30 Bookstagram Terms You Should Know

Sintia Astarina - 30 Bookstagram Terms You Should Know (1)

30 Bookstagram Terms You Should Know – Di Indonesia, Bookstagram semakin lama semakin happening. Buktinya, makin lama makin banyak saya menemukan akun-akun berisi buku yang penggunanya dari Indonesia. Seneng deh, akun Bookstagram ini sudah makin dikenal para books aficionado, pembaca, penulis, maupun penerbit buku. Bahkan, enggak jarang penerbit memberikan buku gratis bagi para bookstagrammers untuk di-review dan ditampilkan fotonya di akun Bookstagram. Bisa dikatakan, Bookstagram ini jadi salah satu media promosi yang efektif.

Kalau kepikiran untuk membuat satu akun yang isinya books and stuff, kamu wajib banget tahu Bookstagram terms yang sering digunakan para bookstagrammers. Seengaknya, ada 30 Bookstagram terms yang harus kamu kenal, nih.

Β 



30 Bookstagram Terms You Should Know

A

ARC: ARC stands for Advanced Reader Copy yang mana para bookstagrammers mendapatkan buku untuk diulas dan dipromosikan di Instagram mereka, bahkan sebelum buku tersebut dirilis. Bisa dibilang, ini adalah privilege bagi si bookstagrammers. Oh ya, buku ini bisa didapatkan dari penulisnya langsung ataupun dari penerbit.

B

BOOK CHALLENGES: tantangan ini biasanya berlangsung selama sebulan penuh di mana setiap harinya ada tantangan-tantangan berbeda, yang tentunya enggak jauh-jauh dari buku. Biasanya, akan ada tema-tema tertentu yang diusung tiap bulan dan yang harus dilakukan hanyalah mem-posting foto sesuai tantangan yang diberikan. The challenge is just for fun.

BOOK FEATURED: di-feature oleh akun-akun dengan banyak followers tentu aja bisa bikin bookstagrammers senang karena akun mereka bisa semakin dikenal. Tiga contoh akun Instagram yang sering mem-feature akun Bookstagram ialah @culturetripbooks, @bookishfeatures, dan @bookstagramfeature. Akun-akun feature ini punya hashtag sendiri-sendiri. Dan untuk meningkatkan peluang di-feature akun-akun ini, wajib pakai hashtag yang dtentukan, bisa mention atau tag juga.

BOOK HAUL: membeli buku dalam jumlah banyak.

BOOK HOARDER: penimbun buku. Bookstagrammers’ problem. Mine, too. To be honest, saya lebih senang membeli buku, ketimbang membacanya. Enggak heran banyak banget buku di rak yang belum saya baca. Hehehe.

BOOK MAIL: ketika mendapat kiriman yang isinya buku dan hal-hal berkaitan, dan kamu ingin menunjukannya pada bookstagrammers lain lewat akun kamu.

BOOK NOOK: tempat favorit kamu ketika membaca buku. Biasanya, enggak jauh-jauh dari rak buku kamu.

BOOK PILE atau BOOK STACK: tumpukkan buku yang sering banget jadi salah satu ide memotret untuk bookstagram.

BOOK REVIEW: salah satu tugas bookstagrammers adalah mengulas buku. Ulasan singkat bisa ditulis pada caption. Ulasan pun ditulis secara singkat karena jumlah karakter yang bisa di-input terbatas. Biasanya book review ini singkat, jelas, padat, dan ditunjang dengan foto yang sesuai.

BOOK SPINES: dalam bookstagram, tulang buku ternyata jadi salah satu objek yang eye-catchy. Bukan cuma sampul aja, ternyata. Contohnya, Harry Potters Boxset terbitan Scholastic banyak banget jadi incaran karena book spines-nya yang keren banget! Ya enggak, sih?

BOOK TAG: bedanya dengan book challenges, book tag hanya punya satu tantangan yang mana nantinya setelah mem-posting foto sesuai tantangan, kamu harus men-tag atau mention akun-akun lain supaya mau ikutan book tag juga.

BOOKISH MERCH: merchandise yang berhubungan dengan buku, misalnya lilin, pembatas buku, bantal, kaos, tato, book jacket, book sleeve, and the list goes on.

Sebenarnya, sudah lama saya punya buku "Nyanyian Akar Rumput, Kumpulan Lengkap Puisi Wiji Thukul", tapi baru sempat tersentuh setelah film Istirahatlah Kata-kata karya Yosep Anggi Noen muncul di bioskop. Saya jadi penasaran, seperti apa sih, puisi-puisinya Wiji Thukul? Bisa dibilang, membaca buku ini seperti kembali ke masa lampau yang tidak ada bedanya dengan masa kini, salah satunya soal ketimpangan sosial. Saya memang enggak terlalu suka soal politik atau sejarah, tapi buku ini bikin saya penasaran soal kondisi Indonesia di masa lampau di mana ada pemberontakkan hingga penghilangan orang secara paksa. Puisi-puisi Wiji Thukul menurut saya sangat berani, cerdas, relevan, representatif, tak ditutup-tutupi. Kata-katanya membuat saya berpikir soal nasib negeri ini. Apakah kita masih takut akan kata-kata? Saya sendiri seorang penulis. Saya lebih bisa mencurahkan pemikiran saya lewat tulisan-tulisan. Sama sekali enggak kebayang gimana jadinya kalau pada zaman ini, saya enggak dibolehin menulis. Saya enggak boleh berpendapat dan mengeluarkan unek-unek saya. Saya dilarang mengkritisi mereka yang punya kekuasaan. Saya enggak bisa bebas. Kata-kata dibungkam, dipendam, dikubur sendiri. Buku-buku yang dibaca cuma untuk asupan sendiri. Ah, buat apa? Beruntung banget bisa baca kumpulan puisi beliau. Inilah karya yang harus disimpan rapi, karya bukti pengorbanan, karya yang bikin kita menolak lupa, karya yang bikin kita pengin mengenal lebih jauh sosok Wiji Thukul. Kalau teman-teman sudah membaca bukunya, beritahu pendapat kalian, ya! Yang belum baca, ayo baca! Ah ya, andaikan sampul buku ini dibuat lebih dark seperti poster film Istirahatkah Kata-kata. πŸ˜› . #AyoMembaca #ResensiNovel #IndoreadgramxHaru #WijiThukul #IstirahatlahKatakata #ThukuldiBioskop

A post shared by Sintia Astarina 🌻 (@sintiawithbooks) on

C

CURRENTLY READING: buku apa nih, yang sedang kamu baca? I’m currently reading The Sun and Her Flowers by Rupi Kaur.

D

DNF: DNF stands for Did Not Finish atau buku-buku yang belum selesai dibaca, atau sengaja enggak kamu baca sampai habis. Salah satu alasannya adalah karena bukunya enggak membuatmu tertarik.

G

GIVEAWAY: memberikan hadiah gratis berupa buku atau merchandise yang berhubungan dengan buku. Giveaway ini bentuknya kuis dan ada syarat-syarat tertentu, seperti harus follow, menjawab pertanyaan, bisa juga melakukan tantangan-tantangan tertentu.

GROUP SFS: ini sama aja seperti SFS atau Shoutour for Shoutout. Bedanya, Group SFS biasanya dilakukan 2-4 orang. Akan ada rules tambahan seperti wajib follow, like, atau comment akun yang mengadakan group SFS. Nah, SFS ini dulunya sering banget di-post di feed masing-masing, tapi sekarang banyak bookstagrammers lebih memilih untuk mem-posting shoutout di Inta Stories mereka, soalnya lebih fleksibel dan enggak ribet.

H

HASHTAG: hashtag membantu untuk meningkatkan visibility akun kamu. Beberapa contoh hashtag yang berhubungan dengan bookstagram ialah #epicreads, #bookflatlay, #culturetripbooks, #booknerdigans, #igreads, #bookfeatured, #totalbooknerd.

