8 Cara Mudah Membangun Kebiasaan Membaca Buku

Apr 26, 2020

8 Cara Mudah Membangun Kebiasaan Membaca Buku – Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, saya sudah terpapar dengan manfaat membaca buku sebab buku bukanlah lagi hal yang asing bagi saya.

Bila pada jam istirahat teman-teman lain lebih memilih untuk pergi ke kantin atau mengobrol di kelas, saya lebih memilih untuk pergi ke perpustakaan dan meminjam buku.

Sampai ingat, dulu pernah telat masuk kelas cuma gara-gara pengin nanya ini ke Ibu Perpustakaan yang wajahnya masih lekat dalam benak saya, “Bu, buku ini boleh dipinjam?”

Dulu di sekolah, ketika minggu-minggu ujian telah berakhir, biasanya ada1-2 hari di mana kami para murid masih masuk sekolah. Wali kelas kami memperbolehkan kami membawa buku bacaan apa saja, mau komik, novel, majalah, terserah.

Wah, tentu saja hal tersebut sangatlah saya tunggu-tunggu. Selain karena jadi punya waktu khusus buat membaca, saya juga bisa dapat rekomendasi buku lain, bahkan meminjam buku teman langsung.

Jadi ingat lagi, dulu pernah pinjam komik Doraemon seorang teman yang sampai kenaikan kelas belum saya kembalikan. Hahaha. Mana saya dan dia udah nggak sekelas pula. Suatu hari pas jam istirahat, saya pun berniat baik untuk mengembalikan komiknya.

Ketika saya menyodorkan komik di tangan, ia berkata, “Buat lo aja”. Jelas saya nggak nolak. Kalau nggak salah ingat, komik tersebut beneran saya simpan.

Well, kalau dipikir-pikir, aneh juga, deh. Dari mana, ya, datangnya kegemaran membaca buku tersebut? Kedua orangtua saya bukanlah penggemar buku. Jadi, besar kemungkinan bukan mereka yang menularkan kebiasaan membaca pada saya.

Baca juga: 10 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak

Saya bersyukur, minat membaca itu muncul dengan sendirinya dari dalam diri. Namun sayangnya, enggak semua hal merasakan hal yang sama. Mungkin, termasuk kamu yang sedang membaca tulisan ini.

Untuk itu, saya ingin membagikan beberapa pengalaman saya dalam membangun kebiasaan membaca buku yang siapa tahu bisa kamu tiru.

8 Cara Mudah Membangun Kebiasaan Membaca Buku

baca buku - 7 Cara Mudah Membangun Kebiasaan Membaca Buku

1. Membawa buku ke mana pun kamu pergi

Salah satu cara mudah untuk membangun kebiasaan membaca buku adalah dengan membawa buku ke mana pun kamu pergi. Boleh buku fisik ataupun digital, tergantung nyamannya kamu.

Nah, buku tersebut jangan cuma disimpan di dalam tas saja, melainkan dikeluarkan dan dibaca, ya. Saya sendiri selalu membawa 1 buku fisik yang halamannya nggak terlalu tebal supaya membacanya lebih enak.

Apalagi, sehari-hari saya bepergian dengan transportasi umum, yang mana hampir setiap hari pasti berdiri. Jadi, buku yang tipis akan lebih memudahkan.

2. Pilih buku yang kamu suka, apa pun itu…

Mungkin masih banyak yang bertanya, seharusnya buku apa yang dipilih untuk dibaca, ya? Saya cuma bisa jawab, “Apa pun itu, apa pun yang kamu suka”. Apabila kamu suka buku fiksi, silakan membaca fiksi. Kalau kamu suka baca puisi, silakan membaca buku puisi.

Baca juga: 10 Kutipan Terbaik dari Buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda

Percayalah, ada kalanya seseorang merasa bosan dengan genre tertentu dan ingin mencoba bacaan lain. Itu wajar banget. Saya sendiri sampai sekarang masih senang mengeksplorasi bacaan lainnya.

Dengan mencoba membaca buku yang berbeda dari biasanya, kamu juga bisa membangun kebiasaan membaca buku dengan cara yang nggak ngebosenin. Jadi, jangan bosen-bosen buat explore, ya!

3. Buat daftar buku yang ingin kamu baca

Cara lain yang bisa kamu lakukan adalah dengan membuat daftar bacaan. Jujur, saya nggak pernah ngelakuin ini karena biasanya saya selalu mengambil buku apa pun yang paling dekat dengan saya, untuk saya baca.

Akan tetapi, membuat daftar buku yang ingin dibaca akan mendorong kemauan seseorang untuk menyelesaikan buku-buku tersebut.

