[BOOK REVIEW] Dear Tomorrow: Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda

1751
[BOOK REVIEW] Dear Tomorrow Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda
Dear Tomorrow karya Maudy Ayunda menjadi pembuktian bahwa cewek satu ini memang multitalenta banget.

[BOOK REVIEW] Dear Tomorrow: Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda – Semenjak membaca DreamCatcher karya Alanda Kariza, saya selalu merasa bahwa buku self improvement yang ditulis berdasarkan pengalaman pribadi, ya patokannya adalah buku ini.

Tulisan-tulisan Alanda mampu membawa saya untuk ikut merasakan langsung pengalamannya. Secara enggak sadar, saya benar-benar terinspirasi dengan perjalanan dan motivasinya dalam merealisasikan mimpi-mimpinya.


Nyatanya, hal itu pulalah yang saya rasakan ketika membaca Dear Tomorrow: Notes to My Future Self karya Maudy Ayunda ini.

Memang, Maudy Ayunda enggak secara gamblang menuturkan kisah hidupnya secara konkret ketika ia berjuang mewujudkan apa yang ingin dicapainya, entah itu di dalam dunia pendidikan, keluarga, atau kariernya di dunia hiburan.

Namun, Dear Tomorrow ini juga layak dibandingkan dengan DreamCatcher. Gimana bisa? Ya, alasannya, keduanya sama-sama membuka mata, sama-sama membuka diri, sama-sama menginspirasi.

Berikut ini ulasan selengkapnya mengenai Dear Tomorrow karya Maudy Ayunda.

Dear Tomorrow: Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda

[BOOK REVIEW] Dear Tomorrow Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda
Ini adalah buku inspiratif yang sangat menyenangkan untuk dibaca. Cocok untuk yang masih muda, nih. 🙂
[BOOK REVIEW] Dear Tomorrow Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda
Saya benar-benar termotivasi untuk berjuang menjadi pribadi yang lebih baik gara-gara membaca buku ini.
[BOOK REVIEW] Dear Tomorrow Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda
Maudy Ayunda, cewek serba bisa.

Judul Buku: Dear Tomorrow: Notes to My Future Self
Penulis: Maudy Ayunda
Editor: Baiq Nadia Yunarthi
Penerbit: Bentang Belia
Bahasa: Bahasa Inggris
Terbit: April 2018
ISBN: 9786024301927
Tebal: 192 halaman
Harga: Rp129.000

Guilty as charged.


I am one of those people who adore witty quotes and phrases. I love being reminded by simple truths. I love how short statements can strike a chord in our minds and move us to do something.

This book is a compilation of my experiences, thoughts, and conversations with myself on love, dreams, and life. All throughout this book, I curated takeaways—things that I want to be reminded of in the future.

Saving it for all my tomorrows.

If anything I write here can make you smile—or think, then I’ve done what I wanted through writing this book.

Love,
Maudy


Dear Tomorrow, Sampaikan Pesan untuk Masa Depan Tanpa Menggurui

[BOOK REVIEW] Dear Tomorrow Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda
Siapa yang sudah baca Dear Tomorrow karya Maudy Ayunda ini?
[BOOK REVIEW] Dear Tomorrow Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda
Apa yang akan disampaikan Maudy Ayunda lewat buku Dear Tomorrow ini?
Saya membuka halaman demi halaman buku ini secara sekilas. Awalnya, saya pikir, ini adalah kumpulan puisi dan prosa. Setelah diselami, ternyata saya keliru.

Buku bergenre self improvement ini menyajikan berbagai tulisan pendek yang dibagi ke dalam 4 bab utama. Ada Notes on Being Yourself, Notes on Dreams, Notes, on Love, dan Notes on Mindsets.

Maudy Ayunda mengawali buku ini dengan beberapa halaman perkenalan mengenai siapa dirinya, apa yang disukainya, serta kebiasan-kebiasannya.