L

LIKE FOR LIKE: ketika kamu memberikan likes untuk 10 foto, kamu juga akan mendapatkan likes dengan jumlah yang sama. Sederhananya begitu.

Who's your favorite male author?

A post shared by Sintia Astarina 🌻 (@sintiawithbooks) on

R

READING SLUMP: suatu keadaan di mana kamu enggak mood banget buat baca buku. Bisa dikarenakan karena bosan, terlalu banyak aktivitas, atau memang karena kamu sudah lama enggak baca buku dan sulit menemukan feel-nya kembali. I often feel it, tho.

REP SEARCH: pada dasarnya, ada company atau online shop yang mencari representatives guna mempromosikan barang-barang yang mereka jual. You know, it’s like a competition and you have to promote both yourself and your account. Jika bookstagrammers terpilih, mereka akan mendapatkan merch dari shop tersebut dan sebagai timbal baliknya, mereka harus mem-posting dan mempromosikan barang-barang yang didapat di akun masing-masing.

S

SFS: atau Shoutout for Shoutout artinya memberikan shoutout untuk akun lain dengan harapan kamu bakal dapat shoutout yang sama. SFS ini sering banget dilakukan sebagai bentuk dukungan untuk bookstagrammers lain, terutama yang followers-nya masih sedikit, tapi berpotensi untuk jadi akun yang lebih besar nantinya.

SHELFIE: isinya adalah foto rak buku. Ada pula #shelfiesunday di mana banyak bookstagrammers yang mem-posting rak buku mereka di hari Minggu. Sebenernya, enggak di hari Minggu juga enggak apa-apa, kok. Hehehe.

SO MANY BOOKS, SO LITTLE TIME: Ini dia pepatah yang banyak melekat di kesehariannya bookstagrammers. Ada banyak sekali buku yang ingin dibaca, but it feels like 24/7 isn’t enough, isn’t it?

SUBSCRIPTION BOX: Isinya buku-buku atau merchandise penuh kejutan yang akan dikirim setiap sebulan sekali. Setiap bulan, akan ada tema-tema tertentu. Misalnya, tema Halloween diusung di bulan Oktober kemarin. Nanti, sebagai contoh, kamu bisa mendapatkan sub box yang isinya buku, candle, gantungan kunci, pembatas buku, dsb. yang disesuaikan dengan tema Halloween. Di luar negeri, sub box yang terkenal di antaranya Litjoy Crate, Owlcrate dan Fairyloot, sedangkan di Indonesia ada Storypost, This Book is Lit, BibliophileCrate.

T

TBR: TBR stands for To Be Read, isinya tentang buku-buku apa saja yang akan kamu baca.

U

UNBOXING: Membuka book mail atau subscription box atau apapun itu. Unboxing ini biasanya jadi salah satu momen menyenangkan bagi para bookstagrammers soalnya bisa berbagi excitement ke orang lain.

UNREAD BOOKS: berisi buku-buku yang belum dibaca. Please, jangan tanya saya punya berapa buku yang belum dibaca. Because the answer is TOO MANY! LOL!

W

WATERMARK: credit untuk setiap foto yang di-posting di akun kamu. Hal ini bisa mencegah foto kamu diambil atau digunakan oleh bookstagrammers lain. Tapi, kalau kamu punya ciri khas di setiap foto yang diunggah, bookstagrammers lain bakalan mengenali dengan mudah.

WRAP-UP: kebalikan dari unread books. Wrap-up berisi buku-buku yang sudah selesai dibaca. Biasanya, bookstagrammers mengelompokannya berdasarkan bulan, September Wrap-Up, October Wrap-Up.

THAT’S ALL! Wiihhh… if you have any other Bookstagram terms that’s not on this list above, please let me know because I would very love to add another words of Bookstagram to this blogpost.

Have a bookish day, everyone!

XOXO, logo

10 comments

  1. Thanks bgt, Kak, untuk istilah-istilahnya. Saya jadi tahu maksud dari istilah yg sering dipakai di IG BookstagrammerπŸ˜‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *