pengalaman menginap di de java hotel bandung

Menikmati Akhir Pekan di De Java Hotel Bandung

106 Views

Menikmati Akhir Pekan di De Java Hotel Bandung – Ketika lagi pengin libur akhir pekan dengan budget terbatas, Bandung selalu jadi salah satu kota pilihan untuk dikunjungi. Mungkin kamu bertanya, memangnya Bandung masih menarik, ya? Masih banget, dong. Kota ini punya berbagai sudut yang sayang banget kalau enggak dieksplorasi, yang mana selengkapnya bisa kamu lihat di sini.

Nah, beberapa waktu lalu, saya dan seorang teman pun memutuskan untuk menikmati akhir pekan di Bandung. Dari Stasiun Gambir, kami menumpang Kereta Pangandaran Eksekutif.


Beberapa hari sebelum keberangkatan, kami sempat kebingungan mau menginap di mana. Budget kami untuk semalam sekitar Rp300.000-an, yang mana kalau dibagi dua, relatif murah lah, ya.

Setelah browsing sana-sini, mempertimbangkan segi lokasi, fasilitas, hingga harga, membandingkan dari aplikasi satu dan yang lainnya, akhirnya kami memutuskan untuk menginap di De Java Hotel yang lokasinya persis di seberang Mall Paris Van Java.

Bukannya macet parah di sana? Iya, tapi lokasinya sangat startegis kalau melihat itinerary kami kala itu. Ternyata, hotelnya bagus, deh. Dan harga yang kami dapat juga best deal banget, yakni Rp337.523, Harga ini udah termasuk diskon dan waktu itu saya pesan lewat aplikasi Tiket.com.

Untuk kamu yang kepengin menginap di De Java Hotel tapi penasaran seberapa bagus dan nyamannya tempat ini, berikut ini pengalaman selengkapnya.

Menikmati Akhir Pekan di De Java Hotel Bandung

Sumber foto: hotels.com

Setelah sarapan di restoran vegetarian Kehidupan Tak Pernah Berakhir, saya langsung naik ojeg online ke De Java Hotel. Mengingat hari itu hari Sabtu dan sepertinya PVJ bakal padat banget, naik ojeg online pasti bakal lebih cepet. Jarak menuju hotel sekitar 2,5 km yang memakan waktu tempuh 5-10 menit.


Begitu sampai, saya langsung terpukau dengan jendela dan pintu kaca hotel ini. Interior hotel bintang 4 ini tampak mengesankan. Percampuran unsur tradisional dan modern begitu kental terasa.

Begitu masuk ke lobi, saya melihat di belakang meja resepsionis terdapat kayu-kayu yang membentuk seperti gunungan seperti dalam pementasan wayang kulit.

Sebagai informasi, gunungan melambangkan pintu gerbang istana yang biasanya dimunculkan pada pembuka dan penutup sebuah pementasan. Kalau dipikir-pikir, filosofi ini cocok banget dikaitkan dengan para tamu yang check in dan check out di resepsionis. ๐Ÿ˜€

Alright, proses check in smooth banget. Nggak lama, saya dapat kunci dan langsung ke kamar buat naro barang dan beres-beres. Eh iya, waktu itu saya pesen Superior Room dengan Twin Bed. Ukurannya sekitar 21 meter persegi dan cukup banget untuk ditempati dua tamu.

De Java Hotel sendiri memiliki lime tipe kamar lainnya Deluxe, Executive, Room for Ladies, Junior Suite, dan Suite. Perbedaan tipe kamar ini sudah pasti dari segi luas, interior, juga fasilitas yang ditawarkan.

Namun saya cukup penasaran dengan tipe kamar Room for Ladies. Dari informasi yang saya dapat dari laman resmi hotel, tipe kamar ini dikhususkan untuk para businesswoman atauย traveler perempuan.

Interiornya sengaja dibuat lebih feminin, begitu juga dengan amenities-nya. Amenities yang standar biasanya hanya mencakup sikat gigi, shower cap, sabun tangan, juga cotton bud. Kalau untuk Room for Ladies bahkan sampai disediakan untuk roll rambut hingga beberapa alat untuk perawatan kuku. Seru banget, sih. ๐Ÿ˜€

de java hotel bandung

Bagaimana dengan kamar yang saya pesan? Begitu masuk kamar, nuansa kayu begitu terasa di sana-sini. Di sebelah kanan ada rak berisi kulkas mini, brankas, alas kaki, juga tempat untuk menaruh barang bawaan atau menggantung pakaian.

