5 Cara Menabung untuk Membeli Buku

483
5 Cara Menabung untuk Membeli Buku
Siapa nih yang suka kalap kalau lagi ada di bazar buku murah?

5 Cara Menabung untuk Membeli Buku – Banyak yang penasaran gimana caranya saya punya banyak banget koleksi buku. Enggak jarang, mereka bilang kalau mereka pengin banget punya buku sebanyak yang saya miliki.

The ugly truth behind all of my books is… belum semuanya saya baca! Hehehe. Faktanya, masih banyak yang diplastikin. Terus, sudah tahu masih banyak unread books, saya tetap beli, beli, dan terus beli. Ya gitu, deh, kalau sudah berhubungan dengan buku, mana bisa tahan?


Sejujurnya, saya sendiri enggak punya budget khusus untuk membeli buku. Kalau lagi pengin beli buku, ya beli. Namun belakangan ini saya lebih selektif memilih buku karena enggak mau mengulang kesalahan yang dulu-dulu, yakni cuma beli-beli doang, tapi enggak dibaca.

Nah, untuk kamu yang punya daftar panjang buku-buku incaran, atau pengin mengoleksi lebih banyak buku di rumah, ini dia 5 cara menabung untuk membeli buku.

5 Cara Menabung untuk Membeli Buku

1Tentukan budget untuk membeli buku

Ini dia cara menabung untuk membeli buku yang pertama. Seperti yang sudah diungkapkan sebelumnya, saya memang enggak punya budget khusus untuk membeli buku. Kalau lagi kepengin beli, ya beli.

Makanya, enggak heran kalau pengeluaran dadakan kayak gitu malah mengganggu arus kas atau tabungan yang dimiliki.

Kalau memang ingin rutin membeli buku, sebaiknya membuat perencanaan yang matang, yang mana bisa dimulai dengan menentukan budget terlebih dulu.


Misalnya, dalam sebulan kamu dapat uang jajan sebanyak Rp1.000.000. Nah, kamu bisa mengalokasikannya ke pos-pos pengeluaran dengan metode 50:30:20, dengan rincian sebagai berikut:

  • 50% = Rp500.000 untuk kebutuhan utama kamu sehari-hari, seperti makan dan transportasi
  • 30% = Rp300.000 untuk happy-happy! Ya, seperti membeli buku.
  • 20% = Rp200.000 untuk ditabung atau diinvestasikan.

Perhitungan di atas enggak saklek, ya. Bisa disesuaikan dengan kondisi keuangan kamu sendiri. Yang ingin ditekankan di sini adalah kamu harus bisa konsisten dalam merencanakan anggaran keuangan, terutama untuk membeli buku.

Baca juga: Indie Bookshop Tour: Tur Toko Buku Independen Perdana di Jakarta

Oke, katakanlah kamu punya budget untuk membeli buku sebanyak Rp300.000. Ya… bukan berarti Rp300.000 itu harus habis dalam sebulan. Kalau masih ada sisa sih, oke banget, bisa kamu tabung atau investasikan.

Perhitungan di atas adalah pedoman supaya kamu enggak kebablasan pas membeli buku. Kalau ada buku yang harganya lebih dari Rp300.000, ya kamu mesti menahan diri untuk enggak maksa beli. Bisa juga, kamu harus menabung sedikit lebih lama atau membeli di bulan berikutnya.


2Buat akun/rekening khusus buku

Poin yang satu ini akan memudahkan kamu untuk mengalokasikan budget untuk membeli buku, nih. Saya sendiri memanfaatkan fitur Dream Saver dari Jenius yang dapat mengalokasikan uang ke pos buku secara otomatis.

Jadi, saya hanya perlu mengatur jumlah nominal yang ingin dicapai, menentukan target waktu, lalu nabung, deh sampai tercapai! Ini ngebantu banget sih, supaya pengeluaran enggak kecampur-campur dengan yang lain. 👌😊


3Tambah pemasukan kamu

cara menabung untuk membeli buku

Bagi kamu yang masih sekolah atau kuliah, mungkin sumber pemasukan utama kamu dari orangtua. Namun, bukan berarti kamu terus-menerus mengandalkan mereka.

Dulu banget, saya pernah iseng kirim puisi ke media-media dan untuk setiap karya yang dimuat, saya dapat upah Rp50.000. Meski jumlahnya enggak besar, lumayan banget nggak sih, sedikit demi sedikit bisa mulai memperbanyak income stream sejak dini?

Baca juga: 7 Inspirasi Tempat Baca Favorit Para Bookstagrammer

Kalau sekarang, meski sudah bekerja dan punya pendapatan tetap setiap bulan, cari pemasukan lain teteap wajib hukumnya, dong! Contohnya, dengan ngeblog atau bikin konten di media sosial.

Puji Tuhan, tambahan pemasukan bisa saya alokasikan ke pos pengeluaran untuk membeli buku setiap bulannya, deh! 😀

Anyway, ini cara-cara lain yang bisa kamu lakukan untuk menambah pemasukan:

  • menyewakan buku yang kamu punya,
  • book unhaul,
  • menjual jasa, seperti membuat ilustrasi dan journaling kit,
  • jadi penulis lepas atau blogger
  • buka kursus/les privat

4Hindari berhutang

cara menabung untuk membeli buku

It’s a big no, no! Kalau lagi pengin beli buku, enggak perlu ah sampai berhutang. Kalau memang kamu belum punya cukup uang untuk membeli buku, enggak masalah kan menabung sedikit lebih keras dan lebih lama?

Atau, kamu bisa meminjam buku yang ingin dibaca dari teman, perpustakaan, atau platfom digital seperti iPusnas, Gramedia Digital, dan sebagainya.


5Beli buku pas diskon?

cara menabung untuk membeli buku

Hmm… kadang ini jadi jebakan Batman, nih! Buku-buku dengan harga diskon pada dasarnya bisa menguras tabungan lebih banyak, apalagi kalau sumber uangnya bukan dari pos khusus untuk membeli buku (penjabaran di poin pertama).

Contoh, kamu punya budget Rp300.000. Untuk harga normal, kamu bisa membeli sekitar 4 buku. Eh, tapi lagi ada promo beli 5 buku, bisa dapat diskon 30%. Akhirnya, uang yang kamu keluarkan lebih dari budget seharusnya. Nah lho, gimana tuh?

Pas sampai di kasir dan selesai melakukan pembayaran, malah jadi mikir, kok uang yang dikeluarkan jadi lebih banyak, ya? Meski dapat 1 buku tambahan, tapi udah lebih dari budget seharusnya, nih.

Baca juga: Menyusuri Tumpukan Buku-buku Lawas di Galeri Buku Bengkel Deklamasi

Lalu mikir lagi, buku yang dibeli enggak terlalu dipenginin padahal. Plus, ternyata diskon 30%-nya maksimal Rp20.000 doang!

Nah, lhooo… tampaknya harus lebih berhati-hati dengan pola pikir “Mumpung harganya murah, kapan lagi?”, nih. Bukannya untung, malah jadi buntung! 😢😭

Lalu, kalau uang yang dikeluarkan lebih dari yang seharusnya gimana?

  • Harus bisa lebih menahan diri ketika hendak membeli buku. Ingat, kamu sudah membuat budget di awal, kan? Kalau kamu udah membuat rencana pengeluaran tapi enggak disiplin, ya buat apa?
  • Belajar menahan diri, ya. Ketahui mana buku yang benar-benar pengin kamu baca. Hindari juga buku-buku yang cuma bikin lapar mata! Jangan kayak saya, suka banget beli buku, tapi ujung-ujungnya enggak dibaca dan aku unhaul. Huhuhu. 😣
  • Tentukan prioritas. Enggak semua buku harus kamu dapatkan sekaligus dalam satu waktu. Kamu ada waktu untuk membacanya? Buku di rumah masih banyak yang belum dibaca?
  • Potong budget membeli buku di bulan selanjutnya.

Nah, itulah dia 5 cara menabung untuk membeli buku. Menurut kamu, mana sih cara yang paling efektif? Semoga bermanfaat! 😀


Bacaan selanjutnya yang enggak kalah asyik! Yakin nggak mau baca? 🤔

Kebiasaan Membaca Buku di Perjalanan yang Ingin Saya Tularkan ke Kamu

1. 7 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online
2. Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?
3. Apa Itu Books Aficionado?
4. Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks
5. 7 Tips Meningkatkan Follower Bookstagram untuk Pemula
6. 30 Bookstagram Terms You Should Know
7. 20 Inspirasi Rainbow Bookshelf di Bookstagram yang Bikin Betah Baca Buku Seharian
8. Pengalaman Borong Buku dan Panduan Lengkap ke Big Bad Wolf Jakarta
9. 5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak
10. Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi
11. 5 Teknik Meningkatkan Engagement Bookstagram Lewat Pemberian Komentar
12. 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers
13. 15 Rupi Kaur Powerful Quotes Every Girl Needs to Read
14. 15 Akun Bookstagram Indonesia Terfavorit, Sudah Follow Belum?
15. 3 Penulis Teenlit yang Novelnya Bikin Kangen Masa SMA
16. 7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku
17. Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17
18. 11 Most Creative Bookstagrammer to Follow in 2018
19. Asyiknya Belanja Buku di Periplus, Toko Buku Impor Langganan
20. [BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk Karya Rinda Maria Gempita
21. 17 Rekomendasi Buku di POST Bookshop Pasar Santa
22. [BOOKSTAGRAM TIPS] Memotret Buku dengan Kamera HP atau Kamera DSLR?
23. [EKSKLUSIF] Bab Pertama Novel The Perfect Catch Karya Chocola
24. [BOOK REVIEW] Na Willa: Serial Catatan Kemarin Karya Reda Gaudiamo
25. 7 Properti untuk Bookstagram Biar Foto Makin Keren
26. 7 Cara Memfoto Buku untuk Bookstagram
27. Pengalaman Membeli Buku di POST Bookshop Pasar Santa
28. Pengalaman Beli Buku di Grobmart untuk Pertama Kalinya
29. [BOOK REVIEW] Aku, Meps, dan Beps Karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo
30. Bagaimana Cara Menulis Caption untuk Bookstagram?
31. [BOOK REVIEW] The Stories of Choo Choo: You’re Not as Alone as You Think Karya Citra Marina
32. [BOOK REVIEW] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella FP
33. 10 Kutipan Terbaik dari Buku NKCTHI Karya Marchella FP
34. [BOOK REVIEW] Things & Thoughts I Drew When I was Bored Karya Naela Ali
35. [BOOK REVIEW] Milk and Honey Karya Rupi Kaur Versi Bahasa Indonesia
36. [BOOK REVIEW] Off the Record Karya Ria SW
37. 17 Ide Foto Bookstagram Bertema Natal yang Bisa Kamu Tiru
38. Cara Mudah Menemukan Buku yang Sedang Diskon di Toko Online
39. Berkunjung ke Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan Tertinggi di Dunia
40. Akhir Pekan Produktif di Haru Bookstore Gading Serpong
41. Mudahnya Beli Buku Online di Belbuk.com
42. Kebiasaan Membaca Buku di Perjalanan yang Ingin Saya Tularkan ke Kamu
43. Ngobrolin Novel Taman Pasir di Twitter Bareng Penerbit Grasindo
44. Bedah Buku dan Peluncuran Novel Nyanyian Hujan
45. @sintiawithbooks’ Best Nine on Instagram in 2018
46. [BOOK REVIEW] Seri Kemiri Yori Karya Book For Mountain
47. Serunya Kumpul dan Makan Siang Bareng Nagra dan Aru
48. 8 Booktuber Indonesia Favorit yang Wajib Kamu Tonton Videonya
49. 4 Blogger Buku Favorit yang Sering Kasih Rekomendasi Buku Bagus
50. 7 Rekomendasi Buku yang Asyik Dibaca Saat Traveling
51. Kenapa Sih Suka Banget Bawa Buku Saat Traveling?
52. 5 Tips Memilih Buku untuk Dibawa Saat Traveling
53. Apa Itu Book-Shaming dan Kenapa Harus Dihentikan?
54. Donasi Buku Lewat Lemari Bukubuku, Bisa Dapat Gambar Gratis!
55. [BOOK REVIEW] The Book of Imaginary Beliefs Karya Lala Bohang
56. Pengorbanan Bookstagrammer Demi Dapat Foto Bagus, Pernah Ngerasain?
57. [Book Review] Deep Wounds Karya Dika Agustin
58. 5 Buku Ilustrasi Favorit untuk Kamu yang Butuh Bacaan Ringan
59. Baca 5 Buku tentang Perempuan Ini Saat Hari Perempuan Internasional
60. Panduan Membuat Kartu Anggota Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
61. Things to Know About Big Bad Wolf Books Sale 2019 and My Book Haul!
62. 10 Male Bookstagrammers Who Will Inspire You to Read More
63. [BOOK REVIEW] Dear Tomorrow: Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda
64. [BOOK REVIEW] The Naked Traveler 8: The Farewell Karya Trinity
65. [BOOK REVIEW] Bicara Tubuh Karya Ucita Pohan dan Jozz Felix
66. Pengalaman Belanja Buku di Gramedia World BSD, Tangerang
67. Singgah Sejenak di Perpustakaan Erasmus Huis Jakarta Selatan
68. The Reading Room, Kemang: Sensasi Makan di Perpustakaan
69. Toko Buku Independen POST, Surga Kecil Para Pencinta Buku
70. Membawa Buku di Penjuru Dunia ke Transit Bookstore Pasar Santa
71. Indie Bookshop Tour: Tur Toko Buku Independen Perdana di Jakarta
72. 7 Inspirasi Tempat Baca Favorit Para Bookstagrammer
73. Toko Buku Foto Gueari Galeri: Jual Foto, Emosi, dan Cerita
74. [BOOK REVIEW] Kamu Terlalu Banyak Bercanda Karya Marchella FP
75. [BOOK REVIEW] The Loneliest Star in the Sky Karya Waliyadi
76. Ketagihan Baca E-book Gara-gara Gramedia Digital
77. [BOOK REVIEW] Jingga Jenaka Karya Annisa Rizkiana Rahmasari
78. [BOOK REVIEW] Nanti Kita Sambat tentang Hari Ini Karya Mas Aik
79. [BOOK REVIEW] Avontur, Dear 19 Karya Thinkermoon
80. [BOOK REVIEW] Flowers over the Bench Karya Gyanindra Ali
81. Menyusuri Tumpukan Buku-buku Lawas di Galeri Buku Bengkel Deklamasi


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.