buku anak favorit yang wajib dibaca orang dewasa
BOOKS,  REVIEW

10 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak

10 Buku Anak Favorit yang Wajib Dibaca Orang Dewasa – Semasa kecil, saya senang berkutat dengan beragam bacaan anak-anak. Mulai dari majalah Bobo, majalah Mombi, hingga majalah W.I.T.C.H. Saya juga senang baca komik, mulai dari Doraemon, Yume No Crayon Kingdom, Sentaro, Dr. Rin, dan sampai sekarang juga masih mengoleksi Hai, Miiko!.

Baca juga:ย Kebiasaan Membaca Buku di Perjalanan yang Ingin Saya Tularkan ke Kamu


Ada yang baca juga enggak? Wah… rasanya kangen banget baca bacaan anak-anak karena isinya ringan dan cukup menghibur.

Di salah satu tulisan di blog, saya pernah mengatakan bahwa semakin dewasa, tanpa sadar saya meng-upgrade genre bacaan saya.

Mungkin dulu waktu SD senangnya baca komik, lalu pas SMP mulai baca novel teenlit, pas SMA coba baca novel young adult, dan seterusnya. Namun kalau dipikir-pikir, pas udah dewasa gini, enggak ada salahnya juga sih, kembali baca novel teenlit, baca komik, atau bacaan yang memang sebenarnya ditujukan untuk anak-anak.

Faktanya, banyak banget children literature yang dibaca orang dewasa. Mulai dari The Tale of Peter Rabbit, Alice in Wonderland, The Hobbit, Matilda, hingga yang paling terkenal serial Harry Potter juga sebenarnya bisa banget dibaca oleh anak-anak.

Baca juga: Pengalaman Borong Buku di Big Bad Wolf Jakarta (Bonus: 5 Tips Biar Enggak Kalap)


Kali ini, saya mau bocorin 10 rekomendasi buku anak-anak favorit saya yang siapa tahu bisa bikin kamu semakin rindu dan jatuh cinta dengan masa kecil.

Buku-buku ini bikin saya sadar bahwa masa kecil itu sebenarnya enggak jauh beda dengan dunia orang dewasa. Karenanya, orang dewasa juga perlu baca buku anak-anak di bawah ini.

10 Buku Anak Favorit yang Wajib Dibaca Orang Dewasa

Na Willa: Serial Catatan Kemarin – Reda Gaudiamo

View this post on Instagram

Finished reading Na Willa by Reda Gaudiamo and… I'm definitely in love with this book. You know, I always believe that all ideas are probably out-of-date (as one of the book editors said). What makes a book different is about how the writer deliver or convey his/her stories in different ways of writing. This amazing children book is one of my faves and Indonesian people should read it. This book simultaneously invites us to come back to the past and see something with another point of view. As we know, many people said that it's a great thing to be kids who don't think about adutlhood, but Na Willa proves that it's not that easy to grow up. I hope that there's another story about Na Willa.

A post shared by ๐—ฆ๐—œ๐—ก๐—ง๐—œ๐—” ๐—”๐—ฆ๐—ง๐—”๐—ฅ๐—œ๐—ก๐—” ๐ŸŒป (@sintiawithbooks) on

Inilah buku anak favorit yang wajib dibaca orang dewasa. Saya jatuh cinta, jatuh cinta sekali dengan cara Reda Gaudiamo mengingatkan saya akan masa kecil. Saya jadi ingat, seorang editor fiksi pernah berkata kepada saya bahwa pada dasarnya, semua ide itu basi.

Yang membedakan sebuah buku dengan buku lainnya ialah bagaimana cara si penulis menyampaikan isi pemikirannya, lewat gaya bahasa atau tulisannya masing-masing. Di buku Na Willa, saya tahu penulisnya berhasil memikat hati saya.

Oh ya, sedikit flashback, saya tahu buku ini dari Maesy Ang, pemilik toko buku independen POST yang terletak di Pasar Santa, Jakarta Selatan. Waktu itu saya menghadiri acara Bincang Buku dan Maesy memperkenalkan saya dengan salah satu buku anak-anak favoritnya, yang tak lain dan tak bukan ialah Na Willa.

Baca juga: Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi

Saya sama sekali enggak nyesel pas tahu ada buku bagus ini. Na Willa seolah mengajak saya untuk kembali mampir ke masa kecil versinya dan melihat dari sudut pandangnya.

Saya jadi sadar, banyak yang bilang kalau jadi anak-anak itu enak banget, tapi gadis mungil ini menyadarkan saya kalau tumbuh menjadi dewasa itu enggak mudah. Untuk selengkapnya, silakan baca tulisan saya yang berjudulย [BOOK REVIEW] Na Willa: Serial Catatan Kemarin Karya Reda Gaudiamo.


Aku, Meps, dan Beps – Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo

View this post on Instagram

#BookReview . Menutup tahun 2016 dengan bacaan manis yang bikin senyam-senyum sendiri, "Aku, Meps, dan Beps." . Kalau sudah membaca "NaWilla", teman-teman harus membaca buku satu ini. Pertama kali tahu NaWilla awalnya dari pertemuan saya dengan @maesy_ang di sebuah Bincang Buku. Ia bertanya saya bekerja di mana dan saya menjawab majalah anak-anak. Lalu, ia memperkenalkan saya dengan sebuah buku anak-anak -yang menurut saya- berbeda karena dituturkan dari sudut pandang seorang anak kecil. Selesai membacanya, saya benar-benar jatuh cinta dengan apa saja di buku itu. . Begitu tahu ada "Aku, Meps, dan Beps" dengan genre yang sama, saya nggak punya alasan buat nggak beli. Menariknya, buku ini semacam #relationshipgoals, but not as a couple, it's between a mother and a daughter. Iri sekali dengan dua penulisnya, Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo. . To be frank, it's literally a page-turner. Saya nggak bisa berhenti membaca buku ini dari awal sampai akhir saking penasarannya. Pengin tahu banget isi kepala si "aku". Surprisingly, banyak banget hal yang "Soca banget" di diri saya yang tertuang di buku ini. Mulai dari malas makan sayur sampai paling susah disuruh mandi (bahkan sampai sekarang!). Hahaha. Dan ternyata saya seumuran sama Soca. Makin menjadi-jadi deh perasaan saya buat buku ini. ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ’• Intinya, buku ini bikin saya (mungkin juga teman-teman) enggak pengin melupakan masa kecil. Karya ini terasa seperti buku harian pribadi yang bikin saya mengenang kembali apa yang dilakukan atau dipikirkan ketika masih TK atau SD. . Oh ya, ilustrasi di buku inj gemes dan lucu banget! Sukaaaa! ๐Ÿ‘Œ๐Ÿ˜ Gambar di halaman 13 favorit saya. Wahhh… pokoknya terima kasih banyak sudah mendokumentasikan masa kecil kami. Peluk erat dan hangat dari jauh. ๐Ÿ˜Šโค . PS: Bukunya bisa dibeli di @post_santa ya, teman-teman. ๐Ÿ“š . #AkuMepsdanBeps #AyoMembaca #Indoreadgram #BukuFavorit2016 #SintiaReads

A post shared by ๐—ฆ๐—œ๐—ก๐—ง๐—œ๐—” ๐—”๐—ฆ๐—ง๐—”๐—ฅ๐—œ๐—ก๐—” ๐ŸŒป (@sintiawithbooks) on

Buku anak favorit saya selanjutnya, yakni Aku, Meps, dan Beps. Penulisnya sama, Reda Gaudiamo. Namun kini ia berduet dengan putrinya, Soca Sobhita. Nah, buku bersampul oranye segar ini diterbitkan oleh POST Publisher dan begitu tahu ada buku ini, saya gagal mencari alasan buat enggak beli.

Menariknya, buku ini semacam #relationshipgoals, tapi bukan pasangan antara laki-laki dan perempuan, melainkan antara Ibu dan anak.

To be frank, it’s literally a page-turner. Saya nggak bisa berhenti membaca buku ini dari awal sampai akhir saking penasarannya. Pengin tahu banget isi kepala si “aku”, si tokoh utama.

Surprisingly, banyak banget hal yang “Soca banget” di diri saya yang tertuang di buku ini. Mulai dari malas makan sayur sampai paling susah disuruh mandi. Hahaha. Dan ternyata saya seumuran sama Soca. Makin menjadi-jadi deh, perasaan saya buat buku ini.

Baca juga: 11 Most Creative Bookstagrammers to Follow in 2018

Intinya, buku ini bikin saya (mungkin juga kamu) enggak pengin melupakan masa kecil. Karya ini terasa seperti buku harian pribadi yang bikin saya mengenang kembali apa yang dilakukan atau dipikirkan ketika masih TK atau SD.

Oh ya, ilustrasi di buku ini gemes dan lucu banget! Sukaaaa! Gambar di halaman 13 favorit saya. Rasanya ingin mengucapkan terima kasih banyak sudah mendokumentasikan masa kecil para orang dewasa yang sudah mulai lupa.


Diary of a Wimpy Kid – Jeff Kinney

Buku anak-anak rasanya memang enggak lengkap kalau enggak didampingi ilustrasi. In my personal opinion, Diary of a Wimpy Kid ini emang juara. Ceritanya menarik dan enggak ngebosenin, ilustrasinya yang apik pun jadi pelengkap untuk setiap cerita yang disuguhkan.

Buku ini pun disajikan dalam berbagai volume dengan tema cerita yang berbeda-beda. Namun, isinya enggak jauh-jauh dari kekonyolan di dalam keluarga, kesialan-kesialan di sekolah, betapa enggak serunya liburan baik di rumah maupun di luar, ketemu orang-orang enggak terduga, dan sebagainya.