Di sini juga sudah tersedia air minum, gelas, pemanas air, kopi, teh, dan gula. Disediakan juga camilan semacam keripik pisang, tapi dengan extra cost, ya.

Di sebelah kirinya ada meja panjang dengan kursi putih. Kalau membawa laptop, meja ini akan saya gunakan untuk bekerja. Tapi karena nggak bawa, biasanya saya pakai untuk meletakkan beberapa perintilan, seperti air minum, jam tangan, kamera, dan yang lainnya.

Omong-omong, ternyata ada sofa bed juga, nih, di kamar De Java Hotel Bandung ini. Lumayan banget, kan, kalau habis beraktivitas seharian di luar, tamu bisa duduk di sofa bed daripada di kasur. Biar kuman-kumannya nggak nempel.

Sofa bed ini juga saya pakai untuk duduk-duduk santai sambil baca buku, sembari menunggu rambut kering sehabis keramas. ๐Ÿ˜€

de java hotel bandung

Gimana dengan kasurnya? Standar aja, nggak ada yang terlalu istimewa. Kendati demikian, selimutnya bersih, empuk, nyaman, tapi dikasih bantal masing-masing cuma satu. Penginnya dapet dua bantal biar satunya bisa dijadikan guling. Hehehe. ๐Ÿ˜€

Oh ya, di sebelah kiri dan kanan tempat tidur juga disediakan meja kecil untuk menaruh beberapa benda, misalnya tas kecil, botol air minum, ponsel, juga kamera.

de java hotel bandung

Lanjut ke kamar mandi. Ada benda yang bikin saya girang, coba tebak apa? Yep, hair dryer! Saya nggak perlu bawa dari rumah atau pinjam melalui resepsionis dulu, sudah tersedia di kamar mandi. Kalau cewek-cewek pasti seneng deh ada benda yang satu ini.

Kemudian, untuk urusan amenities cukup standar. Nggak seperti amenities di Room for Ladies, ya Hehe. Begitu pula dengan fasilitas air panas yang disediakan pihak hotel. It’s all great.ย 

de java hotel bandung

Satu feedback saya untuk kamar ini, kenapa cermin hanya tersedia di kamar mandi aja, ya? Kalau mau dandan atau ngaca, mesti ke kamar mandi dulu. Sayang ya, coba ada cermin kecil di luar atau cermin panjang seperti di Hotel Kampi Surabaya, kalau mau ngaca pasti enak.

Nah, setelah mandi dan bersih-bersih, saya dan teman pun langsung eksplorasi berbagai tempat menarik di Bandung, misalnya

  1. Kineruku, toko buku dan perpustakaan indie ala rumahan yang sering jadi tempat nongkrong anak muda Bandung.
  2. One Eighty Coffee & Music, salah satu tempat hits dengan area makan di mana pengunjung bisa mencelupkan kaki ke kolam.
  3. Mie Baso Akung, tempat makan bakso murah dan enak, dengan porsi kuli.
  4. Satu Pintu Coffee, kedai kopi rumahan dengan suasana alam Bandung yang hijau.
  5. Se’i Sapi Lamalera, restoran dengan sajian daging asap yang luar biasa menggoyang lidah.
  6. Factory Outlet,ย malem-malem strolling around ke berbagai factory outlet dan belanja baju.

Pas malamnya, baru deh kembali ke hotel. Waktu itu kami naik taksi online karena udah lumayan capek muter-muter dan pengin duduk dengan nyaman. Ya… sempet kejebak macet juga di jalan menuju PVJ sih, rame banget yang malam mingguan.

Sudah dekat hotel, kami meminta diturunkan di convenience store yang berada persis di sebelah De Java Hotel Bandung. Kami beli beberapa camilan untuk dimakan malam hari atau esok untuk sarapan.

Kami memesan kamar di De Java Hotel Bandung ini tanpa sarapan. Jadi, kami cuma bisa mengintip dari luar gimana kondisi restoran. Kayaknya sih, makanannya enak-enak, ya. Apalagi ini hotel bintang 4. ๐Ÿคค

Keesokan paginya sebelum check out, saya iseng ngelihat fasilitas lain yang ada di De Java Hotel Bandung ini. Saya naik ke lantai paling atas dan ternyata ada kolam renang di sana. Area ini ternyata sering dijadikan wedding venue gitu. Wah, seru juga, ya!

Baca juga: Numpang Tidur 3 Jam di Mirah Hotel Banyuwangi Sebelum ke Kawah Ijen

Lalu, juga ada area yang bisa dimanfaatkan untuk meeting, conference,ย atau mengadakan acara lainnya. Nggak ketinggalan ada satu ruangan untuk gym juga. Saya tengok, tempatnya nggak terlalu spacious.

Adem deh, dari atas sana, saya bisa melihat PVJ dari ketinggian. Bahkan, bisa ngelihat Kebun Bunga Mataharinya juga! Ah, sayang banget waktunya nggak cukup kalau mau mampir ke sana dan foto-foto. Soalnya sore hari nanti udah mesti balik ke Jakarta.

Sekitar pukul 10 pagi, kami check out dan melanjutkan perjalanan selanjutnya sebelum nanti kembali ke Jakarta dengan menggunakan Kereta Argo Parahyangan kelas Ekonomi. Rencana perjalanan kami hari kedua ialah:

  1. Sarapan pagi di Delapan Padi (tempatnya asyik, makanannya enak!)
  2. Ngemil dan ngopi di Toko Kopi Djawa (kedai kopi hits yang udah buka cabang di Jakarta)
  3. Naik bandros dari Alun-alun Bandung (sempat terjadi drama di sini. Hahaha ๐Ÿ˜‚)
  4. Beli oleh-oleh di dekat Stasiun Bandung (nggak boleh ketinggalan!)

Overall,ย dua hari di Bandung sangat menyenangkan! Menginap di De Java Hotel Bandung pun juga memberikan pengalaman baru dan tentunya bikin otak seger lagi. Nggak sabar pengin bisa traveling lagi. Masih ada banyak tempat di Bandung yang pengin didatengin.

Dear COVID-19, when will you away?


Kapan-kapan mau staycation lagi di hotel ini!

Alamat: Jl. Sukajadi No.148-150, Pasteur, Kec. Sukajadi, Kota Bandung, Jawa Barat – 40162

No. Telepon: (022) 2039888


16 thoughts on “Menikmati Akhir Pekan di De Java Hotel Bandung

  1. Untuk harga di bawah 400, kamar dan fasilitasnya sangat lumayan (meski tanpa breakfast). Ini bisa jadi referensi murah nih kalau ke Bandung. Thanks for sharing

  2. Atuhlah jadi kangen banget staycation di Bandung.
    Aku belom pernah stay di hotdl ini. Nexttime boleh la nyobain. Semoga dapet deal yang oke jugak hahaha.

  3. Aku cari2 kolam renangnya kok ga ada ya heheheh ๐Ÿ˜€ Ini hotelnya kelihatan nyaman banget apalagi tempat tidurnya bisa bikin betah bobo lama deh hihihihi ๐Ÿ˜€ Siapa tau kpn2 booking, pas ada promo sekalian sarapannya ๐Ÿ˜€

    1. Bangeett. Hehe. Kalau lagi bosen jalan-jalan di Bandung atau lagi pengin staycation aja, hotel ini cocok banget, Mbak. Iyaaa, kalo ada promo lagi aku pengin nginep sini lagi ๐Ÿ˜€

  4. Jadi pengin ke Bandung lagi. Terakhir ke sana 3-4 tahun yg lalu. Belum sempat eksplore terlalu jauh dan waktu itu gak sempat naik bandros. Mudah-mudahan ada kesempatan buat ke sana lagi.

  5. Aku jadi penasaran rasa Pisang Mesirnya hehehe, tapi nambah ongkos yaaa? Dalam masa pandemi ini, paling cocok memang staycation. Beberapa hari lalu aku juga staycation di Surabaya eheh

  6. percampuran unsur modern dan tradisionalnya menarik sih, kesan tradisional di gunungan masih kuat tapi dengan desain yg lebih modern.. uniknya juga ada kamar khusus perempuan yaa.. khusus cowo dibikin juga dong, jadi isinya ada play stationnya gitu, hihi..

    -traveler paruh waktu

    1. Hahaha nahh aku tuh sempet mikir kalo ada kamar khusus buat cowok, kira-kira isinya bakal kayak gimana, ya? Amenities yang disediakan apa aja? Kalau dikasih PlayStation ini itu udah kayak di rumah aja, Kak. Wkwkwk. Pasti bakalan betah dan gak mau pulang-pulang ๐Ÿ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.