Membawa Buku di Penjuru Dunia ke Transit Bookstore Pasar Santa

170
Transit Bookstore Pasar Santa
Tokonya mungkin kecil, tapi isinya begitu menyenangkan.

Membawa Buku di Penjuru Dunia ke Transit Bookstore Pasar Santa – Setelah puas melihat berbagai judul buku yang dijual di POST Bookshop, kini giliran Transit Bookstore yang jadi tempat singgah saya selanjutnya.

Transit sendiri berlokasi di dalam Pasar Santa. Lokasinya dekat sekali dengan POST, juga berada di lantai yang sama.


Awalnya, saya tahu mengenai toko buku independen ini dari unggahan POST di Instagram mereka, yang menginformasikan bahwa mereka punya tetangga baru, yang ternyata sama-sama toko buku independen.

Ah, senangnya hari itu bisa mampir langsung dan mengulik koleksi buku milik Transit Bookstore. 🙂

Mengulik Koleksi Buku Milik Transit Bookstore Pasar Santa

Transit Bookstore Pasar Santa
Selamat datang di Transit Bookstore. Semoga kamu betah melihat-lihat dan membaca koleksi buku di sini.
Transit Bookstore Pasar Santa
Koleksi buku di toko buku independen ini dikurasi sebaik mungkin.

Kalau enggak salah, Transit Bookstore ini hadir di Pasar Santa pada Desember 2018. Waktu mampir ke toko buku ini, saya cuma bertemu dengan Indra, salah satu pengelolanya.

Satu lagi adalah Alien. Sayang waktu saya ke sana, Alien sedang mengurus beberapa buku untuk dikirim sehingga belum sempat bertemu.

Oh ya, tahu nggak sih, gimana awal mula kemunculan Transit Bookstore ini? Jadi gini, ide untuk membuat toko buku independen ini sendiri sudah sejak lama, sebab katanya Indra dan Alien suka banget membaca buku.


Ada banyak buku yang mereka minati, tetapi sayangnya buku-buku tersebut enggak mereka temukan di Indonesia. Nah, demi menambah variasi bacaan masyarakat Indonesia, didirikanlah Transit Bookstore ini.

Indra dan Alin pun menambahkan bahwa toko buku ini juga terinspirasi dari perjalanan-perjalanan yang pernah dilakukan.

“Kami mencoba menggabungkan kedua hal tersebut sehingga salah satu kriteria buku-buku yang kami bawakan adalah buku yang memilki nuansa tempat yang kuat,” kata mereka saat dihubungi via DM Instagram.

Oh ya, Transit Bookstore sendiri menghadirkan berbagai koleksi buku yang mana kurasinya berganti-ganti tiap kuartal, atau 3-4 bulan sekali.

Nah, tema pertama yang diusung toko buku ini di kuartal pertama ialah Displacement. Buku-buku yang dihadirkan di Transit Bookstore adalah yang membicarakan soal perpindahan, perantauan, atau adanya perubahan dalam konteks sosial dan politik. Berat ya, temanya. Hehehe. 😀

Untuk tema yang pertama ini, saya belum sempat mampir. Jadi judul-judul buku tema tersebut hanya bisa saya lihat lewat akun media sosial Transit Bookstore saja.

Transit Bookstore Pasar Santa
Peta ini berisi judul-judul buku dari penulis wanita, juga beberapa testimonial dari pengunjung yang datang.
Transit Bookstore Pasar Santa
Buku-buku yang dijual disusun begitu rapi. Warna toko ini begitu hangat.

Saya datang saat tema sudah berganti menjadi World’s Women Writers, yang mana saya suka banget! 😭❤

“Untuk tema ini kami pilih karena dua hal: kami merasa bahwa perempuan belum memiliki representasi yang setara dengan penulis pria di dunia penerbitan. Karena itu kami mencoba untuk memberikan spotlight yang sepatutnya kepada penulis-penulis perempuan,” ujar Indra dan Alien.

Kemudian, mereka nyatanya juga percaya bahwa penulis-penulis perempuan di dunia mempunyai karya yang keren-keren.

Transit Bookstore Pasar Santa
Ada yang sudah pernah membaca buku-buku pada foto ini? Berikan saya rekomendasi buku yang wajib dibaca, dong.

“Marilynne Robinson, Svetlana Alexievich, Tove Jansson, contohnya. Penulis-penulis baru juga sangat menarik, seperti Alia Trabucco Zerán, Rowan Hisayo Buchanan, dan Eleanor Catton,” sambung mereka.

Ya, kalau melihat-lihat koleksi buku di Transit Bookstore, ada beragam karya mulai dari novel, esai, hingga kumpulan puisi, dari penulis yang kebanyakan saya sendiri enggak familiar.

Minusnya, saya jadi kurang paham dan harus menelaah lebih lama mengenai koleksi buku di sana. Lihat-lihat dulu blurb-nya, baca beberapa halaman pertama secara random, dan bisa juga cari ulasannya di internet.

Namun plusnya, asli seru banget, bisa tahu penulis-penulis lain yang ternyata karyanya keren-keren! Wawasan saya bertambah pula!

