Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17

6723
Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17
Siapa yang suka baca buku anak-anak juga?

Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17 – Di rumah, ada kardus-kardus berisi buku dan majalah anak yang sudah tak lagi saya sentuh.

Buku dan majalah itu saya dapatkan dari tempat saya bekerja dulu. Pikir saya, sayang banget nih, kalau dianggurin begitu aja. Dari dulu, saya sering banget kepikiran buat menyumbangkan buku-buku tersebut ke Taman Baca di Indonesia, sayangnya saya enggak tahu mesti kirim ke mana.


Akhrinya, saya tanya ke temen-temen Bookstagrammer via Instagram Story dan ada beberapa yang menyarankan untuk mengirimkan buku-buku tersebut ke Taman Baca yang ada di Papua.

Pikir saya kala itu, wah, boleh juga nih kirim ke anak-anak di sana. Tapi jauh banget enggak, sih? Mahal enggak ya, biaya pengirimannya?

Baca juga: Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks

Sampai akhirnya saya mendapatkan informasi soal mengirim buku gratis lewat kantor pos pada tanggal 17 setiap bulannya. Berdasarkan rilis yang saya baca di laman resmi Pos Indonesia, program kirim buku bebas biaya ini dimulai Sejak 20 Mei 2017 lalu.

Tujuannya, agar distribusi buku dari kota ke desa (khususnya daerah terpencil) jadi makin mudah. Selain itu, pemerintah dan Pos Indonesia juga ingin membantu meningkatkan budaya membaca di tengah masyarakat dan hal tersebut bisa dimulai dari anak-anak.


Mengetahui hal tersebut, tentu aja saya seneng banget, soalnya visi tersebut sangat sejalan dengan kampanye yang saya lakukan lewat Bookstagram @sintiawithbooks. Jadi, saya pun makin semangat untuk mengajak teman-teman lain agar semakin gemar membaca buku.

Jadi, mulailah saya memilah buku dan majalah anak-anak mana yang ingin saya kirimkan. Saya bagi jadi dua kardus karena rencananya memang ingin mengirimkan ke dua Taman Baca berbeda di Papua. Saya pun mencari alamat Taman Baca yang dituju.

Baca juga: Kebiasaan Membaca Buku di Perjalanan yang Ingin Saya Tularkan ke Kamu

Nah, yang perlu diingat, paket donasi kamu nantinya akan dikirimkan kepada pengelola Taman Bacaan Masyarakat, Jaringan Pustaka Bergerak Indonesia, juga sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, yang sudah terdaftar di Pos Indonesia. Untuk mengetahui alamatnya, silakan rujuk Daftar Taman Bacaan berikut ini, ya.

Setelah memilah buku ke dalam dua kardus dan menuliskan alamat pada permukaannya, enggak lupa saya menyertakan tulisan BUKU BERGERAK di sisi kanan atau kiri kardus.

Gunanya, supaya lebih mudah mengetahui bahwa paket yang kamu kirim memang ditujukan untuk Taman Bacaan terdaftar di sana, sekaligus sebagai tanda bahwa kamu ikut program donasi buku ini.

Baca juga: 5 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online

Tadinya, saya berniat untuk mengirimkan buku-buku tersebut dari Desember tahun lalu, tapi saya sering kelupaan lantaran kardus-kardus ini saya letakkan di bawah tempat tidur.

Saya enggak sadar kalau tanggal 17 tiba-tiba lewat begitu saja. Alhasil, saya harus menunggu bulan depannya lagi untuk mengirimkan donasi.

Dan akhirnya, tanggal 17 April kemarin akhirnya saya mengirim paket tersebut. Sebenarnya ini gara-gara diingatkan terus Mama yang sering banget nanyain, “Kapan mau kirim bukunya?”. Hehehe. Mama juga yang bantuin saya untuk mengirimkan paket tersebut lewat Kantor Pos terdekat.

Oh ya, waktu itu pagi-pagi saya dapat SMS dari Kantor Pos yang bilang kalau ada satu kardus yangtidak bisa dikirim lantaran alamatnya tidak masuk dalam daftar Jaringan Pustaka Bergerak Indonesia. Lalu, saya diminta untuk mengambil kembali bukunya.

Baca juga: 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers

Seingat saya, waktu itu saya ingin mengirimkan ke wilayah Nabire dan Wamena. Yang tidak bisa dikirim ternyata yang ke Wamena. Padahal, saya mendapatkan alamat tersebut dari Instagram @bookforpapua_ dan sudah dicocokkan juga dengan daftar Taman Bacaan yang ada di laman Pos Indonesia.

Enggak lama, saya mendapat telepon dari Mama yang bilang kalau bukunya memang enggak bisa dikirim. Alhasil, saya minta tolong untuk menyamakan alamat pengiriman seperti yang tertera pada kardus satunya. Puji Tuhan, bisa.

Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17

Nah, setelah itu, saya mendapatkan dua resi pengiriman paket yang di dalamnya tertera barcode atau kode pelacakan paket.

Jadi, saya bisa menelusuri apakah paket donasi saya sudah sampai atau belum lewat laman Pos Indonesia. Dan oh ya, ternyata ini termasuk paket kilat, lho.

Berdasarkan informasi yang tertera, begini perjalanan paket saya hingga sampai di Nabire, Papua. Oh ya, saya sempat mengirimkan pesan teks kepada narahubung Taman Bacaan tujuan saya untuk menanyakan apakah paket saya sudah sampai atau belum.

Baca juga: 15 Rupi Kaur Powerful Quotes Every Girl Needs to Read

Namun, hingga kini belum ada balasan apa-apa, sih. Kalau saya lihat di kolom komentar Instagram, di sana masih susah sinyal.

Jadi, teman-teman yang mengirimkan buku juga agak kesulitan untuk mengonfirmasi apakah paket yang dikirim sudah diterima atau belum.

Kendati demikian, setidaknya saya bisa lebih tenang karena berdasarkan Hasil Lacak Kiriman, paket saja sudah tiba di Nabire.

Salut banget, ternyata pengiriman paket bukunya cepat sekali. Jadi kepikiran untuk mengirim buku-buku ke Taman Bacaan lainnya, deh.

Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17


Saya ingin ikut berdonasi buku, bagaimana prosedurnya?

Tahukah kamu, mengirim buku gratis lewat kantor pos setiap tanggal 17 kepada orang lain sangatlah menyenangkan.

Nah, untuk kamu yang juga ingin ikut program kirim buku gratis lewat kantor pos, inilah syart dan prosedurnya.

1. Siapkan buku atau majalah anak-anak yang ingin dikirimkan. Pastikan buku tersebut memang cocok untuk mereka, ya. Bungkuslah buku-buku tersebut dengan rapi. Kalau bisa, kamu tempel lakban pada seluruh permukaannya atau bungkus dengan plastik supaya paket kamu aman di jalan.

2. Tentukan tujuan pengiriman paket donasi kamu. Tuliskan alamat pengirim dan penerima dengan jelas. Jangan lupa sertakan “BUKU BERGERAK / BERGERAK” pada kardus, ya. Sebagai infromasi, buku yanpa alamat akan disalurkan ke alamat lain yang ditetapkan Pos Indonesia.

3. Berat donasi maksimal 10kg.

4. Buat reminder pengiriman tanggal 17 supaya tidak kelupaan.

5. Setelah mengirim lewat Kantor Pos, jangan lupa minta resinya supaya kamu bisa men-track sudah sampai manakah paket donasimu.

6. Kamu juga bisa mengontak narahubung atau pengelola Taman Bacaan tersebut guna memastikan bahwa donasi bukumu memang sudah sampai di tangan mereka.

7. Last but not least, bagikan pengalaman kamu dalam mengirim buku gratis lewat kantor pos setiap tanggal 17! Siapa tahu, teman-teman kamu juga terinspirasi untuk melakukan kebaikan yang sama seperti kamu.

Baca juga: Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?

Dari hati terdalam saya berharap, teman-teman bisa ikut tergerak hatinya untuk menularkan virus giat membaca kepada orang lain.

Enggak perlu yang jauh-jauh, kamu bisa memulainya dari dirimu sendiri, keluarga, juga teman-teman terdekatmu.

Kamu akan merasakan betapa luar biasa dan hebatnya manfaat membaca. Itu sudah saya alami. Namun tetap saja saya masih haus membaca karena saya yakin, saya bisa mendapatkan sesuatu yang lebih dan lebih lagi bila saya terus membaca.

Ke depannya, saya pengin banget mengirim buku gratis lewat kantor pos setiap tanggal 17 secara rutin kepada adik-adik di pelosok Indonesia. Semoga kamu juga tertarik untuk berpartisipasi, ya.

Nah, selamat mengirim buku gratis setiap tanggal 17 dan selamat menginspirasi orang lain, ya.


Update terkini mengenai pengiriman buku (23/1/2019)

Pos Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam pengiriman buku-buku ke Taman Bacaan di seluruh Indonesia, terhitung 23 Januari 2019.

Berdasarkan informasi resmi dari laman Kemdikbud, diketahui bahwa yang akan dilakukan mereka adalah

  1. memetakan dan menyerahkan daftar penerima buku kepada Pos Indonesia,
  2. menentukan lokasi penerimaan,
  3. menerima dan menyeleksi buku yang didapat dari donatur,
  4. mengemas buku,
  5. menginformasikan Pos Indonesia mengenai waktu dan tempat pengambilan buku, dan
  6. mensosialisasikan program pengiriman buku melalui Gerakan Literasi Nasional.

Kemudian, yang dilakukan oleh Pos Indonesia adalah

  1. menerima daftar penerima buku,
  2. mengambil paket dari Kemdikbud,
  3. mengirimkan buku pada tanggal 17 setiap bulannya. Atau apabila tanggal 17 jatuh pada hari Minggu, maka akan dikirimkan esok harinya,
  4. mensosialisasikan program ini lewat Gerakan Literasi Nasional, dan
  5. menyediakan fasilitas serta melaporkan hasil pengiriman buku.

Jadi, silakan datang langsung ke Kemdikbud dan serahkan buku-buku yang ingin dikirimkan. Untuk pengiriman tetap akan dilakukan oleh Pos Indonesia setiap tanggal 17, tapi ya itu… ada proses lain yang mesti dilewati di Kemdikbud.

Nah, untuk info selengkanya, temen-temen bisa baca di artikel ini atau tanya langsung ke melalui Instagram @kemdikbud.ri, ya.


Rekomendasi artikel selanjutnya yang wajib kamu baca, nih! 😍

Mengejar Aan Mansyur Hingga ke Katakerja Makassar

1. 7 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online
2. Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?
3. Apa Itu Books Aficionado?
4. Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks
5. 7 Tips Meningkatkan Follower Bookstagram untuk Pemula
6. 30 Bookstagram Terms You Should Know
7. 20 Inspirasi Rainbow Bookshelf di Bookstagram yang Bikin Betah Baca Buku Seharian
8. Pengalaman Borong Buku dan Panduan Lengkap ke Big Bad Wolf Jakarta
9. 5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak
10. Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi
11. 5 Teknik Meningkatkan Engagement Bookstagram Lewat Pemberian Komentar
12. 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers
13. 15 Rupi Kaur Powerful Quotes Every Girl Needs to Read
14. 15 Akun Bookstagram Indonesia Terfavorit, Sudah Follow Belum?
15. 3 Penulis Teenlit yang Novelnya Bikin Kangen Masa SMA
16. 7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku
17. Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17
18. 11 Most Creative Bookstagrammer to Follow in 2018
19. Asyiknya Belanja Buku di Periplus, Toko Buku Impor Langganan
20. [BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk Karya Rinda Maria Gempita
21. 17 Rekomendasi Buku di POST Bookshop Pasar Santa
22. [BOOKSTAGRAM TIPS] Memotret Buku dengan Kamera HP atau Kamera DSLR?
23. [EKSKLUSIF] Bab Pertama Novel The Perfect Catch Karya Chocola
24. [BOOK REVIEW] Na Willa: Serial Catatan Kemarin Karya Reda Gaudiamo
25. 7 Properti untuk Bookstagram Biar Foto Makin Keren
26. 7 Cara Memfoto Buku untuk Bookstagram
27. Pengalaman Membeli Buku di POST Bookshop Pasar Santa
28. Pengalaman Beli Buku di Grobmart untuk Pertama Kalinya
29. [BOOK REVIEW] Aku, Meps, dan Beps Karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo
30. Bagaimana Cara Menulis Caption untuk Bookstagram?
31. [BOOK REVIEW] The Stories of Choo Choo: You’re Not as Alone as You Think Karya Citra Marina
32. [BOOK REVIEW] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella FP
33. 10 Kutipan Terbaik dari Buku NKCTHI Karya Marchella FP
34. [BOOK REVIEW] Things & Thoughts I Drew When I was Bored Karya Naela Ali
35. [BOOK REVIEW] Milk and Honey Karya Rupi Kaur Versi Bahasa Indonesia
36. [BOOK REVIEW] Off the Record Karya Ria SW
37. 17 Ide Foto Bookstagram Bertema Natal yang Bisa Kamu Tiru
38. Cara Mudah Menemukan Buku yang Sedang Diskon di Toko Online
39. Berkunjung ke Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan Tertinggi di Dunia
40. Akhir Pekan Produktif di Haru Bookstore Gading Serpong
41. Mudahnya Beli Buku Online di Belbuk.com
42. Kebiasaan Membaca Buku di Perjalanan yang Ingin Saya Tularkan ke Kamu
43. Ngobrolin Novel Taman Pasir di Twitter Bareng Penerbit Grasindo
44. Bedah Buku dan Peluncuran Novel Nyanyian Hujan
45. @sintiawithbooks’ Best Nine on Instagram in 2018
46. [BOOK REVIEW] Seri Kemiri Yori Karya Book For Mountain
47. Serunya Kumpul dan Makan Siang Bareng Nagra dan Aru
48. 8 Booktuber Indonesia Favorit yang Wajib Kamu Tonton Videonya
49. 4 Blogger Buku Favorit yang Sering Kasih Rekomendasi Buku Bagus
50. 7 Rekomendasi Buku yang Asyik Dibaca Saat Traveling
51. Kenapa Sih Suka Banget Bawa Buku Saat Traveling?
52. 5 Tips Memilih Buku untuk Dibawa Saat Traveling
53. Apa Itu Book-Shaming dan Kenapa Harus Dihentikan?
54. Donasi Buku Lewat Lemari Bukubuku, Bisa Dapat Gambar Gratis!
55. [BOOK REVIEW] The Book of Imaginary Beliefs Karya Lala Bohang
56. Pengorbanan Bookstagrammer Demi Dapat Foto Bagus, Pernah Ngerasain?
57. [Book Review] Deep Wounds Karya Dika Agustin
58. 5 Buku Ilustrasi Favorit untuk Kamu yang Butuh Bacaan Ringan
59. Baca 5 Buku tentang Perempuan Ini Saat Hari Perempuan Internasional
60. Panduan Membuat Kartu Anggota Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
61. Things to Know About Big Bad Wolf Books Sale 2019 and My Book Haul!
62. 10 Male Bookstagrammers Who Will Inspire You to Read More
63. [BOOK REVIEW] Dear Tomorrow: Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda
64. [BOOK REVIEW] The Naked Traveler 8: The Farewell Karya Trinity
65. [BOOK REVIEW] Bicara Tubuh Karya Ucita Pohan dan Jozz Felix
66. Pengalaman Belanja Buku di Gramedia World BSD, Tangerang
67. Singgah Sejenak di Perpustakaan Erasmus Huis Jakarta Selatan
68. The Reading Room, Kemang: Sensasi Makan di Perpustakaan
69. Toko Buku Independen POST, Surga Kecil Para Pencinta Buku
70. Membawa Buku di Penjuru Dunia ke Transit Bookstore Pasar Santa
71. Indie Bookshop Tour: Tur Toko Buku Independen Perdana di Jakarta
72. 7 Inspirasi Tempat Baca Favorit Para Bookstagrammer
73. Toko Buku Foto Gueari Galeri: Jual Foto, Emosi, dan Cerita
74. [BOOK REVIEW] Kamu Terlalu Banyak Bercanda Karya Marchella FP
75. [BOOK REVIEW] The Loneliest Star in the Sky Karya Waliyadi
76. Ketagihan Baca E-book Gara-gara Gramedia Digital
77. [BOOK REVIEW] Jingga Jenaka Karya Annisa Rizkiana Rahmasari
78. [BOOK REVIEW] Nanti Kita Sambat tentang Hari Ini Karya Mas Aik
79. [BOOK REVIEW] Avontur, Dear 19 Karya Thinkermoon
80. [BOOK REVIEW] Flowers over the Bench Karya Gyanindra Ali
81. Menyusuri Tumpukan Buku-buku Lawas di Galeri Buku Bengkel Deklamasi
82. 5 Cara Menabung untuk Membeli Buku
83. 5 Cara Menemukan Inspirasi untuk Bookstagram
84. [BOOK REVIEW] Addio Karya Alya Damianti
85. 5 Rekomendasi Film Favorit Berlatar Toko Buku, Sudah Nonton?
86. Berburu Buku Murah di Vintage Vibes, Alam Sutera
87. 6 Tips Biar Enggak Kalap Belanja Buku di Big Bad Wolf
88. [BOOK REVIEW] Mind Platter (Bejana Pikiran) Karya Najwa Zebian
89. Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta: Tempat Asyik Belajar Budaya Jerman
90. Nyamannya Membaca Buku di Perpustakaan Freedom Institute
91. 7 Strategi Jitu Menambah Penghasilan dari Buku
92. Perpustakaan Habibie dan Ainun, Warisan untuk Masyarakat Indonesia
93. Sore Hari Bersama Buku-buku di Halaman Belakang Kineruku Bandung
94. Mengejar Aan Mansyur Hingga ke Katakerja Makassar


34 KOMENTAR

  1. wah pas banget nih nemu artikel ini. saya lagi mau mensortir buku-buku yang udah overload di lemari.

    terima kasih ya infonya 😀

    • Halo! Karena kemarin itu saya ingin memberikan buku untuk adik-adik di pelosok, jadi saya mengirimkan buku bacaan yang memang ditujukan untuk anak-anak, seperti buku pengetahuan. Nah, kalau kamu juga punya buku bacaan anak-anak yang enggak dipakai dan masih layak baca, ayo didonasikan! ?

    • Kapan-kapan coba yuk kirim buku gratis lewat kantor pos ke adik-adik di pedalaman Indonesia. Seru banget bisa berbagi untuk mereka yang membutuhkan. Hitung-hitung membantu pemerintah untuk mewujudkan Indonesia Pintar, salah satunya dengan memberikan bacaan edukatif dan bermanfaat. 😀

  2. artikel yg informatif mbak 🙂
    terima kasih sudah sharing ya, saya baru tau.
    dan buku2 bekas di rumah jadi udah tau nih akan dikemanakan 🙂

    • Hi Mba Liana, terima kasih sudah membaca tulisan ini. Iya, daripada menumpuk di rumah saja dan tidak dibaca, lebih baik diberikan kepada adik-adik yang membutuhkan supaya akses mereka terhadap bacaan-bacaan yang tepat bisa terbuka luas. Selamat berdonasi buku lewat kantor pos, ya! 😀

  3. Hi, Kak Sintia. Aku mau nanya, kita bisa donasi buku pelajaran SMA bekas juga ga sih? Atau udah ditentukan jenis buku apa aja yang boleh disumbangkan? Terima kasih.

    • Halo Gaby, untuk donasi buku pelajaran SMA mungkin bisa. Jadi memang bukan untuk anak-anak saja. Silakan dicek informasi ke masing-masing perpustakaan yang ingin kamu kirimkan donasinya, ya. 🙂

  4. googling tentang kirim buku lewat pos gratis eh kesasar ke sini. jdi aku juga punya koleksi buku yang sudah tak terbaca tapi rata2 buku bukan untuk anak2 dan pengin tak sumbangkan, trims infonya 🙂

  5. hai kak sintia, kalo saya kirim buku bekas seperti buku pelajaran, kira kira di terima tidak ya?
    terimakasih,

  6. Waah.. menarik banget kak, saya baru tau info ini. kadang bingungnya kalo ikut donasi buku dari lembaga-lembaga atau organisasi mahasiswa missnya kita enggak tau bukunya nyampek dimana hehe… Oiya kak, apakah ada ya platform buat saling berbagi buku reader to reader?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.