5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak

buku anak favorit yang wajib dibaca orang dewasa

5 Buku Anak Favorit yang Wajib Dibaca Orang Dewasa – Semasa kecil, saya senang berkutat dengan beragam bacaan anak-anak. Mulai dari majalah Bobo, majalah Mombi, hingga majalah W.I.T.C.H. Saya juga senang baca komik, mulai dari Doraemon, Yume No Crayon Kingdom, Sentaro, Dr. Rin, dan sampai sekarang juga masih mengoleksi Hai, Miiko!.

Baca juga: Kebiasaan Membaca Buku di Perjalanan yang Ingin Saya Tularkan ke Kamu

Ada yang baca juga enggak? Wah… rasanya kangen banget baca bacaan anak-anak karena isinya ringan dan cukup menghibur.

Di salah satu tulisan di blog, saya pernah mengatakan bahwa semakin dewasa, tanpa sadar saya meng-upgrade genre bacaan saya. Mungkin dulu waktu SD senangnya baca komik, lalu pas SMP mulai baca novel teenlit, pas SMA coba baca novel young adult, dan seterusnya. Namun kalau dipikir-pikir, pas udah dewasa gini, enggak ada salahnya juga sih, kembali baca novel teenlit, baca komik, atau bacaan yang memang sebenarnya ditujukan untuk anak-anak.

Faktanya, banyak banget children literature yang dibaca orang dewasa. Mulai dari The Tale of Peter Rabbit, Alice in Wonderland, The Hobbit, Matilda, hingga yang paling terkenal serial Harry Potter juga sebenarnya bisa banget dibaca oleh anak-anak.

Baca juga: Pengalaman Borong Buku di Big Bad Wolf Jakarta (Bonus: 5 Tips Biar Enggak Kalap)

Kali ini, saya mau bocorin 5 rekomendasi buku anak-anak favorit saya yang siapa tahu bisa bikin kamu semakin rindu dan jatuh cinta dengan masa kecil. Buku-buku ini bikin saya sadar bahwa masa kecil itu sebenarnya enggak jauh beda dengan dunia orang dewasa. Karenanya, orang dewasa juga perlu baca buku anak-anak di bawah ini.

1. Na Willa: Serial Catatan Kemarin – Reda Gaudiamo

Inilah buku anak pertama yang wajib dibaca orang dewasa. Saya jatuh cinta, jatuh cinta sekali dengan cara Reda Gaudiamo mengingatkan saya akan masa kecil. Saya jadi ingat, seorang editor fiksi pernah berkata kepada saya bahwa pada dasarnya, semua ide itu basi. Yang membedakan sebuah buku dengan buku lainnya ialah bagaimana cara si penulis menyampaikan isi pemikirannya, lewat gaya bahasa atau tulisannya masing-masing. Di buku Na Willa, saya tahu penulisnya berhasil memikat hati saya.

Oh ya, sedikit flashback, saya tahu buku ini dari Maesy Ang, pemilik toko buku independen POST yang terletak di Pasar Santa, Jakarta Selatan. Waktu itu saya menghadiri acara Bincang Buku dan Maesy memperkenalkan saya dengan salah satu buku anak-anak favoritnya, yang tak lain dan tak bukan ialah Na Willa.

Baca juga: Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi

Saya sama sekali enggak nyesel pas tahu ada buku bagus ini. Na Willa seolah mengajak saya untuk kembali mampir ke masa kecil versinya dan melihat dari sudut pandangnya. Saya jadi sadar, banyak yang bilang kalau jadi anak-anak itu enak banget, tapi gadis mungil ini menyadarkan saya kalau tumbuh menjadi dewasa itu enggak mudah.

2. Aku, Meps, dan Beps – Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo

Buku anak favorit saya selanjutnya, yakni Aku, Meps, dan Beps. Penulisnya sama, Reda Gaudiamo. Namun kini ia berduet dengan putrinya, Socha Sobhita. Nah, buku bersampul oranye segar ini diterbitkan oleh POST Publisher dan begitu tahu ada buku ini, saya gagal mencari alasan buat enggak beli.
Menariknya, buku ini semacam #relationshipgoals, tapi bukan pasangan antara laki-laki dan perempuan, melainkan antara Ibu dan anak.

To be frank, it’s literally a page-turner. Saya nggak bisa berhenti membaca buku ini dari awal sampai akhir saking penasarannya. Pengin tahu banget isi kepala si “aku”, si tokoh utama. Surprisingly, banyak banget hal yang “Soca banget” di diri saya yang tertuang di buku ini. Mulai dari malas makan sayur sampai paling susah disuruh mandi. Hahaha. Dan ternyata saya seumuran sama Soca. Makin menjadi-jadi deh, perasaan saya buat buku ini.

Baca juga: 11 Most Creative Bookstagrammers to Follow in 2018

Intinya, buku ini bikin saya (mungkin juga kamu) enggak pengin melupakan masa kecil. Karya ini terasa seperti buku harian pribadi yang bikin saya mengenang kembali apa yang dilakukan atau dipikirkan ketika masih TK atau SD.

Oh ya, ilustrasi di buku ini gemes dan lucu banget! Sukaaaa! Gambar di halaman 13 favorit saya. Rasanya ingin mengucapkan terima kasih banyak sudah mendokumentasikan masa kecil para orang dewasa yang sudah mulai lupa.

3. Diary of a Wimpy Kid – Jeff Kinney

Buku anak-anak rasanya memang enggak lengkap kalau enggak didampingi ilustrasi. In my personal opinion, Diary of a Wimpy Kid ini emang juara. Ceritanya menarik dan enggak ngebosenin, ilustrasinya yang apik pun jadi pelengkap untuk setiap cerita yang disuguhkan.

Buku ini pun disajikan dalam berbagai volume dengan tema cerita yang berbeda-beda. Namun, isinya enggak jauh-jauh dari kekonyolan di dalam keluarga, kesialan-kesialan di sekolah, betapa enggak serunya liburan baik di rumah maupun di luar, ketemu orang-orang enggak terduga, dan sebagainya.

Baca juga: 5 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online

Dari semua yang sudah dibaca, edisi favorit saya adalah nomer 6 yang bersampul biru muda, yaitu Cabin Fever, serta nomer 6 berwarna oranye, berjudul The Long Haul.

Saya udah membaca beberapa yang versi bahasa Indonesia dan beberapa yang versi bahasa Inggris. Kalau saya sih, lebih suka yang berbahasa Inggris karena rasa humor yang diselipkan Jeff Kinney lebih “ngena”.

4. The Little Prince – Antoine de Saint-Exupéry

Perkenalan pertama saya dengan The Little Prince sekitar tahun 2015, ketika mantan rekan satu redaksi diminta membuat ulasan tentang buku ini. Saya pun jadi penasaran buat baca. Pertama, saya baca yang versi bahasa Indonesia, eh enggak terlalu ngerti sama isi ceritanya. Lalu, saya beli versi yang berbahasa Inggris dan ternyata ini jadi salah satu buku anak favorit saya yang tentu saja wajib dibaca orang dewasa.

Baca juga: Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?

Saya suka cara penulis menyampaikan pesan dan nilai-nilai tersembunyi dari setiap potongan adegan. Buku ini berhasil bikn pembacanya berpikir, bukan bertanya-tanya. Rasanya bersyukur banget bisa membaca buku ini sampai habis.

Penulis seolah menggambarkan isi dunia ini lalu membagi-baginya ke dalam beberapa bagian yang jika diterjemahkan, benar-benar real. It’s such a masterpiece and I bet everybody knows that. Saya menikmati buku ini dan saya harap kamu juga merasakan hal yang sama.

5. Wonder – R.J. Palacio

Ini buku anak-anak tersulit yang pernah saya baca. Masalahnya bukan pada bukunya, melainkan sama sayanya. Pas baca Wonder, distraksi ada di mana-mana. Ngantuklah, kepengin baca buku lain, lagi males baca buku berbahasa Inggris, dan sebagainya. Alhasil, berbulan-bulan saya coba menghabiskan buku bersampul biru ini, tapi tetap saja gagal.

Kayaknya, saya baru berhasil membaca tiga per empatnya, sementara sisanya belum saya sentuh lagi. Namun sejauh ini, saya berani bilang kalau ini juga jadi buku anak favorit saya.

Baca juga: Apa Itu Books Aficionado?

Saya suka tema yang diangkat penulis, cara penyampaian cerita yang mengalir juga membuat saya berimajinasi mengenai sosok August. Belum lama ini, buku ini juga difilmkan dan Jacob Tremblay didapuk menjadi pemeran utama. Tentu aja di film saya bisa membayangkan bagaimana sosok August jika divisualisasikan dalam kehidupan nyata, bukan lagi menerka-nerka atau berimajinasi ketika membaca bukunya.

Saya belum nonton sejujurnya, tapi saya enggak sabar untuk menyelesaikan buku ini, sekaligus menonton filmnya. Banyak yang bilang kalau filmnya sedih banget. 🙁 Kebayang juga sih, soalnya membaca narasi di bukunya juga sedih banget. Kamu udah nonton atau baca bukunya belum?

Nah, itu dia 5 rekomendasi buku anak favorit yang wajib dibaca orang dewasa. Mungkin kamu punya rekomendasi buku anak favorit lainnya? Jangan sungkan berbagi, ya. Siapa tahu kamu juga berhasil bikin saya jatuh cinta dengan buku pilihanmu.

XOXO, logo

8 comments

  1. Buku anak gak mesti dibaca oleh anak ya mba? hehe. Apalagi yang The Little Prince itu kok saya “temukan” di mana-mana, di goodreads temen, di blog-blog orang dewasa… Mencerahkan banget mba, kayaknya saya mulai tertarik beli buku anak niy ._. hehe

    1. Buku anak-anak bahkan sangat bisa dibaca orang dewasa. Jadi, kita bisa tahu bagaimana sudut pandang bercerita seorang anak. Dan ya, The Little Prince memang menarik banget. Itu salah satu buku favorit saya. Coba baca juga, deh. Siapa tahu tertarik. 😊

  2. Aku suka banget sama Le Petit Prince.. Tiap baca, bawaannya terharu. Apalagi pas nonton filmnya juga.. 😄.
    Mr. Saint-Ex menulis kata-katanya dengan indah.. 😊

    1. Sama! Aku juga suka. Aku lebih terkesan sama bukunya sih, ketimbang pas nonton filmnya. Tapi filmnya nggak kalah bagus. Dan ya, kata-katanya memang indah. Thoughtful banget. 😊

  3. Hai Sinta, pertama kali blogwalking ke blog kamu dari group blogger perempuan. duuuh langsung suka sama isi tulisan kamu, dan udah beberapa postingan kamu yang aku baca dalam waktu beberapa menit. eh btw aku juga suka dtg ke post santa, ikutan temen sih. yuk kapan-kapan kita ketemu trs saling share rekomendasi buku bagus dari kamu

    1. Hi Alsheila, terima kasih banyak sudah mampir ke blog-ku. Semoga kamu suka dengan apa yang aku tulis, yaa. Sejujurnya aku belum pernah mampir ke POST Santa. Hahaha. Seringnya pesan buku online saja. That’s why, I’d very love to visit that indie bookstore and share any book recommendations with you. 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *