Pengalaman Naik Joglosemar Semarang-Yogyakarta

24976
Photo by Mark Mialik on Unsplash
Photo by Mark Mialik on Unsplash

Pengalaman Naik Joglosemar Semarang-Yogyakarta – Pagi hari itu di Stasiun Semarang Tawang, matahari masih malu-malu menyembul dari tempat lelapnya. Sembari menunggu motor sewaan datang, kami mencari informasi mengenai transportasi Semarang-Yogyakarta. Lalu, pilihan kami jatuh pada Joglosemar.

***


“Mbak, yang ke Jogja ada jam berapa?” tanya saya pada seorang perempuan berkerudung di balik meja loket Joglosemar.

“Ada yang jam 06.30,” jawabnya.

“Beli dua tiket ya, Mbak.”

“Mau duduk di mana?” tanyanya sambil menunjukkan denah kursi di dalam mobil elf.

“No. 5 dan 6.”


“Rp170.000,” ujar perempuan itu, mengakumulasikan total pembayaran yang harus diterimanya.

Setelah memberikan dua lembar pecahan Rp100.000 dan mengambil kembaliannya, saya duduk di luar sembari menunggu waktu keberangkatan tiba menuju destinasi selanjutnya.

***

Ya, namanya juga enggak bisa sering-sering traveling. Makanya, pas lagi ada waktu kosong, memadatkan jadwal sehingga itinerary yang sudah disusun bisa terlaksana, jadilah saya BM alias Banyak Mau. Mau ke tempat ini, mau ke tempat itu, mau trip ke sana, mau cobain kuliner di sini, dan seterusnya.

Masih soal perjalanan saya ke Semarang selama empat hari bersama teman lama, Keke. Pada hari kedua kami memutuskan untuk bertolak ke Yogyakarta.

Kebetulan, di hari itu kami memang tidak punya rencana khusus di Semarang. Kami malah pengin main ke Yogyakarta dan Magelang. Selain ingin memenuhi BM, terkadang alasan seperti, “Mumpung lagi traveling, jadi sekalian aja” harus kami setujui.

Baca juga: Di Candi Borobudur, Menjelang Malam

Harus diakui sebenarnya kami kurang tepat dalam menyusun rencana perjalanan. Harusnya kami pergi ke Yogyakarta dulu baru ke Semarang (atau sebaliknya).

Bukannya Semarang lalu ke Yogyakarta, kemudian kembali lagi ke Semarang. Namun, kami sudah keburu membeli tiket pergi dengan kereta dan pulang dengan pesawat. Jadi mau enggak mau, demi memenuhi BM, kami harus merogoh kocek tambahan untuk transportasi dan akomodasi saat berada di Yogyakarta.

Tadinya saya pikir, “Ah, lain kali saja deh ke Yogyakarta, soalnya lumayan berat banget nih di ongkos”. Apalagi destinasi wisata kami jauh sampai ke luar kota. Tadinya mau keliling naik angkutan umum saja, tapi kalau dipikir-pikir memang enggak efisien dan fleksibel.

Alhasil kami harus menyewa mobil dan hanya patungan berdua saja. Tahu sendiri kan, berapa kisaran menyewa mobil sekarang ini. Namun, ketika dipikir berulang-ulang, rencana ini sayang banget kalau hanya dibiarkan jadi wacana. Jadi, kami pun berangkat hari itu.

Baca juga: Menghabiskan Malam di Kawasan Titik Nol, Tempat Nongkrong Asyik di Yogyakarta

Untuk transportasi menuju Yogyakarta, kami punya dua opsi: naik kereta atau naik shuttle bus Joglosemar. Pilihan kami jatuh pada… naik Joglosemar. Mengapa? Joglosemar punya jadwal yang lebih banyak dan jamnya juga cocok dengan kami yang ingin pergi pagi-pagi.

Pagi itu, kami langsung menuju pool Joglosemar Semarang yang ada di Gedung Yardip, Jalan Pemuda. Saya langsung membeli dua tiket seharga masing-masing Rp85.000, untuk keberangkatan pukul 06.30. Saya memilih duduk di bagian tengah (No. 5 dan 6), supaya mudah naik dan turun.

Pengalaman Naik Joglosemar Semarang-Yogyakarta
Jadwal Keberangkatan Joglosemar

Ketika waktu sudah menunjukan pukul 06.30, akan ada petugas yang memberitahu bahwa mobil sudah siap dinaikki dan penumpang bisa duduk sesuai seat number yang dipilih. Sebelum berangkat, masing-masing penumpang diberi snack pagi berisi roti dan air mineral. Lumayan untuk mengganjal perut bagi yang belum sarapan.

Perjalanan dari Semarang menuju Yogyakarta ditempuh kira-kira tiga jam. Di perjalanan, kebayakan penumpang memilih untuk tidur, main ponsel, atau mengobrol. Kalau saya sih, lebih memilih untuk tidur. Hehehe.

Eitss… tapi jangan heran kalau tidur jadi enggak nyenyak di dalam mobil lantaran supirnya suka ngebut dan sering nyalip sana-sini. Itu yang saya alami. Ngeri juga, sih. Tapi untung supirnya lihai dan enggak suka ngerem mendadak. Kalau enggak kan bakalan membahayakan penumpang banget.

Baca juga: Menguntit Jejak Katolik di Museum Misi Muntilan

Oh ya, nantinya, mobil akan berhenti di semacam rest area. Apabila penumpang ingin buang air, jajan, stretching otot-otot yang pegal, atau bahkan beli bakso, bisa banget. Hehehe. 😀

Sepengamatan saya, sang supir enggak memberikan batas waktu berapa lama berhenti di rest area. Seperlunya aja. Kalau penumpang sudah siap dan lengkap semua, baru deh mobil kembali melaju.

Kami pun melanjutkan perjalanan. Mobil yang kami tumpangi berhenti di pool Joglosemar Yogyakarta yang berlokasi di Jalan Magelang, sederetan dengan Terminal Jombor. Nah, bagi penumpang yang ingin berhenti di titik-titik sebelum pool Yogyakarta, seharusnya diperbolehkan, sih. Ketimbang harus bolak-balik, kan? Asal memang rutenya dilewati oleh Joglosemar.

Baca juga: Lebih Nikmat Menyantap Bakmi Jowo Mbah Gito di Kala Malam

Hampir pukul 10.00, kami sampai di Yogyakarta. Sesampainya di sana, saya dan Keke langsung dijemput mobil yang kami sewa selama 12 jam untuk berkeliling Yogyakarta dan sekitarnya.

Sebelum pergi ke tujuan selanjutnya, kami membeli tiket Joglosemar untuk keesokan harinya, berjaga-jaga supaya tidak kehabisan tiket. Kami pilih keberangkatan pukul 07.00. Kali ini, saya dan Keke duduk terpisah. Saya duduk di dekat pintu dan Keke memilih duduk di sebelah supir.

Ya, kami akan menuju Semarang lagi esok hari. Rasanya enggak cukup deh kalau di Yogyakarta cuma sehari. Tapi yang bikin senang, saya bisa mengunjungi tempat-tempat baru, juga tempat-tempat lama yang memang menarik untuk dikunjungi.

“Kalau ke Jogja, meski udah berkali-kali, enggak bosen, ya,” celetuk Keke di sebuah perjalanan.

Saya mengiyakan dalam hati karena memang betul apa yang dikatakannya. Saya yakin, kembali ke Yogyakarta suatu hari nanti pasti akan selalu memberi cerita dan warna baru.

***

Mencicipi Gudeg Yu Djum sebelum kembali ke Semarang

Sesuai jadwal yang tertera di tiket, pukul 06.45 kami sudah harus stand by di pool Joglosemar Yogyakarta karena kami sudah harus berangkat pukul 07.00.

Makanya, pukul 06.00 kami sudah sampai di Gudeg Yu Djum yang berlokasi di Jalan Wijilan untuk mengisi perut sebentar. Pukul 6 tepat, rumah makan ini belum dibuka. Selain kami, ada tiga orang pengunjung lainnya yang terlihat menunggu. Di sini, saya pesan Nasi Gudeg Krecek Telur Ati Ampela.

Pengalaman Naik Joglosemar Semarang-Yogyakarta
Tebak, saya bisa menghabiskan satu porsi nasi gudeg ini berapa menit?

Ya ampuuuun, rasanya saya enggak terlalu bisa nikmatin nasi gudeg yang dihidangkan lantaran takut telat dan ditinggal shuttle bus! Hahaha. 😀

Akhirnya saya makan buru-buru dan menyudahi sarapan dengan segelas teh tawar hangat yang nikmat (Janji, next time bakalan mampir ke sini lagi dan lebih nikmatin nasi gudeg yang lezat ini). Lalu, kami memesan transportasi online menuju pool Joglosemar Yogyakarta.

Well, Yogya ini banyak banget lampu merahnya. Jadi, lumayan deg-degan juga karena sebentar-sebentar berhenti, sebentar-sebentar berhenti. Apalagi pagi itu jalanan sudah mulai padat dengan anak-anak pergi ke sekolah.

