Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta: Tempat Asyik Belajar Budaya Jerman

470
Perpustakan Goethe-Institut Jakarta: Tempat Asyik Belajar Budaya Jerman
Perpustakaan Goethe Institut Jakarta, tempat asyik buat belajar budaya dan bahasa Jerman.

Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta: Tempat Asyik Belajar Budaya Jerman – “Ich liebe dich,” saya membaca sebuah judul cerita pendek anak di salah satu majalah, yang entah apa namanya.

Kalau enggak salah ingat, waktu itu saya masih SD, dan membaca majalah anak adalah salah satu aktivitas ringan dan menyenangkan.


Setelah dicari tahu, ternyata ich liebe dich berarti I love you dalam bahasa Jerman. Hmm… menarik, pikir saya. Bahasanya terdengar begitu unik. Rasanya, jadi kepengin mendalami bahasa Jerman, deh.

Nah, ternyata, ada tempat yang asyik banget nih buat belajar bahasa Jerman, yakni di Perpustakaan Goethe Institut Jakarta. Ada yang udah pernah main ke sini belum?

Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta: Tempat Asyik Belajar Budaya Jerman

Yup, Goethe-Institut sendiri memang merupakan pusat kebudayaan Jerman di Indonesia di mana masyarakat bisa belajar soal bahasa, kebudayaan, atau hal-hal lain terkait Jerman.

Di Goethe-Institut, biasanya banyak yang mengambil kursus bahasa Jerman, entah karena memang tertarik dengan bahasanya atau ada juga yang kepengin lanjut studi di Jerman, yang mana bisa berbahasa Jerman merupakan salah satu persyaratannya.

Beberapa waktu lalu, saya sempat menyambangi Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta yang terletak di Menteng dan ternyata tempatnya se-pewe itu!


Kesan pertama yang saya dapat begitu masuk ke Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta adalah… ya ampun nyaman banget!

Memang, perpustakaan ini enggak sebagus atau se-Instagrammable Perpustakaan Erasmus Huis. Namun, di sini para pengunjung bisa belajar bahasa dan kebudayaan Jerman dengan lebih variatif dan interaktif. Selengkapnya akan dipaparkan di bawah ini, ya.


Ada Koleksi Apa Saja?

Oke, kita mulai dari koleksi bukunya, ya. Di Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta, pengunjung bisa menemukan beragam buku anak-anak, sastra Indonesia yang sudah diterjemahkan ke bahasa Jerman, hingga sastra Jerman.

Untuk para pemula yang baru awal-awal banget belajar bahasa Jerman, bisa membaca buku anak-anak terlebih dulu. Biasanya buku anak-anak ini mengandung kata-kata yang singkat dan lebih banyak ilustrasinya.

Namun, kalau kepengin baca bacaan yang lebih panjang, perpustakaan ini juga menyediakan buku-buku bilingual, kok.

Nanti tinggal lihat kode pada tulang buku saja biar lebih mudah. Nah, jadi untuk para pemula seperti saya, enggak perlu khawatir kalau mau baca buku di Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta, meski belum ngerti-ngerti banget soal bahasa Jerman. Hehehe. 😀

Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta

Oh ya, di Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta ini juga ada banyak banget buku referensi atau buku pelajaran yang cocok banget buat digunakan oleh pengunjung yang pengin belajar bahasa Jerman.

Bahkan, murid-murid yang lagi butuh referensi soal buat ujian, sering banget memanfaatkan buku-buku di perpustakaan ini.

Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta

Kalau kamu mau pinjam bukunya boleh banget, kok. Mau dibaca di tempat juga bisa. Di perpustakaan ini sudah disediakan meja dan kursi super nyaman untuk para pengunjung.

Ah, andaikan hari itu saya membawa laptop, pengin banget kerja di sana. Tempatnya adem, cahaya lampu enggak terlalu terang, banyak stop kontak, enggak terlalu disesaki pengunjung, hening pula.

Saya yakin bakalan konsen banget deh, kalau kerja atau nugas di Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta. Hehehe. 😀

Anyway, kalau lagi bosen baca buku, ada alternatif lain nggak sih, buat belajar bahasa dan kebudayaan Jerman?

Tenang, para pengunjung bisa melakukan serangkaian aktivitas lain yang enggak kalah seru di Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta! Contoh, kamu bisa main game di Gaming Room yang tersedia di sana. Game-nya macem-macem! Dari PlayStation sampai XBOX tersedia, lho!

Kalau mau pakai ruangannya, wajib booking dulu 1 hari sebelumnya, ya. Setiap sesi berlangsung 2 jam lamanya.

Biasanya, yang main di sini tuh kebanyakan anak-anak yang lagi nunggu jadwal kelas. Katanya, kalau Gaming Room lagi dipake, wah… rame banget!

Nah, kalau Gaming Room sedang full booked, kamu juga bisa main board game, nih, setiap hari Jumat. Untuk board game, ada yang bisa dipinjam dan ada juga yang enggak. Untuk yang bisa dipinjam, maksimal satu minggu, ya.

Lalu, Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta juga menyediakan iPad berisi permainan interaktif yang bikin pengalaman belajar bahasa Jerman jadi lebih interaktif!

Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta

Selanjutnya, beranjak ke lantai 2 Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta, ada ruangan yang enggak kalah pewe dari lantai 1. Bisa dibilang, lantai 2 ini adalah ruang multimedia, di mana kamu bisa menonton film dan mendengarkan musik!

Kalau ingin menonton film, langsung aja pilih film yang di-display di rak, lalu duduklah dengan nyaman di bean bag yang disediakan.

Kalau belum paham bagaimana cara menggunakan CD player, petugas di Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta akan dengan senang hati membantu.

Saya sempat minta rekomendasi film Jerman favorit yang bagus dan katanya Dornröschen ini layak ditonton. Anyway, Dornröschen itu artinya Sleeping Beauty. Penasaran enggak sih, sama Sleeping Beauty versi Jerman ini?

Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta

Untuk musik, pilihannya pun beragam. Di sini, kamu berkesempatan untuk mengenal musisi-musisi Jerman. Wah, kayaknya pencinta musik wajib mampir ke perpustakaan ini, deh.

Oh ya, untuk buku, CD musik, dan film bisa dipinjam hingga 4 minggu lamanya, ya.


Bagaimana Cara Meminjam Buku?

Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta

Lalu, Apa lagi nih, yang seru dari Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta? Rupanya, kalau mau pinjam buku di sini tuh self service gitu.

Ada mesin khusus yang mampu memindai barcode secara otomatis, yang akan memudahkan pengunjung untuk meminjam, memperpanjang masa pinjaman, atau mengembalikan buku.

Semua tercatat di sistem dan pas saya diberi tahu bagaimana cara penggunannya, wah amazed sendiri! Ternyata teknologi sangat memudahkan para pencinta buku kala meminjam buku, ya.

Nah, kalau kamu tertarik untuk datang ke Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta ini, dapatkan informasi selengkapnya di sini, ya.


Onleihe, Perpustakaan Digital Goethe-Institut

View this post on Instagram

Semenjak mampir ke Perpustakaan @goetheinstitut_indonesien, aku jadi pengin banget belajar bahasa Jerman. Tapiii… sayangnya aku gak bisa sering-sering main ke sana. Selain rumahku jauh, weekdays-ku udah full booked banget sama kerjaan kantor. 😭😭 . Tapi untungnya temen-temen di Goethe ngasih tahu aku kalau mereka punya perpustakaan digital yang bisa diakses di mana aja, kapan aja, GRATIS pula! Namanya, #Onleihe. Yup, gambarnya ada di foto ini. Nah, Onleihe  punya lebih dari 35.000 material berbahasa Jerman, yang mana 392 di antaranya merupakan materi pembelajaran bahasa Jerman. Yang menarik, materinya bukan cuma eBook doang, melainkan ada ePaper, eMagazine, eMusic, eAudio Book, dan eVideo (khusus video/film cuma bisa diakses di PC). . Kalau mau #BelajarBahasaJerman, aku disaranin untuk membaca buku anak-anak dulu. Nah, karena aku gak ngerti sama sekali soal bahasa ini, makanya aku cari buku anak-anak bilingual Inggris-Jerman. Awalnya masih kagok, tapi ternyata seru dan membantu aku banget buat belajar bahasa baru. Lumayaaannn, aku bisa hemat uang buat biaya kursus. Hehehe. 🤭🤭 . Nah, untuk kamu yang lagi belajar bahasa Jerman atau bermimpi untuk mengunjungi negara tersebut suatu hari nanti (akuuuuuu! 🙈🙈), yuk cicil belajar bahasa Jerman lewat Onleihe. Kalau kamu mau download aplikasi atau tahu info selanjutnya, langsung kunjungi www.goethe.de/perpusdigital. 🤗🤗

A post shared by sɪɴᴛɪᴀ ᴀsᴛᴀʀɪɴᴀ | Indonesia 🇲🇨 (@sintiawithbooks) on

Untuk kamu yang tinggal di luar kota tapi kepengin belajar bahasa Jerman juga, kamu bisa mengakses lebih dari 35.000 materi pembelajaran berbahasa Jerman lewat Onleihe.

Ini merupakan perpustakaan digital Goethe-Institut yang bisa diakses kapan aja, di mana aja, dan gratis pula!

Media pembelajarannya pun bukan cuma buku atau eBook aja, melainkan ePaper, eMagazine, eMusic, eAudio Book, dan eVideo. Oh ya, untuk film hanya bisa diakses melalui PC, ya.

Onleihe sendiri bisa diakses melalui PC, tablet, smartphone (iOS dan Android), dan eBook reader. Jadinya enggak ribet, deh. Nah, untuk info selengkapnya klik di sini, ya.

Gimana, kamu tertarik untuk menjadi anggota Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta? Kalau kamu sedang mengikuti kursus bahasa Jerman di Goethe-Institut, kamu bisa meminjam buku secara gratis.

Berbeda halnya dengan masyarakat umum, diwajibkan membayar biaya Rp50.000 untuk membership selama satu tahun, yang mana sudah termasuk Wi-Fi di sana. Cukup terjangkau, ya!

Tunggu apa lagi, yuk main ke Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta dan belajar bahasa serta budaya Jerman bareng-bareng. Siapa tahu, suatu hari nanti bisa ke Jerman langsung, kan? 😀


Serunya bisa belajar bahasa Jerman gratis di perpustakaan ini.

Alamat: Jalan Dr. GSSJ Ratulangi No.9-15, RT.2/RW.3, Gondangdia, Kec. Menteng, Jakarta Pusat – 10350

Jam Buka:

  • Senin-Kamis:12.30 – 19.00 WIB
  • Jumat: 11.30 – 19.00 WIB
  • Sabtu: 12.30 – 19.00 WIB
  • Minggu: 11.00 – 15.00 WIB

No. Telepon: (021) 3914042


Bacaan selanjutnya yang enggak kalah asyik! Yakin nggak mau baca? 🤔

Berburu Buku Murah di Vintage Vibes, Alam Sutera

1. 7 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online
2. Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?
3. Apa Itu Books Aficionado?
4. Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks
5. 7 Tips Meningkatkan Follower Bookstagram untuk Pemula
6. 30 Bookstagram Terms You Should Know
7. 20 Inspirasi Rainbow Bookshelf di Bookstagram yang Bikin Betah Baca Buku Seharian
8. Pengalaman Borong Buku dan Panduan Lengkap ke Big Bad Wolf Jakarta
9. 5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak
10. Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi
11. 5 Teknik Meningkatkan Engagement Bookstagram Lewat Pemberian Komentar
12. 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers
13. 15 Rupi Kaur Powerful Quotes Every Girl Needs to Read
14. 15 Akun Bookstagram Indonesia Terfavorit, Sudah Follow Belum?
15. 3 Penulis Teenlit yang Novelnya Bikin Kangen Masa SMA
16. 7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku
17. Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17
18. 11 Most Creative Bookstagrammer to Follow in 2018
19. Asyiknya Belanja Buku di Periplus, Toko Buku Impor Langganan
20. [BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk Karya Rinda Maria Gempita
21. 17 Rekomendasi Buku di POST Bookshop Pasar Santa
22. [BOOKSTAGRAM TIPS] Memotret Buku dengan Kamera HP atau Kamera DSLR?
23. [EKSKLUSIF] Bab Pertama Novel The Perfect Catch Karya Chocola
24. [BOOK REVIEW] Na Willa: Serial Catatan Kemarin Karya Reda Gaudiamo
25. 7 Properti untuk Bookstagram Biar Foto Makin Keren
26. 7 Cara Memfoto Buku untuk Bookstagram
27. Pengalaman Membeli Buku di POST Bookshop Pasar Santa
28. Pengalaman Beli Buku di Grobmart untuk Pertama Kalinya
29. [BOOK REVIEW] Aku, Meps, dan Beps Karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo
30. Bagaimana Cara Menulis Caption untuk Bookstagram?
31. [BOOK REVIEW] The Stories of Choo Choo: You’re Not as Alone as You Think Karya Citra Marina
32. [BOOK REVIEW] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella FP
33. 10 Kutipan Terbaik dari Buku NKCTHI Karya Marchella FP
34. [BOOK REVIEW] Things & Thoughts I Drew When I was Bored Karya Naela Ali
35. [BOOK REVIEW] Milk and Honey Karya Rupi Kaur Versi Bahasa Indonesia
36. [BOOK REVIEW] Off the Record Karya Ria SW
37. 17 Ide Foto Bookstagram Bertema Natal yang Bisa Kamu Tiru
38. Cara Mudah Menemukan Buku yang Sedang Diskon di Toko Online
39. Berkunjung ke Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan Tertinggi di Dunia
40. Akhir Pekan Produktif di Haru Bookstore Gading Serpong
41. Mudahnya Beli Buku Online di Belbuk.com
42. Kebiasaan Membaca Buku di Perjalanan yang Ingin Saya Tularkan ke Kamu
43. Ngobrolin Novel Taman Pasir di Twitter Bareng Penerbit Grasindo
44. Bedah Buku dan Peluncuran Novel Nyanyian Hujan
45. @sintiawithbooks’ Best Nine on Instagram in 2018
46. [BOOK REVIEW] Seri Kemiri Yori Karya Book For Mountain
47. Serunya Kumpul dan Makan Siang Bareng Nagra dan Aru
48. 8 Booktuber Indonesia Favorit yang Wajib Kamu Tonton Videonya
49. 4 Blogger Buku Favorit yang Sering Kasih Rekomendasi Buku Bagus
50. 7 Rekomendasi Buku yang Asyik Dibaca Saat Traveling
51. Kenapa Sih Suka Banget Bawa Buku Saat Traveling?
52. 5 Tips Memilih Buku untuk Dibawa Saat Traveling
53. Apa Itu Book-Shaming dan Kenapa Harus Dihentikan?
54. Donasi Buku Lewat Lemari Bukubuku, Bisa Dapat Gambar Gratis!
55. [BOOK REVIEW] The Book of Imaginary Beliefs Karya Lala Bohang
56. Pengorbanan Bookstagrammer Demi Dapat Foto Bagus, Pernah Ngerasain?
57. [Book Review] Deep Wounds Karya Dika Agustin
58. 5 Buku Ilustrasi Favorit untuk Kamu yang Butuh Bacaan Ringan
59. Baca 5 Buku tentang Perempuan Ini Saat Hari Perempuan Internasional
60. Panduan Membuat Kartu Anggota Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
61. Things to Know About Big Bad Wolf Books Sale 2019 and My Book Haul!
62. 10 Male Bookstagrammers Who Will Inspire You to Read More
63. [BOOK REVIEW] Dear Tomorrow: Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda
64. [BOOK REVIEW] The Naked Traveler 8: The Farewell Karya Trinity
65. [BOOK REVIEW] Bicara Tubuh Karya Ucita Pohan dan Jozz Felix
66. Pengalaman Belanja Buku di Gramedia World BSD, Tangerang
67. Singgah Sejenak di Perpustakaan Erasmus Huis Jakarta Selatan
68. The Reading Room, Kemang: Sensasi Makan di Perpustakaan
69. Toko Buku Independen POST, Surga Kecil Para Pencinta Buku
70. Membawa Buku di Penjuru Dunia ke Transit Bookstore Pasar Santa
71. Indie Bookshop Tour: Tur Toko Buku Independen Perdana di Jakarta
72. 7 Inspirasi Tempat Baca Favorit Para Bookstagrammer
73. Toko Buku Foto Gueari Galeri: Jual Foto, Emosi, dan Cerita
74. [BOOK REVIEW] Kamu Terlalu Banyak Bercanda Karya Marchella FP
75. [BOOK REVIEW] The Loneliest Star in the Sky Karya Waliyadi
76. Ketagihan Baca E-book Gara-gara Gramedia Digital
77. [BOOK REVIEW] Jingga Jenaka Karya Annisa Rizkiana Rahmasari
78. [BOOK REVIEW] Nanti Kita Sambat tentang Hari Ini Karya Mas Aik
79. [BOOK REVIEW] Avontur, Dear 19 Karya Thinkermoon
80. [BOOK REVIEW] Flowers over the Bench Karya Gyanindra Ali
81. Menyusuri Tumpukan Buku-buku Lawas di Galeri Buku Bengkel Deklamasi
82. 5 Cara Menabung untuk Membeli Buku
83. 5 Cara Menemukan Inspirasi untuk Bookstagram
84. [BOOK REVIEW] Addio Karya Alya Damianti
85. 5 Rekomendasi Film Favorit Berlatar Toko Buku, Sudah Nonton?
86. Berburu Buku Murah di Vintage Vibes, Alam Sutera
87. 6 Tips Biar Enggak Kalap Belanja Buku di Big Bad Wolf
88. [BOOK REVIEW] Mind Platter (Bejana Pikiran) Karya Najwa Zebian


4 KOMENTAR

  1. Lambat laun perpustakaan mengikuti perkembangan zaman. Dulu orang berpikiran perpustakaan itu hanya sebatas tempat menaruh buku. Sekarang tidak lagi.
    Untuk peminjaman mandiri, saya tahu sejak kuliah. Berhubung jurusan saya perpustakaan, jadi seidkit tahu tentang layanan mandiri dalam peminjaman dan pengembalian koleksi.
    Menarik melihat perpustakaan seperti ini 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.