[BOOK REVIEW] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella FP

Oct 27, 2018

[BOOK REVIEW] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) Karya Marchella FP – Seorang teman menghampiri saya ke meja kerja, lalu bertanya, “Eh, lo tahu nggak, ada akun Instagram bagus banget. Namanya @nk, @nkt, @nkch, apaaa gitu. Oh… @nkcthi. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Isinya bagus”.

Melihat akun ini secara sekilas, mulai dari tulisan, warna hingga ilustrasinya, membuat ibu jari saya bergerak menekan tombol Follow. Bila dianalogikan, rasanya seperti jatuh cinta pada pandangan pertama. Ya, jatuh cinta pada akun ini hanya dalam beberapa detik.

Pendekatan personal yang dibawa Marchella FP sebagai kreator membuat saya dan para pengikut akunnya merasa siapa saja di dunia ini memiliki kesamaan. Kesamaan rasa, kesamaan kisah, kesamaan cerita.

Baca juga: Review Buku The Subtle Art of Not Giving a Fuck – Mark Manson

Makin lama saya merasakan ada koneksi dengan akun ini. Dan, betapa senangnya saya begitu mengetahui bahwa @nkcthi merupakan cikal bakal buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, yang sangat ditunggu-tunggu kelahirannya.

Buku NKCTHI ini mulai digarap Marchella FP pada Oktober 2016, yang ia awali dengan tulisan terlebih dulu.

Setahun berselang, ia mulai melengkapinya dengan gambar. Oktober 2018, buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini mulai beredar di toko buku. Bahkan di bulan yang sama, mahakarya ini sudah memasuki cetakan ke-4.

Melengkapi bahagianya saya akan kehadiran buku ini, izinkan saya yang bercerita, kali ini.

Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, Persembahan Marchella FP, untuk Kita yang Sering Merasa Sendiri

[BOOK REVIEW] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella FP

[BOOK REVIEW] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella FP

Judul Buku: Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini
Penulis dan Ilustrator: Marchella FP
Editor: Pax Benedanto & Katrine Gabby Kusuma
Asisten Kreatif: Faulika Prasasti M
Penerbit: POP Publisher
Terbit: Oktober 2018
ISBN: 9786024248215
Tebal: 200 halaman
Harga: Rp125.000

Dada saya seketika disesakki berbagai macam perasaan yang enggak saya kenal wujudnya. Senang, sedih, terharu, luluh, bahagia, penghargaan, penerimaan diri… entah bagaimana semuanya bisa terelaborasi ketika membaca halaman demi halaman, hingga akhirnya menutup buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari (NKCTHI) Ini.

Tulisan demi tulisan di dalam buku NKCTHI selalu saja berpusat pada hal-hal personal yang kerap dialami manusia.

Tentang memori, jatuh, bangun, tumbuh, gagal, menunggu, bertahan, ekspektasi, harapan, cara pandang, serta ketakutan manusia yang terkadang hanya bisa dirasa, tanpa mampu dijabarkan.

Baca juga: Review Buku 7 Habits of Highly Effective People – Stephen Covey

Marchella FP, bagi saya, sangat berhasil dalam mendeskripsikan sebuah rasa dan mentransformasikannya menjadi sebuah pengingat di masa depan.

Ia membuat para pembacanya menyadari, masa lalu adalah pembelajaran, masa kini adalah bekal, dan masa depan tetap saja sebuah perjuangan.

Hal itu pun ditumpahkannya dalam bentuk kesederhanan. Kesederhanaan dalam menyusun kata tapi maknanya luar biasa dalam, kesederhanaan dalam penceritaan visual tapi mampu membuat karya ini semakin hidup.

Bila ingin lebih detail, handwriting style yang dipilih benar-benar menambah kesan personal pada buku NKCTHI ini. Saya suka, suka sekali.

[BOOK REVIEW] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella FP

[BOOK REVIEW] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella FP

[BOOK REVIEW] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella FP

Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini adalah buku harian yang luar biasa. Ia bagaikan cenayang, peramal, si pembaca pikiran, apapun itu, silakan sebut sendiri. Mengapa saya bilang demikian?

Begini, biasanya, ketika saya merasa ada beban berat yang bersarang di pundak, saya pasti langsung menceritakannya kepada orang terdekat saya. Berdua saja.

Bukan, bukan solusi yang saya cari. Kehadiran orang tersebut yang saya butuhkan. Dia ada sebagai tempat saya berkeluh kesah. Dia ada untuk memberikan telinganya dan mendengarkan. Dia ada untuk memberikan hati, menenangkan saya.

Buku NKCTHI ini, sebelum saya bercerita pun, seolah tahu apa yang saya alami. Membaca tulisan demi tulisan membuat saya  merasa tenang.

Rasanya seperti ada yang mendampingi di hari-hari yang berat. Bagaimana bisa sebuah buku memiliki “hati” dan mampu memahami pembacanya?

Itulah mengapa saya salut sekali dengan Marchella FP, yang melakukan riset dan eksperimen lewat Instagram @nkcthi dalam waktu lama, demi menyuguhkan persembahan terbaik. Ya, buku biru ini.

Jika kamu sedang merasa sendirian dan tidak memiliki teman cerita, saya yakin, Nanti Kita Cerita Tentang Hari ini bisa menjadi kawan menyenangkan.

Baca Juga: Review Buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda Karya Marchella FP

Lebih lanjut soal isi, buku NKCTHI sendiri dibagi ke dalam beberapa bagian besar, di antaranya Pagi, Siang, Sore, Malam. Ada kisah-kisah yang disampaikan, yang membuat saya bukan hanya mampu meraba permukaan emosi saja, melainkan menyelaminya lebih dalam, dan merefleksikannya di masa sekarang.

Sebagai contoh, pada bab Pagi, ada sebuah halaman yang menyentil. Begini bunyinya, “Jadi manfaat untuk sekitar. Kalau belum mampu, jangan jadi beban”.

Selesai membaca kalimat tersebut, pikiran saya melayang dengan sendirinya. Betapa sering saya merasa menyulitkan orang lain dengan perkara sendiri. Mungkin, ini waktunya untuk berhenti sejenak, meredam ego, dan tidak melulu membanggakan diri.

NKCTHI

NKCTHI

Membaca keseluruhan isi buku Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini memberikan pengalaman menjelajah hati yang enggak biasa.

Saya bukan cuma belajar mengenal diri sendiri, melainkan orang lain. Saya pun bersyukur bisa karena akhirnya buku NKCTHI ini bisa sampai di tangan saya, membacanya lebih dulu dibanding yang lain, dan memberikan sedikit ulasannya lewat blog ini.

Baca juga: 10 Kutipan Terbaik dari Buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda

Oh ya, sedikit bocoran, kalau kamu sudah follow akun Instagram @nkcthi, kamu akan familiar dengan beberapa kalimat dan ilustrasi pada buku. Di Instagram, potongan-potongannya mungkin masih acak. Sementara di buku, kamu akan menemukan cerita yang lebih utuh.

NCTHI

Jangan lupa, Marchella FP mempersembahkan sebuah playlist di Spotify, dengan judul Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini.

Tanpa sadar, ada bulir-bulir air di ekor mata saya ketika mendengar salah satu lagu di dalamnya, sementara saya membaca buku NKCTHI ini dalam hati. Kamu juga perlu mengalaminya sendiri.

Inilah cerita saya. Ada yang ingin kamu ceritakan hari ini?


Ada tulisan lain yang enggak kalah menarik untuk dibaca, nih. ?

[BOOK REVIEW] Nanti Kita Sambat tentang Hari Ini Karya Mas Aik

1. 7 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online
2. Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?
3. Apa Itu Books Aficionado?
4. Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks
5. 7 Tips Meningkatkan Follower Bookstagram untuk Pemula
6. 30 Bookstagram Terms You Should Know
7. 20 Inspirasi Rainbow Bookshelf di Bookstagram yang Bikin Betah Baca Buku Seharian
8. Pengalaman Borong Buku dan Panduan Lengkap ke Big Bad Wolf Jakarta
9. 5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak
10. Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi
11. 5 Teknik Meningkatkan Engagement Bookstagram Lewat Pemberian Komentar
12. 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers
13. 15 Rupi Kaur Powerful Quotes Every Girl Needs to Read
14. 15 Akun Bookstagram Indonesia Terfavorit, Sudah Follow Belum?
15. 3 Penulis Teenlit yang Novelnya Bikin Kangen Masa SMA
16. 7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku
17. Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17
18. 11 Most Creative Bookstagrammer to Follow in 2018
19. Asyiknya Belanja Buku di Periplus, Toko Buku Impor Langganan
20. [BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk Karya Rinda Maria Gempita
21. 17 Rekomendasi Buku di POST Bookshop Pasar Santa
22. [BOOKSTAGRAM TIPS] Memotret Buku dengan Kamera HP atau Kamera DSLR?
23. [EKSKLUSIF] Bab Pertama Novel The Perfect Catch Karya Chocola
24. [BOOK REVIEW] Na Willa: Serial Catatan Kemarin Karya Reda Gaudiamo
25. 7 Properti untuk Bookstagram Biar Foto Makin Keren
26. 7 Cara Memfoto Buku untuk Bookstagram
27. Pengalaman Membeli Buku di POST Bookshop Pasar Santa
28. Pengalaman Beli Buku di Grobmart untuk Pertama Kalinya
29. [BOOK REVIEW] Aku, Meps, dan Beps Karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo
30. Bagaimana Cara Menulis Caption untuk Bookstagram?
31. [BOOK REVIEW] The Stories of Choo Choo: You’re Not as Alone as You Think Karya Citra Marina
32. [BOOK REVIEW] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella FP
33. 10 Kutipan Terbaik dari Buku NKCTHI Karya Marchella FP
34. [BOOK REVIEW] Things & Thoughts I Drew When I was Bored Karya Naela Ali
35. [BOOK REVIEW] Milk and Honey Karya Rupi Kaur Versi Bahasa Indonesia
36. [BOOK REVIEW] Off the Record Karya Ria SW
37. 17 Ide Foto Bookstagram Bertema Natal yang Bisa Kamu Tiru
38. Cara Mudah Menemukan Buku yang Sedang Diskon di Toko Online
39. Berkunjung ke Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan Tertinggi di Dunia
40. Akhir Pekan Produktif di Haru Bookstore Gading Serpong
41. Mudahnya Beli Buku Online di Belbuk.com
42. Kebiasaan Membaca Buku di Perjalanan yang Ingin Saya Tularkan ke Kamu
43. Ngobrolin Novel Taman Pasir di Twitter Bareng Penerbit Grasindo
44. Bedah Buku dan Peluncuran Novel Nyanyian Hujan
45. @sintiawithbooks’ Best Nine on Instagram in 2018
46. [BOOK REVIEW] Seri Kemiri Yori Karya Book For Mountain
47. Serunya Kumpul dan Makan Siang Bareng Nagra dan Aru
48. 8 Booktuber Indonesia Favorit yang Wajib Kamu Tonton Videonya
49. 4 Blogger Buku Favorit yang Sering Kasih Rekomendasi Buku Bagus
50. 7 Rekomendasi Buku yang Asyik Dibaca Saat Traveling
51. Kenapa Sih Suka Banget Bawa Buku Saat Traveling?
52. 5 Tips Memilih Buku untuk Dibawa Saat Traveling
53. Apa Itu Book-Shaming dan Kenapa Harus Dihentikan?
54. Donasi Buku Lewat Lemari Bukubuku, Bisa Dapat Gambar Gratis!
55. [BOOK REVIEW] The Book of Imaginary Beliefs Karya Lala Bohang
56. Pengorbanan Bookstagrammer Demi Dapat Foto Bagus, Pernah Ngerasain?
57. [Book Review] Deep Wounds Karya Dika Agustin
58. 5 Buku Ilustrasi Favorit untuk Kamu yang Butuh Bacaan Ringan
59. Baca 5 Buku tentang Perempuan Ini Saat Hari Perempuan Internasional
60. Panduan Membuat Kartu Anggota Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
61. Things to Know About Big Bad Wolf Books Sale 2019 and My Book Haul!
62. 10 Male Bookstagrammers Who Will Inspire You to Read More
63. [BOOK REVIEW] Dear Tomorrow: Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda
64. [BOOK REVIEW] The Naked Traveler 8: The Farewell Karya Trinity
65. [BOOK REVIEW] Bicara Tubuh Karya Ucita Pohan dan Jozz Felix
66. Pengalaman Belanja Buku di Gramedia World BSD, Tangerang
67. Singgah Sejenak di Perpustakaan Erasmus Huis Jakarta Selatan
68. The Reading Room, Kemang: Sensasi Makan di Perpustakaan
69. Toko Buku Independen POST, Surga Kecil Para Pencinta Buku
70. Membawa Buku di Penjuru Dunia ke Transit Bookstore Pasar Santa
71. Indie Bookshop Tour: Tur Toko Buku Independen Perdana di Jakarta
72. 7 Inspirasi Tempat Baca Favorit Para Bookstagrammer
73. Toko Buku Foto Gueari Galeri: Jual Foto, Emosi, dan Cerita
74. [BOOK REVIEW] Kamu Terlalu Banyak Bercanda Karya Marchella FP
75. [BOOK REVIEW] The Loneliest Star in the Sky Karya Waliyadi
76. Ketagihan Baca E-book Gara-gara Gramedia Digital
77. [BOOK REVIEW] Jingga Jenaka Karya Annisa Rizkiana Rahmasari
78. [BOOK REVIEW] Nanti Kita Sambat tentang Hari Ini Karya Mas Aik
79. [BOOK REVIEW] Avontur, Dear 19 Karya Thinkermoon
80. [BOOK REVIEW] Flowers over the Bench Karya Gyanindra Ali
81. Menyusuri Tumpukan Buku-buku Lawas di Galeri Buku Bengkel Deklamasi
82. 5 Cara Menabung untuk Membeli Buku
83. 5 Cara Menemukan Inspirasi untuk Bookstagram
84. [BOOK REVIEW] Addio Karya Alya Damianti
85. 5 Rekomendasi Film Favorit Berlatar Toko Buku, Sudah Nonton?
86. Berburu Buku Murah di Vintage Vibes, Alam Sutera
87. 6 Tips Biar Enggak Kalap Belanja Buku di Big Bad Wolf
88. [BOOK REVIEW] Mind Platter (Bejana Pikiran) Karya Najwa Zebian
89. Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta: Tempat Asyik Belajar Budaya Jerman
90. Nyamannya Membaca Buku di Perpustakaan Freedom Institute
91. 7 Strategi Jitu Menambah Penghasilan dari Buku
92. Perpustakaan Habibie dan Ainun, Warisan untuk Masyarakat Indonesia
93. Sore Hari Bersama Buku-buku di Halaman Belakang Kineruku Bandung
94. Mengejar Aan Mansyur Hingga ke Katakerja Makassar
95. Kedai Buku Jenny, Lebih dari Sekadar Perpustakaan dan Toko Buku
96. [BOOK REVIEW] Surat untuk Anakku Karya Mahendra Hariyanto
97. [BOOK REVIEW] Selamat Datang, Bulan Karya Theoresia Rumthe
98. 7 Perpustakaan di Jakarta yang Bikin Makin Cinta Membaca
99. 10 Kutipan Terbaik dari Buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda

Sintia Astarina

Sintia Astarina

A flâneur with passion for books, writing, and traveling. I always have a natural curiosity for words and nature. Good weather, tasty food, and cuddling are some of my favorite things. How about yours?

More about Sintia > 

17 Comments

  1. Didik

    Jadi ingin baca bukunya setelah baca review ini. Mksh infonya.

    Reply
    • Sintia Astarina

      Hai, terima kasih sudah membaca ulasan buku ini. Semoga bermanfaat dan selamat membaca buku NKCTHI, ya! 😀

      Reply
  2. Heizyi

    Dan aku langsung kepoin akun IG nya dong 🙂 Baca review nya aja udah merinding. Gimana baca bukunya langsung ya, pasti keren banget ^^

    Reply
    • Sintia Astarina

      Hi, terima kasih banyak udah baca ulasan buku NKCTHI. Selamat membaca bukunya juga dan semoga suka! 😀

      Reply
  3. adtyaip

    Saya slalu suka membaca review2 tentang buku yang akan saya beli, dan ini salah satu review yang membuat saya yakin gak akan salah beli buku.

    Reply
    • Sintia Astarina

      Halo! Terima kasih sudah mampir ke blog ini dan membaca review buku NKCTHI. Semoga menikmati buku ini, ya. 😀

      Reply
  4. Ipeh Alena

    Jadi, isinya semacam kata mutiara ya, kak? Ini hardcover kah? Simple tapi cantik covernya

    Reply
    • Sintia Astarina

      Kurang lebih bisa dibilang begitu. Iya, ini hard cover. ??

      Reply
  5. Antin Aprianti

    Jadi penasaran sama buku ini kenapa bisa hits banget padahal hanya kumpulan quote saja, tapi setelah baca review ini jadi paham kenapa bukunya bisa hits. Daku jadi pengen beli buku ini

    Reply
    • Sintia Astarina

      Bagi sebagian orang, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini bukan bacaan yang pas buat mereka. Mungkin karena isinya dinilai terlalu melankolis atau sebenarnya isinya enggak jauh beda dengan Instagram-nya. Pas kamu baca nanti, semoga kamu cocok dan suka dengan buku ini, ya. 😀

      Reply
  6. Lucky Caesar Direstiyani

    Sayaa jugaa udah jatuh cinta terlalu dalam sama buku nkcthi mbaaak, setiap katanya tersampaikan dengan penuh kejujuran dan ketulusan. Salam kenaal mbaak ya, baru pertama kali bw ke sini, blognyaa keceee 😀

    Reply
    • Sintia Astarina

      Haloooo selama kenal juga. Terima kasih sudah berkunjung. 😀

      Reply
  7. Jane Reggievia

    Sejak buku berisi kumpulan quote dan ilustrasi mulai hits, aku agak skeptis untuk baca karena yaa “cuma quote”. Tapi setelah baca ini, kok aku jadi penasaran. Nanti coba ngintip akun IGnya dulu deh. Mudah-mudahan cocok waktu baca bukunya nanti (:

    Reply
    • Sintia Astarina

      Menurutku kata-kata di buku NKCTHI bukan cuma sekadar quote aja, melainkan ada “isinya”. Itulah kenapa aku gak nyesel beli buku ini. ??

      Reply
  8. bukanrastaman

    Jadi penasaran buat baca gara-gara baca ini. Makasih untuk rekomendasinya kak

    Reply
  9. Kreta Amura

    Perjumpaan yang sangat unik, dan dunia ternyata nggak luas2 amat. Pandangan dan kesukaan orang disekitar kita seolah bergerak dalam pusaran takdir yang sama.

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *