7 Aplikasi Edit Foto Bookstagram yang Sering Saya Gunakan

834
7 Aplikasi Edit Foto Bookstagram yang Sering Saya Gunakan - Sintia Astarina

7 Aplikasi Edit Foto Bookstagram yang Sering Saya Gunakan – Untuk menggaet lebih banyak followers, biasanya saya sangat memperhatikan kualitas foto. Mulai dari mencoba beragam pose hingga angle, memerhatikan ukuran foto, hingga menjaga tone supaya tetap satu tema. Selama mengurus Bookstagram @sintiawithbooks, ternyata menjaga kualitas foto itu sama sekali enggak mudah, terutama saat pengeditan.

Terkadang, ketika memotret, foto yang dihasilkan terlalu gelap atau terlalu terang. Jadi, saya perlu kembali menyamakan warna. Belum lagi jika memotret di tempat yang berbeda-beda, foto yang dihasilkan pun juga berbeda-beda.


Namun, untungnya ada aplikasi edit foto Bookstagram yang bisa membantu saya untuk menjaga kualitas foto. Beberapa aplikasi yang saya pakai ternyata juga sering digunakan oleh teman-teman Bookstagrammer lainnya, lho.

Namun, perlu diingat, menggunakan aplikasi-aplikasi di bawah ini belum tentu langsung bagus secara instan juga, sih. Semua kembali lagi disesuaikan dengan kemampuan kamu dalam mengambil gambar, mengedit foto, juga selera masing-masing orang. Yuk, simak!

7 Aplikasi Edit Foto Bookstagram yang Sering Saya Gunakan

1. VSCO, punya beragam filter yang keren banget!

"7

Aplikasi edit foto Bookstagram yang satu ini selalu jadi pelarian saya jika ingin mengaplikasikan filter tambahan yang bisa bikin foto-foto kreasi saya terlihat lebih aesthetically pleasing. Sepengetahuan saya, enggak sedikit Bookstagrammer yang mengunakan VSCO karena filter yang dimiliki bagus-bagus banget!

Saya sendiri menggunakan filter A6 untuk setiap foto di Bookstagram. Enggak lupa, saya juga pasti akan menyesuaikan Exposure, Contrast, Adjust, dan pengaturan lainnya supaya hasil editan foto sesuai dengan yang saya inginkan.

Menariknya, supaya filter foto-foto Bookstagram saya benar-benar sama, saya bisa meng-copy editan filter tersebut ke foto-foto lainnya. Ini salah satu rahasia saya, bisa punya tone foto yang seragam.


2. Snapseed, mampu hilangkan objek dengan mudah!

"7

Kemudian, saya juga lumayan sering menggunakan Snapseed. Biasanya untuk mengatur brightness lewat aplikasi edit foto Bookstagram yang satu ini sih, oke banget. Kemudian, kalau kamu membuka menu Tools, akan ada banyak pengaturan yang bisa bikin kamu lebih leluasa mengutak-atik foto kamu.

Biasanya, saya menggunakan mode Drama untuk menerangkan foto yang sangat gelap. Kemudian, saya juga menggunakan Healing untuk menghapus bagian-bagian yang kurang penting dalam foto. Misalnya, menghilangkan bayangan pada tembok.

Snapseed sendiri juga memiliki berbagai filter yang bisa kamu aplikasikan. Namun, saya pribadi sih kurang, suka. Jadi, aplikasi yang satu ini memang lebih diandalkan untuk pengaturan brightness serta detail pada objek.

3. Photoshop, tempatnya kamu berkreasi dengan foto

"7

Seringnya, saya memfoto buku di dalam ruangan sehingga pencahayannya enggak bagus-bagus banget. Oleh karena itu, untuk foto-foto yang butuh editan mayor, saya selalu mengandalkan Photoshop. Sebenarnya, saya bisa mengunakan software ini karena belajar otodidak sejak SMA. Jadi, sedikit demi sedikit lumayan ngerti soal pengeditan. Tinggal diasah saja sisi kreativitasnya.

Biasanya, saya menggunakan Photoshop untuk menghilangkan bagian-bagian kurang penting yang mana bagian tersebut enggak bisa dihapus hanya dengan menggunakan Snapseed. Di sisi lain, Photoshop juga sering saya gunakan untuk menambah elemen-elemen kreatif, mengganti background, dan sebagainya.

Oh ya, saya menggunakan Photoshop di PC ya, bukan di HP. Memang, prosesnya jadi lebih ribet, soalnya perlu memindahkan foto-foto ke laptop dulu, baru nanti dipindahkan lagi ke HP untuk di-upload ke Bookstagram. But, I really enjoy the process! Apalagi kalau hasilnya bagus. Hehehe. 😀

4. PhotoGrid, lebih kreatif dengan penggabungan foto dan video

"7

Untuk kamu yang juga aktif di Insta Stories, yuk bikin konten-konten kreatif menggunakan PhotoGrid. Aplikasi edit foto Bookstagram yang satu ini biasanya saya gunakan untuk melakukan peng-crop-an atau mengubah rasio foto menjadi ukuran 9:16. Jadi, ukurannya benar-benar pas dengan Insta Story.

Di sisi lain, PhotoGrid juga saya gunakan untuk menggabungkan foto dan video dalam satu gambar. Jadi, buat kamu yang penasaran bagaimana bisa saya memuat foto dan video dalam bentuk collage, PhotoGrid jawabannya.

Kalau dipikir-pikir, saya memang tipe Bookstagrammer yang cenderung pengin rapi kalau mem-posting sesuatu di Insta Stories. Makanya, kadang-kadang enggak masalah bila harus melakukan effort lebih demi konten yang lebih berkualitas. Hehehe.

5. Unfold, template artsy andalan para Storyteller

"7

Sering penasaran nggak sih, kok foto-foto di Insta Stories para Bookstagrammer kece-kece banget? Semacam ada template-nya. Artsy banget deh, pokoknya. Saya juga sering banget bertanya demikian.

Usut punya usut, Unfold ini jagoannya. Aplikasi edit foto Bookstagram in imemiliki berbagai template yang minimalis yang memang cocok banget dengan style Bookstagram saya.

Penggunaannya pun cukup mudah. Kamu hanya perlu menambah New Story, pilih template-nya, lalu pengeditan fotonya tinggal disesuaikan dengan selera kamu, deh. Unfold sendiri memiliki font style yang bagus-bagus banget, mulai dari Amiri, Montserrat, Playfair, Northwell, Bebas, hingga Rustico.

Unfold cocok banget digunakan oleh kamu yang suka storytelling.

6. Plann, menyusun feed Instagram dengan mudah

"7

Aplikasi edit foto Bookstagram yang selanjutnya adalah Plann. Oke, bagi kamu yang tahu apa itu Plann, aplikasi ini memang bukan murni untuk edit foto Bookstagram. Hanya saja, dengan Plann kamu bisa mengatur susunan feed kamu. Ketika hendak mem-upload foto, kamu enggak perlu bingung harus posting foto yang mana, sebab sebelumnya sudah kamu atur dengan Plann ini.

Di Plann, sebenarnya kamu juga bisa mengedit gambar. Mulai dari memberikan filter, menambah stiker, teks, dan frame, menyesuaikan brightness, temperature, dan pengaturan lain-lain. Kamu juga bisa menjadwalkan posting-an kamu secara otomatis ke Instagram, lho!

Nah, karena saya lebih terbiasa mengedit foto Bookstagram dengan VSCO atau Snapseed, jadilah pengaturan di Plann saya abaikan. Sejauh ini, Plann memang hanya digunakan untuk mengatur feed saja. Hayooo… siapa yang perhatian sama feed Instagram saya kayak saya? 😀

7. Instagram itu sendiri

"7

Foto-foto minimalis dengan dominasi warna putih seringnya saya hasilkan lewat pengaturan foto di aplikasi Instagram itu sendiri. Saya menggunakan filter Ludwig untuk membuat foto tampak lebih terang dan tajam. Kadang, saya juga mengatur brightness, contrast, highlight, dan lainnya, supaya saya bisa menghasilkan foto dengan tone serupa.

Kalau dipikir-pikir, menghasilkan foto dengan tone yang sama enggak mudah, ya. Kadang, saya suka sebel sendiri kalau warnanya enggak sesuai. Rasanya seperti merusakan feed, atau ada bagian yang “bolong” di feed kita. Tapi enggak apa-apa juga, sih. It’s a learning process, isn’t it? Foto-foto yang saya edit juga terkadang enggak seragam. Kembali lagi ke kreativitas kita masing-masing, bagaimana mengakali hal tersebut.

Anyway, dari 7 aplikasi edit foto Bookstagram yang sering saya gunakan di atas, saya juga pernah menggunakan Pomelo, InShot, Lightroom, Afterlight, dan juga HypeText. Namun tetap saja, pilihan saya jatuh pada 7 aplikasi di atas. Kamu sudah pernah coba?


Temukan tips menarik lainnya seputar Bookstagram di artikel-artikel ini, ya.

[BOOKSTAGRAM TIPS] Memotret Buku dengan Kamera HP atau Kamera DSLR?

1. 5 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online
2. Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?
3. Apa Itu Books Aficionado?
4. Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks
5. 7 Tips Meningkatkan Follower Bookstagram untuk Pemula
6. 30 Bookstagram Terms You Should Know
7. 20 Inspirasi Rainbow Bookshelf di Bookstagram yang Bikin Betah Baca Buku Seharian
8. Pengalaman Borong Buku di Big Bad Wolf Jakarta (Bonus: 5 Tips Biar Enggak Kalap)
9. 5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak
10. Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi
11. [BOOK REVIEW] Off the Record Karya Ria SW
12. 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers
13. 15 Rupi Kaur Powerful Quotes Every Girl Needs to Read
14. 15 Akun Bookstagram Indonesia Terfavorit, Sudah Follow Belum?
15. 3 Penulis Teenlit yang Novelnya Bikin Kangen Masa SMA
16. 7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku
17. Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17
18. 11 Most Creative Bookstagrammer to Follow in 2018
19. Asyiknya Belanja Buku di Periplus, Toko Buku Impor Langganan
20. [BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk, Si Pengingat Mimpi
21. 17 Rekomendasi Buku di POST Bookshop Pasar Santa
22. 5 Tips Meningkatkan Engagement Bookstagram Lewat Pemberian Komentar
23. [EKSKLUSIF] Bab Pertama Novel The Perfect Catch Karya Chocola
24. [BOOK REVIEW] Na Willa: Serial Catatan Kemarin Karya Reda Gaudiamo
25. 7 Properti untuk Bookstagram Biar Foto Makin Keren
26. 7 Cara Memfoto Buku untuk Bookstagram
27. Pengalaman Membeli Buku di POST Bookshop Pasar Santa
28. Pengalaman Beli Buku di Grobmart untuk Pertama Kalinya
29. [BOOK REVIEW] Aku, Meps, dan Beps Karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo
30. [BOOK REVIEW] Milk and Honey Karya Rupi Kaur Versi Bahasa Indonesia


4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.