Mungkin, ini adalah caranya untuk mengekspresikan diri, membuat para pembaca mengenal dirinya lebih dekat, atau hints agar pembaca semakin yakin untuk tenggelam di dalam pikirannya.

[BOOK REVIEW] Dear Tomorrow Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda
Hal apa yang kamu kagumi dari seorang Maudy Ayunda?
Banyak kata berharga yang sungguh memotivasi saya. Ini salah satunya.

Dear Tomorrow karya Maudy Ayunda ini pun membalut berbagai kisah keseharian yang sebenarnya sering dialami manusia, termasuk saya. Contohnya, soal zona nyaman.

Overcome the fear of change

Recently I’ve realized that just staying where I am and being content, can dangerously turn into complacency. In other words, choosing to stay in my comfort zone can be a risk in itself -a risk where I rid myself of my potential, strip myself from new experience and new opportunities to grow.

#DearTomorrow: Frankly, I think lack of growth is a so much easier. Take risks, instead.

Membaca kalimat demi kalimat di atas membuat saya sadar bahwa terkadang, saya takut banget untuk keluar dari zona nyaman. Ketika ingin keluar pun, terlalu banyak excuses yang dilontarkan. Nanti begini, nanti begitu.

Saya selalu berusaha merasa bahwa ketidaktahuan dan keterasingan adalah dua risiko yang seharusnya bisa saya atasi. Namun, ya itu, masih ada rasa takut untuk memulai. Kamu juga pernah ngerasain hal yang sama nggak, sih?

[BOOK REVIEW] Dear Tomorrow Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda
Cinta, perkara dalam hidup yang sering kita tanyakan sehari-hari.
Kemudian, masuk ke Bab Notes on Love, Maudy Ayunda berkisah soal hubungan dengan orang-orang di sekitarnya, yang mana hal tersebut mengarahkan dirinya untuk lebih mencintai diri sendiri.

Beranjak menuju halaman 88, ada tulisan yang benar-benar relate dengan saya. Maudy Ayunda menulis soal “Know when someone is toxic for you”. Lagi dan lagi, ia mengajak para pembacanya untuk lebih mencintai diri sendiri terlebih dulu, baru kemudian mencintai orang lain.

Lalu, coba deh buka halaman 117. Ada sebuah tulisan pendek dengan judul “Keep an open mind” yang menurut saya, ini semacam gong dari buku Dear Tomorrow.

Kata demi kata 100% benar dan enggak pengin saya bantah sama sekali. Ia menulis begini.

Keep an open mind

Realize that you are basically an accumulation of the experiences and people around you. You know nothing of how another person got to where he/she is right now.

Realize that some of the most ridiculous theories were once commonly endorsed.

Realize that you could be wrong.

Well, faktanya, tulisan-tulisan lainnya sungguh membuka mata, membuat saya semakin sadar bahwa selama ini, saya enggak melulu dikelilingi orang yang mampu memberikan pengaruh baik.

Ini saatnya saya berani untuk ambil keputusan dan lepas dari hal-hal yang membuat saya enggak berkembang.

Ini saatnya mendekatkan diri pada orang-orang, hal, atau kebiasaan yang mampu menambah nilai untuk diri kita.

Tinggalkan hal-hal yang membuat diri insecure, jangan mudah termakan omongan orang lain, dan selalu sebarkan semangat positif.

[BOOK REVIEW] Dear Tomorrow Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda
Photoshoot Maudy Ayunda bersama buku ini gemesin banget! 😀
[BOOK REVIEW] Dear Tomorrow Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda
Hayooo… yang sedang merasa stres, jangan sampai mengambil keputusan di waktu yang enggak tepat, ya.
Tulisan-tulisan Maudy Ayunda sama sekali enggak terkesan menggurui, paling tahu, atau paling benar.

Mood-nya begitu terasa kalau pelantun “Sekali Lagi” ini sedang berbagi kisah dan pengalamannya, untuk kemudian diresapi dan direnungkan masing-masing pembaca.

Dalam buku Dear Tomorrow karya Maudy Ayunda ini, pembaca juga akan menemukan berbagai kutipan inspiratif, serta pesan-pesan bertagar #DearTomorrow.

[BOOK REVIEW] Dear Tomorrow Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda
Layout buku ini juga menyenangkan dan enggak ngebosenin.
Dalam buku Dear Tomorrow ini, pembaca akan menemukan beberapa playlist buatan Maudy Ayunda yang bisa didengarkan untuk situasi tertentu.

Ada satu lagu favorit saya yang masuk ke daftar putarnya, yakni Come Home – One Republic. Tap saya lebih suka versi bersama Sara Bareilles. Coba dengarkan, deh. 🙂

Oh ya, ada hal yang bikin buku ini makin istimewa. Hampir di setiap halamannya, terselip foto-foto Maudy Ayunda dengan kepribadian yang begitu menawan.

Bukan cuma menonjolkan sisi cantik dan anggun, intelektualitas dan profesionalitas yang dimilikinya pun begitu tampak.

[BOOK REVIEW] Dear Tomorrow Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda
Apa yang terlintas di benak kamu ketika mendengar nama Maudy Ayunda?
Senangnya hati saya bisa membaca Dear Tomorrow karya Maudy Ayunda ini hingga halaman terakhir. Bisa dibilang, ini salah satu cara women supporting women.

Atau seenggaknya, kita yang mendukung diri kita sendiri dulu untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Harapannya, apabila Maudy Ayunda meluncurkan buku kembali, saya ingin membaca pengalamannya dengan lebih nyata.

Penasaran enggak sih, gimana cari penulis Dear Tomorrow ini membagi waktu antara kehidupan, karier, keluarga, atau hal berharga lainnya.

Bagaimana ia bisa masuk perguruan tinggi tersohor di dunia, bagaimana jatuh bangun dalam berkarier, atau bagaimana dirinya sendiri bisa menjadi cerminan inspiratif anak-anak muda di Indonesia.

Kelak kalau saya butuh motivasi atau pencerahan, saya udah tahu harus membaca buku apa. Saya enggak sabar menantikan karya lain dari cewek multitalenta satu ini.


Jangan lupa baca tulisan lainnya soal buku dan Bookstagram di bawah ini, ya! ?

