10 Buku Anak Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak

Mar 25, 2020

10 Buku Anak Favorit yang Wajib Dibaca Orang Dewasa – Semasa kecil, saya senang berkutat dengan beragam bacaan anak-anak. Mulai dari majalah Bobo, majalah Mombi, hingga majalah W.I.T.C.H. Saya juga senang baca komik, mulai dari Doraemon, Yume No Crayon Kingdom, Sentaro, Dr. Rin, dan sampai sekarang juga masih mengoleksi Hai, Miiko!.

Baca juga: Kebiasaan Membaca Buku di Perjalanan yang Ingin Saya Tularkan ke Kamu

Ada yang baca juga enggak? Wah… rasanya kangen banget baca bacaan anak-anak karena isinya ringan dan cukup menghibur.

Di salah satu tulisan di blog, saya pernah mengatakan bahwa semakin dewasa, tanpa sadar saya meng-upgrade genre bacaan saya.

Mungkin dulu waktu SD senangnya baca komik, lalu pas SMP mulai baca novel teenlit, pas SMA coba baca novel young adult, dan seterusnya. Namun kalau dipikir-pikir, pas udah dewasa gini, enggak ada salahnya juga sih, kembali baca novel teenlit, baca komik, atau bacaan yang memang sebenarnya ditujukan untuk anak-anak.

Faktanya, banyak banget children literature yang dibaca orang dewasa. Mulai dari The Tale of Peter Rabbit, Alice in Wonderland, The Hobbit, Matilda, hingga yang paling terkenal serial Harry Potter juga sebenarnya bisa banget dibaca oleh anak-anak.

Baca juga: Pengalaman Borong Buku di Big Bad Wolf Jakarta (Bonus: 5 Tips Biar Enggak Kalap)

Kali ini, saya mau bocorin 10 rekomendasi buku anak-anak favorit saya yang siapa tahu bisa bikin kamu semakin rindu dan jatuh cinta dengan masa kecil.

Buku-buku ini bikin saya sadar bahwa masa kecil itu sebenarnya enggak jauh beda dengan dunia orang dewasa. Karenanya, orang dewasa juga perlu baca buku anak-anak di bawah ini.

10 Buku Anak Favorit yang Wajib Dibaca Orang Dewasa

1. Na Willa: Serial Catatan Kemarin – Reda Gaudiamo

Inilah buku anak favorit yang wajib dibaca orang dewasa. Saya jatuh cinta, jatuh cinta sekali dengan cara Reda Gaudiamo mengingatkan saya akan masa kecil. Saya jadi ingat, seorang editor fiksi pernah berkata kepada saya bahwa pada dasarnya, semua ide itu basi.

Yang membedakan sebuah buku dengan buku lainnya ialah bagaimana cara si penulis menyampaikan isi pemikirannya, lewat gaya bahasa atau tulisannya masing-masing. Di buku Na Willa, saya tahu penulisnya berhasil memikat hati saya.

Oh ya, sedikit flashback, saya tahu buku ini dari Maesy Ang, pemilik toko buku independen POST yang terletak di Pasar Santa, Jakarta Selatan. Waktu itu saya menghadiri acara Bincang Buku dan Maesy memperkenalkan saya dengan salah satu buku anak-anak favoritnya, yang tak lain dan tak bukan ialah Na Willa.

Baca juga: Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi

Saya sama sekali enggak nyesel pas tahu ada buku bagus ini. Na Willa seolah mengajak saya untuk kembali mampir ke masa kecil versinya dan melihat dari sudut pandangnya.

Saya jadi sadar, banyak yang bilang kalau jadi anak-anak itu enak banget, tapi gadis mungil ini menyadarkan saya kalau tumbuh menjadi dewasa itu enggak mudah. Untuk selengkapnya, silakan baca tulisan saya yang berjudul [BOOK REVIEW] Na Willa: Serial Catatan Kemarin Karya Reda Gaudiamo.


2. Aku, Meps, dan Beps – Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo

Buku anak favorit saya selanjutnya, yakni Aku, Meps, dan Beps. Penulisnya sama, Reda Gaudiamo. Namun kini ia berduet dengan putrinya, Soca Sobhita. Nah, buku bersampul oranye segar ini diterbitkan oleh POST Publisher dan begitu tahu ada buku ini, saya gagal mencari alasan buat enggak beli.

Menariknya, buku ini semacam #relationshipgoals, tapi bukan pasangan antara laki-laki dan perempuan, melainkan antara Ibu dan anak.

To be frank, it’s literally a page-turner. Saya nggak bisa berhenti membaca buku ini dari awal sampai akhir saking penasarannya. Pengin tahu banget isi kepala si “aku”, si tokoh utama.

Surprisingly, banyak banget hal yang “Soca banget” di diri saya yang tertuang di buku ini. Mulai dari malas makan sayur sampai paling susah disuruh mandi. Hahaha. Dan ternyata saya seumuran sama Soca. Makin menjadi-jadi deh, perasaan saya buat buku ini.

Baca juga: 11 Most Creative Bookstagrammers to Follow in 2018

Intinya, buku ini bikin saya (mungkin juga kamu) enggak pengin melupakan masa kecil. Karya ini terasa seperti buku harian pribadi yang bikin saya mengenang kembali apa yang dilakukan atau dipikirkan ketika masih TK atau SD.

Oh ya, ilustrasi di buku ini gemes dan lucu banget! Sukaaaa! Gambar di halaman 13 favorit saya. Rasanya ingin mengucapkan terima kasih banyak sudah mendokumentasikan masa kecil para orang dewasa yang sudah mulai lupa.


3. Diary of a Wimpy Kid – Jeff Kinney

Buku anak-anak rasanya memang enggak lengkap kalau enggak didampingi ilustrasi. In my personal opinion, Diary of a Wimpy Kid ini emang juara. Ceritanya menarik dan enggak ngebosenin, ilustrasinya yang apik pun jadi pelengkap untuk setiap cerita yang disuguhkan.

Buku ini pun disajikan dalam berbagai volume dengan tema cerita yang berbeda-beda. Namun, isinya enggak jauh-jauh dari kekonyolan di dalam keluarga, kesialan-kesialan di sekolah, betapa enggak serunya liburan baik di rumah maupun di luar, ketemu orang-orang enggak terduga, dan sebagainya.

Baca juga: 5 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online

Dari semua yang sudah dibaca, edisi favorit saya adalah nomer 6 yang bersampul biru muda, yaitu Cabin Fever, serta nomer 6 berwarna oranye, berjudul The Long Haul.

Saya udah membaca beberapa yang versi bahasa Indonesia dan beberapa yang versi bahasa Inggris. Kalau saya sih, lebih suka yang berbahasa Inggris karena rasa humor yang diselipkan Jeff Kinney lebih “ngena”. Ini buku anak favorit yang wajib dibaca orang dewasa, deh!


4. The Little Prince – Antoine de Saint-Exupéry

Perkenalan pertama saya dengan The Little Prince sekitar tahun 2015, ketika mantan rekan satu redaksi diminta membuat ulasan tentang buku ini.

Saya pun jadi penasaran buat baca. Pertama, saya baca yang versi bahasa Indonesia, eh enggak terlalu ngerti sama isi ceritanya. Lalu, saya beli versi yang berbahasa Inggris dan ternyata ini jadi salah satu buku anak favorit yang wajib dibaca orang dewasa.

Baca juga: Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?

Saya suka cara penulis menyampaikan pesan dan nilai-nilai tersembunyi dari setiap potongan adegan. Buku ini berhasil bikn pembacanya berpikir, bukan bertanya-tanya. Rasanya bersyukur banget bisa membaca buku ini sampai habis.

Penulis seolah menggambarkan isi dunia ini lalu membagi-baginya ke dalam beberapa bagian yang jika diterjemahkan, benar-benar real. It’s such a masterpiece and I bet everybody knows that. Saya menikmati buku ini dan saya harap kamu juga merasakan hal yang sama.


5. Wonder – R.J. Palacio

Ini buku anak-anak tersulit yang pernah saya baca. Masalahnya bukan pada bukunya, melainkan sama sayanya.

Pas baca Wonder, distraksi ada di mana-mana. Ngantuklah, kepengin baca buku lain, lagi males baca buku berbahasa Inggris, dan sebagainya. Alhasil, berbulan-bulan saya coba menghabiskan buku bersampul biru ini, tapi tetap saja gagal.

Kayaknya, saya baru berhasil membaca tiga per empatnya, sementara sisanya belum saya sentuh lagi. Namun sejauh ini, saya berani bilang kalau ini juga jadi buku anak favorit yang wajib dibaca orang dewasa.

Baca juga: Apa Itu Books Aficionado?

Saya suka tema yang diangkat penulis, cara penyampaian cerita yang mengalir juga membuat saya berimajinasi mengenai sosok August. Belum lama ini, buku ini juga difilmkan dan Jacob Tremblay didapuk menjadi pemeran utama.

Tentu aja di film saya bisa membayangkan bagaimana sosok August jika divisualisasikan dalam kehidupan nyata, bukan lagi menerka-nerka atau berimajinasi ketika membaca bukunya.

Saya belum nonton sejujurnya, tapi saya enggak sabar untuk menyelesaikan buku ini, sekaligus menonton filmnya. Banyak yang bilang kalau filmnya sedih banget. 🙁 Kebayang juga sih, soalnya membaca narasi di bukunya juga sedih banget. Kamu udah nonton atau baca bukunya belum?


6. Resep Membuat Jagat Raya – Abhinaya Gina Jamela

Saya kena racun teman-teman pencinta buku. Gara-gara dua teman, saya jadi impulsif beli buku ini. Bahkan beli Boxset-nya. Perkenalkan, ini Resep Membuat Jagat Raya karya penulis cilik bernama Abhinaya Gina Jamela.

Saat membaca, saya nggak nyangka kalau buku puisi ini diracik oleh seorang anak SD. Mulai dari gaya penulisan, permainan bahasa, hingga perbendaharaan kosakata membuktikan bahwa penulis terlihat cukup matang dalam membuat puisi.

Dari buku ini saya belajar, jika ingin pandai menulis, banyak-banyaklah melahap buku. Jangan lupa, kelilingi diri kamu dengan orang-orang yang siap sedia menebarkan racun rekomendasi buku-buku bagus.

Ya, sama halnya sepereti Ibunda Naya yang ternyata “menjebak” Naya dengan Ensiklopedia Dunia. Well, she’s a cool Mom!

Tertarik untuk membaca buku anak favorit yang wajib dibaca orang dewasa ini?


7. Seri Kemiri Yori – Book for Mountain

Ini dia buku anak favorit yang wajib dibaca orang dewasa, judulnya Seri Kemiri Yori. Dalam seri ini ada 4 buku, yakni Yori & Tunas Kemiri, Yori & Pupuk Alami, Yori & Ulat Kantong, serta Petualangan Sang Kemiri.

Yang menarik, buku cerita ini memberikan pemahaman kontekstual mengenai apa yang terjadi di daerah atau desa. Seri Kemiri Yori sendiri sebenarnya memang ditujukan untuk menumbuhkan kepekaan anak akan potensi dan permasalahan yang terjadi di daerah mereka.

Ketika membacanya, wah ternyata ceritanya bagus dan bisa memberikan ilmu yang bermanfaat juga! Selama ini cuma tahu kalau kemiri bisa digunakan sebagai bumbu dapur atau untuk rambut.

Akan tetapi, ketika menyelesaikan Seri Kemiri Yori, ternyata saya tahu bagaimana cara membuat kemiri tumbuh subur, apa manfaat lain kemiri, dan masih banyak lagi.

Omong-omong, buku ini ditujukan untuk anak-anak dengan level baca 3 atau untuk anak berusia di atas 8 tahun yang sudah bisa membaca sendiri tanpa didampingi (mohon koreksi bila saya salah).


8. Hai, Miiko! – Ono Eriko

Buku favorit lainnya yang bikin saya jatuh cinta dengan dunia anak-anak adalah komik Hai, Miiko! karya Ono Eriko.

Sosok gadis kecil nan menggemaskan yang satu ini selalu berhasil merebut perhatian saya. Banyak cerita lucu yang di dalamanya yang mengajarkan pembaca soal keluarga, sahabat, empati, tolong-menolong, kejujuran, dan masih banyak lagi.

