8 Cara Membaca Buku Berbahasa Inggris (Juga Menikmatinya)

Jun 26, 2021

8 Cara Membaca Buku Berbahasa Inggris (Juga Menikmatinya) – Beberapa tahun terakhir saya mulai menggandrungi buku-buku berbahasa Inggris. Bukan, bukannya mau sok keren-kerenan. Ini adalah wadah eksplorasi pengalaman membaca saya yang baru, apalagi bahasa yang digunakan berbeda dari bahasa Ibu.

Ditambah paparan rekomendasi dari sesama pembaca, saya mulai tertarik membeli beberapa judul dengan ragam genre. Ada buku fiksi young adults, buku anak-anak, buku puisi, dan banyak lainnya. Beberapa ada yang sudah dibaca, lainnya masih mengantre.

Dari pengalaman membaca tersebut, sampai sekarang saya masih belajar, masih trial and error, masih coba nemuin formula tepat gimana bisa menyelami bacaan dengan mudah. Percayalah, ketika ada kesulitan dalam mengerti suatu bahasa, terkadang kesenangan membaca itu nggak sepenuh biasanya.

Tapi percayalah juga, menjelajahi ragam bacaan, terutama dari segi bahasa, adalah hal yang sangat menyenangkan (sekaligus menantang!). Nggak cuma English as a Second Language, ini bisa diterapkan ke bahasa-bahasa lain yang ingin kita pelajari juga. 😀

Baca juga: 7 Manfaat Membaca Buku Bagi Siapa pun


Kenapa Baca Buku Berbahasa Inggris?

Kebiasaan Membaca Buku di Perjalanan yang Ingin Saya Tularkan ke Kamu

1. Ingin meningkatkan kemampuan berbahasa asing

Saat SD, Mama mendaftarkan saya les bahasa Inggris selama bertahun-tahun, tapi saya nggak terlalu ingat apa yang dipelajari belasan tahun lalu. Kalau dipikir-pikir, sepertinya ada yang kurang tepat dengan cara ajarnya sehingga apa yang sudah saya pelajari seolah menguap begitu saja.

Bahasa Inggris pun juga jadi pelajaran dan mata kuliah wajib, tapi tetap saja saya merasa apa yang dipelajari belum memenuhi level ekspektasi.

Ketika belajar dari buku (di luar buku pelajaran), lho ajaibnya saya bisa belajar dengan lebih mudah dan lebih cepat. Bisa jadi, karena apa yang saya baca adalah hal menyenangkan, pengalaman belajar bahasa Inggrisnya pun jadi ikutan menyenangkan. Ini juga bisa berlaku dalam hal musik, film, dan lainnya.

Lagi, sampai saat ini saya masih belajar. Baca 1-2 buku berbahasa Inggris nggak semerta-merta bikin saya langsung jago dan bisa cas-cis-cus ngomong Inggris, kok. It’s a continuous process.

2. Supaya lebih pede

Seenggaknya, lingkup kerja saya mengharuskan para karyawannya untuk bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Makanya, ketika ada English Course gratis dari kantor, langsunglah excited pengin ikutan! Nggak mau rugi. Hahaha.

Selain belajar dan mendengar praktik langsung dari temen-temen kantor, membaca nyatanya juga banyak membantu saya. Saya merasa, semakin sering membaca buku berbahasa Inggris, perbendaharaan kosakata semakin banyak, dan harapannya semakin lancar juga ketika diharuskan untuk bicara, diskusi, atau presentasi dalam bahasa Inggris.

Formulanya begini: makin banyak belajar (dari apa yang kita suka), makin banyak latihan, makin pedelah saya.

3. Kadang belum sreg dengan terjemahan bahasa Indonesia

Disclaimer: saya belum baca semua buku terjemahan bahasa Indonesia dan nggak ada intensi untuk menggeneralisir, ya. Ini berdasarkan buku-buku terjemahan yang saya udah baca.  Mungkin kamu punya pengalaman berbeda. 🙂

Jujur seneng banget, ada banyak buku bagus berbahasa Inggris yang ternyata diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Upaya ini pun membuka kesempatan bagi siapa saja untuk bisa membaca karya-karya keren, tanpa takut terintimidasi bahasa Inggris yang kayaknya, belum apa-apa udah bikin jiper duluan. Pernah ngerasain, nggak?

Dari beberapa buku terjemahan yang udah saya baca, saya sering nemuin kendala dalam hal keluwesan bahasa yang nyatanya berimbas pada pengalaman membaca itu sendiri.

Misalnya, dulu pernah membaca The Little Prince dalam bahasa Indonesia dan saya nggak nangkep pesan yang mau disampaikan. Pas coba baca terjemahan bahasa Inggris, ternyata saya lebih mudah paham.

Atau ketika saya membaca buku Milk & Honey dalam bahasa Indonesia, saya ngerasa feel-nya, kok, agak kurang gimanaaa gitu. Lebih “nusuk” yang bahasa Inggris.

Berbekal tujuan di atas, sedikit demi sedikit saya pun mulai membiasakan diri untuk seenggaknya membaca satu buku berbahasa Inggris dalam satu bulan. Supaya skill itu dilatih terus-menerus, supaya makin terbiasa.

Habis ini, saya mau share cara membaca buku berbahasa Inggris supaya siapa saja bisa lebih menikmatinya.

Baca juga: Buku dan Perihal Membaca: Yang Mengisi, Menyelamatkan, dan Membuka Kesempatan…


8 Cara Membaca Buku Berbahasa Inggris

7 Cara Membaca Buku Berbahasa Inggris

1. Mulai dari bacaan yang ringan

Definisi bacaan ringan bagi tiap-tiap pembaca itu berbeda. Bisa jadi komik, buku anak-anak, artikel, atau sesimpel tulisan yang kita baca di brosur.

Bagi saya, salah satu contoh bacaan ringan ialah buku anak-anak. Di bazar buku Big Bad Wolf, tersedia ragam buku anak-anak yang bagus-bagus banget! Jenis dan target pembacanya pun bervariasi.

Yang saya perhatikan, buku anak-anak biasanya mengusung konsep rhyming words yang akan membantu anak mengerti bacaan dengan lebih mudah. Buku anak juga biasanya lebih playful dan interaktif karena dihiasi aneka ilustrasi dan warna-warni yang memanjakan mata.

Coba deh, baca 10 rekomendasi buku anak favorit yang bisa dibaca orang dewasa. Siapa tahu tertarik.

2. Praktikkan read aloud

Awal mula saya mengenal read aloud adalah dari Kak Jogi, seorang pegiat literasi yang juga praktisi read aloud. Dikutip dari theAsianparent, read aloud adalah kegiatan membacakan anak buku cerita, tapi dengan suara yang lebih nyaring dan jelas.

Entah praktiknya bener atau nggak, tapi saya suka membaca nyaring ke diri sendiri, terutama ketika sedang membaca buku berbahasa Inggris. Ngaruhnya apa? Saya jadi lebih fokus karena mata, telinga, dan mulut sama-sama aktif. Saya jadi lebih tertuju pada bacaan.

Biasanya, saya menarasikan kalimat demi kalimat ketika membaca tulisan yang pendek-pendek, atau ketika membaca paragraf tertentu dalam buku yang sulit dimengerti. Selebihnya saya tetap baca dalam hati.

3. Tandai dan buat daftar kosakata yang nggak dimengerti

Cara membaca buku berbahasa Inggris yang satu ini saya tujukan bagi siapa saja yang rela corat-coret buku. Biasanya, kalau saya menemukan kosakata yang sulit dimengerti, saya akan tandai/garis bawahi/lingkari.

Saya juga biasanya bikin daftar kosakata di Google Sheet untuk mendokumentasikan kata-kata asing tersebut. Di dalamnya, saya bikin tabel dengan formula Google Translate yang akan memudahkan saya untuk tahu apa bahasa Indonesia kata-kata tersebut. Tapi, tetep harus cek-cek lagi, ya, karena kadang Google Translate pun belum tepat. Hehehe.

Coba download di sini kalau mau cobain template-nya.

4. Bertemanlah dengan kamus

Hehehe, saya paling nggak bisa jauh-jauh dari Google Translate. Kalau ada kata asing yang bikin geregetan (karena nggak tahu apa artinya), saya biasanya cari terjemahannya. Kalau pakai template di atas, udah otomatis diterjamahin, ya.

Nah, bagi penikmat buku digital yang suka pakai device Kindle misalnya, bisa terjemahkan kata asing dengan mudah lewat fitur Translate, dari perangkat yang sama.

5. Pahami konteks kalimatnya

Ada yang merasa bahwa sebentar-sebentar buka Google Translate bakal memengaruhi keseruan aktivitas membaca? Mungkin cara membaca buku berbahasa Inggris yang satu ini bisa dipraktikkan. Biasanya, nggak semua kata asing saya catat atau cari terjemahannya secara langsung.

Most of the time, saya coba pahami konteks kalimatnya dan mengira-ngira sendiri, hmm … ini kalau dilihat dari keseluruhan kalimat atau paragraf, artinya apa, ya? Ketika nemuin definisi yang kurang lebih nyambung, saya bakal gas terus.

Namun kalau mulai geregetan karena nggak nemuin konteks terjemahan yang pas alias clueless banget, mau nggak mau buka Google Translate lagi.

6. Belajar untuk menulis ulasannya juga dalam bahasa Inggris

It’s pretty challenging, yet interetsing, though! Saya terbiasa menulis ulasan buku dalam bahasa Indonesia karena sesama teman pembaca memang dari Indonesia juga. Namun, saya rasa nggak ada yang salah untuk mulai coba membuat ulasan buku dengan bahasa Inggris. Masih inget formula di atas, kan? Yes, banyak latihan itu penting.

Nah, buku berbahasa Inggris terakhir yang saya baca adalah She Smells of Turmeric karya Natasha Sondakh, yang coba saya ulas dalam bahasa Inggris. Untuk mengecek apakah tulisan saya udah bener atau belum, saya pakai Grammarly.

Tips: follow teman-teman pembaca yang suka bikin book review dalam bahasa Inggris, seperti @descanto, @devinayo, @qreadlist, @xyreads, dan @namakurhea.

7. Diskusikan dalam bahasa Inggris juga!

Membaca buku berbahasa Inggris, sudah. Menulis ulasan dalam bahasa Inggris juga sudah. Gimana kalau diskusi langsung? Salah satu komunitas atau klub buku berbahasa Inggris yang bisa diikuti ialah @madteabookclub. Ada berbagai topik dan agenda menarik untuk dibahas.

8. Rutin membaca

Hey, jangan bosen dengert tips yang satu ini, ya. Jika ingin menggenjot kemampuan berbahasa, praktik berkesinambungan saya rasa adalah langkah yang tepat. Bagaimana memulainya supaya rutin? Coba bikin daftar buku apa saja yang ingin dibaca dan set deadline kapan harus menyelesaikannya.

Cari reading buddy dan teman diskusi juga bisa bikin lebih memacu supaya disiplin, lho. Mungkin itu bisa membantu?

Semoga cara membaca buku berbahasa Inggris di atas bisa bermanfaat, ya! 😀

Sintia Astarina

Sintia Astarina

A flâneur with passion for books, writing, and traveling. I always have a natural curiosity for words and nature. Good weather, tasty food, and cuddling are some of my favorite things. How about yours?

More about Sintia > 

6 Comments

  1. Hestia

    Tips dan triknya applicable banget btw! Dan yes, jadikan BBW sebagai ajang untuk berburu buku bahasa Inggris yang mudah dan murah untuk latihan 😀

    Reply
    • Sintia Astarina

      Yes, betuulll! Tapi somehow kok BBW udah nggak terlalu semenarik dulu, yaaa. Hihi. Apakah sudah mulai jenuh dengan pilihan bukunya? :”)

      Reply
  2. Grisselda nihardja

    Berteman dengan kamus itu penting banget ya :))

    Coba download “Kamusku” juga, Sin. Kalau Google Translate kan perlu download offline translation file biar dulu, sementara Kamusku langsung aja. Bisa dipakai offline saat nggak dapat sinyal juga.

    Reply
    • Sintia Astarina

      Eh, baru tau soal Kamusku. Ntar ah cobain. Thank youuu!

      Reply
  3. MAYA FADILAH

    Aku baca Little Prince dalam bahasa Inggris masih kurang paham kak, hehe, But kalau untuk puisi aku memang lebih suka versi Inggrisnya karena lebih mudah dipahami konteksnya. Kalau dalam bahasa Indonesia, tafsir puisinya kan bisa beda-beda jadi feelnya kurang dapat. Hehe…

    Btw, boleh loh main ke blog-ku mayafadilah.blogspot.com aku review buku, film dan masakan, skincare juga hehe.. Banyak pokoknya karena itu pensieve ku di media online.

    Makasih ka Sintia tipsnyaaa.. Aku akan coba karena aku baru mau mulai baca bacaan Inggris (novel) lagi, kalau puisi aku sering baca English Versionnya.

    Reply
    • Sintia Astarina

      Halooo! Makasih banyak sudah mampir. Yuk, semangat belajar baca bacaan berbahasa Inggris. Bisa dipelajari dan dibiasakan. 😀

      Aku visit balik ke blog kamu yaa 😀

      Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.