Page Visited: 195

Jatuh Hati dengan Kenyamanan Hotel Kampi Surabaya – Selain karena alasan harga dan kemudahan akses lokasi, kenyamanan dan keamanan selalu menjadi alasan utama saya ketika memilih hotel untuk menginap. Banyak yang bilang, ah buat apa book hotel bagus-bagus, mahal-mahal, kan buat tidur doang?

Eittsss… jangan salah! Tidur yang nyaman dan berkualitas dapat mempengaruhi mood dan stamina ketika traveling. Itulah kenapa ketika memilih tempat menginap, saya cukup selektif. Nggak mau dong, udah jauh-jauh ke suatu tempat, eh badan malah nggak enak cuma gara-gara tempat menginapnya nggak asyik?


Baca juga: Ke Surabaya Naik Kereta Api Argo Bromo Anggrek yang Nyaman

Kunjungan kedua saya ke Surabaya kali ini bisa dibilang cukup beruntung. Gimana nggak? Dinas luar kota membikin saya bisa menginap di hotel yang cukup nyaman. Namanya Hotel Kampi. Letaknya di Jalan Apsari No. 3, persis di tengah kota yang banyak jajanan dan makanan.

Dari luar, hotel ini tampaknya nggak terlalu besar. Namun begitu masuk ke dalam, duh… saya dibikin jatuh hati sama interiornya. Apa yang menarik dari hotel ini?

Pengalaman Menginap di Hotel Kampi Surabaya

Hotel Kampi Surabaya - Kampi Hotel Surabaya

Hotel Kampi Surabaya merupakan hotel bernuansa milenial yang diluncurkan oleh Santika Indonesia Hotels & Resorts, kepunyaannya Kompas Gramedia Group. Hotel ini baru dibuka pada 18 Desember 2018 lalu. Lokasi hotel ini pun cukup strategis, sekitar 40 menit dari Bandara Juanda Surabaya.

Baca juga: Kepincut Kerennya House of Sampoerna Surabaya


Ketika sampai di Hotel Kampi, saya cukup terkesima dengan interiornya yang sangat fresh. Warna putih dan abu-abu mendominasi lobby. Parket kayu pada dinding membuat hotel ini keliatan nggak kaku. Apalagi, pola-pola pada keramik membikin lobby terkesan jadi lebih palyful.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Kampi Hotels (@kampihotels) on

Saya dan seorang rekan kerja yang waktu itu dinas bareng, langsung disambut seorang resepsionis yang mengurus proses check in kami.

Usut punya usut, para staf Hotel Kampi Surabaya ini disebut sebagai Crafter, yang mana mereka bertugas untuk membantu para tamu merasakan pengalaman menginap yang lebih menyenangkan. Bahkan, mereka nggak nolak untuk memberikan rekomendasi wisata bagi para turis lokal atau rekomendasi makanan yang sesuai dengan tamu hotel. Seru banget, ya?

Pantesan, waktu saya tanya di mana cabang Bebek Sinjay Madura paling enak di Surabaya, saya beneran dapat rekomendasi yang enak!

Oke, kembali lagi ke check in. Untuk proses check in sendiri cukup cepat dan nggak ribet. Hanya perlu melengkapi data diri dan validasi, barulah kemudian mendapatkan card lock.

Sebagai informasi, hotel ini memiliki 196 kamar dengan tiga pilihan kamar, yakni Champs Twin, Champs Hollywood, dan Champs Park View. Saya sendiri kala itu mendapatkan kamar Champs Twin.

Baca juga: Gereja Tertua di Surabaya: Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria

Setelah mendapatkan cardlock, saya langsung naik ke lantai 9 (jujur lupa lantai berapa, kalau nggak salah sih 9), tempat di mana kamar saya berada. Yang menarik, lift hotel bintang tiga ini memiliki kaca transparan sehingga pengunjung bisa melihat suasana di luar seperti apa.

Masuk ke kamar, langsung deh, room tour. Jujur, saya happy banget pas pertama kali masuk ke kamar. Interiornya sedap dipandang mata, nuansanya enak, bener-bener senyaman itu.

Hotel Kampi Surabaya - Kampi Hotel Surabaya

Apa saja fasilitas yang bisa dinikmati di dalam kamar ini? Saya kebetulan dapat King Bed, tapi sayangnya ini adalah Twin Bed yang dijadikan satu atau dirapatkan. Kalau tidur di posisi bagian tengah, rasanya seperti “jeblos”. Makanya meski tempat tidurnya cukup besar, saya lebih memilih tidur di bagian kiri atau kanan.

Baca juga: Menyaksikan Wayang Potehi di Hong Tiek Hian, Klenteng Tertua di Surabaya

Bagaimana dengan kasur dan bantalnya? Cukup empuk. Saya suka menyusun dua bantal sekaligus untuk kepala, sementara dua bantal lainnya biasanya saya jadikan guling supaya tidur bisa lebih nyenyak.

Hotel Kampi Surabaya - Kampi Hotel Surabaya

Kemudian, di kamar ini ada meja dan kursi yang biasanya saya manfaatkan untuk bekerja dengan laptop. Ada pula meja kecil di salah satu sudut yang menyediakan air mineral, teh, kopi, gula, serta ketel listrik.

Pada dinding, tergantung TV yang senantiasa saya nyalakan sepanjang malam. Iya, jujur saya tuh anaknya suka parno dan takut kalau pas tidur sendirian, apalagi dengan suasana kamar yang terlalu hening. Makanya saya pasti menyalakan TV sampai pagi. ๐Ÿ˜‚

Baca juga: Sampai Surabaya Langsung Disambut Lontong Balap Pak Gendut

Kemudian, di kamar Hotel Kampi Surabaya ini juga ada cermin panjang yang memudahkan saya untuk melihat penampilan dari ujung kepala hingag ujung kaki. Ada lemari untuk menyimpan pakaian, juga ada brankas bila ingin menyimpan benda-benda tertentu.

Oh, nggak ketinggalan ada telepon yang memudahkan saya untuk menghubungi pihak hotel. Koneksi Wi-Fi yang cukup baik yang mendukung saya berselancar di internet. Juga, pendingin ruangan yang bisa bikin pengalaman menginap di Hotel Kampi Surabaya jadi semakin luar biasa.

Bagaimana dengan stop kontak? Banyak kok, cukup banget untuk mengisi daya baterai ini-itu. Letaknya ada di samping kiri dan kanan tempat tidur, di dekat meja, juga di kamar mandi.

Hotel Kampi Surabaya - Kampi Hotel Surabaya

Omong-omong soal kamar mandi, apa yang menarik dari hotel ini? Lihat deh, saya jatuh hati banget dengan cermin besar berbentuk lingkaran yang bergantung di dinding. Ada dua lampu temaram yang mengapitnya, yang membuatnya tampak begitu elegan dan modern.

Biasanya, saya mendapati cermin kamar mandi yang berbentuk persegi panjang dan memenuhi satu sisi tembok. Tapi yang satu ini berbeda, dan saya suka. Lalu untuk amenities, saya rasa cukup standar, sama seperti hotel lainnya. Ada sikat gigi, odol, shower cap, dan lain-lain.

Nggak ketinggalan, area favorit saya di kamar mandi ini tentu saja shower-nya. Entah kenapa saya selalu rindu membasuh diri di bawah kucuran air hangat. Hahaha. Rasanya semua rasa lelah auto-luruh, deh.

Anyway, saya cukup salut dengan pelayanan Hotel Kampi Surabaya ini. Semua stafnya sungguh ramah dan dapat diandalkan. Sebagai contoh, di malam pertama saya menginap, saya memesan Nasi Cumi Pasar Atom lewat online food delivery. Karena malas turun ke lobby, akhirnya nitip deh, ke resepsionis untuk dibawakan langsung ke kamar.

Eh, baru keingetan kalau di kamar nggak ada sendok dan garpu. Telepon lagi deh ke resepsionis untuk pinjam alat makan. Namun saya disarankan untuk langsung menghubungi dengan pihak restoran, yang nggak lama setelahnya langsung dibantu disambungkan.

Nggak lama, sendok dan garpu tersebut langsung sampai di depan kamar. Duh, maaf merepotkan, ya…. ๐Ÿ˜†

Hotel Kampi Surabaya - Kampi Hotel Surabaya

Oh ya, pas malem-malem, saya iseng turun ke bawah dan menyambangi Restoran Aps3. Ini adalah tempat di mana para pengunjung hotel akan menikmati sarapan atau bersantap di waktu-waktu lain. Ternyata, interior restoran ini nggak kalah ciamik.

Restoran ini mengusung konsep open kitchen yang diletakkan di bagian tengah. Seru banget bisa melihat para chef membuat langsung makanan di sana. Duh, andai saya bisa menjelaskan lebih rinci bagaimana suasana restoran ini.

Oh ya, yang menarik, setiap malam ada live music di restoran ini, lho! Wah, seru banget nggak, sih? Meski malam itu cukup sepi pengunjung, saya malah kesenengan karena ada hiburan yang begitu hangat di tengah Surabaya. Makin nikmat lagi soalnya saya ditemani Jus Stroberi. Hehe. ๐Ÿ˜€

Baca juga: Rawon Setan Bu Sup, Kuliner Surabaya Penggugah Selera

Keesokan harinya, lagi-lagi saya merepotkan pihak hotel, yakni dengan meminjam hair dryer. Biasanya, pihak hotel mengenakan deposit untuk meminjam barang mereka, tapi waktu itu nggak.

Hotel Kampi Surabaya - Kampi Hotel Surabaya

Setelah bersiap-siap dan sudah agak rapi, dengan rambut hampir kering saya langsung turun menuju Restoran Aps3. Sekitar pukul 9, masih banyak tamu hotel yang menyantap sarapan mereka. Kalau dilihat dari wajah-wajah mereka, sepertinya kunjungan para tamu hotel ini untuk business trip, deh.

Oke, setelah menyebutkan nomor kamar saya kepada seorang staf restoran di dekat pintu masuk, saya langsung melihat-lihat berbagai sajian makanan yang dihidangkan.

Ada bubur, sop ayam, roti bakar, jajanan pasar, puding, hingga berbagai makanan berat yang disajikan prasmanan. Oh nggak lupa, omelette alias telur dadar nggak boleh absen kalau sedang sarapan di hotel. Ini menu yang paling nggak bisa saya hindari.

Oh ya, seperti hotel kebanyakan, kalau kita ingin request untuk dibuatkan berbagai kreasi telur, misalnya telur rebus, telur ceplok, telur dadar, dan lain-lain, silakan langsung mengunjungi station yang tersedia.

Bila antrean pembuatan telur sedang ramai, tamu hotel bisa meminta agar pramusaji yang mengantarkan langsung ke meja. Atau kalau nggak, ya kita menanti dengan sabar di dekat station. Kalau saya sih lebih pilih untuk diantar ke meja, sembari saya bisa melihat ragam menu lain yang wajib dicoba. ๐Ÿ˜†

Entah kenapa, saya paling suka saat-saat sarapan pagi di hotel. Secara nggak sadar, santap pagi adalah momen yang saya manfaatkan untuk berkalap ria. Saking serunya menelusuri menu satu ke menu lainnya, rasanya kepengin berlama-lama di sana hingga waktu breakfast habis. Tentu, pengin banget icip satu per satu! Hahaha. ๐Ÿ˜€

Oh ya, hal lain yang saya kagumi dari sarapan di Hotel Kampi Surabaya ini adalah mereka nggak akan membiarkan para tamu hotelnya kelaparan. Artinya, kalau makanan yang terhidang sudah mau habis atau tinggal sedikit, tapi masih ada banyak tamu yang belum sarapan, sepengamatan saya mereka tetap akan memasak lagi.

Mau share pengalaman sedikit. Dulu saya pernah menginap di salah satu hotel di Yogyakarta dan punya pengalaman kurang menyenangkan terkait sarapan mereka. Seingat saya, saya ke restoran sekitar pukul 9 pagi, tapi ternyata makanannya sudah sisa sedikit. Bahkan, ada yang sudah habis. Ketika ditanya ke pihak restoan akan memasak lagi, katanya enggak.

Ya, ya, sepertinya pihak hotel memasak sarapan dengan porsi pas-pasan untuk para tamu yang sedang menginap. Itu artinya, bila ada tamu hotel yang kesiangan sedikit aja, bisa-bisa nggak dapat makanan. Nyebelin, ya? Padahal rate hotel tersebut nggak murah juga, lho. ๐Ÿ™

Anyway, setelah melahap sepiring makanan berat, seperti biasa, mulut dan lidah masih gatel banget kepengin ngunyah. Masih lapar mata pula. Hahaha. Akhirnya mengambil semangkuk Bubur Ketan Hitam, lalu saya siram dengan santan hangat. I don’t know how to say this, tapi lidah saya luar biasa bahagia. ๐Ÿ˜ญโค

Meski udah lumayan kenyang, untungnya seporsi Bubur Ketan Hitam ini nggak bikin perut rewel. Nagih parah! Rasanya pengin bilang terima kasih langsung buat yang kasih ide untuk bikin Bubur Ketan Hitam, plus yang udah bikin makanan ini. Enak sekaliiiii….

Ya, meski cuma menginap semalam di Hotel Kampi Surabaya, saya merasa luar biasa senang. Otak dan badan pun rasanya jadi segar kembali. Ah, andai bisa menginap di sini lebih lama, tentu saya nggak akan nolak.

Jika lain kali kembali berkunjung ke Kota Pahlawan ini, sudah tentu Hotel Kampi akan menjadi salah satu daftar hotel pilihan untuk tempat menginap. Sejauh ini, semua yang saya rasakan sendiri sungguh menyenangkan.

Kalau sebelum-sebelumnya saya nggak bisa move on dari Jogjakarta karena keramahtamahan orang-orangnya, kayaknya saya juga bakal sulit move on dari Surabaya, deh. Kota ini tiba-tiba jadi salah satu kota favorit saya di Pulau Jawa.

