Sudah pernah baca The Naked Traveler 8: The Farewell?
[BOOK REVIEW] The Naked Traveler 8 The Farewell Karya Trinity
Sudahkah kamu membaca karya Trinity yang satu ini?
The Naked Traveler 8: The Farewell dibuka dengan tulisan yang bikin saya mengernyitkan dahi. Bab berjudul Traveling Zaman Dulu (yang Mungkin Nggak Kebayang pada Zaman Sekarang) ini, memaparkan perbandingan traveling zaman dulu dan zaman now.

Trinity berkisah, dulu ia harus pergi ke kantor maskapai penerbangan atau travel agent kalau ingin membeli tiket pesawat. Tiketnya pun berlembar-lembar! Beda banget sama zaman sekarang yang serba mudah dan cepat.

Mau beli tiket langsung aja buka aplikasi online travel agent. Mau check in, tinggal tunjukkan tiket pesawat ke petugas aja.

Terus, kalau mau jalan ke mana gitu, wajib bawa peta besar biar enggak tersesat! Kalau sekarang gampang banget, tinggal buka maps aja di ponsel, kan. Asli, enggak kebayang gimana manualnya kalau mau traveling dulu!

Pengalaman Trinity sebagai tukang jalan-jalan emang priceless banget, sih. Makanya, saya seneng banget pas baca buku The Naked Traveler 8: The Farewell ini. Isinya bener-bener inspiratif dan bermanfaat banget.

Plus, Trinity berhasil banget membawa para pembaca untuk mengikuti kisah perjalanannya, lewat gaya penulisan yang super asyik! Ternyata, wanita satu ini juga kocak banget! Beberapa plot bikin saya senyam-senyum sendiri ngebayanginnya.

[BOOK REVIEW] The Naked Traveler 8 The Farewell Karya Trinity
Salah satu bab yang paling saya suka.
Sebagai contoh, salah satu cerita yang saya gemari adalah ketika Trinity jalan-jalan ke Iran bareng saudara laki-lakinya.

Begini, menginap di hotel di Iran haruslah sesama muhrim. Pas mau check in, diintergoasilah mereka oleh resepsionis di sana. Tebak apa yang mereka lakukan? Keduanya terpaksa berbohong demi bisa menginap bareng dan menghemat akomodasi. Hihihi. 😀

Cerita lain yang jadi favorit saya adalah ketika Trinity berada di Kazakstan. Waktu itu, lututnya lagi cedera dan ke mana-mana ia harus menggunakan tongkat. Bukan Trinity namanya kalau enggak bandel. Lutut cedera tetap berangkat!

Tapiii kasihan banget deh, ternyata negara tersebut enggak disabled friendly. Ia harus naik turun tangga dengan bawa koper, bahkan harus jongkok pas buang air. Ngiluuuuu. 🙁

Namun pada bab selanjutnya, tepatnya pada bab Berkat Luar Biasa, ia membagikan kisah di mana dirinya bertemu dengan keluarga (ayah, ibu, dan 2 anak) asal Indonesia yang juga menanti pesawat yang sama untuk pulang ke Jakarta.

Singkat cerita, keluarga ini super baik dan ramah. Salah satu anak dari keluarga tersebut mendoakan agar kaki Trinity cepat sembuh. Yang enggak disangka, anak itu rela memberikan kursi bisnis miliknya agar Trinity bisa duduk dan istirahat lebih nyaman!

Tahu nggak, tiba-tiba pipi saya basah kala membaca cerita itu. Lho lho, kok saya jadi mewek begini? 🙁

Ternyata, buku The Naked Traveler 8: The Farewell ini bukan cuma bikin senyam-senyum aja. Bahkan, saya sampai terharu menyaksikan apa yang dialami Trinity kala berpelesir. Apalagi, Trinity adalah seorang wanita, yang mana saya merasa begitu relate dengannya.

[BOOK REVIEW] The Naked Traveler 8 The Farewell Karya Trinity
Buku ini dihiasi ilustrasi yang menggambarkan perjalanan Trinity selama jalan-jalan keliling dunia.
[BOOK REVIEW] The Naked Traveler 8 The Farewell Karya Trinity
Salah satu halaman dalam buku The Naked Traveler 8: The Farewell karya Trinity.
Anyway, tulisan di buku The Naked Traveler 8: The Farewell ini sangat mengalir. Saya sangat nyaman membaca halaman demi halaman. Lalu, tiap babnya disusun pendek-pendek sehingga pembaca bisa mengetahui secara langsung inti dari perjalanan tersebut. It’s a page turner!

Kemudian, informasi yang disuguhkan juga kredibel dan beragam. Trinity bahkan sampai bocorin tips gimana cara packing! Hehehe. 😀

Untuk orang yang suka jalan-jalan seperti saya, sering banget dihadapi pertanyaan saat sedang packing. Bawa berapa baju, ya? Di penginapan nanti disediakan toiletries gratis nggak, ya? Gimana caranya biar semua barang muat ke koper, nih? Pastinya, informasi yang diberikan sangat membantu!

[BOOK REVIEW] The Naked Traveler 8 The Farewell Karya Trinity
Bagi Trinity, jalan-jalan bukan buat foto-foto, melainkan eksplorasi.
[BOOK REVIEW] The Naked Traveler 8 The Farewell Karya Trinity
Lagu Coldplay tampaknya cocok untuk menggambarkan indahnya dunia ini, ya.
Buku The Naked Traveler 8: The Farewell ini pun makin cihuy berkat adanya  berbagai ilustrasi pendukung. Ada pula foto-foto yang turut disertakan. Namun menurut saya, ilustrasi dan foto-foto perjalanannya kurang banyak, ah.

Soalnya, pas Trinity menceritakan tempat-tempat yang sedang dikunjunginya, saya juga kepengin melihat penampakannya langsung sehingga wawasan pun kian bertambah. Biar enggak penasaran juga!

Namun sebenarnya, ini mengingatkan saya pada esensi jalan-jalan yang dipegang Trinity. Ketika ia mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah didatanginya, bukan foto-foto tujuan utamanya, melainkan eksplorasi. Beda banget sama saya yang juga menjadikan foto-foto sebagai kegiatan wajib pas jalan-jalan.

Secara keseluruhan, buku The Naked Traveler 8: The Farewell ini sangat menyenangkan. Ada banyak pelajaran berharga untuk dipetik dan dibagikan kepada orang lain.

Meski seri buku ini harus berhenti, saya enggak sabar menantikan karya Trinity lainnya. Saya selalu berdoa untuk Trinity agar perjalanannya enggak pernah terhenti.

Ingin rasanya bertemu dengan wanita tangguh satu ini. Semoga suatu saat nanti bisa berpapasan di jalan atau bahkan ikut jalan-jalan bareng? 😀

Untuk kamu si penggemar traveling, pastikan kamu membaca buku The Naked Traveler 8: The Farewell ini, ya. Setelah melahap buku ini, rasanya saya ingin melengkapi seluruh serinya. Semoga masih tersedia di toko buku. 😉🤞


Tulisan di bawah ini menanti untuk dibaca sama kamu, nih! ?

[BOOK REVIEW] Dear Tomorrow: Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda

1. 7 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online
2. Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?
3. Apa Itu Books Aficionado?
4. Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks
5. 7 Tips Meningkatkan Follower Bookstagram untuk Pemula
6. 30 Bookstagram Terms You Should Know
7. 20 Inspirasi Rainbow Bookshelf di Bookstagram yang Bikin Betah Baca Buku Seharian
8. Pengalaman Borong Buku dan Panduan Lengkap ke Big Bad Wolf Jakarta
9. 5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak
10. Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi
11. 5 Teknik Meningkatkan Engagement Bookstagram Lewat Pemberian Komentar
12. 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers
13. 15 Rupi Kaur Powerful Quotes Every Girl Needs to Read
14. 15 Akun Bookstagram Indonesia Terfavorit, Sudah Follow Belum?
15. 3 Penulis Teenlit yang Novelnya Bikin Kangen Masa SMA
16. 7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku
17. Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17
18. 11 Most Creative Bookstagrammer to Follow in 2018
19. Asyiknya Belanja Buku di Periplus, Toko Buku Impor Langganan
20. [BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk, Si Pengingat Mimpi
21. 17 Rekomendasi Buku di POST Bookshop Pasar Santa
22. [BOOKSTAGRAM TIPS] Memotret Buku dengan Kamera HP atau Kamera DSLR?
23. [EKSKLUSIF] Bab Pertama Novel The Perfect Catch Karya Chocola
24. [BOOK REVIEW] Na Willa: Serial Catatan Kemarin Karya Reda Gaudiamo
25. 7 Properti untuk Bookstagram Biar Foto Makin Keren
26. 7 Cara Memfoto Buku untuk Bookstagram
27. Pengalaman Membeli Buku di POST Bookshop Pasar Santa
28. Pengalaman Beli Buku di Grobmart untuk Pertama Kalinya
29. [BOOK REVIEW] Aku, Meps, dan Beps Karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo
30. Bagaimana Cara Menulis Caption untuk Bookstagram?
31. [BOOK REVIEW] The Stories of Choo Choo: You’re Not as Alone as You Think Karya Citra Marina
32. [BOOK REVIEW] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella FP
33. 10 Kutipan Terbaik dari Buku NKCTHI Karya Marchella FP
34. [BOOK REVIEW] Things & Thoughts I Drew When I was Bored Karya Naela Ali
35. [BOOK REVIEW] Milk and Honey Karya Rupi Kaur Versi Bahasa Indonesia
36. [BOOK REVIEW] Off the Record Karya Ria SW
37. 17 Ide Foto Bookstagram Bertema Natal yang Bisa Kamu Tiru
38. Cara Mudah Menemukan Buku yang Sedang Diskon di Toko Online
39. Berkunjung ke Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan Tertinggi di Dunia
40. Akhir Pekan Produktif di Haru Bookstore Gading Serpong
41. Mudahnya Beli Buku Online di Belbuk.com
42. Kebiasaan Membaca Buku di Perjalanan yang Ingin Saya Tularkan ke Kamu
43. Ngobrolin Novel Taman Pasir di Twitter Bareng Penerbit Grasindo
44. Bedah Buku dan Peluncuran Novel Nyanyian Hujan
45. @sintiawithbooks’ Best Nine on Instagram in 2018
46. [BOOK REVIEW] Seri Kemiri Yori Karya Book For Mountain
47. Serunya Kumpul dan Makan Siang Bareng Nagra dan Aru
48. 8 Booktuber Indonesia Favorit yang Wajib Kamu Tonton Videonya
49. 4 Blogger Buku Favorit yang Sering Kasih Rekomendasi Buku Bagus
50. 7 Rekomendasi Buku yang Asyik Dibaca Saat Traveling
51. Kenapa Sih Suka Banget Bawa Buku Saat Traveling?
52. 5 Tips Memilih Buku untuk Dibawa Saat Traveling
53. Apa Itu Book-Shaming dan Kenapa Harus Dihentikan?
54. Donasi Buku Lewat Lemari Bukubuku, Bisa Dapat Gambar Gratis!
55. [BOOK REVIEW] The Book of Imaginary Beliefs Karya Lala Bohang
56. Pengorbanan Bookstagrammer Demi Dapat Foto Bagus, Pernah Ngerasain?
57. [Book Review] Deep Wounds Karya Dika Agustin
58. 5 Buku Ilustrasi Favorit untuk Kamu yang Butuh Bacaan Ringan
59. Baca 5 Buku tentang Perempuan Ini Saat Hari Perempuan Internasional
60. Panduan Membuat Kartu Anggota Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
61. Things to Know About Big Bad Wolf Books Sale 2019 and My Book Haul!
62. 10 Male Bookstagrammers Who Will Inspire You to Read More

2 KOMENTAR

  1. wah… buku yang ke 8 ini lebih variatif ya isinya. setelah buku traveling pertama dia menginspirasi lahirnya buku2 traveling sejenis, dan trinity pun membuat terobosan baru dengan menghadirkan buku traveling yang lebih besifat personal dengan sentuhan sketch di dalamnya. jadi penasaran. aku suka buku yang ada sentuhan sketch pribadi penulisnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.