Baca juga: 5 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online

Dari semua yang sudah dibaca, edisi favorit saya adalah nomer 6 yang bersampul biru muda, yaitu Cabin Fever, serta nomer 6 berwarna oranye, berjudul The Long Haul.

Saya udah membaca beberapa yang versi bahasa Indonesia dan beberapa yang versi bahasa Inggris. Kalau saya sih, lebih suka yang berbahasa Inggris karena rasa humor yang diselipkan Jeff Kinney lebih “ngena”. Ini buku anak favorit yang wajib dibaca orang dewasa, deh!


The Little Prince – Antoine de Saint-Exupรฉry

View this post on Instagram

Day 9 of #AugustofPages: ALL TIME FAVE BOOK. – – – – My second entry for Abi's GIVEAWAY!!! Make sure you check her pretty profile โžกโžกโžก (@thesqueakycupboard) Well, this book, The Little Prince is my all time fave book because it gives me very great thoughts and opinions about my life at the moment. It opens my mind and makes me want to love this life better. You guys should read this book for sure! If you have read it, COMMENT YOUR THOUGHTS HERE! ๐Ÿ’•๐Ÿ’•๐Ÿ’• (2/3) #hersandtheirsGA – – – – #bookmail #bookhaul #thelittleprince #worldliterary

A post shared by ๐—ฆ๐—œ๐—ก๐—ง๐—œ๐—” ๐—”๐—ฆ๐—ง๐—”๐—ฅ๐—œ๐—ก๐—” ๐ŸŒป (@sintiawithbooks) on

Perkenalan pertama saya dengan The Little Prince sekitar tahun 2015, ketika mantan rekan satu redaksi diminta membuat ulasan tentang buku ini.

Saya pun jadi penasaran buat baca. Pertama, saya baca yang versi bahasa Indonesia, eh enggak terlalu ngerti sama isi ceritanya. Lalu, saya beli versi yang berbahasa Inggris dan ternyata ini jadi salah satu buku anak favorit yang wajib dibaca orang dewasa.

Baca juga: Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?

Saya suka cara penulis menyampaikan pesan dan nilai-nilai tersembunyi dari setiap potongan adegan. Buku ini berhasil bikn pembacanya berpikir, bukan bertanya-tanya. Rasanya bersyukur banget bisa membaca buku ini sampai habis.

Penulis seolah menggambarkan isi dunia ini lalu membagi-baginya ke dalam beberapa bagian yang jika diterjemahkan, benar-benar real. It’s such a masterpiece and I bet everybody knows that. Saya menikmati buku ini dan saya harap kamu juga merasakan hal yang sama.


Wonder – R.J. Palacio

Ini buku anak-anak tersulit yang pernah saya baca. Masalahnya bukan pada bukunya, melainkan sama sayanya.

Pas baca Wonder, distraksi ada di mana-mana. Ngantuklah, kepengin baca buku lain, lagi males baca buku berbahasa Inggris, dan sebagainya. Alhasil, berbulan-bulan saya coba menghabiskan buku bersampul biru ini, tapi tetap saja gagal.

Kayaknya, saya baru berhasil membaca tiga per empatnya, sementara sisanya belum saya sentuh lagi. Namun sejauh ini, saya berani bilang kalau ini juga jadi buku anak favorit yang wajib dibaca orang dewasa.

Baca juga: Apa Itu Books Aficionado?

Saya suka tema yang diangkat penulis, cara penyampaian cerita yang mengalir juga membuat saya berimajinasi mengenai sosok August. Belum lama ini, buku ini juga difilmkan dan Jacob Tremblay didapuk menjadi pemeran utama.

Tentu aja di film saya bisa membayangkan bagaimana sosok August jika divisualisasikan dalam kehidupan nyata, bukan lagi menerka-nerka atau berimajinasi ketika membaca bukunya.

Saya belum nonton sejujurnya, tapi saya enggak sabar untuk menyelesaikan buku ini, sekaligus menonton filmnya. Banyak yang bilang kalau filmnya sedih banget. ๐Ÿ™ Kebayang juga sih, soalnya membaca narasi di bukunya juga sedih banget. Kamu udah nonton atau baca bukunya belum?


Resep Membuat Jagat Raya – Abhinaya Gina Jamela

https://www.instagram.com/p/B99JM3EAZdU/

Saya kena racun teman-teman pencinta buku. Gara-gara dua teman, saya jadi impulsif beli buku ini. Bahkan beli Boxset-nya. Perkenalkan, ini Resep Membuat Jagat Raya karya penulis cilik bernama Abhinaya Gina Jamela.

Saat membaca, saya nggak nyangka kalau buku puisi ini diracik oleh seorang anak SD. Mulai dari gaya penulisan, permainan bahasa, hingga perbendaharaan kosakata membuktikan bahwa penulis terlihat cukup matang dalam membuat puisi.

Dari buku ini saya belajar, jika ingin pandai menulis, banyak-banyaklah melahap buku. Jangan lupa, kelilingi diri kamu dengan orang-orang yang siap sedia menebarkan racun rekomendasi buku-buku bagus.

