Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?

3591
Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?

Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya? – Jika para traveler punya Travelgram, atau akun Instagram yang didedikasikan untuk mengabadikan perjalanan mereka di berbagai belahan dunia, ada pula Bookstagram yang dibuat para bookworms atau avid readers, yang tentu saja isinya enggak jauh-jauh dari buku.

Baca juga: Pengalaman Borong Buku di Big Bad Wolf Jakarta (Bonus: 5 Tips Biar Enggak Kalap)


Sebenarnya, Bookstagram bukan lagi hal yang baru di dunia Instagram. Tetapi di Indonesia sendiri, akun seperti ini belum se-massive seperti di luar negeri.

Namun, bukan berarti akun Bookstagram di Indonesia sedikit, lho. Pada dasarnya, Bookstagram bisa jadi tempat yang seru untuk saling berbagi, terutama untuk kita yang gemar membaca dan mengoleksi buku.

Saya sendiri memulai akun ini kira-kira tahun lalu. Awalnya iseng aja, soalnya di rumah ada banyak banget buku dan sepertinya sayang banget kalau hanya diletakkan di rak.

Lagipula, punya teman baru yang punya minat sama di bidang buku rasanya seru banget! Pas tahu ada Bookstagram yang kontennya feels like heaven banget, enggak ragu deh untuk bikin akun baru.

Nah, kalau tertarik juga untuk membuat akun Bookstagram tapi bingung bagaimana cara membuatnya, kita bisa memulainya dari sini.



Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?

SIGN UP DAN PICK A CREATIVE USERNAME

Saya memutuskan untuk membuat akun Intagram baru yang memang isinya hanya seputar buku (akun @sintiaastarina saya dedikasikan untuk foto-foto traveling saja).

Saat mendaftar, saya (mempunyai berbagai alternatif nama dan pada akhirnya) memilih username yang isinya juga enggak jauh-jauh dari buku, yakni @sintiawithbooks.

Sepengamatan saya, enggak jarang pengguna yang memang memasukkan unsur buku untuk username mereka.

Sebagai contoh: …reads, reading with…, pages, …is reading, fiction, library, book review, bookish, read by…, books and…, dan sebagainya. So, let’s be creative! Namun, ini bukan aturan wajib. Kita juga bisa pakai nama di luar ini, kok.

Lalu, pasang profile picture dan tulis bio singkat yang menggambarkan diri kita. Bisa dicoba juga, tulis asal negara kita supaya bookstagrammers lain tahu dari mana kita berasal.

Hal ini memudahkan pengguna lain di negara yang sama untuk mengenali kita. It works, though. Saya jadi tahu ternyata banyak juga bookstagrammers asal Indonesia ya, gara-gara bio mereka.


FIGURE OUT THEME OR STYLE, DON’T BE A COPYCAT

  • Pick the Theme

Langkah selanjutnya adalah menentukan tema. Misalnya, apakah nanti kita akan mengambil foto di indoor, outdoor, menggunakan properti tertentu, bergaya flatlay, didominasi warna-warna favorit, hendak menampilkan kesan ramai dan penuh, mengambil tema Natal, bebas.

Awalnya, saya memutuskan untuk menggunakan gaya flatlay di setiap foto Bookstagram saya. Selimut atau seprai putih selalu menjadi latar.

Tapi lama-kelamaan tema dan gaya yang dipilih berkembang dengan sendirinya, tergantung kreativitas. Alhasil, enggak semua foto di akun saya bergaya flatlay semua.

Baca juga: Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi

Memang, konsistensi dalam memilih tema penting. Hal ini berguna banget bagi Bookstagrammer baru supaya akunnya bisa dikenal pengguna lain dengan ciri khasnya.

Tapi, itu enggak mudah. Jadi menurut saya, daripada berlama-lama memutuskan tema apa yang ingin diterapkan ke akun kita, lebih baik hasilkanlah foto dengan gaya yang sesuai dengan yang diinginkan, yang kita suka, dan bikin kita nyaman.

Kalau di ke depannya ingin mengubah tema karena merasa, “Ah, yang ini better, ternyata”, that’s totally fine.

Importantly, don’t be a copycat. Ketika kita melihat ada timeline dengan foto-foto keren yang enak dilihat, kita jadi pengin punya galeri yang sama persis. Big no. Better you make it as one of your inspiration, then modify it.

  • Camera and Lighting

Dalam memotret, pastikan kita punya alat memadai yang bisa menghasilkan gambar yang sesuai harapan. Untuk @sintiawithbooks, saya menggunakan Canon 60D dengan lensa 18-55mm, 50mm,  dan 55-250mm.

Enggak mesti punya kamera SLR atau mirrorless kok, cukup dengan kamera ponsel biasa aja juga bisa menghasilkan foto yang bagus. Tapi, alat dengan kualitas baik memang enggak bisa dibohongi hasilnya.

Baca juga: [BOOKSTAGRAM TIPS] Memotret Buku dengan Kamera HP atau Kamera DSLR?

Oh ya, sedikit tips, dalam memotret gunakanlah pencahayaan alami (matahari) supaya gambar yang dihasilkan lebih natural.

Bisa juga gunakan properti tertentu yang bisa bikin gambar kita enggak terlalu sepi. Misalnya, gelas berisi teh atau kopi, selimut, pembatas buku, bunga, lembaran buku, dan sebagainya.


POST REGULARLY AND CONSISTENTLY

View this post on Instagram

Who need more books? ???

A post shared by sɪɴᴛɪᴀ ᴀsᴛᴀʀɪɴᴀ | Indonesia ?? (@sintiawithbooks) on

Banyak Bokstagrammers yang mengeluh karena algoritma baru Instagram sepertinya kurang mendukung “eksistensi” mereka di komunitas ini. Karenanya, pastikan kita rajin mengunggah foto supaya kita enggak “tenggelam” di antara akun-akun lainnya.

Tapi, kita enggak disarankan juga untuk posting setiap saat. Lebih baik, posting secara reguler saja, seperti dua kali sehari, sehari sekali, atau dua hari sekali.

Terlalu sering mengunggah foto malah bisa bisa membuat bookstagrammers lain jengkel karena kita dianggap terlalu aktif “menjajah” timeline mereka.

Namun sebaliknya, kalau kita jarang banget posting foto, bisa-bisa dianggap enggak aktif dan malah di-unfollow pengguna lain.

  • Caption

Jadikan keterangan (caption) di setiap foto yang diunggah sebagai sarana komunikasi kita dengan bookstagrammers lainnya.

Isi caption bisa berisi kutipan, sesuatu berhubungan dengan gambar buku yang diunggah, dikaitkan dengan keseharian kita, bisa juga diakhiri dengan pertanyaan yang mengundang teman-teman lain untuk menuliskan komentar.

Contoh:

– What’s your current read?

– When is your birthday? Find your birthday mate here.

– Who is your favorite female author?

– Who is your favorite Bookstagrammer and why?

  • Hashtag

Hashtag membantu bookstagrammers lain untuk menemukan akun kita, atau menambah jumlah likes untuk foto kita.

Beberapa contoh hashtag yang bisa digunakan di antaranya #booksofinstagram, #becauseofreading, #bibliophile, #bookish, #bookstagramersunite, #bookfeaturepage, #bookishindo.


EDITING

  • Photo Editing Apps

Saya sering memakai Photoscape untuk me-resize ukuran foto. Kemudian, saya mengunakan Snapseed atau VSCO untuk mengatur brightness dan mengaplikasikan filter jika memang diperlukan. Oh ya, saya biasanya juga pakai fitur photo editing di aplikasi Instagram sendiri.

  • Watermark

Untuk watermark atau credit foto, ini kembali lagi pada keputusan masing-masing. Boleh pakai, boleh tidak. Kalau saya lebih memilih untuk tidak menggunakan watermark supaya foto yang dihasilkan apa adanya.


JOIN THE CHALLENGE

  • Book Challenge

Untuk mengikuti keseruan lain di komunitas ini, ikutilah Book Challenge yang biasanya diadakan setiap bulan. Tantangan yang harus diikuti berjalan setiap hari.

Sebagai contoh, ada 31 hari di bulan Oktober, yang mana ada 31 tantangan yang harus dilakukan. Mudahnya, kita hanya perlu mengunggah gambar sesuai tantangan yang diminta.

Misal, tanggal 1 kita harus mem-posting buku-buku dengan sampul berwarna oranye, tanggal 2 kita harus mem-posting halaman 144 dari buku apa saja, tanggal 3 kita harus mem-posting flying book, dan seterusnya.

  • Book Tag

Untuk Book Tag sebenarnya enggak terlalu berbeda dari Book Challenge. Hanya saja, kita perlu men-tag atau mention akun-akun lain supaya mereka mau ikutan Book Tag juga.


ENGAGEMENT

  • Follow, Like, Comments

Follow, like, comments, udah jadi tiga hal yang wajib dilakukan, enggak cuma untuk Bookstagram saja.

Ini penting banget supaya kita bisa dapat teman baru, followers bertambah, likes meningkat, dan dengan begitu engagement-nya pun jadi sama bagusnya.

Jangan ragu juga untuk follow back akun-akun yang sudah mengikuti kita, begitu juga dengan memberikan like back.

Untuk comment, selain bisa nge-spam dengan kata-kata, seperti “Nice feed!”, “Such a lovely gallery”, “OMG this photo really made my day”, atau “Wow, do you love Harry Potter series as well? Which character do you like the most?”, kita juga bisa menjawab pertanyaan yang tertulis pada caption akun lain.

  • Shoutout for Shoutout

Ini salah satu cara supaya akun kita bisa lebih dikenal banyak orang. Biasanya, ada bookstagrammers yang membuat Shoutout for Shoutout (SFS) sebagai sarana apresiasi untuk akun-akun lain.

Caranya mudah, hanya tinggal meng-capture feed suatu akun, say something about it (shoutout), kemudian jangan lupa di-mention. Bila beruntung, kita bakal dapat shoutout yang sama dari mereka.

Baca juga: 11 Most Creative Bookstagrammers to Follow in 2018

Dulu, SFS ini sering banget di-post di feed masing-masing, tapi semenjak ada Insta Stories, bookstagrammers lebih memilih untuk post SFS di sana karena terbukti lebih praktis dan Stories bisa hilang dengan sendirinya dalam 24 jam.

Sooo… yup, that’s all! I really hope that you guys find this article useful enough so that you’re interested in making a new account of Bookstagram.

Besides, don’t forget to let me know the username (if you already have one). And if you have any questions about this community, I will be very glad to give my answers.

Have a very bookish day!


Tambah wawasan kamu soal Bookstagram lewat artikel di bawah ini!

7 Tips Meningkatkan Followers Bookstagram untuk Pemula

1. 5 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online
2. 7 Aplikasi Edit Foto Bookstagram yang Sering Saya Gunakan
3. Apa Itu Books Aficionado?
4. Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks
5. 7 Tips Meningkatkan Follower Bookstagram untuk Pemula
6. 30 Bookstagram Terms You Should Know
7. 20 Inspirasi Rainbow Bookshelf di Bookstagram yang Bikin Betah Baca Buku Seharian
8. Pengalaman Borong Buku di Big Bad Wolf Jakarta (Bonus: 5 Tips Biar Enggak Kalap)
9. 5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak
10. Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi
11. [BOOK REVIEW] Off the Record Karya Ria SW
12. 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers
13. 15 Rupi Kaur Powerful Quotes Every Girl Needs to Read
14. 15 Akun Bookstagram Indonesia Terfavorit, Sudah Follow Belum?
15. 3 Penulis Teenlit yang Novelnya Bikin Kangen Masa SMA
16. 7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku
17. Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17
18. 11 Most Creative Bookstagrammer to Follow in 2018
19. Asyiknya Belanja Buku di Periplus, Toko Buku Impor Langganan
20. [BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk, Si Pengingat Mimpi
21. 17 Rekomendasi Buku di POST Bookshop Pasar Santa
22. 5 Tips Meningkatkan Engagement Bookstagram Lewat Pemberian Komentar
23. [EKSKLUSIF] Bab Pertama Novel The Perfect Catch Karya Chocola
24. [BOOK REVIEW] Na Willa: Serial Catatan Kemarin Karya Reda Gaudiamo
25. 7 Properti untuk Bookstagram Biar Foto Makin Keren
26. 7 Cara Memfoto Buku untuk Bookstagram
27. Pengalaman Membeli Buku di POST Bookshop Pasar Santa
28. Pengalaman Beli Buku di Grobmart untuk Pertama Kalinya
29. [BOOK REVIEW] Aku, Meps, dan Beps Karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo
30. [BOOK REVIEW] Milk and Honey Karya Rupi Kaur Versi Bahasa Indonesia


7 KOMENTAR

  1. kuncinya satu : harus punya banyak buku. kalau cuman sederet buku di rak bakal bingung juga mau ngepost apa .-. btw, thanks kak sarannya, membantu banget. apalagi yang SFS, baru tau haha

  2. Bookstagram ini fungsinya kira2 buat apa? hanya sekedar sharing photo buku? Kalau ingin sharing berbagi pinjam koleksi buku kita, dimana kita bisa meminjamkan buku kita atau sebaliknya meminjam koleksi buku orang lain, adakah forum nya? Terima kasih

    • Halo! Bookstagram memiliki banyak fungsi, bahkan sekarang sudah menjadi komunitas. Biasanya kami para Bookstagrammer membagikan informasi seputar buku dan hal-hal lainnya kepada sesama pegiat literasi, lewat foto, video, perbincangan, talkshow, dst. Bookstagram juga bisa dijadikan sarana untuk mengajak teman-teman lain agar aktif membaca, memberikan informasi terkait buku, dan tentu kamu juga bisa meminjam buku orang lain atau meminjamkan buku kamu ke mereka. Untuk pinjam buku sendiri, ada akun bernama @bookabuku. Mungkin bisa dikulik lebih dalam. Semoga membantu, ya. 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.