Bagaimana Cara Menulis Caption untuk Bookstagram?

1046
Bagaimana Cara Menulis Caption untuk Bookstagram

Bagaimana Cara Menulis Caption untuk Bookstagram? – Saya sering menghabiskan waktu bermenit-menit hanya untuk memikirkan, kira-kira caption apa yang tepat, yang mesti saya tulis untuk Bookstagram. Foto sudah siap, hashtag yang biasa digunakan juga sudah di-copy di clipboard, tik tok tik tok… apa yang harus saya tulis di caption, nih? Oke, agaknya memang membuang-buang waktu. Tapi percayalah, menulis caption itu sulit!

Beberapa waktu lalu, saya sempat membuat Polling di Bookstagram. Saya bertanya kepada teman-teman, apakah mereka sering membaca caption suatu posting-an atau langsung nge-like posting-an tersebut. Hasilnya beda tipis. Lebih banyak yang membaca caption.


Well, hasil dari survey kecil-kecilan ini mungkin enggak bisa menggeneralisasi semua pengguna Instagram. Namun seenggaknya, saya tahu bagaimana sih karakteristik followers Bookstagram saya. Nah, karena mereka memang masih suka membaca caption suatu foto atau video, tentu saja ini menjadi hal penting yang perlu saya perhatikan dan persiapkan.

Biasanya, ketika menulis caption untuk Bookstagram, saya mencoba memvariasikan keterangan foto atau video tersebut supaya terlihat lebih menarik, engaging, dan enggak ngebosenin. Belum jago-jago amat, sih. Masih belajar. Hehehe. Anyway, sebelum mengetahui apa saja tips yang bisa dilakukan ketika menulis caption untuk Bookstagram, kenali dulu yuk, beberapa kesulitan yang sering dialami.

Membuat Caption Itu (Terkadang) Sulit, Soalnya…

1. Sulit merangkai kata-kata

Banyak yang merasa bahwa yang menjadi titik kesulitan dalam menulis caption untuk Bookstagram adalah merangkai kata-katanya. Bener, nggak? Ada kalimat demi kalimat di dalam kepala, tapi menerjemahkannya menjadi sebuah tulisan utuh pada praktiknya bukanlah hal yang mudah.

2. Caption juga merupakan karya tulisan

Yas, akhirnya ada yang mengeluarkan pendapat ini! Saya sendiri percaya bahwa caption merupakan bagian vital dari content. Mau enggak mau, isinya enggak boleh asal-asalan, dong. Caption yang bagus tentu bisa memberikan impact atau value bagi para pembacanya, baik secara langsung maupun enggak langsung. Caption sendiri ditulis untuk mendukung keberadaan suatu posting-an, bukan asal ditulis, yang penting ada.

3. Bingung cocokin foto dan caption-nya

Boleh jujur ya, saya pun sering merasakan hal ini. Ketika saya mem-posting foto A, yang terlintas di dalam benak ialah caption B. Kenggaksinkronan inilah yang terkadang bikin saya harus kembali menggali kekreativitasan demi menulis caption untuk Bookstagram yang “nyambung”. Eh iya, emangnya kata siapa sih, caption dan foto harus nyambung? :p


4. Kehabisan ide dan enggak tahu mau nulis apa

Oke, ini dia problem lainnya yang mungkin juga pernah (atau sering) kamu hadapi. Dalam menulis, sering dikenal istilah writer’s block di mana si penulis kehabisan ide dan enggak tahu mau membuat tulisan apa lagi. Dalam praktik penulisan caption untuk Bookstagram, ternyata saya juga mengalami hal serupa. Buntu banget. Mau nulis A, udah pernah. Mau nulis B, kok enggak nyambung, ya? Jangan-jangan saya…

5. Terlalu banyak mikir

Jangan-jangan saya terlalu banyak mikir. Ada yang pernah mengalami hal ini juga enggak, sih? Saya sering, sering banget. Selain karena saya memang seorang overthinker, kembai lagi, menulis caption untuk Bookstagram itu enggak bisa sembarangan. Apalagi, saya pribadi menganggap caption ini sebagai bagian dari branding Bookstagram saya juga.

Oke, lupakan sejenak masalah-masalah di atas. Kamu enggak sendiri, karena saya dan teman-teman lainnya juga pernah mengalami hal tersebut. Sedikit pencerahan, berikut ini beberapa tips yang bisa kamu terapkan kala merasa kesulitan dalam pembuatan caption.


Tingkatkan Engagement dengan 3 Cara Menulis Caption untuk Bookstagram

1. Rajin membaca dan carilah inspirasi dari akun lain

Saya percaya, menulis caption untuk Bookstagram juga memiliki seninya sendiri. Jika ingin membuat keterangan foto atau video yang engaging, atau membuat para pengikut kamu mau membaca, persiapkanlah dengan matang dan enggak perlu terburu-buru.

Saya sarankan untuk sering-sering membaca caption posting-an akun lain yang memang kamu suka. Kalau saya pribadi, suka sekali dengan caption yang ditulis Alexander Thian alias @amrazing. Melihat komen-komennya yang menanggapi caption, banyak yang enggak nyangka, caption yang dibuatnya seringnya untuk “jualan”.

Well, that’s great! Dia bisa mengarahkan followers-nya untuk membaca caption karena memang isinya menarik. Menjelang akhir kalimat, eh tahu-tahu banyak yang kena “tipu”. Saya jadi berpikir, sepertinya penulisan kreatif juga bisa dituangkan dalam caption.

2. Dipisah dalam bentuk paragraf, gunakan emoji!

Supaya lebih mudah mengerti akan pesan yang hendak disampaikan, sebaiknya enggak menulis caption yang terlalu panjang. Kalau panjang pun, pisahkanlah dalam bentuk paragraf supaya mata enggak gampang lelah membaca barisan kata yang tebal. Pisahkan dengan tanda titik… atau semudah menekan enter!

Oh ya, menambahkan emoji juga bisa menjadi salah satu cara asyik supaya caption tampak lebih fun! Intinya, jangan takut mengeksplorasi caption. Caption yang menarik bisa menambah likes, comments, atau followers akun kamu dengan sendirinya.

3. Tulis apa saja di dalam kepalamu!

Seringnya, kalau sudah kehabisan ide mau menulis caption apa, saya menulis apa saja yang terlintas di dalam benak. Saya enggak lagi memikirkan apakah caption tersebut nyambung dengan foto atau enggak. Yang penting, jangan sampai foto di Bookstagram ter-publish tanpa caption! Sepengalaman saya, orang-orang enggak terlalu berminat untuk nge-likes kalau posting-an enggak ada keterangan gambarnya.

Kemudian, untuk menambah visibilitas akun yang dimiliki, biasanya saya tag atau mention akun lain, lalu menambahkan beberapa hashtags yang memang relevan.

Nah, buat kamu yang masih bingung, sebenarnya apa saja yang yang bisa ditulis untuk caption Bookstagram? Ini dia beberapa inspirasinya.


Apa Saja yang Bisa Ditulis untuk Caption Bookstagram?

View this post on Instagram

Beberapa hari yang lalu aku sempet bikin Polling, "Temen-temen lebih suka membaca blog buku atau menonton vlog buku?" Jawabannya, lebih banyak yang suka baca blog ternyata. Jujur, aku juga gitu, sih. Aku nonton vlog buku sekali-sekali aja, nggak sesering baca blog. Mungkin itu karena memang aku nggak bikin konten video kali, ya. ?? Tapi kayaknya seru juga kalo produce content berupa video di YouTube. Should I? . ANYWAYS, pengin tahu deh, temen-temen pengin baca tulisan soal apa sih di blogku – www.sintiaastarina.com? . Gimme some fresh ideas by dropping your comments below. ⬇️⬇️⬇️ . . . [BOOK REVIEW] Baca ulasan OFF THE RECORD karya @riasukmawijaya di blogku, dong. Klik link yang aku tulis di Bio. ???

A post shared by sɪɴᴛɪᴀ ᴀsᴛᴀʀɪɴᴀ | Indonesia ?? (@sintiawithbooks) on

1. Review buku

Kalau kamu seorang Bookstagrammer, menulis review buku merupakan hal yang lazim dilakukan. Biasanya, review-nya singkat saja, kok. Hanya 3-5 paragraf. Review tersebut juga bisa dibiarkan menggantung, lalu diarahkan ke ulasan yang lebih panjang, seperti di blog. Contohnya ada pada gambar di atas, ya.

2. Pertanyaan

Kalau benar-benar lagi enggak kepikiran mau menulis caption apa, ajukanlah sebuah pertanyaan. Pertanyaannya pendek-pendek saja, supaya teman-teman followers bisa langsung menangkap soal topik yang ingin dibahas. Kalau ingin mengajukan pernyataan juga boleh. Sesimpel:

  • What’s your current read?
  • What’s your favorite song?
  • What makes you happy today?
  • How many books that you want to read this year?
  • Which one do you prefer: coffee or tea?
  • Tell me what’s your favorite emoji!
  • Mention your favorite Bookstagrammer!

Pertanyaan atau pernyataan pada caption akan mengundang komentar masuk. Oleh karenanya kamu jangan lupa membalasnya, ya. Inilah saat yang tepat untuk meningkatkan engagement akun Bookstagram kamu.

3. Curhat

Enggak jarang saya menemukan Bookstagrammer yang curhat di caption mereka. Saya pun terkadang melakukan hal tersebut. Maksudnya, bukan curhat yang gimana-gimana atau curhat yang personal banget, ya. Hehehe. Lebih kepada recap seharian sudah ngapain saja, apa yang sedang dirasakan atau dikerjakan.

Sebagai contoh, ada salah seorang Bookstagrammer favorit yang bercerita kalau ia harus menghadapi ujian esok hari. Namun, ia terdistraksi oleh novel baru yang benar-benar ingin diselesaikannya, sampai-sampai ia enggak bisa belajar buat ujian. Ia meminta saran kepada para followers-nya terkait apa yang harus dilakukannya, belajar buat ujian atau baca buku?

Pernah juga ada yang cerita kalau mereka sedang berulang tahun. Mereka menyampaikan hal-hal apa saja yang ingin mereka lakukan atau yang mereka syukuri. Kalau urusan bercerita seperti ini, silakan disesuaikan dengan pengalaman personal teman-teman, ya. 😀

4. Kutipan

Kutipan juga bisa kamu jadikan caption. Entah itu kutipan dari foto, film, lagu, atau dari seseorang yang terkenal. Mau bikin kutipan sendiri juga boleh banget. Tapi jangan lupa, sertakan sumber dari mana kamu mengutip atau milik siapa kutipan tersebut, ya.

5. Tips atau tutorial

Selain memanfaatkan Insta Stories, kadangkala saya memberikan tips, tutorial, atau apapun itu dalam bentuk listing. Poin yang satu ini sebenarnya lebih kepada memberikan informasi atau membagikan ilmu kepada teman-teman Bookstagrammer yang lainnya. Siapa tahu bisa bermanfaat.

Kamu pun bisa memberikan beragam informasi terkait Bookstagram. Misalnya, bagaimana cara memfoto buku, siapa Bookstagrammer favorit dan kenapa kamu menyukai akun mereka, atau bisa juga memberikan tutorial mengedit foto dengan VSCO.

Satu hal yang perlu ditekankan dalah enggak ada hal mutlak yang mesti kamu lakukan dalam menulis caption untuk Bookstagram. Berkreasilah sekreatif mungkin dan enggak ada salahnya menetapkan kembali apa tujuan kamu membuat caption. Selamat berekspresi dengan caption, ya!


Tambah wawasan kamu dengan artikel-artikel Bookstagram di bawah ini.

5 Tips Meningkatkan Engagement Bookstagram Lewat Pemberian Komentar

1. 5 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online
2. Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?
3. Apa Itu Books Aficionado?
4. Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks
5. 7 Tips Meningkatkan Follower Bookstagram untuk Pemula
6. 30 Bookstagram Terms You Should Know
7. 20 Inspirasi Rainbow Bookshelf di Bookstagram yang Bikin Betah Baca Buku Seharian
8. Pengalaman Borong Buku di Big Bad Wolf Jakarta (Bonus: 5 Tips Biar Enggak Kalap)
9. 5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak
10. Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi
11. [BOOK REVIEW] Off the Record Karya Ria SW
12. 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers
13. 15 Rupi Kaur Powerful Quotes Every Girl Needs to Read
14. 15 Akun Bookstagram Indonesia Terfavorit, Sudah Follow Belum?
15. 3 Penulis Teenlit yang Novelnya Bikin Kangen Masa SMA
16. 7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku
17. Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17
18. 11 Most Creative Bookstagrammer to Follow in 2018
19. Asyiknya Belanja Buku di Periplus, Toko Buku Impor Langganan
20. [BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk, Si Pengingat Mimpi
21. 17 Rekomendasi Buku di POST Bookshop Pasar Santa
22. [BOOKSTAGRAM TIPS] Memotret Buku dengan Kamera HP atau Kamera DSLR?
23. [EKSKLUSIF] Bab Pertama Novel The Perfect Catch Karya Chocola
24. [BOOK REVIEW] Na Willa: Serial Catatan Kemarin Karya Reda Gaudiamo
25. 7 Properti untuk Bookstagram Biar Foto Makin Keren
26. 7 Cara Memfoto Buku untuk Bookstagram
27. Pengalaman Membeli Buku di POST Bookshop Pasar Santa
28. Pengalaman Beli Buku di Grobmart untuk Pertama Kalinya
29. [BOOK REVIEW] Aku, Meps, dan Beps Karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo
30. [BOOK REVIEW] Milk and Honey Karya Rupi Kaur Versi Bahasa Indonesia
31. 7 Aplikasi Edit Foto Bookstagram yang Sering Saya Gunakan


2 KOMENTAR

  1. ya, rata2 Hana habis 20 menit sampai satu jam buat mikirin caption, kadang seharian atau berhari XD
    kalau lagi baca buku atau habis baca buku, gampang sih tinggal cerita ttg buku tsb aja.. klo lagi ga baca, suka susah, hana termasuk jrg pernyataan aja sih (biasanya hana cerita dulu, yg ceritanya merupakan jawaban pertanyaan) soalnya hana nyadar, hana respon komennya ga bs secepat dlu, jadi kasian sama followers sih klo udah capai balas, tapi Hana telat bales.
    Makasih sharingnya Sintia 😀

    • Iya, kadang bikin caption itu memang susah banget, Han. Makanya, kadang perlu mempersiapkan caption-nya jauh sebelum ada rencana pengin posting hehehe.
      Terima kasih juga, Hana, sudah baca tulisan ini. 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.