Ya, sama halnya sepereti Ibunda Naya yang ternyata “menjebak” Naya dengan Ensiklopedia Dunia. Well, she’s a cool Mom!

Tertarik untuk membaca buku anak favorit yang wajib dibaca orang dewasa ini?


Seri Kemiri Yori – Book for Mountain

View this post on Instagram

[BOOK REVIEW] . Selain menggemari buku-buku fiksi, membaca buku anak-anak adalah hal yang menyenangkan. Makanya, pas ditawari teman-teman @bookformountain untuk membaca buku Seri Kemiri Yori, antusias banget, dong! . Apalagi, Seri Kemiri Yori (terdiri dari 4 buku) merupakan buku cerita anak kontekstual, yang mana buku ini mencoba menumbuhkan kepekaan anak akan potensi dan permasalahan yang terjadi di daerah mereka. Dengan begitu, harapannya, anak bisa mengembangkan ide dan inovasi sesuai kebutuhan daerah tempat tinggalnya. . Buku Seri Kemiri Yori sendiri memiliki tema yang sangat menarik dan jarang ditemui pada buku cerita anak-anak kebanyakan. Ilustrasinya penuh warna, interaktif, dan tentunya mampu memberikan informasi yang aplikatif. Berharap banget deh, ada cerita lainnya tentang Kemiri Yori ini. . Anyway, kalau beli buku Kemiri Yori, kamu bisa ikutan berdonasi, lho! Langsung cek IG @bookformountain untuk detail lebih lanjut, ya. ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š . #SintiaReads

A post shared by ๐—ฆ๐—œ๐—ก๐—ง๐—œ๐—” ๐—”๐—ฆ๐—ง๐—”๐—ฅ๐—œ๐—ก๐—” ๐ŸŒป (@sintiawithbooks) on

Ini dia buku anak favorit yang wajib dibaca orang dewasa, judulnya Seri Kemiri Yori. Dalam seri ini ada 4 buku, yakni Yori & Tunas Kemiri, Yori & Pupuk Alami, Yori & Ulat Kantong, serta Petualangan Sang Kemiri.

Yang menarik, buku cerita ini memberikan pemahaman kontekstual mengenai apa yang terjadi di daerah atau desa. Seri Kemiri Yori sendiri sebenarnya memang ditujukan untukย menumbuhkan kepekaan anak akan potensi dan permasalahan yang terjadi di daerah mereka.

Baca juga: [BOOK REVIEW] Seri Kemiri Yori Karya Book For Mountain

Ketika membacanya, wah ternyata ceritanya bagus dan bisa memberikan ilmu yang bermanfaat juga! Selama ini cuma tahu kalau kemiri bisa digunakan sebagai bumbu dapur atau untuk rambut.

Akan tetapi, ketika menyelesaikan Seri Kemiri Yori, ternyata saya tahu bagaimana cara membuat kemiri tumbuh subur, apa manfaat lain kemiri, dan masih banyak lagi.

Omong-omong, buku ini ditujukan untuk anak-anak dengan level baca 3 atau untuk anak berusia di atas 8 tahun yang sudah bisa membaca sendiri tanpa didampingi (mohon koreksinya bila saya salah).


Hai, Miiko! – Ono Eriko

View this post on Instagram

SEGEMES DAN SESAYANGย ITU SAMA MIIKO (DAN TAPPEI TENTUNYA)ย ๐Ÿ˜๐Ÿฅฐ๐Ÿค— . Kalau udah berurusan sama komik Hai, Miiko! karya Ono Eriko, pasti selalu excited dan nungguin! Edisi terbarunya, vol. 32, baru aja terbit dan langsung dong keย @gramediabooks buat jemput Miiko. Tapi aku sebel sih, harganya kenapa mahal banget, deh? Huhuhu. Kangen banget beli komik yang harganya Rp9.000 atau Rp12.500. . BTW, di komik Hai, Miiko! 32 ini berisi 9 cerita menarik yang entah kenapa, seperti biasa, bisa ngakak nggak jelas bahkan sampai terharu sendiri. Contoh, aku bisa tiba-tiba ngakak pas baca cerita tentang "Episode Wisata Sekolah". Namun, aku juga bisa tersentuh banget pas baca "Debaran di Arena Skating" soalnya sosok Tappei gak pernah berubah, selalu melindungi Miiko tapi gengsi parah. Bahkan aku juga terenyuh pas di bagian "Panggil, dong, Mamoru!". Cerita di komik itu ngasih pengetahuan baru buatku soal kebiasaan keluarga di Jepang. . Jujur, aku nggak pernah nggak suka dengan cerita keluarga dan persahabatan di komik ini. Semua dikemas dengan ringan dan maknanya bagus banget. Aku selalu yakin kalau Hai, Miiko! bukan cuma buat anak-anak, melainkan orang dewasa. Ketika membaca, aku bisa merasakan apa yang dialami melalui sudut pandang masing-masing tokoh. Beneran deh, nggak bakalan bosen baca Hai, Miiko! berulang kali. . Ono Eriko selalu berhasil bikin para pembacanya kangen sama Miiko dan kawan-kawan. Sekarang, komik ini terbitnya setahun sekali. Gimana makin nggak menanti-nanti coba? Pengin banget langsung baca Vol. 33 dan seterusnya. Atau kalau perlu, pengin banget baca komik Miiko versi lebih panjaaangggg! Nggak puas kalau ceritanya abis gitu aja. . Eh iya, kamu suka baca komik nggak? Kalau iya, rekomendasiin ke aku komik favorit kalian, dong! . #SintiaReads

