[BOOK REVIEW] Kamu Terlalu Banyak Bercanda Karya Marchella FP

9332
review buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda karya Marchella FP
Kamu Terlalu Banyak Bercanda, buku yang begitu saya nantikan setelah Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini.

[BOOK REVIEW] Kamu Terlalu Banyak Bercanda Karya Marchella FP – Saya kurang antusias apa lagi. Selain menyalakan notifikasi Instagram @ktbb.ktbb, saya juga membuat reminder di kalender soal penjualan buku terbaru Marchella FP yang berjudul Kamu Terlalu Banyak Bercanda.

Nggak kebagian 1000 buku pertama dengan sepaket merchandise enggak membuat saya patah semangat. Saya kembali memasang pengingat keesokan harinya.


Puji Tuhan, kini buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda sudah berada di tangan, siap menyelinap di jam-jam sibuk saya.

Sebagai informasi, Kamu Terlalu Banyak Bercanda merupakan hitam dari putih, gelap dari terangnya Nanti Kita Cerita tentang Hari Ini (NKCTHI). Iya, ini prekuel NKCTHI.

Baca juga: 10 Kutipan Terbaik dari Buku NKCTHI Karya Marchella FP

Kamu Terlalu Banyak Bercanda berisi surat-surat yang ditulis Awan selama 10 tahun lamanya. Suratnya berisi kemarahan, kesedihan, kekecewaan, keraguan, ketakutan, juga rasa-rasa jarang ditunjukkan.

Ya, cukup dengan 1 jam saja, akhirnya saya kembali berdekatan dengan tokoh Awan, sekali lagi. Jadi, begini ya, rasanya perasaan saya kembali diacak-acak, sekali lagi.


Kamu Terlalu Banyak Bercanda, untuk Kita yang Sedang Berjuang

review buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda karya Marchella FP

review buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda karya Marchella FP

review buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda karya Marchella FP

Judul Buku: Kamu Terlalu Banyak Bercanda
Penulis dan Ilustrator: Marchella FP
Editor: Fryza Pavitta Puspanegara & Namira Daufina
Asisten Kreatif: Faulika Prasasti M
Penerbit: Kebahagiaan Itu Sederhana
Terbit: Mei 2019
ISBN: 9786239067106
Tebal: 194 halaman
Harga: Rp125.000

Saya mencari tempat tenang untuk membaca Kamu Terlalu Banyak Bercanda, sendirian. Sengaja, supaya bisa lebih berkonsentrasi menyelami si tokoh Awan yang sedang kembali ke masa lampau.

Saya membaca tulisan demi tulisan dalam buku ini pelan-pelan. Bila dibandingkan dengan NKCTHI, tulisan di buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda ini memang lebih panjang.

review buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda karya Marchella FP

Entah kenapa, beberapa tulisan panjang di buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda ini punya rasa yang begitu dalam, tetapi saya gagal mengartikan maknanya dalam tempo cepat. Saya perlu membaca lebih dari sekali demi memahami apa yang tengah dirasakan Awan.

Ketika saya berhasil menangkap pesannya, ada rasa yang kembali mengaduk-aduk hati dan pikiran. Membuat saya merasa, (ternyata) bukan saya orang yang paling sedih atau perlu dikasihani di dunia ini.

Kamu Terlalu Banyak Bercanda ini nyatanya juga dihiasi tulisan-tulisan pendek seperti di buku NKCTHI. Yang meski pendek, langsung mengena begitu dalam.

review buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda karya Marchella FP

Untuk saya pribadi, bila boleh jujur, lebih suka membaca kalimat-kalimat yang pendek, seperti dalam NKCTHI. Sebagai contoh, saya menemukan kalimat ini, “Jatuh hati pada pembenaran. Patah hati pada kenyataan”.

Baca juga: [BOOK REVIEW] Things & Thoughts I Drew When I was Bored Karya Naela Ali

Ada lagi tulisan yang menurut saya sangat powerful. Begini bunyinya, “Nanti juga tiba saatnya. Bertahan sampai bisa. Sampai tiba kita, terbiasa biasa”. Ya ampun, baca tulisan-tulisan ini bawaannya jadi pengin auto-curhat soal hidup. 😭

Inilah yang menjadi nilai plus Kamu Terlalu Banyak Bercanda. Tulisan-tulisan Marchella FP sangat jujur, apa adanya, enggak ada yang ditutup-tutupi, dan yang pasti mampu menyentuh titik lemah manusia. Itulah mengapa banyak pembaca yang merasa begitu relate dengan buku ini.

review buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda karya Marchella FP

Meski ada banyak perasaan enggak menyenangkan di buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda, hal tersebut bukannya membuat saya malah terjatuh ke lubang yang lebih dalam, lalu enggak berbuat apa-apa.

Sebaliknya, saya merasa lega. Lega karena punya teman senasib, sepenanggungan. Saya cuma manusia biasa seperti Awan yang pernah merasa sakit, kecewa, patah hati, ragu, juga takut.

review buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda karya Marchella FP

Awan membuat saya lebih percaya, enggak ada yang salah dari semua perasaan tersebut. Yang salah adalah… ketika saya merasakan hal tersebut, lalu saya lari dan menganggap enggak pernah terjadi apa-apa.

Lewat buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda, pembaca pun diajak untuk lebih berani menghadapi perasaan-perasaan enggak mengenakkan yang seringnya muncul gara-gara emosi tak terkendali, terlalu sering memberi makan ego, hingga terlalu tingginya ekspektasi.

review buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda karya Marchella FP

Awan mengajak kita untuk tetap berani dan bersemangat kala mengahdapi hari-hari terberat. Soalnya, selepas hari-hari berat, sudah menanti hari-hari cerah (yang bisa kamu rasakan di NKCTHI).

Kemudian, bicara soal ilustrasi pada buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda. Nyatanya, buku ini hanya menggunakan 4 warna dasar, yakni putih, hitam biru tua, dan oranye. Berbeda dengan NKCTHI yang mengolaborasikan lebih banyak warna.

review buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda karya Marchella FP

Saya iseng mencari arti warna oranye. Menurut psikologi, oranye merupakan simbol petualangan, optimisme, ketenangan, juga kehangatan.

Kalau boleh sok tahu sedikit, mungkin warna ini juga bisa menjadi representasi perjalanan Awan yang melalui surat-suratnya, mampu membut hati para pembacanya menjadi lebih hangat. 🙂

Baca juga: [BOOK REVIEW] The Book of Imaginary Beliefs Karya Lala Bohang

Kemudian, ngobrolin soal sampul buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda. Buku ini dibalut warna biru yang senada dengan NKCTHI. Bila diperhatikan, ada gambar rumah dengan jendela mungkin apabila bisa diperbesar, merupakan jendela pada sampul depan NKCTHI.

Selain memang memiliki korelasi satu sama lain, asumsi saya, cerita yang disampaikan di Kamu Terlalu Banyak Bercanda ini memang lebih besar dibandingkan NKCTHI.

review buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda karya Marchella FP

Rasanya seperti, mungkin orang-orang cuma tahu versi senang-senangnya manusia di NKCTHI. Padahal, ada hal lain di luar itu, yang lebih besar, lebih nyata, lebih manusiawi, yakni kesedihan, kekecewaan, patah, hingga perjuangan untuk mendapatkan kebahagiaan, yang dituangkan dalam Kamu Terlalu Banyak Bercanda.

Omong-omong, ada hal lain yang sedikit mengganggu saya kala membaca karya Marchella FP ini, yaitu typo alias salah ketik. Misal, tertulis “sekedar” yang mestinya sekadar. Kemudian, ada kata-kata yang seharusnya disambung, malah dipisah. Begitupun sebaliknya.

Baca juga: Review Buku The Subtle Art of Not Giving a Fuck – Mark Manson

Jangan-jangan, editor buku ini memang sengaja membiarkan hal tersebut sebagai simbol bahwa manusia memang enggak ada yang sempurna, manusia bisa salah. Biar mereka sadar sendiri, atau paling tidak ada orang lain yang sadar lalu menegurnya. 🙂

Oh ya, kalau ada waktu, coba tonton video di bawah ini, ya. Saya membocorkan bagaimana Kamu Terlalu Banyak Bercanda ini berefek pada saya.

Nah, itulah dia ulasan buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda karya Marchella FP. Inilah dia, satu lagi buku bagus karya lokal yang bisa kamu nikmati.

Saya berharap, setekah kamu membaca buku ini, kamu juga merasa lega dan lebih berani untuk menghadapi semua sisi manusiawi manusia, ya. Jangan lari, hadapilah.


 

Selamat menikmati tulisan-tulisan lainnya di daftar ini, ya. ?

[BOOK REVIEW] The Stories of Choo Choo: You’re Not as Alone as You Think Karya Citra Marina

1. 7 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online
2. Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?
3. Apa Itu Books Aficionado?
4. Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks
5. 7 Tips Meningkatkan Follower Bookstagram untuk Pemula
6. 30 Bookstagram Terms You Should Know
7. 20 Inspirasi Rainbow Bookshelf di Bookstagram yang Bikin Betah Baca Buku Seharian
8. Pengalaman Borong Buku dan Panduan Lengkap ke Big Bad Wolf Jakarta
9. 5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak
10. Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi
11. 5 Teknik Meningkatkan Engagement Bookstagram Lewat Pemberian Komentar
12. 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers
13. 15 Rupi Kaur Powerful Quotes Every Girl Needs to Read
14. 15 Akun Bookstagram Indonesia Terfavorit, Sudah Follow Belum?
15. 3 Penulis Teenlit yang Novelnya Bikin Kangen Masa SMA
16. 7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku
17. Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17
18. 11 Most Creative Bookstagrammer to Follow in 2018
19. Asyiknya Belanja Buku di Periplus, Toko Buku Impor Langganan
20. [BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk, Si Pengingat Mimpi
21. 17 Rekomendasi Buku di POST Bookshop Pasar Santa
22. [BOOKSTAGRAM TIPS] Memotret Buku dengan Kamera HP atau Kamera DSLR?
23. [EKSKLUSIF] Bab Pertama Novel The Perfect Catch Karya Chocola
24. [BOOK REVIEW] Na Willa: Serial Catatan Kemarin Karya Reda Gaudiamo
25. 7 Properti untuk Bookstagram Biar Foto Makin Keren
26. 7 Cara Memfoto Buku untuk Bookstagram
27. Pengalaman Membeli Buku di POST Bookshop Pasar Santa
28. Pengalaman Beli Buku di Grobmart untuk Pertama Kalinya
29. [BOOK REVIEW] Aku, Meps, dan Beps Karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo
30. Bagaimana Cara Menulis Caption untuk Bookstagram?
31. [BOOK REVIEW] The Stories of Choo Choo: You’re Not as Alone as You Think Karya Citra Marina
32. [BOOK REVIEW] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella FP
33. 10 Kutipan Terbaik dari Buku NKCTHI Karya Marchella FP
34. [BOOK REVIEW] Things & Thoughts I Drew When I was Bored Karya Naela Ali
35. [BOOK REVIEW] Milk and Honey Karya Rupi Kaur Versi Bahasa Indonesia
36. [BOOK REVIEW] Off the Record Karya Ria SW
37. 17 Ide Foto Bookstagram Bertema Natal yang Bisa Kamu Tiru
38. Cara Mudah Menemukan Buku yang Sedang Diskon di Toko Online
39. Berkunjung ke Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan Tertinggi di Dunia
40. Akhir Pekan Produktif di Haru Bookstore Gading Serpong
41. Mudahnya Beli Buku Online di Belbuk.com
42. Kebiasaan Membaca Buku di Perjalanan yang Ingin Saya Tularkan ke Kamu
43. Ngobrolin Novel Taman Pasir di Twitter Bareng Penerbit Grasindo
44. Bedah Buku dan Peluncuran Novel Nyanyian Hujan
45. @sintiawithbooks’ Best Nine on Instagram in 2018
46. [BOOK REVIEW] Seri Kemiri Yori Karya Book For Mountain
47. Serunya Kumpul dan Makan Siang Bareng Nagra dan Aru
48. 8 Booktuber Indonesia Favorit yang Wajib Kamu Tonton Videonya
49. 4 Blogger Buku Favorit yang Sering Kasih Rekomendasi Buku Bagus
50. 7 Rekomendasi Buku yang Asyik Dibaca Saat Traveling
51. Kenapa Sih Suka Banget Bawa Buku Saat Traveling?
52. 5 Tips Memilih Buku untuk Dibawa Saat Traveling
53. Apa Itu Book-Shaming dan Kenapa Harus Dihentikan?
54. Donasi Buku Lewat Lemari Bukubuku, Bisa Dapat Gambar Gratis!
55. [BOOK REVIEW] The Book of Imaginary Beliefs Karya Lala Bohang
56. Pengorbanan Bookstagrammer Demi Dapat Foto Bagus, Pernah Ngerasain?
57. [Book Review] Deep Wounds Karya Dika Agustin
58. 5 Buku Ilustrasi Favorit untuk Kamu yang Butuh Bacaan Ringan
59. Baca 5 Buku tentang Perempuan Ini Saat Hari Perempuan Internasional
60. Panduan Membuat Kartu Anggota Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
61. Things to Know About Big Bad Wolf Books Sale 2019 and My Book Haul!
62. 10 Male Bookstagrammers Who Will Inspire You to Read More
63. [BOOK REVIEW] Dear Tomorrow: Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda
64. [BOOK REVIEW] The Naked Traveler 8: The Farewell Karya Trinity
65. [BOOK REVIEW] Bicara Tubuh Karya Ucita Pohan dan Jozz Felix
66. Pengalaman Belanja Buku di Gramedia World BSD, Tangerang
67. Singgah Sejenak di Perpustakaan Erasmus Huis Jakarta Selatan
68. The Reading Room, Kemang: Sensasi Makan di Perpustakaan
69. Toko Buku Independen POST, Surga Kecil Para Pencinta Buku
70. Membawa Buku di Penjuru Dunia ke Transit Bookstore Pasar Santa
71. Indie Bookshop Tour: Tur Toko Buku Independen Perdana di Jakarta
72. 7 Inspirasi Tempat Baca Favorit Para Bookstagrammer
73. Toko Buku Foto Gueari Galeri: Jual Foto, Emosi, dan Cerita


10 KOMENTAR

  1. Hai, Kak! Senang ketemu ulasan di blog ini. Btw, aku mau kasih hadiah ultah buat teman satu kamar kostku. Kalau pilihannya NKCTHI atau NKSTHI, mending yang mana ya, Kak? Baca-baca di goodreads juga review soal NKSTHI katanya kurang greget cuma memang menghibur. Kalau NKCTHI lebih berisi ya, Kak, secara tulisan? Help me, Kak.

    • I’ll personally choose NKCTHI. Dan ya memang benar, NKSTHI lebih menghibur. Ketika membacanya pun jadi cepet banget. Hehe. Tapi tergantung juga sih temen kamu sukanya apa. 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.