Toko Buku Foto Gueari Galeri: Jual Foto, Emosi, dan Cerita

183
toko buku foto gueari galeri
Ini dia toko buku foto Gueari Galeri yang mana koleksinya cuma bisa dilihat, enggak bisa dibeli.

Toko Buku Foto Gueari Galeri: Jual Foto, Emosi, dan Cerita – Awalnya saya pikir, buku foto yang dijual di toko buku kebanyakan adalah buku biasa yang berisi kumpulan foto yang dicetak layaknya novel biasa.

Namun, ketika mengunjungi Toko Buku Foto Gueari Galeri, ternyata saya salah besar. Ada hal lain yang sangat bisa untuk dikulik dari sebuah buku foto.


Omong-omong, Toko Buku Foto Gueari Galeri yang letaknya berada di Pasar Santa, Jakarta Selatan ini sudah berdiri sejak 2014.

Baca juga: The Reading Room, Kemang: Sensasi Makan di Perpustakaan

Bukan cuma beridentitas sebagai toko buku independen aja, Gueari Galeri rupanya juga memperkenalkan diri sebagai penerbit independen.

Gueari Galeri ini dimiliki oleh Andi Ari Setiadi dan Caron Toshiko. Mas Ari berprofesi sebagai fotografer dan desainer grafis, sementara Mbak Caron adalah seorang psikolog yang menggunakan fotografi sebagai medium untuk mengeksplorasi emosi dan pikiran (therapeutic photography).

Waktu itu sempet ngobrol-ngobrol dengan mereka berdua dan ternyata banyak dapat insight baru soal buku foto, lho.


Toko Buku Foto Gueari Galeri: Jual Foto, Emosi, dan Cerita

toko buku foto gueari galeri (11)

toko buku foto gueari galeri

Sabtu itu semakin gelap. Saya dan teman-teman rombongan Indie Bookshop Tour turun ke lantai 1, sehabis seru-seruan bareng di POST Bookshop. Mas Ari dan Mbak Caron sudah menunggu kami di Toko Buku Foto Gueari Galeri.

Tanpa berlama-lama lagi, mulailah kami ngobrol-ngobrol santai soal buku foto, perkembangannya, serta geliat toko buku foto independen zaman sekarang.

Saya kaget tiba-tiba ditodong jadi MC dan memandu acara. Mana saya enggak nyiapin pertanyaan satu pun! Hahaha. 😀 Untung jiwa jurnalisnya masih ada, pertanyaan di kepala terlontar begitu saja.

toko buku foto gueari galeri

toko buku foto gueari galeri

toko buku foto gueari galeri

Sebagai informasi Toko Buku Foto Gueari Galeri mempunyai dua toko berdekatan di Pasar Santa. Satu toko digunakan untuk memamerkan buku-buku terbitan mereka atau buku-buku foto lainnya yang bisa dimiliki pembeli.

Baca juga: Toko Buku Independen POST, Surga Kecil Para Pencinta Buku

Satu toko lainnya sebenarnya bisa dibilang sebagai perpustakaan pribadi Mas Ari, soalnya memamerkan koleksi buku lain yang cuma bisa dinikmati pembaca di tempat, alias enggak bisa dibeli, ya.

Oh ya, mereka juga sempat bercerita soal salah satu buku terbitan mereka yang selalu dijadikan andalan. Bahkan, juga mampu membawa mereka menghadiri festival buku foto di luar negeri.

toko buku foto gueari galeri

Judulnya Kuning, karya Naztia Haryanti. Buku ini bererita tentang sisi lain seorang pecandu obat-obatan terlarang yang divisualkan melalui perspektif dirinya.

Buku di salah satu rak di Toko Buku Foto Gueari Galeri ini kelihatan menarik banget. Hal tersebut bisa langsung terlihat dari sampul depannya yang dihiasi tempelan lakban kuning enggak beraturan.

Baca juga: [BOOKSTAGRAM TIPS] Memotret Buku dengan Kamera HP atau Kamera DSLR?

Kemudian, saya melihat isi bukunya secara sekilas. Saya cuma bisa tertegun melihat foto-foto, tulisan tangan, layout, juga lakban kuning yang menghiasi beberapa halaman. Entah harus berkomentar apa soal buku ini, tapi saya merasa ada emosi yang membuncah gara-gara buku ini.

Mas Ari bilang, enggak peduli kamera apapun yang digunakan, mau HP atau kamera profesional seklipun, yang terpenting dari buku foto adalah story. Story merupakan jiwa dari si buku foto, yang bisa memberikan nilai jual lebih.

toko buku foto gueari galeri

Saya kembali melihat karya lainnya yang ada di sana. Ada sebuah buku foto yang entah apa judulnya, tapi kembali menarik perhatian saya. Sampul depannya ditempel tule berwaran ungu yang membentuk seperti tirai.

Di dalamnya, ada berbagai foto berukuran 4R yang dicetak dan ditempel langsung di buku tersebut. Sungguh menarik!

Baca juga: Membawa Buku di Penjuru Dunia ke Transit Bookstore Pasar Santa

Oh ya, di Toko Buku Foto Gueari Galeri juga sering mengadakan acara Ngobrol Buku Foto. Waktu itu, fotografer Erik Prasetya mengajak semua yang hadir untuk mengulik lebih dalam karya terbarunya yang berjudul Album Kenangan: Eros & Reformasi.

Buku foto ini mengajak para pembaca untuk kembali ke era pemerintahan dan kejatuhan Soeharto, tahun 90-an silam.

toko buku foto gueari galeri

toko buku foto gueari galeri

toko buku foto gueari galeri

Waktu itu saya pengin banget ikut acaranya, tapi berhubung saya belum makan dari pagi hingga sore itu, alhasil kembalilah saya ke lantai 2 dan mengisi perut lebih dulu.

Oh ya, Mbak Caron dan Mas Ari berulang kali mengajak kami para peserta Indie Bookshop Tour untuk membuat buku foto kami sendiri. Kata mereka, datang saja dulu dan berdiskusi, siapa tahu bisa diterbitkan. 🙂

Sebelum pulang dari Toko Buku Foto Gueari Galeri, Mbak Caron dan Mas Ari menghadiahi kami oleh-oleh untuk dibawa pulang, yakni satu set kartu pos Bumi Karema karya Rose Kampoong. Senang!

Gueari Galeri - Indie Bookshop Tour Tur Toko Buku Independen Perdana di Jakarta (3) (1)
Tambah ilmu baru berkat penjelasan dari Mbak Caron dan Mas Ari soal buku foto. Sukses terus untuk Gueari Galeri!

Pulang dari Toko Buku Foto Gueari Galeri, saya bisa bawa pengalaman baru, teman baru, dan pastinya ilmu baru soal buku foto. Lain kali saya pengin lihat koleksi-koleksi lainnya, deh. Siapa tahu bisa jadi inspirasi untuk membuat buku foto sendiri.


Semoga kamu menikmati tulisan-tulisan lainnya yang ada di daftar ini, ya. ?

Membawa Buku di Penjuru Dunia ke Transit Bookstore Pasar Santa

1. 7 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online
2. Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?
3. Apa Itu Books Aficionado?
4. Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks
5. 7 Tips Meningkatkan Follower Bookstagram untuk Pemula
6. 30 Bookstagram Terms You Should Know
7. 20 Inspirasi Rainbow Bookshelf di Bookstagram yang Bikin Betah Baca Buku Seharian
8. Pengalaman Borong Buku dan Panduan Lengkap ke Big Bad Wolf Jakarta
9. 5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak
10. Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi
11. 5 Teknik Meningkatkan Engagement Bookstagram Lewat Pemberian Komentar
12. 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers
13. 15 Rupi Kaur Powerful Quotes Every Girl Needs to Read
14. 15 Akun Bookstagram Indonesia Terfavorit, Sudah Follow Belum?
15. 3 Penulis Teenlit yang Novelnya Bikin Kangen Masa SMA
16. 7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku
17. Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17
18. 11 Most Creative Bookstagrammer to Follow in 2018
19. Asyiknya Belanja Buku di Periplus, Toko Buku Impor Langganan
20. [BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk, Si Pengingat Mimpi
21. 17 Rekomendasi Buku di POST Bookshop Pasar Santa
22. [BOOKSTAGRAM TIPS] Memotret Buku dengan Kamera HP atau Kamera DSLR?
23. [EKSKLUSIF] Bab Pertama Novel The Perfect Catch Karya Chocola
24. [BOOK REVIEW] Na Willa: Serial Catatan Kemarin Karya Reda Gaudiamo
25. 7 Properti untuk Bookstagram Biar Foto Makin Keren
26. 7 Cara Memfoto Buku untuk Bookstagram
27. Pengalaman Membeli Buku di POST Bookshop Pasar Santa
28. Pengalaman Beli Buku di Grobmart untuk Pertama Kalinya
29. [BOOK REVIEW] Aku, Meps, dan Beps Karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo
30. Bagaimana Cara Menulis Caption untuk Bookstagram?
31. [BOOK REVIEW] The Stories of Choo Choo: You’re Not as Alone as You Think Karya Citra Marina
32. [BOOK REVIEW] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella FP
33. 10 Kutipan Terbaik dari Buku NKCTHI Karya Marchella FP
34. [BOOK REVIEW] Things & Thoughts I Drew When I was Bored Karya Naela Ali
35. [BOOK REVIEW] Milk and Honey Karya Rupi Kaur Versi Bahasa Indonesia
36. [BOOK REVIEW] Off the Record Karya Ria SW
37. 17 Ide Foto Bookstagram Bertema Natal yang Bisa Kamu Tiru
38. Cara Mudah Menemukan Buku yang Sedang Diskon di Toko Online
39. Berkunjung ke Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan Tertinggi di Dunia
40. Akhir Pekan Produktif di Haru Bookstore Gading Serpong
41. Mudahnya Beli Buku Online di Belbuk.com
42. Kebiasaan Membaca Buku di Perjalanan yang Ingin Saya Tularkan ke Kamu
43. Ngobrolin Novel Taman Pasir di Twitter Bareng Penerbit Grasindo
44. Bedah Buku dan Peluncuran Novel Nyanyian Hujan
45. @sintiawithbooks’ Best Nine on Instagram in 2018
46. [BOOK REVIEW] Seri Kemiri Yori Karya Book For Mountain
47. Serunya Kumpul dan Makan Siang Bareng Nagra dan Aru
48. 8 Booktuber Indonesia Favorit yang Wajib Kamu Tonton Videonya
49. 4 Blogger Buku Favorit yang Sering Kasih Rekomendasi Buku Bagus
50. 7 Rekomendasi Buku yang Asyik Dibaca Saat Traveling
51. Kenapa Sih Suka Banget Bawa Buku Saat Traveling?
52. 5 Tips Memilih Buku untuk Dibawa Saat Traveling
53. Apa Itu Book-Shaming dan Kenapa Harus Dihentikan?
54. Donasi Buku Lewat Lemari Bukubuku, Bisa Dapat Gambar Gratis!
55. [BOOK REVIEW] The Book of Imaginary Beliefs Karya Lala Bohang
56. Pengorbanan Bookstagrammer Demi Dapat Foto Bagus, Pernah Ngerasain?
57. [Book Review] Deep Wounds Karya Dika Agustin
58. 5 Buku Ilustrasi Favorit untuk Kamu yang Butuh Bacaan Ringan
59. Baca 5 Buku tentang Perempuan Ini Saat Hari Perempuan Internasional
60. Panduan Membuat Kartu Anggota Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
61. Things to Know About Big Bad Wolf Books Sale 2019 and My Book Haul!
62. 10 Male Bookstagrammers Who Will Inspire You to Read More
63. [BOOK REVIEW] Dear Tomorrow: Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda
64. [BOOK REVIEW] The Naked Traveler 8: The Farewell Karya Trinity
65. [BOOK REVIEW] Bicara Tubuh Karya Ucita Pohan dan Jozz Felix
66. Pengalaman Belanja Buku di Gramedia World BSD, Tangerang
67. Singgah Sejenak di Perpustakaan Erasmus Huis Jakarta Selatan
68. The Reading Room, Kemang: Sensasi Makan di Perpustakaan
69. Toko Buku Independen POST, Surga Kecil Para Pencinta Buku
70. Membawa Buku di Penjuru Dunia ke Transit Bookstore Pasar Santa
71. Indie Bookshop Tour: Tur Toko Buku Independen Perdana di Jakarta
72. 7 Inspirasi Tempat Baca Favorit Para Bookstagrammer


2 KOMENTAR

  1. Jaman saya sekolah tuh, buku foto ngetrend banget. Itu tahun 90-an ya. Secara, foto juga mesti cetak terus disimpan di album. Kalau sekarang, orang menyimpan foto di facebook. Baru tahu, ternyata ada toko buku khusus untuk buku foto.

    • Wah, aku baru tahu kalau tahun 90-an ternyata ngetren buku foto. Nah, buku foto yang ada di Gueari Galeri ini bener-bener unik. Bukan seperti buku foto yang dicetak seperti buku kebanyakan. Di sini seperti menggabungkan art juga. Coba mampir dan lihat koleksinya, deh. Siapa tahu jadi tertarik dan bisa nostalgia dengan buku foto kekinian. 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.