Belum ke Yogyakarta Kalau Belum Mampir ke The House of Raminten

Belum ke Yogyakarta Kalau Belum Mampir ke The House of Raminten – Nyaman, artistik, menu yang unik, dan rasanya yang lezat! Keempat hal itulah yang bisa didapatkan ketika mampir di The House of Raminten, Yogyakarta. Suasana yang begitu kental dengan adat tradisional Jawa membuat kita benar-benar merasakan kebudayaan Yogyakarta. Kultur tersebutlah yang nyatanya menjadi salah satu daya tarik para pengunjung untuk mampir ke rumah makan ini.

Hamzah H.S., pemilik rumah makan ini memilih nama Raminten karena berasal dari nama tokoh yang ia mainkan dalam sebuah sitkom di Jogja TV. Awalnya, The House of Raminten ini mengusung konsep kafe jamu tradisional.

Baca juga: Berkeliling Sambil Memotret di Pasar Beringharjo

Namun, ketika rumah makan yang berdiri pada 26 Desember 2008 ini semakin ramai pengunjung, akhirnya The House of Raminten membuat suasana menjadi seperti angkringan khas Yogyakarta. Perpaduan unsur tradisional dan modern sangat kental terlihat. Dapat juga dapat kita lihat dari penampilan para waitress, peralatan makan dan minum, juga menu yang disajikan.

Begitu memasuki The House of Raminten, kita akan disambut dengan bunyi-bunyian gamelan. Kereta kencana di sebelah kanan pintu masuk pun juga menjadi salah satu daya tarik bagi para pengunjung yang ada di sana. kita pun bisa berfoto di depannya. Di berbagai sudut, ada dupa dan kembang. Bahkan di bagian belakang rumah makan ini, ada beberapa ekor kuda yang bisa dilihat pengunjung.

Baca juga: Menguntit Jejak Katolik di Museum Misi Muntilan

Di sini, saya memilih duduk lesehan karena benar-benar ingin merasakan adat khas Jawa yang begitu melekat. Lalu, saya memesan Bubur Ayam Kelasworo dan Nescafe Cream untuk makan malam. Tak disangka, bubur yang saya pesan porsinya sangat banyak, tapi harganya sangat murah! Bahkan, teman saya secara sukarela menghabiskan bubur saya.

IMG_4038

Selain itu, ada menu unik lainnya yang bisa dipesan. Ada Suklat Lembut, Ayam Koteka, Wedang Gajah Ndekem, Es Melankolis, Susu Perawan Tancep, dan Cunduk Raminten. Meski kedengarannya aneh dan asing, menu-menu di atas boleh dijadikan pilihan.

Masalah harga, jangan khawatir. The House of Raminten ini mematok harga antara Rp1.000,00 – Rp25.000,00 saja lho! Wah, ditambah dengan porsi besar dan rasanya yang enak, tentu perut kita yang lapar akan langsung terpuaskan.

Baca juga: Lebih Nikmat Menyantap Bakmi Jowo Mbah Gito di Kala Malam

Tempat ini memang cocok untuk menjadi salah satu rumah makan yang patut dikunjungi apabila tengah berlibur di Yogyakarta. Tidak sulit menemukan rumah makan yang terletak di Jalan FM Noto Kotabaru, Yogyakarta, The House of Raminten ini buka selama 24 jam. Namun, apabila kita dan keluarga mampir ke sini pada hari libur atau akhir pekan, hmm… siap-siap untuk berada di waiting list karena The House of Raminten akan ramai dikunjungi.

Meski sudah populer, Hamzah H.S. tak berniat untuk membuka cabang di kota-kota lain. Padahal, banyak pengunjung yang ingin The House of Raminten ini buka di kota lain. Bagi pemilik rumah makan ini, The House of Raminten didirikan untuk menarik para wisatawan untuk pergi ke Yogyakarta. Ia ingin meningkatkan pariwisatanya, terutama di bidang kuliner tersebut. Menarik, ya?

You may also like

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *