Page Visited: 61

Kumulo BSD: Tempat Nongkrong Kreatif di The Breeze, Tangerang – Bulan ke-5 di rumah saja, apa rasanya? Jujur, stres banget. Pekerjaan kantor enggak ada habis-habisnya, tuntutan datang menghampiri di mana-mana, jadwal kalender seolah enggak ada napas, kesehatan mental juga terganggu.

Orang rumah selain saya masih sempat ke luar rumah. Papa masih bekerja, Mama biasanya ke pasar atau supermarket untuk belanja kebutuhan sehari-hari, sementara adik saya sering bandel, beberapa kali ke luar rumah buat main dengan teman-temannya.


Kasihan melihat saya yang benar-benar enggak pernah ke luar rumah beberapa bulan terakhir (kecuali drive thru McD), akhirnya orangtu mengajak saya keย  tempat yang jauhan sedikit, yakni ke Glodok untuk membeli obat dan Kumulo BSD, tempat nongkrong kreatif di The Breeze BSD, Tangerang.

Baca juga: Gratis Coba GrabWheels di The Breeze BSD, tapi Naiknya Penuh Perjuangan!

Dua kali ke luar rumah nyatanya benar-benar bikin benang kusut di kepala mulai terurai perlahan-lahan. Akhirnya, yang saya lihat dengan mata bukan lagi laptop, deadline pekerjaan, kamar tidur, ruang makan, ruang tamu.

Saya bisa melihat orang lain yang tengah beraktivitas, merasakan panasnya matahari, mencicipi makanan tanpa takeaway, berkeliling ke sana-kemari, juga berinteraksi dengan orang lain.

Meski ke luar rumah, tentu saya tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti memastikan tubuh dalam keadaan sehat (cek suhu tubuh di mana-mana), rajin mencuci tangan, dan yang paling wajib ialah menggunakan masker.


Lantas, apa pengalaman menarik yang saya temukan ketika ke luar rumah, terutama ke Kumulo BSD? Kalau kamu pernah dengar tentang tempat ini dan berencana ke sini, mungkin kamu tertarik untuk membaca tulisan saya berikut ini.


Apa Itu Kumulo BSD?

Setelah viral di TikTok dan media sosial lainnya, akhirnya saya memilih untuk mengunjungi Kumulo BSD di salah satu tanggal merah di bulan Agustus.

Kumulo merupakan sebuah creative space atau creative compound yang di dalamnya terdapat berbagai tenants berkonsep micro-shops. Kumulo BSD di The Breeze yang dibangun di area seluas 4174 meter persegi ini dirancang oleh Accossa Lab dan Dua Studio.

Bila melihat desain bangunan di Kumulo yang begitu unik, ternyata ada cerita di baliknya, lho. Menurut informasi yang saya dapat dari Casa Indonesia,ย founderย Accossa Lab, yakni Albert Arron Pramon, sengaja memberi jarak antara toko yang satu dengan yang lain guna memberi kemudahan bagi setiap tenant untuk menonjolkan karakter yang dimiliki.

Kalau dilihat-lihat, bentuk bangunannya pun sangat unik, beda dari yang lain, dan desainnya pun berbeda-beda. Hehehe … bahkan di tengah pandemi COVID-19 seperti ini, bukan cuma manusia saja yang berjarak, bahkan bangunan di Kumulo BSD sekalipun.

Oh ya, tempat ini memiliki konsep outdoor yang memungkinkan para pengunjung untuk bisa menikmati suasana alam atau area luar dengan lebih bebas. Cocok banget untuk masa physical distancing seperti ini.

Interestingly, pengunjung Kumulo BSD diperbolehkan untuk membawa anjing ke dalam area, lho. Namun, pemiliknya harus bertanggung jawab atas kebersihan lokasi, ya. Kalau ada yang habis sepedaan pagi/sore hari misalnya, mau bawa sepeda masuk ke dalam area juga bisa! Keren! ๐Ÿ˜€

Ya, Kumulo BSD nyatanya bukan cuma menawarkan one stop entertainment saja. Creative compound ini pun dipersembahkan bagi para pemilik UMKM atau pelaku industri kreatif lokal supaya bisa berkembang bersama-sama. Makin penasaran pengin mampir enggak?


Ada Tenant Apa Saja?

Karena Kumulo BSD di The Breeze ini pengin mendukung bisnis lokal, makanya enggak heran deh kalau saya bisa menemukan berbagai produk dan jasa yang bagus-bagus banget. Ada yang jualan kopi, es krim, rice bowl, home decor, tableware, tanaman indoor, menjual jasa nail art, dan masih banyak lagi.

Sepengamatan saya, beberapa tenant yang difavoritkan pengunjung ialah Kopi Selamat Pagi, Shuga, La Favore Gelato, juga Fredhelligh. Sayang banget nih saya belum sempat masuk ke semua tenant. Next time, ya.


Pengalaman Menyenangkan di Kumulo BSD

View this post on Instagram

[๐—ฆ๐—”๐—ฉ๐—˜ & ๐—ฆ๐—›๐—”๐—ฅ๐—˜] ๐—ž๐˜‚๐—บ๐˜‚๐—น๐—ผ, ๐˜๐—ฒ๐—บ๐—ฝ๐—ฎ๐˜ ๐—ต๐—ถ๐˜๐˜€ ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚ ๐—ฑ๐—ถ ๐—•๐—ฆ๐——. ๐—”๐—ฝ๐—ฎ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—บ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐—ธ? . Senin kemarin nyempetin main ke @kumulo.bsd, nih. Tempat nongkrong baru bagi warga Tangerang dan sekitarnya. Semenjak rame di TikTok dan media sosial lainnya, creative compound berkonsep outdoor ini kebanjiran pengunjung. Di sini, ada sekitar 25 micro-shops yang jualannya macem-macem, mulai dari kopi, rice bowl, gelato, home decor, produk kecantikan, baju, bahkan buku anak-anak. Dulu pas pertama buka, belum ada HTM tapi sekarang bayar 50k yang mana 35k-nya bisa kamu jajanin di tenant-tenant. Interestingly, bakalan ada pop-up shops (small, local business) baru yang beda-beda tiap periodenya. Ini pasti bikin pengin mampir terus, deh. ๐Ÿ™ˆ๐Ÿ™ˆ _ Oh ya, di Kumulo yang desainnya unik banget ini ada banyak spot foto instagrammable, lho! Rajin-rajin explore, deh. ๐Ÿ˜ Terus, tempat nongkrongnya juga banyak. Paling enak sore-sore duduk santai di tangga (di bawah pohon) sambil minum es kopi susu atau makan es krim, sih. ๐Ÿคค๐Ÿคค _ Waktu main ke sini tuh pas siang bolong ๐Ÿฅต๐Ÿ”ฅ jadi pengunjungnya masih dikit banget. Kalo mau nerapin physical distancing bisa banget. Pas jam 2-an udah mulai rame dan makin sore kayaknya makin banyak pengunjung. _ Kalo udah pada main ke luar rumah atau mungkin mau mampir ke Kumulo, #janganlupapakaimasker dan rajin cuci tangan, ya. Waktu pas beli @kopiselamatpagi, salut banget sama pegawai di kasir yang berani negur pembeli supaya mereka pakai masker dulu sebelum order minuman. ๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ‘๐Ÿป Demi keamanan bersama, yekaaan. _ Waktu itu aku pake #MaskerKolaborasi @dkijakarta, @plusjakarta, dan @maskeruntuk.id. Motifnya bagus, warnanya cocok dipadupadankan dengan baju warna apa aja, bahannya adem, dan enggak terlalu bikin engap pas dipake lama. Nah, kalo beli masker ini, sama saja kalian menyumbang 3 masker untuk masyarakat yang belum dapat mengakses masker. Lucu buat dikoleksiii ๐Ÿ˜๐Ÿ˜ . Ada yang udah main atau pengin mampir ke Kumulo?

A post shared by ๐’๐ˆ๐๐“๐ˆ๐€ ๐€๐’๐“๐€๐‘๐ˆ๐๐€ (@sintiaastarina) on

Saya sampai di tempat ini sekitar pukul 12 siang. Kala itu, Kumulo BSD enggak terlalu ramai seperti pada video-video yang viral di media sosial. Kumulo BSD ini letaknya di sebalah kanan Chakra, The Breeze. Untuk menuju tempat ini, pengunjung perlu melewati jembatan yang juga bisa dilalui jika ingin ke Chakra.

Sebelum masuk, pengunjung diminta untuk registrasi terlebih dahulu dengan memindah QR Code yang tertempel di tiang. Waktu itu saya pergi dengan orangtua dan yang wajib registrasi satu orang saja enggak apa-apa, kok. Nanti di Google Docs-nya ada pertanyaan jumlah pengunjung yang bersama dengan kita.

Kumulo BSD: Tempat Nongkrong Kreatif di The Breeze, Tangerang

Setelah selesai registrasi, saya menuju loket pembayaran setelah suhu tubuh saya selesai dicek. Sebagai informasi, mulai 7 Agustus 2020, setiap pengunjung yang ingin masuk ke Kumulo BSD wajib membayar sebesar Rp50.000, ya, yang terdiri dari tiket masuk sebesar Rp15.000 dan Rp35.000 sisanya bisa ditukar dengan product atau service di tenant-tenant. Berarti saya punya sekitar Rp105.000 untuk dibelanjakan. Untuk anak di bawah 2 tahun gratis.

Sempet denger isu kalo pengunjung dateng pagi-pagi banget, habis sepedaan misalnya, mereka bisa masuk gratis soalnya belum ada yang jaga pintu masuk. Hmm … bener enggak, ya?

Nah, untuk pembayaran, usahakan cashless, ya. Pilihan pembayarannya ada banyak, ada BCA, OVO, GoPay, dll. Di meja, sudah tertempel berbagai QR Code yang bisa langsung dipindai jika ingin membayar. Setelah membayar, pengunjung akan diberikan tiket masuk.

Pas masuk sama sekali enggak ngantre. Di dalam Kumulo BSD pun masih sepi dan sangat lengang. Beberapa teman sempat bertanya, “Kok sepiiiii?”. Mungkin banyak yang enggak mau panas-panasan di siang bolong kali, ya. Hehehe. ๐Ÿ˜† Kalau di area The Breeze sedikit padat dengan orang-orang yang habis olahraga atau sepedaan, sih.

Di Kumulo BSD, saya cuma mampir ke tiga tenant aja, selebihnya foto-foto. Tenant pertama yang saya kunjungi ialah Kopi Selamat Pagi yang lagi-lagi viral di media sosial. Jujur, kena racun banget, deh.

Saya menukarkan 3 minuman di sini. Mama dan Papa memesan dua gelas Kopi Selamat Pagi (hangat dan dingin, @28k) dan saya membeli segelas Es Kopi Jeli Oma (25k).

Kopi Selamat Pagi sendiri merupakan kopi susu dengan gula aren dan kelapa organik sementara Es Kopi Jeli Oma adalah es susu murni dengan kopi jeli dan gula aren (enggak pakai espresso). Cocok banget buat yang punya GERD.

Oh ya, sebagai informasi, terkait penukaran voucher di tiap-tiap tenant tuh berbeda, lho. Misalnya, di Kopi Selamat Pagi, nilai voucher sama dengan nilai produk.

Total pembelian saya di Kopi Selamat Pagi senilai Rp81.000. Saya menggunakan 2 voucher (Rp70.000) dan sisanya pakai cash, soalnya kalau pakai satu voucher lagi masih akan ada sisa dan sisanya enggak bisa diuangkan.

Kumulo BSD: Tempat Nongkrong Kreatif di The Breeze, Tangerang

Setelah tiga minuman saya pesan jadi, saya langsung menuju tangga tempat pengunjung berteduh. Letaknya enggak jaduh dari Sunny Fatday dan Fredhelligh. Di spot Kumulo BSD The Breeze ini lumayan adem soalnya banyak pohon rindang. Tangga-tangga ini pun biasanya sering dijadikan spot foto Instagrammable juga, lho.

Baca juga: Sarapan Kesiangan di Delapan Padi, Cafe Instagrammable Bandung

Eh iya, omong-omong bagaimana rasa minuman dari kedai Kopi Selamat Pagi? Saya cuma cobain Es Kopi Jeli Oma dan rasa manis dari gula aren serta jeli kopi menurut saya sudah pas. Enggak bikin lengket juga.

Bisa jadi pelepas dahaga banget di tenggorokan di tengah teriknya matahari. Jeli kopinya pun gampang disedot, meski dengan sedotan kecil. Ada sensasi tersendiri pas ngunyah jelinya. Enaaakk!

View this post on Instagram

[๐—ฆ๐—”๐—ฉ๐—˜ & ๐—ฆ๐—›๐—”๐—ฅ๐—˜] ๐™†๐™–๐™ฃ๐™œ๐™š๐™ฃ ๐™ข๐™–๐™ž๐™ฃ ๐™ ๐™š ๐™ฉ๐™ค๐™ ๐™ค ๐™—๐™ช๐™ ๐™ช ๐™–๐™ฉ๐™–๐™ช ๐™ฅ๐™š๐™ง๐™ฅ๐™ช๐™จ๐™ฉ๐™–๐™ ๐™–๐™–๐™ฃ ๐™ฃ๐™œ๐™œ๐™–๐™ ? _ Nih, aku nemu toko mungil di Tangerang yang jualan buku. Beneran deh, buku tuh serasa punya magnet tersendiri. Nggak sengaja banget lewat @kumuloconcept di @kumulo.bsd dan ngelihat ada rak buku mini berisi buku dan mainan anak-anak. Enggak tahan saking gemesnya, mampir, dong. ๐Ÿ˜๐Ÿ˜ Lalu di pojokkan toko mungil ini ada beberapa judul buku anak-anak berbahasaย Inggris. Ada "Little Red Riding Hood", "Hello, Virginia!", dan beberapa judul buku lainnya. Sepenglihatanku, 1 judul buku hanya ada 1 eks. Aku lupa nanya apakah jika stok buku sudah habis, masih bisa memesan kembali atau enggak. Kalau enggak bisa, ya berarti siapa cepat dia dapat.ย  _ Buku anak yang ada di Kumuloย Concept Store ini memang bisa dihitung jari jumlahnya, tapi aku rasa buku-buku di sini sudah dikurasi dengan baik oleh pemiliknya. Makanya enggak heran kalau buku anak-anak di sini sangat bisa untuk dijadikan hadiah. Apalagi, ada berbagai pernak-pernik lucu yang bisa kamu jadikan gift box, misalnya pakaian, pajangan, sampai boneka menggemaskan yang ada di slide-6! Jujurrr gemesย abis dan penginย bawa pulang, deehhh! ๐Ÿค—โค _ MENTION TEMEN KALIAN YANG MAU DIAJAK KE KUMULO ๐Ÿ‘‡๐Ÿป

A post shared by SINTIA ASTARINA | BOOKSTAGRAM (@sintiawithbooks) on

Tenant selanjutnya yang saya kunjungi ialah Kumulo Concept Store. Ini merupakan sebuah toko mungil yang menjual berbagai pernak-pernik personal mulai dari art prints, tas, pakaian, scarf, camilan, cokelat, hingga buku anak-anak. Yes, gara-gara ngelihat ada buku anak di balik jendela, rasanya rugi kalau enggak mampir. Hehehe. ๐Ÿ˜€

Tempatnya menarik banget! Meski berukuran mungil, ada banyak barang yang dijual dan tentunya sangat bervariasi. Saya langsung ke rak buku mini di salah satu sudut Kumulo Concept Store. Ternyata toko ini menjual buku anak-anak berbahasa Inggris. Harganya bervariasi. Kalau enggak salah ada yang sekitar Rp150.000 ke atas.

Stoknya terbatas dan judul buku akan diperbarui di periode-periode tertentu. Katanya, pemilik toko ini menyukai buku anak-anak sehingga judul-judul yang dijual pun juga sudah dikurasi dengan baik.

Nah, karena stoknya terbatas, jadi sistemnya siapa cepat, dia dapat, ya. Kalau naksir satu buku yang stoknya sudah habis, katanya sih enggak bisa pesan lagi.

Oh ya, apabila pengunjung ingin menukarkan voucher tiket masuknya, ternyata cuma bisa ditukarkan dengan item tertentu yang kalau enggak salah seperti greetings card gitu. Maaf, untuk detailnya saya enggak terlalu tahu.

Nah, tenant selanjutnya yang syaa sambangi ialah Sunny Fatday. Mumpung masih ada satu voucher yang belum ditukar, akhirnya tukar dengan makanan aja, deh. Nah, tenant kepunyaan chef William Gozali ini menyediakan berbagai makanan rice bowl.

Di sini, voucher cuma bisa ditukarkan dengan Original Gyudon (36k) aja. Saya kira, saya bisa bebas memilih menu apa saja. Kalau nilai uang di voucher kurang, saya bisa tambah dengan cash/e-wallet. Namun sayangnya enggak bisa memilih menu lain.

Lalu gimana rasanya? Jujur, cuma makan satu suap aja karena makanan ini di-take away untuk adik di rumah yang enggak ikutan ke Kumulo BSD, The Breeze. Haha. Karena cuma makan sesuap, jadi sepertinya enggak fair untuk memberikan review secara keseluruhan. Ya … tapi pas saya icip sih rasanya lumayan. Beef-nya cukup manis, tapi agak kering.

Baca juga: Istirahat Sejenak di Yellow Star Gejayan Hotel, Yogyakarta

Sekitar pukul 2 siang, langit BSD mulai mendung. Pengunjung Kumulo BSD semakin banyak. Hmm … benar, kan. Kayaknya gara-gara siang bolong tadi, makanya pengunjung masih sepi, nih. Semakin sore, pengunjung semakin banyak berdatangan.

Karena Kumulo BSD siang itu semakin ramai dan saya juga sudah mulai bosan alias bingung mau ngapain, akhirnya saya, Mama, dan Papa pun memutuskan untuk pulang. Wah, lumayan ya, 2 jam di luar rumah benar-benar bisa menyegarkan otak. Puji Tuhaaann. ๐Ÿ™‚

Ketika pandemi sudah mulai mereda, pengin ah mampir ke sini lagi. Banyak yang merekomendasikan tenant ini-itu untuk dicoba produknya. Contoh, di Shuga ternyata jual Biscoff Milk. Sebagai pencinta Biscoff tentu penasaran bukan main. Ah, kenapa tahunya pas udah pulang, siiihhh!


Bagaimana Cara ke Kumulo BSD?

1. Kendaraan pribadi

Kalau mau ke Kumulo BSD – The Breeze dan bawa kendaraan sendiri, jangan khawatir karena tempat parkir cukup banyak sebenarnya. Di area The Brreze sendiri ada parkir di area outdoor, ada juga di gedung. Kalau penuh, mungkin bisa parkir di gedung seberangnya (yes, The Breeze BSD berada di area perkantoran jadi seharusnya enggak perlu khawatir soal parkir).

2. Kendaraan umum

Stasiun Rawa Buntu adalah stasiun terdekat dari Kumulo BSD. Dari stasiun tersebut, kamu bisa sambung dengan ojeg/taksi online dan minta diturunkan di The Breeze BSD, ya.

Bisa juga naik Transjakarta S11 Jurusan BSD-Grogol. Nanti turun di Giant BSD, lalu sambung dengan ojeg/taksi online, ya.


Kapan-kapan ke Kumulo BSD bareng, yuk!

Alamat: The Breeze BSD City, Unit Lake Level 77A, Tangerang, Banten 15345

Jam buka: Senin-Jumat 10.00 – 18.00 WIB, Sabtu-Minggu 08.00-18.00 WIB


14 thoughts on “Kumulo BSD: Tempat Nongkrong Kreatif di The Breeze, Tangerang

  1. Konsep seperti ini jarang ada di Jogja. Sekalinya ada, dalam bentuk bangunan besar dan lokasinya seperti di tebing, jadi bisa melihat ke bawah.

    Di dekat kos juga ada macam berbagai tenants menyatu, hanya saja tempatnya agak kurang nyaman. Entah konsepnya atau apanya gitu. Beda kalau punya lahan besar seperti ini, bisa membangun dengan konsep apapun secara leluasa.

    1. Kalau di Jogja mungkin masih mengutamakan keindahan alamnya juga, ya. Seperti yang dibilang, sekalinya ada area/bangunan kayak gini di Jogja, lokasinya ada di tebing dan bisa melihat pemandangan dari ketinggian. Nah, itu kebalikannya di Tangerang, Kak. Di sini sih enggak bisa kayak gitu. Hehe.

  2. Sering lihat foto-foto Kumulo ini bertebaran di medsos dan bikin penasaran juga sih ingin ke sana. Hanya saja butuh perjuangan waktu buat ke sana karena dari rumahku ke sana bagaikan dari ujung ke ujung pulau >.<
    Kumulo ini kreatif banget sih designnya dan instagramable banget, nggak heran kalau ramai. Aku baru tahu kalau ada biaya masuknya juga hahaha.
    Kelak kalau bisa ke sana, aku juga ingin mampir ke Concept Storenya ah, sama ke toko tanaman hihihi.
    Thank you for your review, Sintia <3

    1. Iyaaa lagi hits banget belakangan ini! Hehe. Heeh, baru berlaku mulai 7 Agustus 2020 kemarin. Aku pun kaget karena diberlakukan harga tiket masuk, tapi enggak apa-apa juga sih. Hitung-hitung bantu beli produk/jasa tenant di sana, ya.

      Aku juga penasaran sama toko tanamannya. Nggak sempat mampir, deh. Maybe next time.

      Terima kasih kembali sudah membaca tulisan ini, yaa. ๐Ÿ˜€

  3. Ah, konsepnya lucu banget ya! Aku kira tadi pas belum baca dan lihat fotonya penginapan gitu yang satu-satu kamarnya, ternyata tenant!

  4. Wah, seru juga. Lucu tempatnya instagramable banget. Jarak satu tenant ke yang lain dekatkah? Maksudnya keliling semua toko atau tenant di Kumolo tidak perlu jalan jauh-jauh?

  5. Wah kece banget tempat dan konsepnya mbak, worth it lah kl tiket masuknya 15rb, meski kudu bayar 50rb tp yg 35rb bisa ditukarkan di tenants yang kita pilih, ih jadi pengen ke sana masa, hhh

  6. Pengen banget aku ke sini, tempatnya cakep yah. Terus tenant-tenantnya menarik. Kayaknya mau pergi naik transportasi umum, soalnya lumayan jauh dari tempatku ke BSD. Hihu. Thank you infonya Sintia ๐Ÿ˜š

  7. Tempatnya seru banget. Tone warna minimalis menyenangkan, tapi jadi bikin mikir kalo pas siang gitu panas banget nggak sih? Aku lihat di foto kamu sih adem, asal di bawah pohon. Yang bener gimana?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close

Have you seen this?

Collab with Me?

We can make something amazing together! From Content Placement & Sponsored Post, Product Review on Instagram/Blog, Media Trip, SEO Content Writing, or anything you want. Click here to discuss or hire me?