Yang tadinya cuma tahu buku, penulis, atau penerbit yang itu-itu aja, pas main ke Transit Bookstore saya jadi tahu lebih banyak dari yang sudah diketahui sebelumnya.

Omong-omong, dari mana sih Transit Bookstore mendapatkan buku-buku tersebut?

“Sumbernya dari mana-mana, sih. Kami banyak pesan dari penerbitnya langsung. Penerbit-penerbit dari UK banyak yang helpful dan menerima pesanan kami (walaupun jumlahnya sedikit). Kami juga nitip dari teman-teman yang ke luar negeri. Beberapa juga kami pesan online,” papar mereka.

Transit Bookstore Pasar Santa
Koleksi-koleksi lainnya dengan tema World’s Women Writers.

Saya melihat-lihat beberapa buku dan tertarik banget dengan kumpulan puisi yang dijual di sana. Rasanya pengin bawa pulang semua buku di Transit Bookstore Pasar Santa ini!

Oh ya, buku-buku yang dijual di toko buku ini (hampir) semuanya berbahasa Inggris. Saya enggak nemuin yang berbahasa Indonesia, sih.

Lalu, untuk harga kurang lebih Rp200 ribuan. Jadi, kalau berniat untuk membeli buku di sini, bawalah uang yang cukup. Atau, coba tanya Indra dan Alien, apa bisa transfer via mobile banking. Hehehe. 😀

Transit Bookstore Pasar Santa
Menemukan tumpukkan buku ini di atas meja. Dijual juga nggak, ya?

Anyway, kalau teman-teman masih berminat untuk membeli buku-buku pada tema sebelumnya, bisa banget, lho. Langsung tanya aja ya, apakah stoknya masih ada atau enggak.

Kemudian, kalau kamu mencari buku bertema World’s Women Writers, yang mana penulisnya adalah perempuan dan enggak ready stock, nanti Transit Bookstore bisa membantu untuk memesankannya. Wihh… sekarang cari buku makin gampang, ya!

Hal menyenangkan lainnya di Transit Bookstore adalah para pengunjung bukan cuma bisa datang dan melihat-lihat koleksi buku yang dipamerkan. Kamu juga bisa berbincang langsung dengan dua pengelola, atau pengunjung lain yang datang.

Siapa tahu, ada yang bingung ingin membeli buku apa, ingin mengetahui rekomendasi buku tertentu, atau juga ingin tukar pikiran soal bacaan yang telah dinikmati. Pasti asyik banget deh, bisa berdiskusi dengan sesama pencinta buku. 😀

Transit Bookstore Pasar Santa
Sudut baca menyenangkan di Pasar Santa. Sudah pernah mampir belum?

Ya, diskusi seperti inilah yang sedang ingin saya jalankan sesering mungkin. Biasanya, sehabis membaca buku, saya cuma mentok di posting-an Bookstagram atau membuat ulasannya di blog. Enggak ada diskusi lebih lanjut mengenai buku yang habis saya baca.

Padahal, berdiskusi dengan orang lain bisa menstimulasi otak biar lebih kritis enggak, sih? (Duh, maaf kalau sok tahu, ya. Hehehe. 😆😜)

Gimana temen-temen, udah cukup kepincut sama toko buku ini? Kalau lagi enggak tahu mau ke mana atau ngapain pas akhir pekan, main-main deh ke Transit Bookstore Pasar Santa. Siapa tahu bisa bawa pulang banyak buku bagus ke rumah.

Habis dari sana, kalau mau mampir ke POST Bookshop atau mengisi perut, silakan jajal Pasar Santa ini, ya!


Selamat berpetualang di dunia para pencinta buku!

Alamat: Jalan Cipaku I No.98 RT.5/RW.4 Kuningan, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan – 12170

Jam Buka: Sabtu dan Minggu, pukul 14.00 – 21.00 WIB


Semoga kamu menikmati tulisan-tulisan lainnya yang ada di daftar ini, ya. ?

Toko Buku Independen POST, Surga Kecil Para Pencinta Buku

1. 7 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online
2. Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?
3. Apa Itu Books Aficionado?
4. Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks
5. 7 Tips Meningkatkan Follower Bookstagram untuk Pemula
6. 30 Bookstagram Terms You Should Know
7. 20 Inspirasi Rainbow Bookshelf di Bookstagram yang Bikin Betah Baca Buku Seharian
8. Pengalaman Borong Buku dan Panduan Lengkap ke Big Bad Wolf Jakarta
9. 5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak
10. Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi
11. 5 Teknik Meningkatkan Engagement Bookstagram Lewat Pemberian Komentar
12. 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers
13. 15 Rupi Kaur Powerful Quotes Every Girl Needs to Read
14. 15 Akun Bookstagram Indonesia Terfavorit, Sudah Follow Belum?
15. 3 Penulis Teenlit yang Novelnya Bikin Kangen Masa SMA
16. 7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku
17. Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17
18. 11 Most Creative Bookstagrammer to Follow in 2018
19. Asyiknya Belanja Buku di Periplus, Toko Buku Impor Langganan
20. [BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk, Si Pengingat Mimpi
21. 17 Rekomendasi Buku di POST Bookshop Pasar Santa
22. [BOOKSTAGRAM TIPS] Memotret Buku dengan Kamera HP atau Kamera DSLR?
23. [EKSKLUSIF] Bab Pertama Novel The Perfect Catch Karya Chocola
24. [BOOK REVIEW] Na Willa: Serial Catatan Kemarin Karya Reda Gaudiamo
25. 7 Properti untuk Bookstagram Biar Foto Makin Keren
26. 7 Cara Memfoto Buku untuk Bookstagram
27. Pengalaman Membeli Buku di POST Bookshop Pasar Santa
28. Pengalaman Beli Buku di Grobmart untuk Pertama Kalinya
29. [BOOK REVIEW] Aku, Meps, dan Beps Karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo
30. Bagaimana Cara Menulis Caption untuk Bookstagram?
31. [BOOK REVIEW] The Stories of Choo Choo: You’re Not as Alone as You Think Karya Citra Marina
32. [BOOK REVIEW] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella FP
33. 10 Kutipan Terbaik dari Buku NKCTHI Karya Marchella FP
34. [BOOK REVIEW] Things & Thoughts I Drew When I was Bored Karya Naela Ali
35. [BOOK REVIEW] Milk and Honey Karya Rupi Kaur Versi Bahasa Indonesia
36. [BOOK REVIEW] Off the Record Karya Ria SW
37. 17 Ide Foto Bookstagram Bertema Natal yang Bisa Kamu Tiru
38. Cara Mudah Menemukan Buku yang Sedang Diskon di Toko Online
39. Berkunjung ke Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan Tertinggi di Dunia
40. Akhir Pekan Produktif di Haru Bookstore Gading Serpong
41. Mudahnya Beli Buku Online di Belbuk.com
42. Kebiasaan Membaca Buku di Perjalanan yang Ingin Saya Tularkan ke Kamu
43. Ngobrolin Novel Taman Pasir di Twitter Bareng Penerbit Grasindo
44. Bedah Buku dan Peluncuran Novel Nyanyian Hujan
45. @sintiawithbooks’ Best Nine on Instagram in 2018
46. [BOOK REVIEW] Seri Kemiri Yori Karya Book For Mountain
47. Serunya Kumpul dan Makan Siang Bareng Nagra dan Aru
48. 8 Booktuber Indonesia Favorit yang Wajib Kamu Tonton Videonya
49. 4 Blogger Buku Favorit yang Sering Kasih Rekomendasi Buku Bagus
50. 7 Rekomendasi Buku yang Asyik Dibaca Saat Traveling
51. Kenapa Sih Suka Banget Bawa Buku Saat Traveling?
52. 5 Tips Memilih Buku untuk Dibawa Saat Traveling
53. Apa Itu Book-Shaming dan Kenapa Harus Dihentikan?
54. Donasi Buku Lewat Lemari Bukubuku, Bisa Dapat Gambar Gratis!
55. [BOOK REVIEW] The Book of Imaginary Beliefs Karya Lala Bohang
56. Pengorbanan Bookstagrammer Demi Dapat Foto Bagus, Pernah Ngerasain?
57. [Book Review] Deep Wounds Karya Dika Agustin
58. 5 Buku Ilustrasi Favorit untuk Kamu yang Butuh Bacaan Ringan
59. Baca 5 Buku tentang Perempuan Ini Saat Hari Perempuan Internasional
60. Panduan Membuat Kartu Anggota Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
61. Things to Know About Big Bad Wolf Books Sale 2019 and My Book Haul!
62. 10 Male Bookstagrammers Who Will Inspire You to Read More
63. [BOOK REVIEW] Dear Tomorrow: Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda
64. [BOOK REVIEW] The Naked Traveler 8: The Farewell Karya Trinity
65. [BOOK REVIEW] Bicara Tubuh Karya Ucita Pohan dan Jozz Felix
66. Pengalaman Belanja Buku di Gramedia World BSD, Tangerang
67. Singgah Sejenak di Perpustakaan Erasmus Huis Jakarta Selatan
68. The Reading Room, Kemang: Sensasi Makan di Perpustakaan
69. Toko Buku Independen POST, Surga Kecil Para Pencinta Buku

10 KOMENTAR

    • Sangat menarik bahkan! Banyak karya yang mungkin enggak kita tahu sebelumnya. It’s quite challenging for the readers to explore new genre or discover great literature. 😀

  1. Aku pernah beli bukunya via transfer mobile banking. Bisa banget kak!

    Dan setujuuu, ini tuh toko buku yg bikin kita jatuh cinta, dg cukup sekali saja datang kesana. Somehow passion dan kecintaan owner akan buku terasa banget. Dan nyampe ke kita juga.

    Ayo kak bikin club diskusi buku. Aku siap bergabung. Butuh ketemu temen bookish juga 🙂

  2. Terakhir ke Pasar Santa masih yang versi lama/becek dulu itu, Belum pernah mampir lagi sejak pindah dari Kebayoran Baru. Sekarang sudah direnovasi dan buka sampai malam pula ya.. Eh tapi itu benar bukanya cuma Sabtu/Minggu saja?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.