[BOOK REVIEW] Off the Record Karya Ria SW

1. 7 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online
2. Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?
3. Apa Itu Books Aficionado?
4. Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks
5. 7 Tips Meningkatkan Follower Bookstagram untuk Pemula
6. 30 Bookstagram Terms You Should Know
7. 20 Inspirasi Rainbow Bookshelf di Bookstagram yang Bikin Betah Baca Buku Seharian
8. Pengalaman Borong Buku dan Panduan Lengkap ke Big Bad Wolf Jakarta
9. 5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak
10. Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi
11. 5 Teknik Meningkatkan Engagement Bookstagram Lewat Pemberian Komentar
12. 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers
13. 15 Rupi Kaur Powerful Quotes Every Girl Needs to Read
14. 15 Akun Bookstagram Indonesia Terfavorit, Sudah Follow Belum?
15. 3 Penulis Teenlit yang Novelnya Bikin Kangen Masa SMA
16. 7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku
17. Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17
18. 11 Most Creative Bookstagrammer to Follow in 2018
19. Asyiknya Belanja Buku di Periplus, Toko Buku Impor Langganan
20. [BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk, Si Pengingat Mimpi
21. 17 Rekomendasi Buku di POST Bookshop Pasar Santa
22. [BOOKSTAGRAM TIPS] Memotret Buku dengan Kamera HP atau Kamera DSLR?
23. [EKSKLUSIF] Bab Pertama Novel The Perfect Catch Karya Chocola
24. [BOOK REVIEW] Na Willa: Serial Catatan Kemarin Karya Reda Gaudiamo
25. 7 Properti untuk Bookstagram Biar Foto Makin Keren
26. 7 Cara Memfoto Buku untuk Bookstagram
27. Pengalaman Membeli Buku di POST Bookshop Pasar Santa
28. Pengalaman Beli Buku di Grobmart untuk Pertama Kalinya
29. [BOOK REVIEW] Aku, Meps, dan Beps Karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo
30. Bagaimana Cara Menulis Caption untuk Bookstagram?
31. [BOOK REVIEW] The Stories of Choo Choo: You’re Not as Alone as You Think Karya Citra Marina
32. [BOOK REVIEW] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella FP
33. 10 Kutipan Terbaik dari Buku NKCTHI Karya Marchella FP
34. [BOOK REVIEW] Things & Thoughts I Drew When I was Bored Karya Naela Ali
35. [BOOK REVIEW] Milk and Honey Karya Rupi Kaur Versi Bahasa Indonesia
36. [BOOK REVIEW] Off the Record Karya Ria SW
37. 17 Ide Foto Bookstagram Bertema Natal yang Bisa Kamu Tiru
38. Cara Mudah Menemukan Buku yang Sedang Diskon di Toko Online
39. Berkunjung ke Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan Tertinggi di Dunia
40. Akhir Pekan Produktif di Haru Bookstore Gading Serpong
41. Mudahnya Beli Buku Online di Belbuk.com
42. Kebiasaan Membaca Buku di Perjalanan yang Ingin Saya Tularkan ke Kamu
43. Ngobrolin Novel Taman Pasir di Twitter Bareng Penerbit Grasindo
44. Bedah Buku dan Peluncuran Novel Nyanyian Hujan
45. @sintiawithbooks’ Best Nine on Instagram in 2018
46. [BOOK REVIEW] Seri Kemiri Yori Karya Book For Mountain
47. Serunya Kumpul dan Makan Siang Bareng Nagra dan Aru
48. 8 Booktuber Indonesia Favorit yang Wajib Kamu Tonton Videonya
49. 4 Blogger Buku Favorit yang Sering Kasih Rekomendasi Buku Bagus
50. 7 Rekomendasi Buku yang Asyik Dibaca Saat Traveling
51. Kenapa Sih Suka Banget Bawa Buku Saat Traveling?
52. 5 Tips Memilih Buku untuk Dibawa Saat Traveling
53. Apa Itu Book-Shaming dan Kenapa Harus Dihentikan?
54. Donasi Buku Lewat Lemari Bukubuku, Bisa Dapat Gambar Gratis!
55. [BOOK REVIEW] The Book of Imaginary Beliefs Karya Lala Bohang
56. Pengorbanan Bookstagrammer Demi Dapat Foto Bagus, Pernah Ngerasain?
57. [Book Review] Deep Wounds Karya Dika Agustin
58. 5 Buku Ilustrasi Favorit untuk Kamu yang Butuh Bacaan Ringan
59. Baca 5 Buku tentang Perempuan Ini Saat Hari Perempuan Internasional
60. Panduan Membuat Kartu Anggota Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
61. Things to Know About Big Bad Wolf Books Sale 2019 and My Book Haul!
62. 10 Male Bookstagrammers Who Will Inspire You to Read More

4 KOMENTAR

  1. Kebetulan aku nggak pernah ngikutin perjalanan karirnya Maudy, cuma tau dia memang berbakat banget di dunia pendidikan. Yang bikin aku tertarik untuk baca buku ini karena disandingkan dengan Dream Catcher-nya Alanda Kariza, I’m a big fan of her works (and her personality too!), dan kayaknya sosok Maudy ini sedikit sama dengan Alanda yaa.

    Thank you untuk review-nya, selalu suka dengan tulisan kamu (:

    • Halo Jane, thanks a lot for visiting my blog. Iyes, menurutku Alanda Kariza dan Maudy Ayunda sama-sama inspiring. Tulisan mereka oke banget. Cuman memang dari segi penyampaiannya, beda treatment. 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.