The Reading Room, Kemang: Sensasi Makan di Perpustakaan

Jan 20, 2019

The Reading Room, Kemang: Sensasi Makan di Perpustakaan – Sudah lama sebenarnya mendengar soal The Reading Room yang terletak di kawasan Kemang ini. Namun, baru kemarin siang nih, berkesempatan untuk mampir ke tempat ini.

Kalau bukan karena diundang untuk acara Lunch with Nagra & Aru, entah kapan saya bakalan menginjakkan kaki di sini.

Sebelumnya, saya cari tahu dulu soal lokasi dan patokan menuju The Reading Room, Kemang. Sedikit persiapan kalau nanti nyasar. Soalnya, dari luar, saya cuma menemukan pada dinding, tulisan besar The Reading Room yang mulai pudar.

Baca juga: Panduan Membuat Kartu Anggota Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Tibalah saya di sana siang hari. Waktu itu jalanan lagi macet banget. Sampai stres sendiri karena saya terlambat 30 menit. Tapi untungnya, saya masih bisa menikmati keseluruhan acara di The Reading Room, Kemang dengan menyenangkan.

The Reading Room, Kemang: Sensasi Makan di Perpustakaan

Nagra dan Aru, The Reading Room, Kemang Sensasi Makan di Perpustakaan

Ketemu teman-teman baru yang sama-sama pencinta buku. 😀

Saya mendorong pintu putih cafe ini dan menemukan banyak rak buku super besar yang menghiasi dinding. Bukan cuma itu, rak buku tersebut juga menjadi pembatas tempat meja yang satu dengan yang lainnya.

Baca juga: Akhir Pekan Produktif di Haru Bookstore Gading Serpong

Beberapa pengunjung terlihat menempati meja mereka. Masing-masing sibuk dengan laptop atau makanan dan minuman yang mereka pesan.

Penilaian pertama saya ketika sampai di cafe yang mulai beroperasi pada Maret 2011 ini adalah lantai pertamanya cukup luas, tapi enggak cukup terang.

Nagra dan Aru, The Reading Room, Kemang Sensasi Makan di Perpustakaan

The Reading Room, Kemang ini memang cocok banget deh, buat nugas atau ngejer deadline.

Malah, bisa dibilang, pencahayannya redup. Sekilas saya merasa agak kurang nyaman. Apalagi, rak-rak besar di lantai satu seakan menghalangi cahaya matahari yang masuk ke dalam ruangan.

Namun, beda orang, beda selera, beda pula cara bekerjanya. Saya cenderung lebih senang laptop-an di tempat yang terang biar lebih konsen.

Baca juga: 7 Rekomendasi Buku yang Asyik Dibaca Saat Traveling

Mungkin, pencahayaan yang redup pada pantai satu memang sengaja dibuat demikian dan didesain untuk orang-orang yang lebih gemar bekerja atau nongkrong dalam suasana tersebut.

Sesampainya di The Reading Room, saya langsung naik ke lantai dua, tempat berlangsungnya acara. Di lantai dua ini, pengunjung diperbolehkan untuk merokok.

Nagra dan Aru, The Reading Room, Kemang Sensasi Makan di Perpustakaan

Meja bar ini juga dihiasi buku. Totalitas!

Berbeda dengan lantai bawah, lantai dua ini enggak terlalu luas dan pencahayannya juga cukup. Di lantai ini, ada semacam meja bar, tempat untuk meracik minumannya. Desain interiornya enggak jauh-jauh dari buku. Kece! 😀

Lantai dua ini memang biasa disewa atau dipergunakan untuk acara-acara tertentu. Mulai dari mini talkshow, book discussion, sampai tempat casting film.

Baca juga: Nikmatnya Gelato di Gusto Gelato & Caffe, Kerobokan, Bali

Kemudian, kalau enggak salah, di lantai tiga ada mini theater yang biasa digunakan untuk screening film. Kapasitasnya untuk sekitar 20 orang.

Jadi, di The Reading Room, Kemang ini memang sering banget diadakan acara yang berhubungan dengan buku dan film.

Bahkan, cafe ini juga sering banget dijadikan tempat nongkrong para sineas film atau penulis buku. Mulai dari Joko Anwar sampai Eka Kurniawan! Jika beruntung, para pengunjung bisa bertemu langsung dengan mereka. 😀

Eh iya, omong-omong, pengunjung enggak diperkenankan untuk memotret The Reading Room dengan kamera profesional, lho. Waktu itu, saya ingin memfoto lantai satu cafe ini dengan kamera SLR, tapi tiba-tiba saya dipanggil seorang pegawai di sana.

“Mbak, dari (undangan) acara lantai atas, ya?” kata seorang wanita yang sedari saya datang, duduk di belakang meja kerjanya.

“Iya.” Saya menganggukkan kepala.

“Enggak boleh foto di sini. Memang enggak dikasih tahu, ya?” katanya halus sambil tersenyum.

“Oh, maaf, ya,” ujar saya. Saat hendak kembali ke lantai dua, saya masih melihat ia tersenyum ke arah saya.

Ternyata, larangan memfoto dengan kamera profesional ini sudah diberitahukan lewat stiker kecil yang ditempel di pintu The Reading Room, Kemang ini. Saya enggak ngeh.

Saya sempat browsing, katanya kalau memotret di sana, bisa dikenakan denda sekian ratus ribu rupiah. Waduh! Tapi, kalau mau foto-foto pakai kamera HP kayaknya enggak masalah, deh.


Ada Koleksi Buku Apa Saja?

Nagra dan Aru, The Reading Room, Kemang Sensasi Makan di Perpustakaan

Koleksi bacaan Richard Oh yang super seru di The Reading Room, Kemang.

Oh ya, mungkin kamu penasaran, buku-buku apa saja sih, yang bisa dibaca di The Reading Room, Kemang ini?

Oke, sebelum menjawab, saya pengin kasih tau dulu, siapa sih pemilik cafe unik ini? Ialah Richard Oh, penulis dan sutradara film asal Indonesia. The Reading Room sendiri lahir berdasarkan inspirasi akan kreativitas dan pengetahuan.

Baca juga: Berkunjung ke Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan Tertinggi di Dunia

Kalau dihitung, mungkin koleksi buku Richard Oh sudah mencapai ribuan. Koleksinya didominasi oleh buku-buku Sastra, Antropologi, Sejarah, hingga Sains.

Saya sempat melihat-lihat sebentar koleksi bukunya. Beberapa nama penulis yang saya temukan adalah James Joyce, W.G. Sebald, Ian Frazier, Jack London, Alexander Waugh, David Mitchell, Scott Fitzgerald, wah… banyak banget!

Untuk beberapa judul buku, pengunjung bisa menemukan lebih dari satu eksemplar. Meski buku-buku di rak disusun secara acak, pastinya para pencinta buku bakal nemuin banyak hidden gems di sini!

Oh ya, pengunjung bebas membaca buku koleksi miliknya di The Reading Room, Kemang ini. Bahkan, ada sebagian buku yang bisa dibeli pembaca dengan harga diskon. Ayo, ayo, mampiiirrr… siapa tahu kamu ketemu buku yang sudah diincar sejak lama. 😀


Makanan dan Minuman Favorit, Teman Baca Buku

Nagra dan Aru, The Reading Room, Kemang Sensasi Makan di Perpustakaan

Inggrid Sonya dan Jenny Thalia, penulis novel teenlit Nagra dan Aru.

Nagra dan Aru, The Reading Room, Kemang Sensasi Makan di Perpustakaan

Senangnya bisa nongkrong di The Reading Room, Kemang ini. Asyik!

The Reading Room, Kemang ini menjual berbagai menu makanan dan minuman yang layak untuk dicoba. Saya sendiri memesan Spaghetti Carbonara. Maaf ya, saya lupa foto karena keburu lapar. ?

Spaghetti Carbonara ini porsinya banyak dan cukup mengenyangkan. Daging cincang yang dilumuri dengan saus tomat terasa begitu dominan di mulut.

Untuk camilannya, coba deh pesan French Fries atau Onion Ring. Dua menu ini pas banget jadi teman camilan yang asyik!

Baca juga: [BOOK REVIEW] Off the Record Karya Ria SW

Menu lain yang bisa dipesan adalah Nasi Goreng Seafood, Fish & Chips, Nasi Bakar Ayam Balado , Ayam Goreng Asam, Caesar Salad, Mie Goreng Jawa, sampai Makaroni Panggang.

Untuk minuman, saya memesan Hot Tea. Tadinya udah ngiler banget kepengin minum Es Teh Manis. Tapi karena saya lagi flu, mau enggak mau saya mengurungkan niat. Menu minuman lainnya yang bisa dipesan adalah mocktail, juice, coffee, tea, hingga soft drink.

Nah, untuk kamu yang ingin mencari ketenangan di tengah kota Jakarta, atau pengin cobain makan di perpustakaan, The Reading Room, Kemang bisa menjadi pilihan yang pas. Cafe ini cocok banget untuk yang pengin nugas, kejar deadline, atau lagi pengin me-time.

Surely will be coming back here, terutama kalau ada book discussion!


Yuk, nongkrong asyik sambil baca buku di The Reading Room, Kemang!

Alamat: Jalan Kemang Timur No.57 A-B, Bangka, Mampang Parapatan, Jakarta Selatan – 12730

Jam buka: 10.00 – 24.00 WIB

Telepon: 0858-8054-0162


Ini dia kuliner lainnya yang bisa membangkitkan rasa lapar kamu!

7 Kuliner Semarang yang Bikin Kangen dan Lapar

1. Menyeruput Kopi Hangat di Yellow Truck Coffee & Tea Bandung
2. Mencicipi Otak-otak AFUNG Belinyu Enggak Cukup Satu Porsi Saja
3. 3 Bakmi Bangka Paling Enak dan Murah Meriah di Bangka
4. Perpaduan Pahit dan Manis Dark Chocolate Cigar, Cokelat Rasa Cerutu Kuba
5. 5 Menu Lezat Karya Chef Benjamin Halat yang Paling Bikin Nagih
6. 6 Pilihan Amuse-Bouches, Hidangan Pembuka Paling Favorit di Restoran CURATE, Singapura
7. 5 Alasan Tak Perlu Ragu Bersantap di Restoran Fine Dining CURATE, Singapura
8. Ada yang Kurang Saat Mencicipi Roti Panggang Telur dan Kopi Tarik Tung Tau
9. Lebih Nikmat Menyantap Bakmi Jowo Mbah Gito di Kala Malam
10. Belum ke Yogyakarta Kalau Belum Mampir ke The House of Raminten
11. Waroeng Kaligarong, Kuliner Semarang Spesialis Bebek Goreng Sambal Mangga Muda
12. Mie Lokut Bangka, Tempat Makan Jeroan Babi Paling Mengenyangkan
13. 7 Kuliner Semarang yang Bikin Kangen dan Lapar
14. Rela Mengantre demi Mencicipi Lumpia Gang Lombok Semarang
15. Perut Senang Usai Menyantap Red Chilli Crab, Kuliner Khas Singapura
16. Satu Hari Wisata Kuliner di Bogor, Kenyang Banget!
17. Menikmati Mendungnya Sore di Pondok Kopi Umbul Sidomukti Semarang
18. Pertama Kali Coba Lenggang Panggang Pempek Dempo Bandung
19. Porsi Jumbo HDL 293 Cilaki Bandung untuk Para Pencinta Seafood
20. Ikan Bakar Rica, Menu Terfavorit di Pirates Cafe Manado
21. Mencicipi Lezatnya Seafood ala Tuna House Megamas Manado
22. Sate Gendong, Kuliner Enak di Dusun Bambu
23. Pork Chop Paling Enak Cuma Ada di Hog Wild with Chef Bruno, Bali
24. Kuliner yang Bikin Nagih di Bali: Sate Babi Bawah Pohon
25. Nikmatnya Nasi Liwet Spesial Kedai Cika Selagi Hangat
26. Rawon Setan Bu Sup, Kuliner Surabaya Penggugah Selera
27. Sampai Surabaya Langsung Disambut Lontong Balap Pak Gendut
28. Kekenyangan Gara-gara Cobain Kuliner Lezat Dusun Bambu Bandung Ini
29. Sebelum Trekking Berjam-jam, Isi Tenaga Dulu di Ikan Bakar Pesona Banyuwangi
31. Nasi Goreng Simongol, Cara Memasak yang Unik Bikin Viral!
31. Titik Temu Jenggala, Kedai Kopi yang Serba Cashless
32. Menikmati Hidangan Sate Plecing Arjuna di Denpasar, Bali
33. Menyantap Jamuan di Warung NG, Nusa Penida, Bali
34. Serunya Menikmati Malam di Motel Mexicola, Seminyak, Bali
35. Asiknya Nongkrong di Barleu Coffee & Light Meals dan Whyribs, Bandung
36. Pand’Or Jakarta, Menikmati Hidangan Ala Western Food
37. Mengecap Nikmatnya Menya Sakura Ramen, Jakarta
38. Memanjakan Lidah dengan Bubur Ala Hongkong di Warung Bubur Laota Tuban, Bali

Sintia Astarina

Sintia Astarina

A flâneur with passion for books, writing, and traveling. I always have a natural curiosity for words and nature. Good weather, tasty food, and cuddling are some of my favorite things. How about yours?

More about Sintia > 

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *