10 Hal yang Bikin Traveling Jadi Enggak Asyik dan Cara Mengatasinya

267
9 Hal yang Bikin Traveling Jadi Enggak Asyik dan Cara Mengatasinya
Photo from Pexels

10 Hal yang Bikin Traveling Jadi Enggak Asyik dan Cara Mengatasinya – Kalau disuruh memilih, sebenarnya sekarang-sekarang ini lebih suka solo traveling.

Iya, selain karena susah banget ngajakkin temen-temen buat nge-trip bareng (seringnya karena waktunya enggak cocok atau terhalang biaya), traveling sendirian, menurut saya, lebih fleksibel dalam banyak hal. Meski, terkadang harus ribet ngurusin ini dan itu.


Selama berkali-kali traveling, jarang banget tuh dari awal sampai akhir lancar-lancar aja. Tapi Puji Tuhan, at the end, saya selalu ngerasa kalau traveling benar-benar membantu memulihkan pikiran.

Nah, lewat tulisan ini, saya ingin berbagi ke teman-teman mengenai hal-hal yang bikin traveling jadi enggak asyik, sekaligus cara mengantisipasi atau mengatasinya. Semoga bermanfaat!

10 Hal yang Bikin Traveling Jadi Enggak Asyik dan Cara Mengatasinya

1Harga Tiket Transportasi Melonjak

Photo from Pexels

“Yang spontan emang selalu jadi.” Pernah nggak sih, dengar kalimat itu? Iya, hal ini juga berlaku pas lagi traveling.

Ketika sudah direncanakan jauh-jauh pengin pergi ke suatu tempat, eh ujung-ujungnya enggak jadi. Sebaliknya, traveling dadakan malah selalu jadi! Hehehe… lucu juga, kalau dipikir-pikir. 😀

Baca juga: Pulang Rafting Bareng Toekad Adventure Bali, Dapat Bonus Kaki Pegal


Nah, biasanya, traveling dadakan sering bikin dompet kembang kempis, nih. Apalagi, tiket transportasi yang dipesan mepet seringnya lebih mahal. Kalau saya sih, biasanya cari tanggal lain yang harga tiketnya enggak terlalu mahal. Kalau enggak, ya memperbanyak jumlah tabungan.

Jangan sampai traveling jadi enggak asyik hanya karena gara-gara tiket transportasi melonjak!


2Harga Penginapan Mahal

Photo from Pexels

Satu kamar hotel biasanya dtempati oleh dua orang. Nah, kalau lagi solo traveling? Masa iya, pesan kamar yang bisa ditempati dua orang? Mau share sama siapa hayooo?

Saya pun mengakalinya dengan memilih hostel, yang mana harganya dihitung per orang atau per kasur sehingga lebih murah. Jadi, di dalam satu kamar, saya menginap bareng traveler lain.

Baca juga: Lepas Suntuk di Nagisa Bali Bay View Villas yang Super Nyaman

Sedikit tips memilih hostel, coba pertimbangkan dari segi keamanan dan kenyamanan, ya. Apalagi, kamu berada dalam satu kamar dengan orang yang enggak dikenal.

Oh ya, banyak hostel yang menyiapkan sarapan, yang mana sudah include dengan harga yang dibayarkan.


3Destinasi Enggak Sesuai Ekspektasi

Photo from Pexels

Ini dia hal lainnya yang bikin traveling jadi enggak asyik. Beberapa tahun lalu, saya dan teman-teman sok ngide pengin sunrise-an di kawasan Merapi. Eh, pas sampai sana, kabut tebal banget. Alhasil, enggak kelihatan mataharinya, deh. 🙁

Terus, pernah juga terjadi di Taman Bunga Vimala Hills, Bogor. Pas lihat di Instagram, kok taman bunganya tampak luas banget, ya? Tapi pas sampai di sana, kok enggak sebesar yang ada di Instagram?

Nah, kalau enggak sesuai ekpektasi begini, harus diketahui dulu penyebabnya. Kalau disebabkan oleh faktor alam seperti banyak kabut, ya mau bagaimana lagi? Mungkin lain kali bisa cek prakiraan cuaca terlebih dulu.

Kalau untuk kasus Taman Bunga Vimala Hills, well actually it’s about angle, though. Tempat wisata tersebut tampak luas karena si fotografer berhasil memotret dengan angle yang enggak biasa (plus effort lebih).

Jadi, taman bunga yang sebenarnya biasa aja, pas difoto dengan angle yang berbeda malah jadi makin keren. In this case, bisa jadi riset kurang dan malas eksplorasi.


4Hujan

Photo by OVAN from Pexels

Enggak dimungkiri, hujan memang bisa bikin traveling jadi enggak asyik. Yang tadinya bisa explore lama, eh terpaksa harus berhenti dulu.

Hal ini juga saya alami saat sedang berada di Gua Maria Kerep Ambarawa, Semarang. Waktu lagi asyik berkeliling di taman, menyaksikan diorama sambil foto-foto, tiba-tiba gerimis turun. Memang, waktu saya ke Semarang, kota ini lagi sering-seringnya turun hujan, terutama di daerah atas.

Waktu itu, sih, bodo amat kalau cuma gerimis. Eh, tiba-tiba gerimisnya makin deras dan mau enggak mau harus berteduh dulu.

Baca juga: Liburan Satu Hari di Bandung, ke Mana Saja?

Makanya, sekarang-sekarang ini kalau mau traveling ke suatu tempat, saya selalu ngecek ramalan cuaca di kota tujuan dulu. Saya menghindari tanggal-tanggal di mana curah hujannya tinggi.

Kemudian, setiap traveling, jangan lupa untuk bawa jaket, payung, atau jas hujan. Jangan sampai, aktivitas traveling jadi enggak seru karena hujan.


5Sakit

Photo from Pexels

Dalam perjalanan pulang dari Taman Sari, Yogyakarta menuju hostel, tiba-tiba hujan turun deras. Malangnya saya, pertama, saya naik ojeg online. Kedua, si pengemudi enggak punya jas hujan. Ketiga, kalau mau berteduh, tanggung banget soalnya udah mau sampai.

Jadi, apa yang kami lakukan? Terabas aja.

Alhasil, malamnya saya demam. Badan udah enggak enak banget, deh. Belum lagi tenggorokkan tiba-tiba sakit. Duh, kena panas dalam.

Baca juga: 7 Rekomendasi Buku yang Asyik Dibaca Saat Traveling

Selain karena makan yang panas dan mengandung minyak, bisa jadi iini karena cuaca di Jogja emang lagi galau banget. Sebentar-sebentar panas terik, sebentar-sebentar mendung, sebentar-sebentar hujan.

That’s why, setiap traveling saya usahain selalu bawa obat-obatan dan minyak angin. Lalu, bawa botol minum sendiri juga wajib hukumnya. Pas di tempat tujuan, saya juga selalu beli air mineral 1,5 liter. Jadi, cairan tubuh pun selalu terpenuhi kapanpun dan di mana pun.


6Tiba-tiba Haid

Photo from Pexels

Kalau yang satu ini beneran bikin traveling jadi enggak asyik, deh. Mungkin ini agak personal, soalnya kadang kalau lagi haid, insecure aja, sih. Lebih seringnya karena takut bocor atau perut keram.

Kalau lagi jalan-jalan di tengah kota sih, masih bisa santai karena bisa menemukan toilet dengan lebih mudah. Kalau lagi ke pantai, ya paling enggak bisa main di air. Nah, kalau lagi di gunung agak PR, nih.

Baca juga: Jangan Bosan Main ke 5 Pantai Terindah di Pulau Bangka Ini

Untuk mengantisipasinya, saya selalu bawa pembalut buat jaga-jaga, entah emang lagi jadwalnya atau enggak, entah dipakai atau enggak. Lalu, sebisa mungkin saya menghindari tanggal-tanggal haid kalau mau traveling.


7Enggak Cocok Sama Teman Trip

Photo from Pexels

Pernah nggak sih, traveling sama temen yang suka ngaret? Atau, pernah nggak traveling sama temen yang gaya jalan-jalannya berbeda?

Kataknlah, kamu anaknya backpacking-an, sementara temen kamu enggak. Kamu enggak masalah icip-icip makanan di pinggir jalan sekalipun, sementara teman kamu lebih memilih yang apsti-pasti aja, seperti di mall.

Baca juga: Memenuhi Janji Liburan ke Bangkok Bareng Mama Lebaran 2019

Contoh lain, kamu adalah tipe traveler yang santai dan lebih suka pergi ke beberapa tempat aja biar bisa nikmatin sepuasnya. Sementara itu, teman kamu termasuk tipe pejalan yang ngejar destinasi banget! Sampai-sampai satu hari dipadatin pergi ke semua tempat dengan anggapan, “Mumpung udah di sini, sayang tau kalau enggak mampir”.

Nah, gimana nih, cara mengatasi kepribadian yang bertolak belakang begini? Mulanya, kamu bisa menyusun itinerary bareng-bareng. Lalu, coba deh, untuk saling belajar dan melakukan apa yang digemari teman kamu. Siapa tahu, kamu bisa menemukan keunikan atau pengalaman baru.

Yang paling penting, kenali lebih jauh gaya traveling masing-masing dan jangan sampai pas trip udah jalan, eh malah bete karena enggak bisa memahami satu sama lain.

Kalau udah begitu, you better go solo traveling! Daripada traveling jadi enggak asyik, kan? 🙂


8Enggak Ada yang Fotoin

Photo by Pete Johnson from Pexels

Ini sering banget saya alami, entah pas lagi nge-trip sendirian, atau bahkan pas rame-rame bareng yang lain.

Kalau lagi jalan-jalan sendiri, mau enggak mau minta tolong orang lain untuk fotoin. Atau, bawa tripod sendiri. Pas eksekusi, memang bakalan lebih ribet dan kadang harus menahan malu, sih. Hehehe. 😀

Lalu, kalau lagi nge-trip bareng temen-temen, memang sih ada yang fotoin. Tapi, pernah enggak, ngerasa hasil jepretan temen ternyata enggak sebagus yang dikira?

Kalau nge-trip sama temen yang jago foto, itu bonus.


9Baterai Habis

Photo from Pexels

Saya termasuk orang yang suka deg-degan kalau baterai gadget cepat habis, terutama baterai smartphone. Makanya, di dalam tas saya selalu ada powerbank, plus charger ponsel. Jadi, kalau lagi singgah di suatu tempat yang ada stop kontaknya, enggak pikir lama buat numpang isi daya.

Kalau kamera, saya enggak punya baterai cadangan. Jadi, sebelum jalan-jalan, saya selalu memastikan bahwa baterai kamera terisi penuh. Kalau baterainya sisa satu bar, saya charge lagi.

Untuk pemakaian pun sewajarnya aja. Bukan yang dikit-dikit foto, dikit-dikit foto. Kan mau nikmatin perjalanannya, bukan melulu mengabadikan perjalanan setiap detik, setiap waktu. 🙂


10Enggak on time

Photo from Pexels

Dulu, waktu mau ke Bangkok, ada saudara saya yang terlambat datang ke bandara. Alhasil, kami lari-larian menuju counter check in dan mohon-mohon sama petugasnya biar dikasih check in.

Oke, ini enggak patut ditiru sih, tapi waktu itu masing-masing dari kami harus membayar charge tambahan sebesar Rp200.000 biar dibolehin check in. Lumayan banget enggak sih, ngerogoh kocek sampai rausan ribu hanya gara-gara orang lain enggak on time?

Untungnya, sekarang proses check in sangat dipermudah. Penumpang bisa check in mandiri secara online atau mendatangi counter self-check in yang ada banyak banget. Kalau ada barang-barang yang mau ditaruh di bagasi pesawat, tinggal ke Drop Baggage, deh.

Baca juga: Serunya Snorkeling di Lagoon Cabe, Gunung Krakatau

Tapiiii, tetep aja, datang tepat waktu tuh wajib hukumnya. Saya mendingan nunggu lama di bandara dibandingkan deg-degan takut ketinggalan pesawat, deh.

Hal ini berlaku juga pas lagi ikutan open trip. Jadwal dari trip planner perlu banget dipatuhi. Enggak enak dong sama temen-temen trip lain, masa telat?

Nah, itulah dia 10 hal yang bikin traveling jadi enggak asyik. Apabila ada hal-hal yang memang bisa diantisipasi sebelum traveling, yuk antisipasi! Ingat apa tujuan kamu buat traveling. Jangan sampai mood jadi terganggu karena hal-hal menyebalkan di atas, ya. 😀

Happy traveling! Happy exploring the world!


4 KOMENTAR

  1. Benar mbak.. yang paling kesal itu kalo dapat kawan yang ga sejiwa… travaling harusnya menyenagkan bisa jadi mebosankan… hhhaha

    Makanya kalo aku pribadi daripada bingung mencari teman ngetrip yaudah mending solo traveling aja… Hhhehe

    Salam kenal dari medan mbak…

  2. Saat traveling, meski kita sudah prepare dengan baik segalanya, tapi tetap saja ada kejadian tak terduga yang bisa terjadi ya. Salah satunya hujan. Pernah tuh pas ke Bali, eh hujan deras banget, jadi waktu mau ke Hidden Canyon malah nggak bisa karena akses ke sana tertutup air. Sedih banget waktu itu, mana di itinerary pas hari terakhir pula.

    • Wah, sayang banget! Iya tuh hujan kadang memang bisa bikin itinerary yang sudah disusun jadi berantakkan. Lalu jadinya hari terakhir ke mana Kak, waktu ke Bali waktu itu?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.