Pengalaman Borong Buku di Big Bad Wolf Jakarta (Bonus: 5 Tips Biar Enggak Kalap)

big bad wolf

Pengalaman Borong Buku di Big Bad Wolf Jakarta dan 5 Tips Biar Enggak Kalap! – Buku-buku impor dengan harga murah adalah salah satu kelemahan saya yang gemar membaca atau lebih tepatnya gemar menimbun buku. Bawaannya, pengin banget borong yang banyak. Mumpung murah, begitu pikir saya.

Makanya, jangan heran kalau saya pernah merasa kapok pergi ke Big Bad Wolf yang waktu itu diadakan pada 2016, untuk kali pertama. Bukan karena ngantre-nya yang lama atau enggak menemukan buku-buku yang saya incar. Saya kapok menghabiskan banyak uang untuk buku alias kalap.


Pulang dari Big Bad Wolf 2016, saya membawa sebuah kardus cokelat berukuran sedang yang isinya berbagai buku berbahasa Inggris. Kalau tidak salah, saya menghabiskan uang sekitar Rp800 ribu untuk membeli sekitar 20-an buku. Enggak dimungkiri, itu tuh muraaaah banget!

Baca juga: Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi

Biasanya, buku-buku impor berbahasa Inggris harganya minimal Rp100 ribu. Nah ini, bisa dapat puluhan buku yang harganya enggak sampai Rp1 juta lumayan banget. Hingga kini, buku-buku hasil buruan di Big Bad Wolf 2016 tersebut masih tersusun rapi di rak. Hanya beberapa yang baru saya baca.

Belajar dari masa lalu, saya memantapkan diri untuk enggak pergi ke Big Bad Wolf 2017. Saya takut kalap lagi, menghabiskan banyak uang lagi, yang ujung-ujungnya cuma untuk kesenangan sendiri saja, yang ujung-ujungnya cuma bikin rak buku penuh dengan banyak buku hasil pribadi impulsif saya.

Memang, Big Bad Wolf itu surganya para pencinta buku. Saya sendiri enggak ingat pasti berapa jam waktu yang saya habiskan di sana hanya untuk berkeliling dari rak satu ke yang lainnya, melihat-lihat buku yang sampul dan blurb-nya menarik, memasukkan buku-buku yang saya harap saya suka ke dalam keranjang besar, memilah-milah kembali mana buku yang benar-benar ingin saya beli, mengantre lama di kasir, lalu membawa pulang semua harta karun itu ke rumah.


Baca juga: 5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak

Jujur, saya betah banget berada di tengah-tengah lautan buku, tapi enggak nyaman banget deh, berada di tengah-tengah lautan manusia yang bejubel, yang sama-sama borong buku. Belum lagi, biasanya di setiap event akan ada Preview Sale di mana pengunjung bisa datang ke Big Bad Wolf satu hari lebih awal.

Ternyata, pas Preview Sale ini, banyak banget buku bagus yang udah dibeli duluan. Belum lagi, banyak stok yang sudah habis karena banyak banget yang bikin jastip alias jasa penitipan, bahkan sampai berkeranjang-keranjang. Jadi, bakalan zonk banget buat pengunjung lain yang datangnya menjelang hari-hari terakhir karena belum tentu bisa dapat buku bagus.

Nah, buat kamu yang kepengin datang ke Big Bad Wolf 2018, ada beberapa tips yang perlu diperhatikan supaya pengalamanmu ketika berburu buku akan lebih menyenangkan, tapi enggak bikin kalap juga.

1. Tentukan budget

big bad wolf

Supaya enggak kalap, bawalah uang tunai secukupnya. Kalau perlu, tinggalkan kartu ATM kamu di rumah, soalnya tahun ini Big Bad Wolf memperbolehkan pengunjungnya menggunakan semua kartu debit dan kredit, bukan cuma Mandiri aja.

Oh ya, waktu Big Bad Wolf 2016, saya kebanyakan membeli buku novel impor yang kebanyakan harganya kira-kira Rp60.000. Sisanya beli buku cerita anak-anak dengan ilustrasi menggemaskan yang kalau enggak salah harganya Rp120.000.

Baca juga: Kebiasaan Membaca Buku di Perjalanan yang Ingin Saya Tularkan ke Kamu

Di sana, buku-buku anak jadi primadona para pengunjung, setelah novel. So, jangan kaget kalau di Big Bad Wolf 2018, section buku anak luassss banget, bahkan lebih luas dari area kasir. Yang bikin sedih, area Fiction jadi sempit banget. Padahal suka banget sama genre ini. πŸ™

2. Buat daftar buku incaran yang ingin dibeli

big bad wolf

Ada beragam buku yang dijual di Big Bad Wolf, mulai dari novel, biografi, buku film, musik, buku anak, buku fotografi, hingga buku Mandarin. Kamu juga bakalan menemukan koleksi non-buku, seperti mainan edukatif untuk anak-anak hingga lukisan. Coba cek media sosial Big Bad Wolf untuk tahu berbagai rekomendasi yang mereka berikan supaya kamu (khususnya yang belum pernah mengunjungi bazar buku murah ini) punya gambaran kira-kira ingin membeli buku apa.

Di sisi lain, jangan malas untuk mengubek tumpukkan buku di sana, ya. Pengalaman saya, kadang ada buku-buku yang diletakkan sembarangan lantaran pengunjung tersebut enggak jadi membelinya. Padahal, di dekat kasir sudah disediakan box khusus apabila pengunjung enggak jadi membeli buku di dalam keranjangnya.

Baca juga: 11 Most Creative Bookstagrammers to Follow in 2018

Oh ya, karena stok bukunya enggak sedikit, coba deh, cek juga tumpukkan di bagian tengah atau dalam. Kalau beruntung, kamu bisa mendapatkan buku bagus yang belum tentu ditemukan pengunjung lain. Mata kamu harus jeli melihat deretan judul yang super banyak. Ya, memang, menemukan buku bagus dan murah butuh effort. Namun ingat, jangan sampai kamu malah membuat tumpukan buku jadi acak-acakan, ya, soalnya bisa menyusahkan pengunjung lain.

3. Pikir-pikir dulu sebelum membeli

big bad wolf

Yang saya rasakan ketika ke ke bazar buku ini, banyak banget buku yang enggak saya kenal judul atau penulisnya. Namun, sampul dan blurb-nya menarik banget. Pas browsing di Goodreads, ternyata ulasannya kurang bagus. Nah, hal-hal seperti ini sih yang bikin saya urung buat beli buku tersebut.

c

Meski ulasannya bagus pun, saya juga akan memprtimbangkan hal-hal lain, misalnya kondisi fisik buku (label harga ditempel di sampul buku yang mana kalau dilepas jadi berbekas, ada novel yang deckle edge paper, ada coretan pada lower / top edge), jumlah halaman, harga, masih sesuai budget enggak, dan sebagainya. Jadi, memang enggak asal membeli buku. Takutnya kalap dan ujung-ujungnya malah enggak dibaca bukunya. Hehehe.

4. Datang di jam-jam ramai

big bad wolf

Tahun ini, Big Bad Wolf kembali dibuka 24 jam selama 280 jam nonstop, mulai 29 Maret – 9 April 2018 di Indonesia Convention Center (ICE) BSD, Tangerang. Namun, kalau kamu tetap kepengin hemat, lebih baik datang di jam-jam ramai seperti saat akhir pekan. Jangan ditanya, udah pasti crowded, deh. Mau masuk ke dalam hall-nya saja bisa sampai mengantre dari luar atau dari hall sebelahnya. Apalagi, biasanya para pengunjung membawa keluarga atau anak-anak mereka untuk berburu buku bersama.

Baca juga: 5 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online

β€œAduh, males ngubek-ngubek buku, ramai banget soalnya”, β€œWah, antreannya panjang banget”, β€œYaahh… bukunya udah acak-acakan. Enggak asik nyarinya”. Tanpa sadar, hal-hal ini bisa memengaruhi keputusan kamu dalam membeli buku. Jadi, kamu bakal mikir berulang kali buat berlama-lama di sana.

Namun, beda halnya kalau kamu emang bookworm sejati dan rela mendapatkan banyak buku murah di sana, kamu pasti rela berdesak-desakkan dengan pengunjung lain, atau ngantre lama di kasir. Biar enggak feel broke after buying books, coba baca lagi tiga poin di atas, ya.

5. Buka jasa penitipan buku

big bad wolf

Big Bad Wolf ini dijadikan ajang jastip bagi mereka yang pengin cari uang tambahan dan ingin memperoleh keuntungan. Jastip ini udah lazim banget dilakuin, bahkan ada yang sampai bikin akun Instagram khusus jastip guna mempermudah orang-orang kalau mau nitip buku.

Nah, kalau kamu juga mau buka jastip, pastikan kamu memerhatikan poin-poin di atas dan yang paling penting kamu tahu buku-buku apa aja yang dijual di sana dan berapa harganya. Wajar kok kalau kamu menaikkan harga buku sedikit, hitung-hitung sebagai biaya lelah kamu yang udah ngubek-ngubek buku seharian dan ngantre lama di kasir.

Baca juga: Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?

Kalau memang banyak yang nitip buku ke kamu, enggak ada salahnya bawa koper (iya, koper) sendiri soalnya troli yang disediakan sangat terbatas, apalagi satu orang sangat mungkin mengambil lebih dari satu troli. Lagipula, kalau bawa koper atau tas sendiri, kamu bisa lebih mudah membawa barang belanjaanmu yang banyak, ketimbang harus menenteng kardus atau menjinjing banyak kantung plastik.

Oh ya, kalau jastip kamu menghasilkan untung yang lumayan, enggak ada salahnya diinvestasikan lewat platform peer to peer lending seperti, KoinWorks. Investasi jenis ini cocok banget buat kita yang baru pertama kali belajar mengalokasikan dana atau pendapatan untuk investasi. Apalagi, investasi P2P Lending di KoinWorks mudah dan sangat transparan. Meski cuma dapat untung Rp100 ribu saja, kamu sudah bisa mulai berinvestasi dan keuntungannya bakalan kerasa banget di masa depan.

Omong-omong, kenapa lebih memilih untuk diinvestasikan? Sebab, kalau cuma disimpan di dompet, pasti akan cepat habis buat beli ini-itu, deh. Kalau ditabung di bank, lama-kelamaan akan dipotong untuk biaya administrasi, bisa juga habis gara-gara kebiasaan impulsif yang dengan mudahnya menggesek kartu ATM.

Baca juga: Ini 5 Manfaat Investasi yang Akan Didapatkan Bila Rutin Berinvestasi

Namun kalau diinvestasikan, kamu bisa semakin meraup keuntungan dan sangat mungkin tujuan keuangan kamu bisa tercapai. Misalnya, untuk biaya traveling ke tempat-tempat yang ada di bucket list kamu, atau siapa tahu kamu mau bikin perpustakaan mini di daerah-daerah terpencil dengan uang hasil investasi.

Kalau tertarik untuk tanya-tanya lebih lanjut, silakan tulis di kolom komentar, ya. Tapi kalau penasaran dengan KoinWorks itu sendiri, kamu bisa langsung daftar di sini dan dapat saldo awal investasi sebesar Rp50 ribu.

Nah, itu dia pengalaman borong buku di Big Bad Wolf, beserta tips biar enggak kalap pas di sana. Oh ya, kalian dateng ke Big Bad Wolf 2018, enggak? Share juga dong, gimana pengalamannya! πŸ˜€


BACA ARTIKEL LAINNYA, YUK!

1.Β 5 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online
2. Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?
3. Apa Itu Books Aficionado?
4. Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks
5. 11 Most Creative Bookstagrammers to Follow in 2018
6. 30 Bookstagram Terms You Should Know
7. 20 Inspirasi Rainbow Bookshelf di Bookstagram yang Bikin Betah Baca Buku Seharian
8.Β 7 Tips Meningkatkan FollowerΒ Bookstagram untuk Pemula
9.Β 5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak
10. Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi
11.Β 5 Teknik Meningkatkan Engagement Bookstagram Lewat Pemberian Komentar
12. 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers
13. 15 Rupi Kaur Powerful Quotes Every Girl Needs to Read
14.Β 3 Penulis Teenlit Favorit yang Novelnya Bikin Kangen Masa SMA
15.Β [BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk, Si Pengingat Mimpi
16. 7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku
17. Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17


XOXO, logo

10 comments

  1. Rapih banget blognya, informatif juga. Seneng bacanya. Buat book recommendation juga dong kak, hehe

    1. Hi, Xena! Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini. Terima kasih juga untuk usulannya. Nanti coba aku buat ya, beberapa rekomendasi buku yang menarik untuk dibaca. 😊

  2. Wah memang lagi heboh banget BigBadWolf. Sayang banget aku gak di Jakarta. Untungnya ada temen yang menawarkan bantuan kalau aku mau nitip. Tapi berada di sana kayaknya lebih seru ya mba? hehe

    Btw, entah bookworm atau kagak, aku gak ngaruh sama poin nomer 4. hehehe

    1. Hi, Nadella! Salam kenal. 😊

      Iya, pameran buku Big Bad Wolf ini lagi happening banget, soalnya buku-buku yang dijual sangat banyak, beragam, dan harganya jauh lebih murah dari aslinya. Memang, lebih asyik kalau datang langsung dan mengubek-ubek buku di sana. Di situ serunya! Hehehe. 😊

      Nah iya kalau lagi nggak di Jakarta/Tangerang, lebih baik ikut jastip saja ke teman karena memang banyak yang menawarkan jasa serupa. Hitung-hitung meringankan ongkos transportasi dan waktu.

      Oh ya, terima kasih sudah mampir ke blog-ku. 😊

  3. Murah banget berarti bukunya ya mbak, sayangnya di Aceh nggak ada yang seperti ini. Kalau ada udahlah aku nggak tahan untuk memiliki buku-buku itu. Thanks untuk sharing nya ya mbak. Bisa kuterapkan juga tips nya ketika berbelanja buku ke Gramedia nanti, πŸ˜€

    1. Iya, betul. Bukunya juga beragam jadi bisa punya banyak pilihan. Next time mungkin bisa sempatkan waktu Mbak, untuk datang ke Big Bad Wolf ini. Hehehe. Terima kasih juga sudah berkunjung. Salam kenal. 😊

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.