Supaya makin seru, kamu bisa membuat tema-tema tertentu dari bacaan kamu. Misalnya, pada bulan Januari kamu hanya akan membaca buku-buku terbitan penulis Asia. Pada bulan Februari, kamu akan membaca buku anak-anak. Bulan selanjutnya kamu mencoba membaca buku-buku Pramoedya Ananta Toer dan seterusnya.

4. Temukan waktu yang tepat untuk membaca

Seeprti yang sudah diketahui, saya senang sekali membaca buku ketika dalam perjalanan dari rumah menuju kantor.

Menurut saya, itu adalah salah satu waktu terbaik yang saya punya untuk tetap setia pada kebiasaan membaca buku itu sendiri. Yaa… sebenarnya, itu adalah satu-satunya waktu lowong nan efektif yang saya punya, sih.

Baca juga: 7 Perpustakaan di Jakarta yang Bikin Makin Cinta Membaca

Kalau kamu sendiri gimana? Kapan sih waktu yang paling tepat untuk membaca buku? Saya beri rekomendasi, ya. Selain membaca di perjalanan, kamu bisa quality time bersama buku saat sedang menunggu seseorang, saat traveling, sebelum tidur, jam istirahat kantor, atau kapan pun itu ketika kamu lowong.

Usahakan membaca buku setiap hari supaya mood-nya nggak hilang. Sekitar 15-20 menit sehari juga udah lumayan banget, lho!

5. Kelilingi diri kamu dengan orang-orang yang suka membaca

Tau nggak sih, kenapa saya berinisiatif untuk mengadakan Indie Bookshop Tour atau Baca Bareng Tangerang? Soalnya saya merasa komunitas berisi pencinta literasi seperti ini sudah menjadi support system yang sungguh menyenangkan.

Mereka suka membaca, itu sudah pasti. Mereka bisa memberikan rekomendasi buku yang keren-keren, itu bonus. Mereka bisa mendorong kamu untuk lebih banyak membaca buku, itu poin plus yang mungkin nggak didapetin di komunitas lain.

Itulah kenapa saya senang dikelilingi oleh orang-orang yang gemar membaca. Ya, supaya ekosistem literasi tersebut nggak putus begitu aja. Harapannya, hal ini pun bisa menjadi suatu hal berkelanjutan yang emang bisa nular ke orang lain. 😀

6. Menulis ulasan buku yang dibaca

Beberapa waktu belakangan ini, saya aktif membuat ulasan buku, baik di akun Bookstagram atau di blog ini. Bukan apa-apa, saya cuma ingin membagikan apa yang saya baca kepada orang lain supaya kesenangan membaca atau informasi soal buku tersebut nggak putus di saya.

Di sisi lain, dengan aktif menulis ulasan buku yang dibaca, saya dapat melatih daya kritis sehingga ketika dibutuhkan untuk membedah buku dan mendiskusikannya lebih lanjut, saya sudah punya bekal.

Saya pribadi merasa poin ini bisa menjadi salah satu cara yang dilakukan untuk membangun kebiasaan membaca buku itu sendiri. Rasanya, seperti punya tanggung jawab lebih. Jika ingin membuat ulasan buku, tentu harus membaca bukunya juga, dong? 😀

7. Mengatur ulang susunan buku-buku di rak

Belum lama ini, saya mencoba untuk mengatur ulang susunan buku-buku di rak. Yang tadinya saya susun berdasarkan warna pelangi, sekarang saya susun sesuai genre dan pengarangnya.

Baca juga: Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi

Satu hal yang baru saya sadari. Ternyata, susunan rak buku yang berubah membuat saya jadi semangat membaca. Saya jadi tahu, mana aja nih, buku yang belum dibaca. Saya jadi keasyikan memilih buku-buku tersebut.

Bahkan, sekarang saya sudah memiliki lima buku berhalaman tipis untuk dibaca. Nggak sabar untuk menikmati hari-hari di rumah dengan bacaan seru!

8. Rajin-rajin nongkrong di toko buku atau perpustakaan

Nahh… kalau yang satu ini seru, nih! Di Indonesia, banyak banget toko buku dan perpustakaan yang asyik banget buat di-explore.

Misalnya, perpustakaan Erasmus Huis, perpustakaan Goethe Institute, POST Bookshop, Transit Bookstore, dan masih banyak lagi. Itu pun baru di Jakarta, lho. Gimana dengan daerah-daerah lainnya?

Baca juga: Sore Hari Bersama Buku-buku di Halaman Belakang Kineruku Bandung

Tempat-tempat seperti ini bukan cuma bagus buat difoto aja, melainkan mendorong siapa pun buat nggak bosen-bosennya membaca buku. Ngelihat ada buku dengan sampul menarik aja udah bikin penasaran. Ngelihat ada acara literasi di toko buku indie pun juga bikin penasaran.

Pada intinya, yuk bangkitkan minat membaca itu sendiri dari dalam diri kamu. Ketahui gimana caranya dan tentukan ritmemu sendiri. Membaca itu asyik banget, beneran, deh! Kamu bakal ketagihan kalau udah dapet feel-nya!

Dan bila nanti kamu sudah menemukan kesenangan membaca di dalam diri, jangan lupa untuk dibagikan dan disebarkan kepada teman-teman lainnya, ya. Ayo, bareng-bareng membangun kebiasaan membaca buku sejak dini. 😀


Jangan lupa baca artikel selanjutnya di bawah ini, ya! 😍

10 Aplikasi Edit Foto Bookstagram yang Sering Saya Gunakan

1. 12 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online
2. Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?
3. Apa Itu Books Aficionado?
4. Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks
5. 7 Tips Meningkatkan Follower Bookstagram untuk Pemula
6. 30 Bookstagram Terms You Should Know
7. 20 Inspirasi Rainbow Bookshelf di Bookstagram yang Bikin Betah Baca Buku Seharian
8. Pengalaman Borong Buku dan Panduan Lengkap ke Big Bad Wolf Jakarta
9. 5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak
10. Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi
11. 7 Teknik Meningkatkan Engagement Bookstagram
12. 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers
13. 15 Rupi Kaur Powerful Quotes Every Girl Needs to Read
14. 15 Akun Bookstagram Indonesia Terfavorit, Sudah Follow Belum?
15. 3 Penulis Teenlit yang Novelnya Bikin Kangen Masa SMA
16. 7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku
17. Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17
18. 11 Most Creative Bookstagrammer to Follow in 2018
19. Asyiknya Belanja Buku di Periplus, Toko Buku Impor Langganan
20. [BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk Karya Rinda Maria Gempita
21. 17 Rekomendasi Buku di POST Bookshop Pasar Santa
22. [BOOKSTAGRAM TIPS] Memotret Buku dengan Kamera HP atau Kamera DSLR?
23. [EKSKLUSIF] Bab Pertama Novel The Perfect Catch Karya Chocola
24. [BOOK REVIEW] Na Willa: Serial Catatan Kemarin Karya Reda Gaudiamo
25. 7 Properti untuk Bookstagram Biar Foto Makin Keren
26. 7 Cara Memfoto Buku untuk Bookstagram
27. Pengalaman Membeli Buku di POST Bookshop Pasar Santa
28. Pengalaman Beli Buku di Grobmart untuk Pertama Kalinya
29. [BOOK REVIEW] Aku, Meps, dan Beps Karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo
30. Bagaimana Cara Menulis Caption untuk Bookstagram?
31. [BOOK REVIEW] The Stories of Choo Choo: You’re Not as Alone as You Think Karya Citra Marina
32. [BOOK REVIEW] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella FP
33. 10 Kutipan Terbaik dari Buku NKCTHI Karya Marchella FP
34. [BOOK REVIEW] Things & Thoughts I Drew When I was Bored Karya Naela Ali
35. [BOOK REVIEW] Milk and Honey Karya Rupi Kaur Versi Bahasa Indonesia
36. [BOOK REVIEW] Off the Record Karya Ria SW
37. 17 Ide Foto Bookstagram Bertema Natal yang Bisa Kamu Tiru
38. Cara Mudah Menemukan Buku yang Sedang Diskon di Toko Online
39. Berkunjung ke Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan Tertinggi di Dunia
40. Akhir Pekan Produktif di Haru Bookstore Gading Serpong
41. Mudahnya Beli Buku Online di Belbuk.com
42. Kebiasaan Membaca Buku di Perjalanan yang Ingin Saya Tularkan ke Kamu
43. Ngobrolin Novel Taman Pasir di Twitter Bareng Penerbit Grasindo
44. Bedah Buku dan Peluncuran Novel Nyanyian Hujan
45. @sintiawithbooks’ Best Nine on Instagram in 2018
46. [BOOK REVIEW] Seri Kemiri Yori Karya Book For Mountain
47. Serunya Kumpul dan Makan Siang Bareng Nagra dan Aru
48. 8 Booktuber Indonesia Favorit yang Wajib Kamu Tonton Videonya
49. 4 Blogger Buku Favorit yang Sering Kasih Rekomendasi Buku Bagus
50. 7 Rekomendasi Buku yang Asyik Dibaca Saat Traveling
51. Kenapa Sih Suka Banget Bawa Buku Saat Traveling?
52. 5 Tips Memilih Buku untuk Dibawa Saat Traveling
53. Apa Itu Book-Shaming dan Kenapa Harus Dihentikan?
54. Donasi Buku Lewat Lemari Bukubuku, Bisa Dapat Gambar Gratis!
55. [BOOK REVIEW] The Book of Imaginary Beliefs Karya Lala Bohang
56. Pengorbanan Bookstagrammer Demi Dapat Foto Bagus, Pernah Ngerasain?
57. [Book Review] Deep Wounds Karya Dika Agustin
58. 5 Buku Ilustrasi Favorit untuk Kamu yang Butuh Bacaan Ringan
59. Baca 5 Buku tentang Perempuan Ini Saat Hari Perempuan Internasional
60. Panduan Membuat Kartu Anggota Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
61. Things to Know About Big Bad Wolf Books Sale 2019 and My Book Haul!
62. 10 Male Bookstagrammers Who Will Inspire You to Read More
63. [BOOK REVIEW] Dear Tomorrow: Notes to My Future Self Karya Maudy Ayunda
64. [BOOK REVIEW] The Naked Traveler 8: The Farewell Karya Trinity
65. [BOOK REVIEW] Bicara Tubuh Karya Ucita Pohan dan Jozz Felix
66. Pengalaman Belanja Buku di Gramedia World BSD, Tangerang
67. Singgah Sejenak di Perpustakaan Erasmus Huis Jakarta Selatan
68. The Reading Room, Kemang: Sensasi Makan di Perpustakaan
69. Toko Buku Independen POST, Surga Kecil Para Pencinta Buku
70. Membawa Buku di Penjuru Dunia ke Transit Bookstore Pasar Santa
71. Indie Bookshop Tour: Tur Toko Buku Independen Perdana di Jakarta
72. 7 Inspirasi Tempat Baca Favorit Para Bookstagrammer
73. Toko Buku Foto Gueari Galeri: Jual Foto, Emosi, dan Cerita
74. [BOOK REVIEW] Kamu Terlalu Banyak Bercanda Karya Marchella FP
75. [BOOK REVIEW] The Loneliest Star in the Sky Karya Waliyadi
76. Ketagihan Baca E-book Gara-gara Gramedia Digital
77. [BOOK REVIEW] Jingga Jenaka Karya Annisa Rizkiana Rahmasari
78. [BOOK REVIEW] Nanti Kita Sambat tentang Hari Ini Karya Mas Aik
79. [BOOK REVIEW] Avontur, Dear 19 Karya Thinkermoon
80. [BOOK REVIEW] Flowers over the Bench Karya Gyanindra Ali
81. Menyusuri Tumpukan Buku-buku Lawas di Galeri Buku Bengkel Deklamasi
82. 5 Cara Menabung untuk Membeli Buku
83. 5 Cara Menemukan Inspirasi untuk Bookstagram
84. [BOOK REVIEW] Addio Karya Alya Damianti
85. 5 Rekomendasi Film Favorit Berlatar Toko Buku, Sudah Nonton?
86. Berburu Buku Murah di Vintage Vibes, Alam Sutera
87. 6 Tips Biar Enggak Kalap Belanja Buku di Big Bad Wolf
88. [BOOK REVIEW] Mind Platter (Bejana Pikiran) Karya Najwa Zebian
89. Perpustakaan Goethe-Institut Jakarta: Tempat Asyik Belajar Budaya Jerman
90. Nyamannya Membaca Buku di Perpustakaan Freedom Institute
91. 7 Strategi Jitu Menambah Penghasilan dari Buku
92. Perpustakaan Habibie dan Ainun, Warisan untuk Masyarakat Indonesia
93. Sore Hari Bersama Buku-buku di Halaman Belakang Kineruku Bandung
94. Mengejar Aan Mansyur Hingga ke Katakerja Makassar
95. Kedai Buku Jenny, Lebih dari Sekadar Perpustakaan dan Toko Buku
96. [BOOK REVIEW] Surat untuk Anakku Karya Mahendra Hariyanto
97. [BOOK REVIEW] Selamat Datang, Bulan Karya Theoresia Rumthe
98. 7 Perpustakaan di Jakarta yang Bikin Makin Cinta Membaca
99. 10 Aplikasi Edit Foto Bookstagram yang Sering Saya Gunakan
100. 10 Kutipan Terbaik dari Buku Kamu Terlalu Banyak Bercanda
101. 8 Tips Meningkatkan Engagement Bookstagram

Sintia Astarina

Sintia Astarina

A flâneur with passion for books, writing, and traveling. I always have a natural curiosity for words and nature. Good weather, tasty food, and cuddling are some of my favorite things. How about yours?

More about Sintia > 

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *