7 Tips Meningkatkan Followers Bookstagram untuk Pemula

tips meningkatkan followers bookstagram untuk pemula - sintiawithbooks

7 Tips Meningkatkan Followers Bookstagram untuk Pemula – Seneng deh, makin lama, makin banyak banget akun Bookstagram baru yang saya temukan, khususnya dari Indonesia. Foto-foto yang diunggah ke akun mereka benar-benar kreatif dan menginspirasi, sampai terkadang bikin iri.

Kalau dulu, seringnya saya menemukan foto buku di atas kasur dengan seprai putih ala-ala flatlay (seperti di akun saya), tapi sekarang foto-foto Bookstagram sudah lebih beragam. Bahkan, kayaknya para Bookstagrammer seperti berlomba-lomba untuk menghasilkan foto terbaik mereka. Makanya, mereka mengaplikasikan filter yang tone-nya memanjakan mata, mengoptimalkan penggunaan aplikasi atau software photo-editing, seperti Photoshop untuk mengedit gambar, menggunakan After Effects untuk menciptakan animasi atau gambar bergerak, dan seterusnya.


Menurut saya, Bookstagram dari hari ke hari kian berkembang dan makin kreatif. Bukan hanya ingin menonjolkan kualitas foto yang bagus aja, saya menyadari adanya keinginan untuk terus berbagi informasi bermanfaat soal literasi dan hal-hal berkaitan, dengan memanfaatkan dunia digital.

Nah, kalau kamu adalah seorang penyuka buku dan ingin mendedikasikan waktumu untuk buku, mengapa tidak membauat akun Bookstagram sendiri? Seru lho, bisa bergabung ke dalam komunitas di mana kamu bisa bertemu dengan para pencinta buku dari seluruh dunia.

Baca juga: 5 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online

Buat kamu yang sudah memiliki akun sendiri, apa ya, langkah selanjutnya? Yup, meningkatkan followers Bookstagram kamu. Ini dia beberapa tips yang bisa kamu terapkan, supaya akun kamu semakin lama semakin berkembang. Siapa tahu, akun kamu dilirik penerbit atau pihak lain yang ingin bekerja sama dengan kamu. πŸ˜€

7 Tips Meningkatkan Followers Bookstagram untuk Pemula

1. Post konten secara reguler

Sering banget dapet todongan pertanyaan dan permintaan kayak di bawah ini: 1. Kak, minta rekomendasi buku bagus, dong. 2. Buku paling bagus yang pernah dibaca apa, tuh? 3. Udah baca buku penulis yang itu belum? Bagus nggak, sih? 4. Kalau beli buku impor online yang bagus, murah, dan terpercaya di mana, ya? 5. Kalau mau baca buku berbahasa Inggris, enaknya baca buku apa dulu ya, buat pemula? Sejujurnya, susah banget jawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Hehehe. Salah satunya karena memberikan rekomendasi ke orang lain itu enggak bisa asal. Selama ini, kalau dikasih pertanyaan di atas, aku selalu jawab dalam konteks pengalaman pribadi dan pendapat personal. Enggak mau terpengaruh sama yang lain-lain. Makanya, mungkin kalian bakal nemuin jawaban yang beda. Misal, ada yang nanya, "Penulis Indonesia favorit kamu siapa?" Aku enggak bakal jawab Ika Natassa, Dee Lestari, atau Tere Liye, atau penulis populer lainnya yang mungkin ada di ekspektasi kamu. Aku bakal jawab, "Penulis favoritku Windry Ramadhina". Mengapa penulis ini? Berdasarkan buku-bukunya yang udah aku baca, Mba Windry punya gaya penulisan cerita yang menurutku mengalir banget, kata-katanya kaya, enggak ngebosenin, pengembangan tokoh dan karakter yang sangat baik, cocok banget sama genre fiksi romantis yang aku suka. Aku banyak belajar ketika menulis. Itu dari pengalamanku, ya. Enggak tau kamu gimana. Soalnya aku yakin kamu pasti juga punya jawaban dan alasan tersendiri. Yang ingin aku sampaikan sebenarnya adalah… jangan pernah takut untuk memberikan rekomendasi ke orang lain. Jangan takut jadi orang yang anti-mainstream. Hal-hal berbeda yang kamu dapatkan malah bisa menambah pengetahuan, bahkan referensi buat orang lain. Kamu pun juga harus terbuka dengan rekomendasi-rekomendasi orang lain. Aku pun demikian. Rekomendasi dari orang lain malah bikin aku penasaran dan pada akhirnya, aku bisa memperluas judul bacaan, genre, juga penulis yang selama ini itu-ituuuuu melulu. Hehehe. Kamu kalau punya rekomendasi tentang sesuatu, jangan segan kasih tau ke aku, ya! 😊😊😊

A post shared by Sintia Astarina 🌻 (@sintiawithbooks) on

Ini merupakan cara pertama untuk meningkatkan followers Bookstagram. Untuk diingat, salah satu alasan utama mengapa orang-orang ingin mem-follow Bookstagrammer kita adalah karena akun kita ada β€œisinya”. Yang mana, itu menunjukkan kalau kita memang aktif. Tapi pertanyaannya, konten apa sih yang harus di-post di Bookstagram?


Tentu aja, namanya juga Bookstagram, pasti isinya kebanyakan soal buku. Kamu bisa memotret buku-buku koleksimu, rak bukumu yang ditata sesuai warna, memotret dirimu sendiri yang sedang membaca atau berada di toko buku, dan sebagainya.

Kalau masih bingung mau posting apa, kamu bisa menelusuri berbagai foto kreatif lewat bookstagram hashtag, misalnya #bookstagramfeature, #booksforclothes, #bookphotography, dan seterusnya.

2. Follow dulu sebelum minta follow back

Just a quick question, who's the most famous author from your country?

A post shared by Sintia Astarina 🌻 (@sintiawithbooks) on

Dulu, waktu awal-awal membuat akun Bookstagram, saya melakukan cara ini. Jadi, setiap ada akun yang saya suka, langsung deh saya follow. Kalau dia enggak follow balik, baru deh saya minta follow back. Hehehe. Kebanyakan sih mereka enggak ragu buat follow back, tapi ada juga yang enggak suka dengan cara ini. Soalnya, terkadang ada Bookstagrammer yang curang, yang habis follow suatu akun, terus di-unfollow. Salah satu alasannya adalah mereka kepengin jumlah followers lebih banyak ketimbang following. Ada yang pernah merasa begitu juga enggak, sih?

3. Tinggalkan komentar di foto Bookstagrammer lain

Jujur, saya sering banget ngelakuin hal ini demi meningkatkan followers Bookstagram. Bahkan, terkadang sampai seperti nge-spam di kolom komentar akun lain (Jangan ditiru ya, hehehe). Selain untuk membuat Bookstagrammer lain notice dengan akun kita, sebenarnya apa sih tujuan meninggalkan komentar di akun lain? Sebenarnya, tergantung pada komentar yang kamu tulis. Dengan meningalkan komentar di akun Bookstagram lain, kamu bisa mencoba untuk mengapresiasi foto mereka, memberikan dukungan atau semangat, menjawab pertanyaan, atau supaya foto kamu bisa ikut dikomentari juga olehnya.

Seenggaknya, ketika pemilik akun melihat ada username di kolom komentar fotonya, mereka akan menyadari kehadiran akunmu. Siapa tahu, jika mereka menyukai galerimu, kamu bisa di-follow oleh mereka.

4. Rajin tag atau mention di akun-akun feature

Bookstagram nowadays has changed. Didn't you realize? We try to use Photoshop or any other applications to create extraordinary pictures. Seems like we don't just take flatlay photography, outdoor or indoor shots. More than that, we've been trying to combine all those images with our photo-editing skills. You know, like flying books, levitation, books for clothes, or even we can make stop-motion videos for Bookstagram. That's really challenging yet fun. The ugly truth about Bookstagram is… people are getting bored with boring pictures. It could be mine, it could be yours. I mean, this community need something more! If you feel like you're creative enough to create likeable posts, then you have to make yourself MORE creative. If you're stuck and have no ideas, try browsing Pinterest or following other inspiring Instagram accounts. In conclusion, we can enhance our skills and make Bookstagram community becomes more interesting. The key is… don't be lazy or afraid to create something new, something that people haven't seen before. Be creative! Last but not least… explore yourself and be the best version of you! Good luck with your Bookstagram! ❀❀❀

A post shared by Sintia Astarina 🌻 (@sintiawithbooks) on

Salah satu akun yang banyak mem-feature akun-akun Bookstagram dengan foto keren adalah @booksatgramfeatures. Jumlah followers akun ini udah banyak banget. Makanya, setiap kali mem-posting foto baru, saya tag atau mention akun ini, berharap foto saya bisa di-repost. Kalau di-respot, enggak tahu kenapa itu bisa menimbulkan kebangaan sendiri, sih. Di sisi lain, foto kita bisa dilihat banyak followers yang mana hal tersebut juga bisa menyumbang pengikut-pengikut baru di Bookstagram kita.

4. Gunakan hashtag yang sesuai

QOTD: What concert are you looking forward to attending in 2018? I can't stop listening to "Japanese Denim" by @danielcaesar. It stuck in my head all day. Good news is he's coming to Indonesia this March (to Java Jazz Festival 2018) and I can't wait to see him! Hopefully people will enjoy the concert and not just recording his performance from the beginning until the end of the show because it bothers me a lot, honestly. You know, people wanna see their fave musicians performing on the stage, not seeing it from other people's phones. Just saying. 😊 . . . Talking about this photo, I hope the small paper birds above my head were flying! In fact, I didn't know how to make the animation (flying-birds thing) in Photoshop or any other apps as I'm still learning. What do you think of this photo? πŸ™ˆβ€

A post shared by Sintia Astarina 🌻 (@sintiawithbooks) on

Selain mendapatkan inspirasi soal apa sih yang harus di-post di feed, hashtag juga menjadi salah satu cara ampuh untuk meningkatkan followers Bookstagram. Coba deh, sertakan berbagai hashtag yang berhubungan dengan buku pada caption dan kolom komentar. Dengan demikian, user lain akan lebih mudah menemukan akun kamu.

Baca juga: 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers

Oh ya, sangat disarankan untuk menggunakan hashtag yang relevan supaya kamu enggak mengganggu pengguna atau komunitas lainnya di Instagram. Sebagai contoh, kamu tahu bahwa hashtag #selfie bisa membawa banyak banget likes. Namun, foto yang hendak kamu unggah sama sekali enggak ada hubungannya dengan selfie. Jadi, lebih baik tagar itu enggak digunakan, ya.

5. Aktif di Insta Stories

"this is the recipe of life said my mother as she held me in her arms as i wept think of those flowers you plant in the garden each year they will teach you that people too must wilt fall root rise in order to bloom" . . . . . For those who don't have much time to read books, poetry will be a good option. I recommend you The Sun and Her Flowers, a long-awaited second collection of Rupi Kaur. This book will invite you to do a self-exploration. We're not only talk about love, loss, trauma, healing, and femininity, but also self-affirmation, self-awareness, confession, and empowerment. If you love her first book (Milk & Honey), then you're gonna adore this, too. Personally speaking, it's one of the books that will expand your mind. . . . BOOK GIVEAWAY!!! HI GUYS, I'm collaborating with @read.n.greet to join their campaign #ResolusiBuku2018. Let's give any book recommendations to everyone else by: 1. Uploading a photo of you holding a book that you recommend people to read in 2018 and giveΒ #ResolusiBuku2018Β hashtag in the caption. 2. In the caption, tell us the title of the book, what it's about, and why you would recommend it to others. Besides giving others inspiration on what to read this year, you can also get book giveaway from Read and Greet. Four most interesting pictures and captions will get these books: *Zero to One – Peter Thiel *The Happiness Project – Gretchen Rubin *The Good Luck of Right Now – Matthew Quick *And the Mountains Echoed – Khaled Hosseini Deadline: January 31st, 2018 . . . I invite you all to join the campaign! ❀❀❀ @hanabookreview @feanoreads @thehijabifangirl @syifareads @karina.reads @ratureads88 @farissadrawnbybooks @pardonmywritings @ohsvgar @fictionologyst @fahrirasihan @missfioree @miieruu @annienamiez @person2805 . . . Photo inspired by the lovely @clumsy.words πŸ™ˆβ€

A post shared by Sintia Astarina 🌻 (@sintiawithbooks) on

Karena banyak yang protes dengan algoritma Instagram belakangan ini, ternyata para user punya cara lain untuk mengakalinya, yaitu dengan mengoptimalkan penggunaan Inta Stories. Apalagi, fitur ini bakal bikin konten yang dihasilkan jadi lebih bervariasi. Selain bisa menambah tulisan, emoticon, atau stiker, kamu juga bisa menyertakan jam, lokasi, hashtag, poll, juga animasi GIF. Jadi, pas Bookstagrammer lain melihat Insta Stories-mu, mereka juga akan menikmatinya.

Baca juga: Pengalaman Borong Buku di Big Bad Wolf Jakarta (Bonus: 5 Tips Biar Enggak Kalap)

Oh ya, ada tips tambahan, nih. Coba deh, kamu bikin atau ngelakuin SFS alias Shoutout for Shoutout. Jadi, kamu meng-capture feed orang lain dan mengunggahnya ke Insta Stories kamu dengan tujuan untuk mempromosikan akun tersebut. Biasanya, akun yang kamu promosikan akan mempromosikan balik akun kamu di Insta Story mereka. Jadi, istilahnya, kalian bisa saling tukar followers.

6. Adakan Book Giveaway

Cara yang satu ini juga ampuh banget biar followers bertambah. Ketika mengadakan Book Giveaway, kamu bisa menyertakan rules, seperti wajib follow akun kamu, likes 5 foto terakhir, harus mention 5 orang lain biar ikutan giveaway, hingga wajib respot pengumuman giveaway tersebut. Dulu, saya menerapkan rules serupa ketika mengadakan Book Giveaway dan followers @sintiawithbooks lumayan bertambah dratis.

Eh, omong-omong, kapan sih waktu yang tepat untuk mengadakan giveaway? Untuk hal ini sebenarnya bebas saja. Namun, kamu bisa mengadakannya ketika merayakan 1000 followers pertama, misalnya. Bisa juga ketika sedang merayakan Hari Buku Internasional atau saat kamu sedang berulang tahun.

Nah, perlu diperhatikan juga. Biasanya giveaway ini dibagi ke dalam dua jenis. Ada international giveaway di mana partisipannya bisa berasal dari luar negeri sehingga apabila ia yang menang, kamu harus menanggung beban ongkos kirim ke luar negeri.

Ada pula giveaway yang hanya ditujukan bagi local residents. Kalau yang satu ini seperti yang sering saya adakan. Jadi, di dalam daftar rules saya menulis bahwa Book Giveaway ini hanya ditujukan bagi Indonesia residents only. Dengan demikian, saya bisa menghemat ongkos kirim dan bisa lebih mudah mem-filter pemenangnya.

7. Menulis blog atau membuat video soal buku

Sebenarnya saya udah punya blog (silakan follow!) dari lama, hanya saja isinya masih berantakkan dan labil. Hehehe. Ada yang isinya soal curhatan, ada yang isinya soal traveling, ada pula yang berisi puisi atau prosa. Nah, sejak tahun lalu, akhirnya saya memutuskan untuk menseriusi blog, nih. Mulai beli domain dan hosting sendiri, rajin nulis konten yang berhubungan dengan buku dan jalan-jalan, dan enggak lupa buat mempromosikannya juga, dong.

Baca juga: [BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk, Si Pengingat Mimpi

Selain lewat tulisan, kamu juga bisa membuat video soal buku, alias menjadi seorang Booktuber. Awalnya saya kepengin juga jadi Booktuber, tapi belum pede. Hehehe. Nah, dengan menulis blog atau membuat video soal buku, kamu juga bisa meningkatkan followers Bookstagram untuk pemula.

Baca juga: Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17

Nah, itulah dia 7 tips yang bisa saya bagikan ke kamu. Perlu diingat, lebih baik memiliki followers yang asli ketimbang kamu beli followers hanya supaya terlihat keren, β€œWah, followers Bookstagram-ku banyak, nih”. Enggak, enggak gitu. Yuk, coba ngedapetin followers yang real soalnya bakalan kerasa banget engagement satu sama lain. Kamu juga bakal lebih menikmati gimana serunya terjerumus ke dunia Bookstagram ini.

Have a bookish day!


BACA ARTIKEL LAINNYA, YUK!

5 Teknik Meningkatkan Engagement Bookstagram Lewat Pemberian Komentar

1.Β 5 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online
2. Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?
3. Apa Itu Books Aficionado?
4. Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks
5. 11 Most Creative Bookstagrammers to Follow in 2018
6. 30 Bookstagram Terms You Should Know
7. 20 Inspirasi Rainbow Bookshelf di Bookstagram yang Bikin Betah Baca Buku Seharian
8. Pengalaman Borong Buku di Big Bad Wolf Jakarta (Bonus: 5 Tips Biar Enggak Kalap)
9.Β 5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak
10. Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi
11.Β Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17
12. 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers
13. 15 Rupi Kaur Powerful Quotes Every Girl Needs to Read
14.Β 3 Penulis Teenlit Favorit yang Novelnya Bikin Kangen Masa SMA
15.Β [BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk, Si Pengingat Mimpi
16. 7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku


XOXO, logo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.