Jangan Makan di RM Alas Daun Bandung Kalau Enggak Suka Nunggu Lama

705
Rumah Makan Alas Daun Bandung
Ada yang sudah pernah makan di RM Alas Daun?

Jangan Makan di RM Alas Daun Bandung Kalau Enggak Suka Nunggu Lama -Jalan-jalan di Bandung pas Lebaran hari kedua ternyata merupakan keputusan yang salah. Jalanan super padat, tempat wisata sangat ramai, dan di restoran-restoran kayaknya enggak ada yang enggak ngantre, deh.

Salah satunya adalah RM Alas Daun yang terletak di Jalan Citarum Ini. Setelah tahun lalu saya dan keluarga pengin ke rumah makan ini tapi tutup (dan akhirnya makan seafood di HDL 293 Cilaki), eh akhirnya kesampaian juga.


Padahal tadinya saya kangenkulineran di Sudirman Street tuh, soalnya pilihan makanannya lebih banyak. Namun karena Mama lagi kepengin masakan Sunda, RM Alas Daun lah yang jadi pilihan utama kami.

Omong-omong, kami punya pengalaman enggak mengenakkan pas makan di sini. Asli deh, lumayan bikin kapok ke RM Alas Daun Bandung lagi, walaupun makanannya enak, ya. Eh, memangnya ada apa, sih?

Berburu Makanan Khas Sunda Hingga ke RM Alas Daun Bandung

RM Alas Daun Bandung

Kami sampai di RM Alas Daun sekitar pukul 18.30 WIB. Saya langsung mendaftarkan diri ke daftar tunggu karena malam itu cukup ramai dan banyak orang sudah mengantre.

Namun yang bikin heran, meja-meja di RM Alas Daun Bandung ini kok masih sepi, ya? Apakah pengunjung yang datang memang belum kebagian tempat atau sudah ada yang reservasi sebelumnya?

RM Alas Daun Bandung

Oh, ternyata cara memesan makanan di RM Alas Daun ini agak berbeda. Jadi, setiap pengunjung harus sudah mendapatkan meja terlebih dulu. Jika sudah, barulah masuk ke dalam untuk memesan dan mengambil makanan yang diinginkan.


Makanan disajikan secara prasamanan. Kalau melihat makanan disajikan dari ujung ke ujung, asli bisa kalap, deh.

RM Alas Daun Bandung

RM Alas Daun Bandung

Nantinya saat memilih atau mengambil makanan, setiap meja akan dilayani satu pramusaji supaya lebih mudah. Kemudian, untuk makanan yang belum matang -misalnya tahu dan tempe- bisa request mau digoreng atau dibakar.

Setelah menunggu kurang lebih 30 menit, saya dan keluarga akhirnya mendapatkan meja dan dipersilakan untuk mengantre makanan.

Di sini juga agak lama ngantrenya soalnya orang-orang kelamaan memilih makanannya. Mungkin karena saking banyaknya pilihan kali, ya.

RM Alas Daun Bandung

RM Alas Daun Bandung

RM Alas Daun Bandung

Kalau kami sendiri memesan beberapa lauk. Mulai dari Tahu Bacem, Ayam Cabe Hejo, Gurame Bakar, Orak-arik Bunga Pepaya, Krecek Kulit, Sambal Mangga, Sayur Asem, Lalap Mentah, Sambal Hejo, dan Sambal Goreng. Kami pesan makanan juga untuk dibungkus. Isinya sama, nasi: tahu, dan ayam.

RM Alas Daun Bandung

Kalau dihitung-hitung, mulai dari memilih makanan hingga membayarnya, kurang lebih sampai 10 menit. Itu pun masih harus nungguin makanan lain yang beum disajikan, yakni Tahu Bacem, Ayam Cabe Hejo, dan Gurame Bakar. 🙁

Selesai membayar, kami langsung menuju meja kami. Ternyata di meja kami sudah disediakan tiga gelas kecil teh tawar panas. Bisa dibilang ini semacam welcome drink gitu.

RM Alas Daun Bandung

Ada pula alas daun yang ternyata dijadikan piring kami. Wah, menarik, nih. Ternyata di RM Alas Daun Bandung ini beneran enggak pakai piring. Sama seperti tagline yang diusung RM Alas Daun: Sensasi Makan Tanpa Piring. Enggak lama, seorang pramusaji menaruh nasi di alas daun kami masing-masing.

Sembari menunggu pesanan lain dihidangkan di meja, kami menyantap lauk lain yang sudah tersedia. Yeay, selamat makan!

Kemudian, makanan yang kami minta take away langsung datang ke meja. Wah, kalau makanannya dibungkus, cepat juga nih, datangnya. Harusnya makanan lain yang kami pesan enggak lama dong, ya. Kan sama.

RM Alas Daun Bandung

Dua puluh menit berlalu, Gurame Bakar kami akhirnya sampai di meja. Duh… bau asap dan kecapnya enak banget! Saya mengambil sedikit, meletakkannya di atas alas daun milik saya, lalu dimakan dengan nasi hanget. Ketika disandingkan dengan Sambal Goreng, rasanya makin mantap!

Selanjutnya, kami masih harus menunggu Tahu Bacem dan Ayam Cabe Hejo yang belum datang, nih. Dua menu ini kami minta dibakar. Ya… wajar kalau sedikit lebih lama, pikir kami. Lagi ramai pengunjung pula.

Baca juga: Tips Bikin Liburan Keluarga Terasa Lebih Istimewa dan Bahagia

Namun, semakin lama menunggu, semakin habis kesabaran kami. Sama seperti nasi yang juga sudah mau habis, tapi lauk sisanya belum lengkap. Udah nunggu hampir setengah jam, lho. 🙁

Akhirnya Mama memanggil pramusaji yang kebetulan habis nganterin nasi tambahan di meja kami. “Mas, ini Tahu Bacem sama Ayam lama banget, ya?” tanya Mama.

“Iya Bu, tadi ada juga yang nunggu 1,5 jam belum datang,” jawab Masnya. Nah lho, seharusnya Masnya enggak bilang kayak  gitu, deh. Kesannya kayak nungguin makanan jadi dalam waktu lama adalah hal yang biasa.

Enggak lama, Mama kembali memanggil pramusaji lainnya dan menanyakan pertanyaan yang sama. Kali ini, Mama sambil nunjukkin struk pembayaran kami. Si Mbaknya kelihatan bingung. Akhirnya ia berlalu untuk ngecekkin pesanan kami yang belum datang.

Eh, pramusaji yang berbeda menghampiri meja kami sambil membawa struk pemesanan yang pertama kali dicatatkan di meja prasmanan. Kali ini laki-laki. Astaga, haruskah pesanan kami diurus oleh 3 pramusaji berbeda?

“Bu, Tahu Bacem sama Ayam Cabe Hejo belum keluar, ya? Ayam Cabe Hejonya 2?” tanya Masnya.

“Tiga, Mas,” celetuk saya.

“Di sini tulisannya 3. Kan satu sudah di-take away. Berarti sisa 2,” balasnya.

Maaf banget, tapi Saya udah makin enggak sabaran. Alhasil, saya kasih tunjuk struk pembayaran kami dan mencocokannya dengan struk pesanan di tangan masnya.

“Mas, kami pesan 4 ayam. Satu udah di-take away, berarti sisa 3. Sama Tahu Bacem belum keluar gimana, deh?” Baru kali ini dongkol banget nungguin makanan enggak dateng-dateng. Huhuhu. 🙁

RM Alas Daun Bandung

Si Masnya berlalu, kemudian membawakan kami dua menu yang sudah kami tunggu-tunggu (yes, finally!). Tapi kekecewaan kami ternyata masih berlanjut. Ternyata Ayam Cabe Hejo yang kami pesan dalam kondisi dingin. Padahal kami minta bakar (entah beneran bisa dibakar atau sebenarnya dipanasin aja cukup, sih).

Mama iseng manggil Masnya lagi, sambil menunjuk 3 potong ayam di meja, “Mas, ini udah emang begini aja?”

“Iya Bu, maaf ada kesalahan tadi,” jawab Masnya sambil tersenyum.

“Ya udah, gapapa nanya aja,” kata Mama sambil tertawa kecil. “Harusnya memang udah dari tadi jadi.” Yup, mengingat pesanan yang di-take away udah dateng dari awal banget, sementara yang dine in entah nyasar ke meja siapa.

Akhirnya saya dan Papa makan Tahu Bacem dan Ayam Cabe Hejonya. Ini pertama kalinya makan Ayam Cabe Hejo. Andai ayamnya masih panas dan enggak ada drama nunggu-nungguan, pasti makannya pun lebih nikmat dan seneng.

Baca juga: 5 Tips Liburan Bersama Orangtua Supaya Nyaman dan Menyenangkan

Anyway, salut banget sama Mama yang bisa tetap sabar (plus masih bisa ketawa!) meski seharian harus ngadepin drama sepanjang Lebaran hari kedua di Bandung ini. 😢❤

Kadang jadi ngerasa sedih sendiri deh, kalau enggak bisa ngajak keluarga liburan di tempat yang asyik. Semoga besok-besok dijauhkan segala drama pas lagi family trip.


Makan di sini habis berapa duit?

Buat kamu yang bertanya-tanya, kami sekeluarga habis sekitar Rp350.000 untuk makan di di RM Alas Daun Bandung ini.

Hitungannya mahal enggak, sih? Kalau ini sih, relatif. Tergantung kondisi finansial kamu. Menurut Mama sih, agak mahal, apalagi mengingat porsi makanannya enggak terlalu banyak.

Lalu, worth it enggak? I’m not really sure about this. Kalau kamu pengin cobain masakan Sunda tapi enggak pengin nunggu lama seperti yang saya alami, lebih baik coba rumah makan yang lainnya aja.

Kalaupun penasaran dengan RM Alas Daun Bandung ini, mungkin jangan datang pas lagi Libur Lebaran kali, ya. Kami kena zonk, pelayanannya enggak maksimal banget. Padahal sudah dikenakan service tax 5%, tapi kalau pelayanannya enggak bagus, khawatirnya orang-orang enggak akan mau dateng lagi.

Kemudian, kalau kepengin merasakan pengalaman menikmati masakan khas Sunda yang beda, mulai dari membeli hingga menyantap makanan, RM Alas Daun Bandung ini bisa jadi pilihan. Jika datang dalam jumlah banyak, silakan reservasi terlebih dahulu, ya.

Baca juga: Akhirnya Ada MRT di Jakarta. Apa yang Menarik?

Hmm… habis dari sini, enaknya lanjut ke mana lagi, ya?


RM Alas Daun: Sensasi Makan Tanpa Piring

AlamatJl. Citarum No.34, Cihapit, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40116

Jam buka: setiap hari, 10.00 – 22.00 WIB.

Telepon(022) 7231101


Ini dia kuliner lainnya yang bisa membangkitkan rasa lapar kamu!

Kekenyangan Gara-gara Cobain Kuliner Lezat Dusun Bambu Bandung Ini

1. Menyeruput Kopi Hangat di Yellow Truck Coffee & Tea Bandung
2. Mencicipi Otak-otak AFUNG Belinyu Enggak Cukup Satu Porsi Saja
3. 3 Bakmi Bangka Paling Enak dan Murah Meriah di Bangka
4. Perpaduan Pahit dan Manis Dark Chocolate Cigar, Cokelat Rasa Cerutu Kuba
5. 5 Menu Lezat Karya Chef Benjamin Halat yang Paling Bikin Nagih
6. 6 Pilihan Amuse-Bouches, Hidangan Pembuka Paling Favorit di Restoran CURATE, Singapura
7. 5 Alasan Tak Perlu Ragu Bersantap di Restoran Fine Dining CURATE, Singapura
8. Ada yang Kurang Saat Mencicipi Roti Panggang Telur dan Kopi Tarik Tung Tau
9. Lebih Nikmat Menyantap Bakmi Jowo Mbah Gito di Kala Malam
10. Belum ke Yogyakarta Kalau Belum Mampir ke The House of Raminten
11. Waroeng Kaligarong, Kuliner Semarang Spesialis Bebek Goreng Sambal Mangga Muda
12. Mie Lokut Bangka, Tempat Makan Jeroan Babi Paling Mengenyangkan
13. 7 Kuliner Semarang yang Bikin Kangen dan Lapar
14. Rela Mengantre demi Mencicipi Lumpia Gang Lombok Semarang
15. Perut Senang Usai Menyantap Red Chilli Crab, Kuliner Khas Singapura
16. Satu Hari Wisata Kuliner di Bogor, Kenyang Banget!
17. Menikmati Mendungnya Sore di Pondok Kopi Umbul Sidomukti Semarang
18. Pertama Kali Coba Lenggang Panggang Pempek Dempo Bandung
19. Porsi Jumbo HDL 293 Cilaki Bandung untuk Para Pencinta Seafood
20. Ikan Bakar Rica, Menu Terfavorit di Pirates Cafe Manado
21. Mencicipi Lezatnya Seafood ala Tuna House Megamas Manado
22. Sate Gendong, Kuliner Enak di Dusun Bambu
23. Pork Chop Paling Enak Cuma Ada di Hog Wild with Chef Bruno, Bali
24. Kuliner yang Bikin Nagih di Bali: Sate Babi Bawah Pohon
25. Nikmatnya Nasi Liwet Spesial Kedai Cika Selagi Hangat
26. Rawon Setan Bu Sup, Kuliner Surabaya Penggugah Selera
27. Sampai Surabaya Langsung Disambut Lontong Balap Pak Gendut
28. Kekenyangan Gara-gara Cobain Kuliner Lezat Dusun Bambu Bandung Ini
29. Sebelum Trekking Berjam-jam, Isi Tenaga Dulu di Ikan Bakar Pesona Banyuwangi
30. The Reading Room, Kemang: Sensasi Makan di Perpustakaan
31. 4 Tempat Makan Romantis di Bali yang Bisa Dikunjungi Bareng Pasangan


8 KOMENTAR

  1. Ya ampun beneran zero waste banget ni warung, tp ngeselin bgt baca ceritanya, itu kudunya pihak resto bikin tambahan pelayan atau memperluas dapur atau pasti ceepet bgt kan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.