Baca juga: Pohon Beringin Kembar di Alun-alun Selatan dan Perumpamaannya

“Kita pas-pasan nih sampai di sana,” kata Keke pada saya. Pukul 7 tepat, kami akhirnya sampai. Saya mengelus dada ketika melihat seluruh penumpang masih berada di ruang tunggu. Hal kecil yang perlu disyukuri: kami belum ditinggal. Kalau tidak, kami harus menunggu satu jam lagi, menumpang mobil berikutnya.

Pukul 7 lewat kami baru bisa masuk ke dalam mobil. Kami bersiap menuju Semarang, naik Joglosemar lagi. Ada pengalaman menarik lainnya ketika menikmati transportasi ini.

Kali ini, kami dapat supir yang lebih ekstrem lagi. Sepertinya di tiap kesempatan selalu ingin menyalip sana-sini. Begitu juga pas di tikungan. Duh, enggak kebayang gimana ngerinya Keke yang duduk di paling depan. Hahaha.

Sementara saya, yang memilih untuk tidur, cuma merasa kepala saya terpelanting sana-sini, kanan dan kiri. Rasanya pengin bangun aja, tapi mata rasanya ngantuk banget, tapi enggak nyaman juga kalau tidurnya begitu. Hahaha, jadi serba salah. Gimana dong? 🙁

Baca juga: Matahari Merapi dan Kisah di Puncaknya

Sebelnya, enggak ada yang berani mengingatkan sang supir untu klebih berhati-hati ketika mengemudikan mobilnya. Meskipun agak ugal-ugalan, semoga Joglosemar bisa lebih mengingatkan para driver supaya lebih hati-hati lain waktu.

Dua jam kemudian, mobil kami sampai di daerah Ungaran. Saya, Keke, beserta salah seorang penumpang, turun di daerah ini. Kali ini kami ingin mengeksplorasi daerah Semarang atas. Sementara itu, sang supir membawa para penumpang lainnya menuju pusat kota yang perjalanannya masih memakan waktu satu jam lagi.

Baca juga: 8 Foto Pemandangan Sunrise dan Sunset Indah di Gunung 

Ah, senangnya bisa dapat pengalaman baru lagi. Ke depannya, mungkin saya enggak akan bingung lagi kalau mau ke Yogyakarta dari Semarang, atau sebaliknya. Soalnya naik Joglosemar ini gampang banget. Well, I’m looking forward to enjoying my new journey somewhere! Happy traveling!


*) Photo illustration on featured image by Mark Mialik on Unsplash.
Artikel di bawah ini enggak kalah seru! Dibaca, yuk!

Belum ke Yogyakarta Kalau Belum Mampir ke The House of Raminten

1. Menyeruput Kopi Hangat di Yellow Truck Coffee & Tea Bandung
2. Mencicipi Otak-otak AFUNG Belinyu Enggak Cukup Satu Porsi Saja
3. 3 Bakmi Bangka Paling Enak dan Murah Meriah di Bangka
4. Perpaduan Pahit dan Manis Dark Chocolate Cigar, Cokelat Rasa Cerutu Kuba
5. 5 Menu Lezat Karya Chef Benjamin Halat yang Paling Bikin Nagih
6. 6 Pilihan Amuse-Bouches, Hidangan Pembuka Paling Favorit di Restoran CURATE, Singapura
7. 5 Alasan Tak Perlu Ragu Bersantap di Restoran Fine Dining CURATE, Singapura
8. Ada yang Kurang Saat Mencicipi Roti Panggang Telur dan Kopi Tarik Tung Tau
9. Lebih Nikmat Menyantap Bakmi Jowo Mbah Gito di Kala Malam
10. Belum ke Yogyakarta Kalau Belum Mampir ke The House of Raminten
11. Waroeng Kaligarong, Kuliner Semarang Spesialis Bebek Goreng Sambal Mangga Muda
12. Mie Lokut Bangka, Tempat Makan Jeroan Babi Paling Mengenyangkan
13. 7 Kuliner Semarang yang Bikin Kangen dan Lapar
14. Rela Mengantre demi Mencicipi Lumpia Gang Lombok Semarang
15. Perut Senang Usai Menyantap Red Chilli Crab, Kuliner Khas Singapura
16. Satu Hari Wisata Kuliner di Bogor, Kenyang Banget!
17. Menikmati Mendungnya Sore di Pondok Kopi Umbul Sidomukti Semarang
18. Pertama Kali Coba Lenggang Panggang Pempek Dempo Bandung
19. Porsi Jumbo HDL 293 Cilaki Bandung untuk Para Pencinta Seafood
20. Ikan Bakar Rica, Menu Terfavorit di Pirates Cafe Manado
21. Mencicipi Lezatnya Seafood ala Tuna House Megamas Manado
22. Sate Gendong, Kuliner Enak di Dusun Bambu
23. Pork Chop Paling Enak Cuma Ada di Hog Wild with Chef Bruno, Bali
24. Kuliner yang Bikin Nagih di Bali: Sate Babi Bawah Pohon
25. Nikmatnya Nasi Liwet Spesial Kedai Cika Selagi Hangat
26. Tips Mendaki Gunung Untuk Siapapun
27. Menanjaki Gunung Ciremai, Jawa Barat
28. Pendakian ke Gunung Cikuray, Jawa Barat
29. Pendakian ke Gunung Merbabu, Jawa Tengah
30. Catatan Pendakian ke Gunung Semeru, Jawa Timur
31. Pendakian ke Gunung Sumbing, Jawa Tengah
32. Pendakian ke Gunung Slamet, Jawa Tengah
33. Gunung Papandayan: Sebuah Pendakian yang Cocok Menjadi Weekend Getaway
34. Wisata Singkat ke Stone Garden, Padalarang, Bandung
35. Wisata ke Tebing Keraton Bandung
36. Pendakian Gunung Sindoro 3.153 Mdpl via Jalur Kledung, Jawa Tengah
37. 8 Foto Pemandangan Sunrise dan Sunset Indah di Gunung
38. 7 Rekomendasi Gunung Terbaik Favorit Pendaki di Pulau Jawa
39. Menjelajahi Dataran Tinggi Dieng Plateau, Jawa Tengah
40. Pantai Ladeha, Surga Tersembunyi di Pesisir Selatan Pulau Nias
41.Kisah Wanita Yang Menjadi Full Time Traveler dan Menghasilkan Banyak Uang!


26 KOMENTAR

  1. Kalau Jogja-Semarang, biasanya saya masih berusaha buat naik bus patas saja karena lebih murah. Namun, kalau jam dan kondisi tertentu, lebih aman naik shuttle. Dan kalau shuttle sih tujuan pertama pasti Joglosemar. Soalnya udah jelas kualitasnya. 😀
    Dapat snack juga. 2-3 kali kesempatan ke Semarang milih naik Joglosemar daripada bus sih. Wkwk

    • Kalau naik bus patas tarfinya berapa tuh, Mas? Kemudian naiknya dari mana dan apakah ada jadwal keberangkatan juga sama seperti Joglosemar ini?
      Aku belum pernah acobain naik bus patas. Cobain Joglosemar pun baru sekali. Hehehe 😀

      • Nice trip. . Sayang pool yg di semarang sama jogja berbanding terbalik ya. Yg jogja tempatnya besar dan bagus (dalam proses pembangunan), sedangkan yg di Semarang tempatnya sempit sekali.

  2. nggak ada nomor pengaduannya ya mbak? buat komplain kalau dapat sopir yang kayak gitu. Kalau saya dapat sopir kayak gitu, pasti deh bakal kena mabuk perjalanan

  3. wah boleh juga nih buat referensi transportasi dr Semarang ke Jogja. kebetulan Maret mau rencanain liburan ke dua tempat itu. makasih banyak infonya mba 🙏

  4. langsung laper lihat gudeg yu Djum, satu porsi nggak pernah cukup. selalu beli 2. hehehe enak banget

  5. Wah, tadi gak sengaja nemu blog ini. Suka dg gaya penulisannya. Salam kenal mbak.
    Saya jd mau nulis lagi di blog saya yg udah lama gak di-update dan tulisan masih sedikit.

    Btw, kalau naik Bus Semarang – Jogja hanya 40-45rb saja. Biasanya naik dari Tugu Sukun dan turun di Terminal Jombor. Bisnya ada Nusantara, Ramayana dan DAMRI. To saya recommend Nusantara. Bisnya lebih bagus dan intensitas jam keberangkatan lebih banyak juga.

    • Salam kenal juga dan terima kasih pujiannya. 🙂

      Wah aku belum pernah coba Bus Semarang – Jogja. Semoga bisa kesampaian cobain biar pengalaman bertambah. Terima kasih rekomendasinya, ya.

  6. Aku pernah naik yg dari Solo ke Semarang, enaknya dia emang ada setiap jam
    Yang aku kesel pas lagi banyak yg mau, disumpel bener sampe penuh, jadi aku rasa oksigen di dalam mobil ga cukup buat kita semua, sesek banget deh

    Btw gudegnya yu djum emang enak banget, bikin kangen

  7. mba mau tanyaa kalau pake alloy travel semarang-jogja gimana?recommended gaa alloy travel itu?apa lebih baik joglosemar?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.