A post shared by ๐—ฆ๐—œ๐—ก๐—ง๐—œ๐—” ๐—”๐—ฆ๐—ง๐—”๐—ฅ๐—œ๐—ก๐—” ๐ŸŒป (@sintiawithbooks) on

Buku favorit lainnya yang bikin saya jatuh cinta dengan dunia anak-anak adalah komik Hai, Miiko! karya Ono Eriko.

Sosok gadis kecil nan menggemaskan yang satu ini selalu berhasil merebut perhatian saya. Banyak cerita lucu yang di dalamanya yang mengajarkan pembaca soal keluarga, sahabat, empati, tolong-menolong, kejujuran, dan masih banyak lagi.

Pengin banget rasanya membaca cerita Hai, Miiko! yang lebih panjang. Setiap kali selesai membacanya, saya harus bersabar untuk menanti volume selanjutnya terbit. Apalagi sekarang komik ini hanya akan terbit satu tahun sekali. Ah, lamanya…


Terbang, Waktu Hujan Turun, dan Cerita Eyang – Rassi Narika dan Referika Rahmi

Buku anak lainnya yang wajib dibaca orang dewasa ialah Terbang, Waktu Hujan Turun, dan Cerita Eyang. Semua buku ini diterbitlah oleh Seumpama Books. Yang saya senangi dari buku ini adalah ceritanya yang ringan, lekat dengan sehari-hari, menyenangkan, serta disertai ilustrasi yang menghangatkan.

Waktu Hujan Turun yang ditulis oleh Rassi Narika, sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Emma Press.

Senang sekali banyak karya anak-anak asal Indonesia yang juga mendapat tempat di hati masyarakat internasional.


A Great Big Cuddle: Poems for the Very Young – Michael Rossen

View this post on Instagram

Besides the familiar Mother Goose nursery rhymes, you'd probably be hard-pressed to think of poems that you can turn to for very young children. Enter the fabulously endearing A Great Big Cuddle, the product of not one, but two Children's Laureates. In fact, is it any surprise that the creatively fizzy poetry of Michael "We're Going on a Bear Hunt" Rosen and the strikingly expressive illustrations of Chris Riddell, are a match made in children's-literature heaven? Rosen understands what young children love to hear, and here, he cleverly plays with the sounds of words (including 'nonsensical' words ร  la Dr. Seuss) and their rhythm, to produce 35 mostly upbeat, jaunty poems that will make kids clamour to listen to them again and again. While about half of the poems comprise simple, catchy rhymes cleverly crafted so that even 1-2yos can chant along to them, our favourites are the somewhat lengthier but wittier poems that tell a story, or tackle more complex emotions like anger and fear in a way that children can relate to them. The big, attractive illustrations, varied and stylish page layouts, and large, well-spaced type also contribute to the book's kid-friendly appeal. In fact, this deliciously fun contemporary children's poetry collection deserves to be as ubiquitous as โ€” if not more so than โ€” Mother Goose's nursery rhymes, and a staple in every child's library. (Age: 1+) โค๏ธ #agreatbigcuddle #michaelrosen #chrisriddell #candlewickpress #ptbookspoetry #poetryforchildren #childrenslaureate #childrenspoetrybook #ptbooksfor1yo #picturebooks #childrensbooks #kidlitart #kidlit #littlebookworm #kidsbookreview #kidsbookstagram #readtome #littlereader #raisingreaders #readtoyourkids #raiseareader #bookaday #bedtimestory #childrensliterature #็ตตๆœฌ #picturethisbook

A post shared by Picture This Book (@picturethisbook) on

Buku anak-anak yang satu ini saya dapatkan di Big Bad Wolf Jakarta 2020. Saya kepincut banget dengan judulnya, sebab menyertakan kata “poems”. Setelah ditelisik lebih jauh, ternyata di dalam Children’s Literature, terdapat genre poetry. Menarik!

Setelah dibaca, wah buku ini seru abis! Kebanyakan tulisan menggunakan irama dengan akhiran atau bunyi yang sama. Anda puisi anak-anak di buku ini memiliki lagu, pasti akan lebih seru ketika dibaca anak-anak. Akan jauh lebih eksploratif.

Nah, itu dia 10 rekomendasi buku anak favorit yang wajib dibaca orang dewasa. Mungkin kamu punya rekomendasi buku anak favorit lainnya? Jangan sungkan berbagi, ya. Siapa tahu kamu juga berhasil bikin saya jatuh cinta dengan buku pilihanmu.


Bacaan selanjutnya:

Baca 5 Buku tentang Perempuan Ini Saat Hari Perempuan Internasional

1. 10 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online
2.ย Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?
3.ย Apa Itu Books Aficionado?
4.ย Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks
5.ย 7 Tips Meningkatkan Follower Bookstagram untuk Pemula
6.ย 30 Bookstagram Terms You Should Know
7.ย 20 Inspirasi Rainbow Bookshelf di Bookstagram yang Bikin Betah Baca Buku Seharian
8.ย Pengalaman Borong Buku dan Panduan Lengkap ke Big Bad Wolf Jakarta
9.ย 5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak
10.ย Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi
11.ย 7 Teknik Meningkatkan Engagement Bookstagram
12.ย 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers
13.ย 15 Rupi Kaur Powerful Quotes Every Girl Needs to Read
14.ย 15 Akun Bookstagram Indonesia Terfavorit, Sudah Follow Belum?
15.ย 3 Penulis Teenlit yang Novelnya Bikin Kangen Masa SMA
16.ย 7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku
17.ย Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17
18.ย 11 Most Creative Bookstagrammer to Follow in 2018
19.ย Asyiknya Belanja Buku di Periplus, Toko Buku Impor Langganan
20.ย [BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk Karya Rinda Maria Gempita
21.ย 17 Rekomendasi Buku di POST Bookshop Pasar Santa
22.ย [BOOKSTAGRAM TIPS] Memotret Buku dengan Kamera HP atau Kamera DSLR?
23.ย [EKSKLUSIF] Bab Pertama Novel The Perfect Catch Karya Chocola
24.ย [BOOK REVIEW] Na Willa: Serial Catatan Kemarin Karya Reda Gaudiamo
25.ย 7 Properti untuk Bookstagram Biar Foto Makin Keren
26.ย 7 Cara Memfoto Buku untuk Bookstagram
27.ย Pengalaman Membeli Buku di POST Bookshop Pasar Santa
28.ย Pengalaman Beli Buku di Grobmart untuk Pertama Kalinya
29.ย [BOOK REVIEW] Aku, Meps, dan Beps Karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo
30.ย Bagaimana Cara Menulis Caption untuk Bookstagram?
31.ย [BOOK REVIEW] The Stories of Choo Choo: Youโ€™re Not as Alone as You Think Karya Citra Marina
32.ย [BOOK REVIEW] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella FP
33.ย 10 Kutipan Terbaik dari Buku NKCTHI Karya Marchella FP
34.ย [BOOK REVIEW] Things & Thoughts I Drew When I was Bored Karya Naela Ali
35.ย [BOOK REVIEW] Milk and Honey Karya Rupi Kaur Versi Bahasa Indonesia
36.ย [BOOK REVIEW] Off the Record Karya Ria SW
37.ย 17 Ide Foto Bookstagram Bertema Natal yang Bisa Kamu Tiru
38.ย Cara Mudah Menemukan Buku yang Sedang Diskon di Toko Online
39.ย Berkunjung ke Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan Tertinggi di Dunia
40.ย Akhir Pekan Produktif di Haru Bookstore Gading Serpong
41.ย Mudahnya Beli Buku Online di Belbuk.com
42.ย Kebiasaan Membaca Buku di Perjalanan yang Ingin Saya Tularkan ke Kamu
43.ย Ngobrolin Novel Taman Pasir di Twitter Bareng Penerbit Grasindo
44.ย Bedah Buku dan Peluncuran Novel Nyanyian Hujan
45.ย @sintiawithbooksโ€™ Best Nine on Instagram in 2018
46.ย [BOOK REVIEW] Seri Kemiri Yori Karya Book For Mountain
47.ย Serunya Kumpul dan Makan Siang Bareng Nagra dan Aru
48.ย 8 Booktuber Indonesia Favorit yang Wajib Kamu Tonton Videonya
49.ย 4 Blogger Buku Favorit yang Sering Kasih Rekomendasi Buku Bagus
50.ย 7 Rekomendasi Buku yang Asyik Dibaca Saat Traveling
51.ย Kenapa Sih Suka Banget Bawa Buku Saat Traveling?
52.ย 5 Tips Memilih Buku untuk Dibawa Saat Traveling
53.ย Apa Itu Book-Shaming dan Kenapa Harus Dihentikan?
54.ย Donasi Buku Lewat Lemari Bukubuku, Bisa Dapat Gambar Gratis!
55.ย [BOOK REVIEW] The Book of Imaginary Beliefs Karya Lala Bohang
56.ย Pengorbanan Bookstagrammer Demi Dapat Foto Bagus, Pernah Ngerasain?
57.ย [Book Review] Deep Wounds Karya Dika Agustin
58.ย 8 Buku Ilustrasi Favorit untuk Kamu yang Butuh Bacaan Ringan
59.ย Baca 5 Buku tentang Perempuan Ini Saat Hari Perempuan Internasional
60.ย Panduan Membuat Kartu Anggota Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
61.ย Things to Know About Big Bad Wolf Books Sale 2019 and My Book Haul!
62.ย 10 Male Bookstagrammers Who Will Inspire You to Read More
63.ย [BOOK REVIEW] Dear Tomorrow: Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda
64.ย [BOOK REVIEW] The Naked Traveler 8: The Farewell Karya Trinity
65.ย [BOOK REVIEW] Bicara Tubuh Karya Ucita Pohan dan Jozz Felix
66.ย Pengalaman Belanja Buku di Gramedia World BSD, Tangerang
67.ย Singgah Sejenak di Perpustakaan Erasmus Huis Jakarta Selatan
68.ย The Reading Room, Kemang: Sensasi Makan di Perpustakaan
69.ย Toko Buku Independen POST, Surga Kecil Para Pencinta Buku
70.ย Membawa Buku di Penjuru Dunia ke Transit Bookstore Pasar Santa
71.ย Indie Bookshop Tour: Tur Toko Buku Independen Perdana di Jakarta
72.ย 7 Inspirasi Tempat Baca Favorit Para Bookstagrammer
73.ย Toko Buku Foto Gueari Galeri: Jual Foto, Emosi, dan Cerita
74.ย [BOOK REVIEW] Kamu Terlalu Banyak Bercanda Karya Marchella FP
75.ย [BOOK REVIEW] The Loneliest Star in the Sky Karya Waliyadi
76.ย Ketagihan Baca E-book Gara-gara Gramedia Digital
77.ย [BOOK REVIEW] Jingga Jenaka Karya Annisa Rizkiana Rahmasari
78.ย [BOOK REVIEW] Nanti Kita Sambat tentang Hari Ini Karya Mas Aik
79.ย [BOOK REVIEW] Avontur, Dear 19 Karya Thinkermoon
80.ย [BOOK REVIEW] Flowers over the Bench Karya Gyanindra Ali
81.ย Menyusuri Tumpukan Buku-buku Lawas di Galeri Buku Bengkel Deklamasi
82.ย 5 Cara Menabung untuk Membeli Buku
83.ย 5 Cara Menemukan Inspirasi untuk Bookstagram
84.ย [BOOK REVIEW] Addio Karya Alya Damianti
85.ย 5 Rekomendasi Film Favorit Berlatar Toko Buku, Sudah Nonton?
86.ย Berburu Buku Murah di Vintage Vibes, Alam Sutera
87.ย 6 Tips Biar Enggak Kalap Belanja Buku di Big Bad Wolf
88.ย [BOOK REVIEW] Mind Platter (Bejana Pikiran) Karya Najwa Zebian
89.ย Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta: Tempat Asyik Belajar Budaya Jerman
90.ย Nyamannya Membaca Buku di Perpustakaan Freedom Institute
91.ย 7 Strategi Jitu Menambah Penghasilan dari Buku
92.ย Perpustakaan Habibie dan Ainun, Warisan untuk Masyarakat Indonesia
93.ย Sore Hari Bersama Buku-buku di Halaman Belakang Kineruku Bandung
94.ย Mengejar Aan Mansyur Hingga ke Katakerja Makassar
95.ย Kedai Buku Jenny, Lebih dari Sekadar Perpustakaan dan Toko Buku
96.ย [BOOK REVIEW] Surat untuk Anakku Karya Mahendra Hariyanto
97.ย [BOOK REVIEW] Selamat Datang, Bulan Karya Theoresia Rumthe
98.ย 7 Perpustakaan di Jakarta yang Bikin Makin Cinta Membaca
99.ย 10 Aplikasi Edit Foto Bookstagram yang Sering Saya Gunakan
100.ย 10 Kutipan Terbaik dari Buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda
101.ย 8 Tips Meningkatkan Engagement Bookstagram
102. 7 Cara Mudah Membangun Kebiasaan Membaca Buku


A flรขneur with passion in books and traveling. Sometimes she writes poems and prose, too.

18 Comments

  • Nadella

    Buku anak gak mesti dibaca oleh anak ya mba? hehe. Apalagi yang The Little Prince itu kok saya โ€œtemukanโ€ di mana-mana, di goodreads temen, di blog-blog orang dewasaโ€ฆ Mencerahkan banget mba, kayaknya saya mulai tertarik beli buku anak niy ._. hehe

    • Sintia Astarina

      Buku anak-anak bahkan sangat bisa dibaca orang dewasa. Jadi, kita bisa tahu bagaimana sudut pandang bercerita seorang anak. Dan ya, The Little Prince memang menarik banget. Itu salah satu buku favorit saya. Coba baca juga, deh. Siapa tahu tertarik. ?

  • Tisha

    Aku suka banget sama Le Petit Prince.. Tiap baca, bawaannya terharu. Apalagi pas nonton filmnya juga.. ?.
    Mr. Saint-Ex menulis kata-katanya dengan indah.. ?

    • Sintia Astarina

      Sama! Aku juga suka. Aku lebih terkesan sama bukunya sih, ketimbang pas nonton filmnya. Tapi filmnya nggak kalah bagus. Dan ya, kata-katanya memang indah. Thoughtful banget. ?

  • Alsheila Vannya

    Hai Sinta, pertama kali blogwalking ke blog kamu dari group blogger perempuan. duuuh langsung suka sama isi tulisan kamu, dan udah beberapa postingan kamu yang aku baca dalam waktu beberapa menit. eh btw aku juga suka dtg ke post santa, ikutan temen sih. yuk kapan-kapan kita ketemu trs saling share rekomendasi buku bagus dari kamu

    • Sintia Astarina

      Hi Alsheila, terima kasih banyak sudah mampir ke blog-ku. Semoga kamu suka dengan apa yang aku tulis, yaa. Sejujurnya aku belum pernah mampir ke POST Santa. Hahaha. Seringnya pesan buku online saja. That’s why, I’d very love to visit that indie bookstore and share any book recommendations with you. ๐Ÿ˜€

  • AtriaSartika

    ya ampun, W.I.T.C.H saat SMP dulu nemu majalah ini sekali aja dan berharga banget. Di sayang-sayang banget. Tapi pas pindahan entah bukunya ketinggalan di mana ๐Ÿ™

    Btw, dari 10 rekomendasinya, aku hanya baca 4 buku. Dan favoritku adalah Wonder
    Ini pas baca bagian terakhir pengin ikut standing applause, trus mata udah yang basah gitu (T_T)

    • Sintia Astarina

      yaahh sayang banget majalahnya ilang. Sama banget nih, majalah-majalah zaman dulu kayaknya udah diloakin, deh. ๐Ÿ™

      Wahh iya Wonder emang favorit, deh. Udah nonton filmnya belom? Hehe

  • Thessa

    Aku baca The Little Prince duluu banget sebelum sempet happening, sampe bela2in purchase di kindle. Sukaaa banget sama ceritanya, maknanya daleem..
    Diary of wimpy kid, yaampun itu favorit aku bangeet.. Sampe ketawa2 sendiri aku tiap baca ini ๐Ÿ˜ Yg lain yg kak sintia rekomen banyak yg aku belum baca. Makasi ya rekomendasi nya kak โคโค

    • Sintia Astarina

      Hahaha iyaa aku pun juga ketawa-ketawa sendiri pas baca Diary of a Wimpy Kid. Hehehe. Jadi kangen baca karya-karyanya Jeff Kinney lagi.

      Siap Thessa, terima kasih juga sudah berkunjung ke blogku. Semoga rekomendasinya bermanfaat dan cocok untukmu, ya! ๐Ÿ˜€

  • Justin

    Seru-seru banget buku favoritnya, saya juga pembaca setia Hai Miiko, terus The Little Prince, Wonder juga. Kalau boleh nambahin, buku anak itu saya suka komik seri Yotsuba&!, Captain Underpants, terus novel suka itu tadi Wonder, How to Train Your Dragon, sama seri Keluarga Super Irit. Btw Sintia, buku-buku mu itu bisa dipinjem gitu gak yah?

    • Sintia Astarina

      Wahh makasih rekomendasinya! Seneng banget kalo dapet rekomendasi bacaan baru. Hehe. Bukunya sebenernya nggak dipinjemin sih, Mbak. Soalnya entah kenapa aku tuh protektif banget sama buku-bukuku. Wwkwkkw. Makanya dirawat dan dijaga sepenuh hati ๐Ÿ˜€

  • Ikhwan

    The Little Prince is a must read for both adult and kids! Ga terlalu panjang tapi bacanya kaya buku filsafat atau psikologi gitu. Ular Boa, anyone? ๐Ÿ™‚

    Kalau “Wonder” ternyata cukup berhasil diterjemahkan ke versi filmnya (kebantu sama soundtracknya juga sih sebenernya).

    Kalau boleh menambahkan, saya mungkin akan menambahkan buku-bukunya Roald Dahl sama Beatrix Potter ke dalam list ini.

    Meskipun bukan jenis buku yang filosofikal tapi tulisan-tulisan Dahl selalu bikin senang saya tiap kali ngebacanya. Pun demikian film-film atau Play yang diangkat dari buku-bukunya. Sementara buku-buku fabel karangan Potter kayanya cocok banget buat mengembangkan imajinasi anak.

    • Sintia Astarina

      Terima kasih banyak rekomendasinya! Aku sering ngelihat buku-bukunya Roald Dahl dan Beatrix Potter dijual dalam bentuk boxset di Big Bad Wolf, tapi selalu nggak jadi beli. Padahal suka buku anak-anak juga. Habis ini pengin cek buku-bukunya, ah. ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.