Pengin banget rasanya membaca cerita Hai, Miiko! yang lebih panjang. Setiap kali selesai membacanya, saya harus bersabar untuk menanti volume selanjutnya terbit. Apalagi sekarang komik ini hanya akan terbit satu tahun sekali. Ah, lamanya…


9. Terbang, Waktu Hujan Turun, dan Cerita Eyang – Rassi Narika dan Referika Rahmi

Buku anak lainnya yang wajib dibaca orang dewasa ialah Terbang, Waktu Hujan Turun, dan Cerita Eyang. Semua buku ini diterbitlah oleh Seumpama Books. Yang saya senangi dari buku ini adalah ceritanya yang ringan, lekat dengan sehari-hari, menyenangkan, serta disertai ilustrasi yang menghangatkan.

Waktu Hujan Turun yang ditulis oleh Rassi Narika, sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Emma Press. Senang sekali banyak karya anak-anak asal Indonesia yang juga mendapat tempat di hati masyarakat internasional.


10. A Great Big Cuddle: Poems for the Very Young – Michael Rossen

Buku anak-anak yang satu ini saya dapatkan di Big Bad Wolf Jakarta. Saya kepincut banget dengan judulnya, sebab menyertakan kata “poems”. Setelah ditelisik lebih jauh, ternyata di dalam Children’s Literature, terdapat genre poetry. Menarik!

Setelah dibaca, wah buku ini seru abis! Kebanyakan tulisan menggunakan irama dengan akhiran atau bunyi yang sama. Anda puisi anak-anak di buku ini memiliki lagu, pasti akan lebih seru ketika dibaca anak-anak. Akan jauh lebih eksploratif.

Nah, itu dia 10 rekomendasi buku anak favorit yang wajib dibaca orang dewasa. Mungkin kamu punya rekomendasi buku anak favorit lainnya? Jangan sungkan berbagi, ya. Siapa tahu kamu juga berhasil bikin saya jatuh cinta dengan buku pilihanmu.


Bacaan selanjutnya:

Baca 5 Buku tentang Perempuan Ini Saat Hari Perempuan Internasional

Sintia Astarina

Sintia Astarina

A flâneur with passion for books, writing, and traveling. I always have a natural curiosity for words and nature. Good weather, tasty food, and cuddling are some of my favorite things. How about yours?

More about Sintia > 

18 Comments

  1. Dedew

    Penasaran sama Na Willa, langsung order hihi

    Reply
    • Sintia Astarina

      Ada buku Na Willa yang kedua, lho! Jangan lupa dibaca juga, ya. ?

      Reply
  2. Nadella

    Buku anak gak mesti dibaca oleh anak ya mba? hehe. Apalagi yang The Little Prince itu kok saya “temukan” di mana-mana, di goodreads temen, di blog-blog orang dewasa… Mencerahkan banget mba, kayaknya saya mulai tertarik beli buku anak niy ._. hehe

    Reply
    • Sintia Astarina

      Buku anak-anak bahkan sangat bisa dibaca orang dewasa. Jadi, kita bisa tahu bagaimana sudut pandang bercerita seorang anak. Dan ya, The Little Prince memang menarik banget. Itu salah satu buku favorit saya. Coba baca juga, deh. Siapa tahu tertarik. ?

      Reply
  3. Tisha

    Aku suka banget sama Le Petit Prince.. Tiap baca, bawaannya terharu. Apalagi pas nonton filmnya juga.. ?.
    Mr. Saint-Ex menulis kata-katanya dengan indah.. ?

    Reply
    • Sintia Astarina

      Sama! Aku juga suka. Aku lebih terkesan sama bukunya sih, ketimbang pas nonton filmnya. Tapi filmnya nggak kalah bagus. Dan ya, kata-katanya memang indah. Thoughtful banget. ?

      Reply
  4. Alsheila Vannya

    Hai Sinta, pertama kali blogwalking ke blog kamu dari group blogger perempuan. duuuh langsung suka sama isi tulisan kamu, dan udah beberapa postingan kamu yang aku baca dalam waktu beberapa menit. eh btw aku juga suka dtg ke post santa, ikutan temen sih. yuk kapan-kapan kita ketemu trs saling share rekomendasi buku bagus dari kamu

    Reply
    • Sintia Astarina

      Hi Alsheila, terima kasih banyak sudah mampir ke blog-ku. Semoga kamu suka dengan apa yang aku tulis, yaa. Sejujurnya aku belum pernah mampir ke POST Santa. Hahaha. Seringnya pesan buku online saja. That’s why, I’d very love to visit that indie bookstore and share any book recommendations with you. 😀

      Reply
  5. Ridwan

    Terima kasih, isinya menginspirasi. sukses ya

    Reply
    • Sintia Astarina

      Halo, Mas. Terima kasih juga sudah berkunjung. 🙂

      Reply
  6. AtriaSartika

    ya ampun, W.I.T.C.H saat SMP dulu nemu majalah ini sekali aja dan berharga banget. Di sayang-sayang banget. Tapi pas pindahan entah bukunya ketinggalan di mana 🙁

    Btw, dari 10 rekomendasinya, aku hanya baca 4 buku. Dan favoritku adalah Wonder
    Ini pas baca bagian terakhir pengin ikut standing applause, trus mata udah yang basah gitu (T_T)

    Reply
    • Sintia Astarina

      yaahh sayang banget majalahnya ilang. Sama banget nih, majalah-majalah zaman dulu kayaknya udah diloakin, deh. 🙁

      Wahh iya Wonder emang favorit, deh. Udah nonton filmnya belom? Hehe

      Reply
  7. Thessa

    Aku baca The Little Prince duluu banget sebelum sempet happening, sampe bela2in purchase di kindle. Sukaaa banget sama ceritanya, maknanya daleem..
    Diary of wimpy kid, yaampun itu favorit aku bangeet.. Sampe ketawa2 sendiri aku tiap baca ini 😁 Yg lain yg kak sintia rekomen banyak yg aku belum baca. Makasi ya rekomendasi nya kak ❤❤

    Reply
    • Sintia Astarina

      Hahaha iyaa aku pun juga ketawa-ketawa sendiri pas baca Diary of a Wimpy Kid. Hehehe. Jadi kangen baca karya-karyanya Jeff Kinney lagi.

      Siap Thessa, terima kasih juga sudah berkunjung ke blogku. Semoga rekomendasinya bermanfaat dan cocok untukmu, ya! 😀

      Reply
  8. Justin

    Seru-seru banget buku favoritnya, saya juga pembaca setia Hai Miiko, terus The Little Prince, Wonder juga. Kalau boleh nambahin, buku anak itu saya suka komik seri Yotsuba&!, Captain Underpants, terus novel suka itu tadi Wonder, How to Train Your Dragon, sama seri Keluarga Super Irit. Btw Sintia, buku-buku mu itu bisa dipinjem gitu gak yah?

    Reply
    • Sintia Astarina

      Wahh makasih rekomendasinya! Seneng banget kalo dapet rekomendasi bacaan baru. Hehe. Bukunya sebenernya nggak dipinjemin sih, Mbak. Soalnya entah kenapa aku tuh protektif banget sama buku-bukuku. Wwkwkkw. Makanya dirawat dan dijaga sepenuh hati 😀

      Reply
  9. Ikhwan

    The Little Prince is a must read for both adult and kids! Ga terlalu panjang tapi bacanya kaya buku filsafat atau psikologi gitu. Ular Boa, anyone? 🙂

    Kalau “Wonder” ternyata cukup berhasil diterjemahkan ke versi filmnya (kebantu sama soundtracknya juga sih sebenernya).

    Kalau boleh menambahkan, saya mungkin akan menambahkan buku-bukunya Roald Dahl sama Beatrix Potter ke dalam list ini.

    Meskipun bukan jenis buku yang filosofikal tapi tulisan-tulisan Dahl selalu bikin senang saya tiap kali ngebacanya. Pun demikian film-film atau Play yang diangkat dari buku-bukunya. Sementara buku-buku fabel karangan Potter kayanya cocok banget buat mengembangkan imajinasi anak.

    Reply
    • Sintia Astarina

      Terima kasih banyak rekomendasinya! Aku sering ngelihat buku-bukunya Roald Dahl dan Beatrix Potter dijual dalam bentuk boxset di Big Bad Wolf, tapi selalu nggak jadi beli. Padahal suka buku anak-anak juga. Habis ini pengin cek buku-bukunya, ah. 😀

      Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.