7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku

2506
7 Benda yang Biasanya Saya Jadikan Pembatas Buku
Pembatas buku super gemas!

7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku – Kalau suka membeli buku impor, kamu pasti tahu kalau buku-buku tersebut tidak memiliki pembatas buku atau bookmark sendiri. Iya, enggak kayak buku-buku lokal yang hampir semuanya memang diselipkan pembatas buku.

Nah, ketika membaca, benda ini menurutku penting banget. Kenapa?


Pertama, saya adalah seorang pembaca yang lambat. Menghabiskan satu buku tipis saja bisa sampai berhari-hari, jadi istilahnya enggak bisa melahap buku dalam sekali duduk. Makanya, saya butuh pembatas buku yang bisa mengingatkan saya sudah sejauh mana atau sudah sampai halaman berapa saya membaca.

Baca juga: 5 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online

Kedua, saya paling enggak suka melipat ujung siku halaman buku hanya untuk menandakan halaman terakhir yang saya baca. Soalnya cuma bikin buku jadi lecek dan meninggalkan bekas lipatan.

Lalu, biasanya kalau enggak dapat pembatas buku, biasanya saya pakai 7 benda ini, nih.

7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku

 

1. Tiket nonton film di bioskop

Dulu, kalau suka nonton film di bioskop, pasti suka ngumpulin tiketnya, deh. Sampai-sampai dompet jadi tebel dan saking kelamaan di dompet, tulisan di tiket bioskop jadi memudar. Nah, daripada enggak dipakai atau menuh-menuhin dompet, makanya saya pakai untuk dijadikan pembatas buku.


2. Kartu pos

Sebenernya enggak terlalu suka ngumpulin kartu pos, sih. Cuman gara-gara suka beli buku di POST Bookshop, saya jadi punya beberapa kartu pos. Pada bagian depannya nunjukkin sampul-sampul buku populer di dunia, sedangkan pada bagian belakangnya ada personal message dari POST.

Nah, karena bingung mau meletakkan kartu pos tersebut di satu tempat, akhirnya saya selipkan di berbagai buku yang hendak dibaca. Eh, ternyata bisa jadi pembatas buku juga.

Baca juga: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks

3. Foto

Di balik pintu kamar saya, kamu bakal nemuin banyak banget foto yang saya tempel. Entah foto sendiri, foto bareng, teman, atau keluarga. Di rak buku saya juga tergantung beberapa foto sebagai hiasan. Di atas meja, ada juga beberapa foto yang saya letakkan sembarang banget, jadinya bikin kelihatan enggak rapi. Nah, foto-foto inilah yang suka saya jadikan pembatas buku. Hehehe. Seru juga sih, pas membuka halaman terakhir yang dibaca, eh ngelihat ada foto yang bisa ngingetin kita sama orang lain.

4. Struk belanja

Benda ini juga sering banget menuh-menuhin dompet karena memang kebiasaan sih, habis beli sesuatu, lalu struk belanjanya disimpan di dompet. Eh, makim lama makin banyak. Ya udah deh, enggak ada salahnya kan menjadikan struk belanja sebagai bookmark. Apalagi, struk belanja kan tipis, jadi pasti “ramah” deh ketika diselipkan di antara halaman satu dengan yang lain.

5. Kartu nama

Selain tiket nonton dan struk belanja, saya juga sering menyimpan kartu nama di dalam dompet. Kadang-kadang, benda ini juga sering saya jadikan pembatas buku.

Baca juga: Kebiasaan Membaca Buku di Perjalanan yang Ingin Saya Tularkan ke Kamu

6. Daun kering

Hmm… kalau untuk yang ini memang agak anti-mainstream, sih. Hehehe. Tapi beneran deh, saya pernah memakai daun kering untuk dijadikan pembatas untuk buku. Sebenarnya, kalau mau awet, bisa banget dilaminating jadi bisa sering-sering dipakai.

Selain itu, saya juga pernah menggunakan bunga mawar yang hampir kering sebagai pembatas buku. Namun ini agak risky, takut warna bunganya luntur ke kertas. Eh, bisa gitu enggak, sih? Hahaha.

7. Pembatas buku custom

Kalau memang enggak mendapat bookmark khusus, saya bikin pembatas buku sendiri (kalau lagi rajin, ya :p). Dulu waktu SMA pernah bikin pembatas buku sendiri pas pelajaran Kerajinan Tangan dan Kesenian (Kertakes) dan seru juga ternyata bikin bookmark sendiri. Oh ya, selain itu, saya juga pernah pakai pembatas buku plastik, stiker, sampai stik es krim. Hehehe. Macem-macem, ya. 😀

Baca juga: Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17

Omong-omong, sekarang udah banyak banget yang bikin dan jual custom bookmark gitu. Lucu-lucu banget gambarnya. Mereka juga pakai bahan berkualitas, jadi bukan hanya sekadar jadi dan dilaminating. Oh ya, ada juga pembatas buku magnet. Kreatif banget!

Baca juga: Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi

Di luar negeri, banyak banget, lho, Bookstagrammer yang sengaja ngoleksi custom bookmark. Ada bookmark dengan seri tertentu seperti tokoh-tokoh Marvel, Harry Potter, Disney Princess, dan yang paling banyak sih berisi quotes dari buku. Tapi kalau saya pribadi enggak kepengin ikutan ngoleksi sih, kan benda-benda di atas juga udah bisa dijadiin pembatas buku.

Nah, kalau kalian biasanya pakai benda apa sih untuk dijadikan pembatas buku? Pernah pakai benda selain yang udah disebutin di atas enggak?


BACA ARTIKEL LAINNYA, YUK!

1. 5 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online
2. Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?
3. Apa Itu Books Aficionado?
4. Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks
5. 11 Most Creative Bookstagrammers to Follow in 2018
6. 30 Bookstagram Terms You Should Know
7. 20 Inspirasi Rainbow Bookshelf di Bookstagram yang Bikin Betah Baca Buku Seharian
8. Pengalaman Borong Buku di Big Bad Wolf Jakarta (Bonus: 5 Tips Biar Enggak Kalap)
9. 5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak
10. Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi
11. 5 Teknik Meningkatkan Engagement Bookstagram Lewat Pemberian Komentar
12. 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers
13. 15 Rupi Kaur Powerful Quotes Every Girl Needs to Read
14. 3 Penulis Teenlit Favorit yang Novelnya Bikin Kangen Masa SMA
15. [BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk, Si Pengingat Mimpi
16. 7 Tips Meningkatkan Follower Bookstagram untuk Pemula
17. Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17


4 KOMENTAR

  1. Jadi inget dulu waktu masih remaja suka bikin pembatas buku sendiri.
    Sekarang banyak pembatas buku yang lucu-lucu, tapi akan jauh lebih oke kalau bisa buat sendiri ya. Memaksimalkan yang ada… 🙂

    • Halo! Wah, waktu SMA bahkan pas pelajaran Kertakes, aku bikin pembatas buku sendiri. Walaupun hasilnya nggak bagus-bagus amat, tapi tetap aja spesial karena buatan sendiri. Hehehe. 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.