Ah, bener-bener nggak sabar untuk balik lagi ke Surabaya.


Rekomendasi hotel lainnya untukmu:

Melepas Lelah Ditemani Sunset di Four Points by Sheraton Manado

1. 5 Tips Memilih Penginapan Buat yang Pengin Solo Traveling
2. Pengalaman Menginap di Hard Rock Hotel Singapura yang Bernuansa Rock โ€˜n Roll
3. Pengalaman Menginap di Genio Hotel Manado Selama 4 Hari 3 Malam
4. Menginap di Hotel California Bandung, Malah Enggak Bisa Tidur Nyenyak
5. Nyamannya Bermalam di Best Western Premier The Hive Cawang
6. Melepas Lelah Ditemani Sunset di Four Points by Sheraton Manado


14 thoughts on “Jatuh Hati dengan Kenyamanan Hotel Kampi Surabaya

  1. Hai, salam kenal!

    Surabaya, terus terang aku belum pernah nyobain tidur di hotel di Surabaya, padahal sering melintas ke Surabaya. Biasanya cuma transit yang nggak butuh nginep, atau nanggung mau nunggu penerbangan jadi mendingan ngemper di bandara, atau nebeng nginep di rumah teman.

    Baca ulasanmu tentang Hotel Kampi Surabaya bikin aku pengen nyoba staycation di sana. Interiornya emang cakep. Semua sudut dipikirin. Detailnya indah. Dan kayaknya makanannya enak yaa.

    1. Halooo salam kenal juga! Hehe iyaa kapan-kapan kalo sedang singgah, boleh banget lho menginap di Hotel Kampi ini. Hitung-hitung bisa sekalian melepas stres dan refreshing. Apalagi di dekat sana banyak jajanan, tinggal jalan kaki, dan pilih deh mau icip apa ๐Ÿ˜€

  2. Duh jatuh cinta sama kamarnya! Aku salfok dengan jendelanya yang bikin serasa homey gitu ๐Ÿ˜

    Soal sarapan di hotel, ternyata kita sepemikiran yaa hahaha aku kalau nginap di hotel pun hal yang paling ditunggu adalah nyobain sarapannya. Hepi aja gitu nyobain setiap makanannya, bisa nambah sepuasnya lagi kalau doyan ๐Ÿ˜› Plus untuk yang bawa anak kayak aku, nggak usah pusing kalau sarapan di hotel, karena pilihannya banyak hahaha

    Aku baru sekali ke Surabaya, itu pun hanya untuk ke nikahan teman. Hanya sempat jajan di pasar atom, belum eksplor kulinernya yang terkenal enak-enak.

    Thank youu untuk review-nya yaa!

    1. Hahaha iyaaa. Kadang sampai malu sendiri kalo sarapan di restoran lamaaaa banget. Ya mau gimana, sering banget kalap ngelihat berbagai makanan yang dihidangkan. Rasanya pengin cobain ini-itu nggak, sih, sebelum mulai explore dan jalan-jalan seharian sampe malem? ๐Ÿ˜€

  3. Sering liat hotel ini seliweran di akun IG mas @travelawan, ternyata memang keren! Interiornya cocok sama tone kamu (dan tone fotoku juga ahaha). Aku setuju, ngantuk itu bisa bikin aku cranky saat traveling, jadi kalo ngantuk atau capek yaaa aku nggak akan merasa bersalah dengan tidur ๐Ÿ˜€

    Setuju juga soal sarapan, pengalaman sarapan di tiap hotel itu beda dan biasanya menyenangkan! Ada temenku yang nggak suka sarapan di hotel, menurutnya sama aja. Di mata blogger kayak kita sih, well, tiap hotel unik ya.

    1. Haha, iya banget, Kakkk! Tidur yang cukup itu perlu banget. Selain untuk menyimpan tenaga, kita juga bisa jagain mood kita biar bagus terus. ๐Ÿ˜€

      Hah seriusan ada yang gak suka sarapan di hotel? Wah, unik juga. Mungkin dia kepengin explore makanan khas suatu daerah makanya melewatkan makanan di hotel kali, ya. Kalau menurutku pribadi, makanan di tiap hotel emang beda-beda dan ada khasnya masing-masing. Ya, walaupun sering nemu yang sama di menu-menunya. Tapi tentu ada hal-hal lain yang bisa di-review, misal dari kenyamanan restonya, kualitas makanan, kebersihan, pelayanan, dan lain-lain. Dan oh ya, kalo review hotel tanpa restonya juga kayak ada yang kurang gituuuu ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close

Have you seen this?

Collab with Me?

We can make something amazing together! From Content Placement & Sponsored Post, Product Review on Instagram/Blog, Media Trip, SEO Content Writing, or anything you want. Click here to discuss or hire me?