Page Visited: 100

Pengalaman Naik Bus Bandara Soekarno Hatta ke Gading Serpong –ย Ketika memilih jam penerbangan pulang sehabis traveling, biasanya saya selalu pilih waktu ketibaan di Bandara Soekarno Hatta – Tangerang maksimal pukul 8 malam. Kenapa? Soalnya biasanya saya dijemput Papa. Hehe. Sekalian nebeng sampai rumah gitu, lumayan hemat ongkos transportasi dari bandara sampai rumah. ๐Ÿ˜†

Namun, lain halnya dengan hari itu, hari terakhir saya dinas di Yoyakarta. Dari Bandara Adi Sucipto, saya menumpang pesawat AirAsia yang terbang sekitar pukul 16:35 WIB dan diperkirakan akan sampai di Tangerang sekitar pukul 17:55 WIB.


Hari itu hari Sabtu. Biasanya, pukul 5 atau 6 sore Papa udah sampai di rumah. Kasihan banget kan kalau harus nungguin saya lama di bandara. Akhirnya, saya memberanikan diri untuk pulang sendiri naik bus Bandara Soekarno Hatta ke Gading Serpong. Entah ngide dari mana.

Saya cukup sering melihat bus Jabodetabek Airport Connexion (JA Connexion) ini ngetem di depan Summarecon Mall Serpong, tapi sepertinya jarang banget yang naik. Padahal, busnya cukup aman dan nyaman, lho. Kalau kapan-kapan pengin cobain bus ini, mungkin tulisan ini bermanfaat buatmu.

Pengalaman Naik Bus Bandara Soekarno Hatta ke Gading Serpong

Setelah mendarat di Terminal 2 Kedatangan, saya langsung melangkahkan kaki ke luar tanpa perlu menunggu bagasi karena barang bawaan saya letakkan semua di kabin pesawat. Karena malam itu perut lumayan keroncongan, mampirlah saya ke A&W untuk mengenyangkan perut. Ingat, saya masih butuh tenaga untuk sampai di rumah dengan selamat.

Seusai makan, saya bertanya kepada seorang satpam di mana saya harus menunggu bus Bandara Soekarno Hatta ke Gading Serpong. Ia bilang, pokoknya jalan luruuuss terus sampai mentok. Semua bus sekarang di-pool di sana.

Oke, saya pun mengikuti arahan petugas sambil sesekali melihat petunjuk di bandara. Sempat ragu beberapa kali karena enggak sampai-sampai, saya bertanya pada seorang cleaning service yang kebetulan lewat. Ah, ternyata saya belum sampai dan masih harus berjalan sedikit lagi.


Enggak lama, sampailah saya di sebuah tempat di mana banyak orangย  terlihat menunggu kedatangan bus mereka. Kedatangan saya langsung disambut seorang petugas yang baru saja melayani penumpang.

Pengalaman Naik Bus Bandara Soekarno Hatta ke Gading Serpong

“Kalau ke Gading Serpong, Mas?” tanya saya. Petugas tersebut langsung menekan layar pada sebuah mesin yang ternyata dapat mencetak nomor antrean. Kemudian, saya diarahkan ke loket untuk melakukan pembayaran.

Jujur, loket pembayarannya agak membingungkan sebab enggak ada signage yang pasti.ย  Jalurnya pun enggak dibuat khusus. Padahal, ada beberapa orang yang berjaga di loket dan tiap-tiap dari mereka memegang rute yang berbeda. Fyuhh … untungnya banyak nanya sana-sini biar enggak salah informasi.

Pengalaman Naik Bus Bandara Soekarno Hatta ke Gading Serpong

Oh ya, biaya transportasi dari bandara ke Gading Serpong bisa dibilang cukup terjangkau, yakni Rp30.000.ย  Untuk pembayaran, kalau bisa siapkan uang tunai, ya. Saya enggak ingat pasti apakah pihak Angkasa Pura II menyediakan pembayaran elektronik atau tidak. Namun, lebih baik berjaga-jaga, bukan?

“Mas, kalau bus ke Gading Serpong adanya jam berapa aja, ya?” saya kembali bertanya.

“Jadwalnya enggak pasti, tapi tiap 30 menit sekali ada,” jawab petugas tersebut sembari memberikan karcis tiket yang nantinya mesti diserahkan ke petugas untuk disobek manual.

Pengalaman Naik Bus Bandara Soekarno Hatta ke Gading Serpong

Setelah mengucapkan terima kasih, saya melihat layar televisi yang menampilkan posisi bus ini-itu dengan berbagai rute. Ada yang ke Bekasi, ITC Cempaka Mas, Pulo Gebang, Intermoda BSD, Pasar Minggu, dan banyak lainnya. Sayangnya, saya enggak mendapatkan informasi mengenai posisi bus ke Gading Serpong.

Setelah saya perhatikan lagi layar televisi tersebut, oalahhh … ternyata posisi busnya enggak update gitu, lho! Jadwalnya seperti enggak sinkron.

Ya … mau enggak mau mesti stand by dan pasangย  telinga aja, nih. Kali aja tiba-tiba bus ke Gading Serpong sudah sampai di Terminal 2.

Namun enggak perlu khawatir, petugas di sana terdengar beberapa kali meneriakkan bus yang sudah datang. Maklum, bus apa aja yang udah sampai di sana enggak terlalu kelihatan dari dalam ruang tunggu karena kaca jendela yang agak temaram. Untungnya, petugas di sana dengan senang hati memberi tahu.

Enggak seberapa lama, sayup-sayup saya mendengar petugas di sana berteriak “Serpong … Serpong …”. Saya pun sigap berdiri sembari membawa barang-barang bawaan. Di luar, bus berwarna biru yang sering saya lihat nyatanya sudah sampai di Terminal 2.

Sebelum naik, saya kembali bertanya ke sopir untuk memastikan bus yang saya tumpangi enggak akan membawa saya ke daerah lain. Enggak lucu banget, kan, kalau malam-malam begini taunya nyasar ke mana gitu. ๐Ÿ˜‚

“Ke Gading Serpong, kan, Pak?” Melihat sang sopir mengangguk, dengan pedenya saya naik ke dalam bus.

Pengalaman Naik Bus Bandara Soekarno Hatta ke Gading Serpong

Waaahh! Busnya sepiii! Mana terang dan bersih pula. Jumlah penumpang di dalam pun bisa dihitung jari. Jujur, bus Bandar Soekarno Hatta ke Gading Serpong ini super nyaman, sih. Dua bangku pun bisa diisi seorang diri.

Di dalam bus pun disediakan area untuk menaruh barang-barang, seperti koper dan tas besar supaya enggak mengganggu tempat duduk penumpang. Kemudian, yang paling penting, nih, ternyata di dalam bus Bandara Soekarno Hatta ke Gading Serpong ini ada stop kontak, doongggg! ๐Ÿ˜€

Iyaaa … nemu stop kontak aja sebahagia itu! Langsung deh isi daya baterai supaya bisa tetap dimainin selama di jalan. Dengerin musik sambil tidur-tidur ayam biar bisa isi tenaga lagi kali, ya.

Oh ya, ternyata bus bandara ini mampir dulu ke Terminal 3. Berarti, sebelum ke Terminal 2, bus ini sudah lebih dulu menjemput penumpang di Terminal 1. Makanya jangan heran kalau sampai rumah bisa lebih lama, ya, soalnya bakal mampir ke setiap terminal dulu.

Namun selama perjalanan semuanya terasa menyenangkan dan nyaman banget, sih. AC-nya adem, lampunya cukup terang tapi enggak mengganggu mata, sopir bus enggak pasang lagu sehingga enggak berisik, busnya sepi sehingga enggak perlu duduk sempit-sempitan, ada stop kontak buat nge-charge HP, dan yang pasti harganya murah banget!

Dulu pernah naik shuttle bus dari Lippo Karawaci ke Bandara Soekarno Hatta dan saya harus membayar Rp50.000. Perjalanan dari bandara ke rumah dengan taksi pasti akan lebih mahal lagi. Ya, bisa sampai ratusan ribu!ย  Pas tahu ada bus Bandara Soekarno Hatta ke Gading Serpong yang harganya lebih pas di kantong dan layanannya lebih bagus, enggak ada alasan untuk enggak beralih, dong?

Baca juga: Kumulo BSD: Tempat Nongkrong Kreatif di The Breeze, Tangerang

Kalau enggak salah ingat, perjalanan dari bandara ke rumah sekitar 1,5 jam dan itu pun sama sekali enggak macet. Betapa baiknya Tuhan udah dikasih kenyamanan kayak gini selepas capek-capekan dinas di luar kota.

Kemudian, ketika sudah sampai di Gading Serpong, saya turun di mana? Saya turun di Summarecon Digital Center (SDC) yang letaknya di belakang Kampus UMN, sebab jaraknya lebih dekat ke rumah. Kalau mau turun di Summarecon Mall Serpong juga bisa, kok. Nanti tinggal bilang aja sama supirnya.

Dari SDC, saya sambung lagi dengan ojeg online sampai rumah. Ya … mesti nyambung-nyambung, tapi seenggaknya saya bisa mendapatkan pengalaman baru untuk dibagikan, terutama untuk siapa pun yang membutuhkan transportasi dari Bandara Soekarno Hatta ke Gading Serpong. Begitu pun sebaliknya.

Hmm … itu artinya, besok-besok saya enggak mesti menyusahkan Papa lagi untuk jemput di bandara. Bisa kok, naik bus Bandara Soekarno Hatta ke Gading Serpong ini. Udah murah, nyaman, layanannya jempol, deh! ๐Ÿ˜€


Jadwal Keberangkatan (Wajib Disimpan!)

Gambar di atas merupakan jadwal keberangkatan bus dari Scientia Square Park (atau SDC, sama saja) menuju Bandara Soekarno Hatta. Bagaimana sebaliknya? Saya enggak nemu jadwal dari bandara ke Gading Serpong, tapi bisa dikira-kira aja, ditambah 30 menit dari jadwal di atas.

Penting diingat juga, trayek JA Connexion dengan rute ke bandara sempat berhenti beroperasi untuk sementara waktu dikarenakan pandemi COVID-19 ini. Apabila kamu ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai jadwal atau apakah bus ini sudah beroperasi atau belum, silakan menghubungi nomor layanan yang tertera pada poster, ya.

Omong-omong, udah berapa lama, nih, enggak jalan-jalan? Semoga pandemi ini lekas berakhir supaya kita bisa pelesiran lagi, ya.


22 thoughts on “Pengalaman Naik Bus Bandara Soekarno Hatta ke Gading Serpong

  1. Sekilas fasilitasnya mirip kereta bandara ya, hanya saja kalau ini adalah kereta api. Misalkan tidak keburu waktu, memang asyik menggunakan transportasi umum seperti ini ke bandara.

  2. ku sering naik bus begini..soalnya haltenya deket banget ama rumah aku. Mayan sih,,menghemat kantong, apalagi posisi rumahku di bekasi…mayan jauh klo ke airport

    1. Wah, asik ya, Kak, kalau transportasinya udah gampang, haltenya dekat rumah, dan harganya pun pas di kantong. Jadi, kalau mau ke bandara pun enggak ribet lagi. ๐Ÿ˜€

  3. Aku dulu sering banget naik bus dari bandara yang namanya bus DAMRI karena harganya mureeeeh heheheh dibanding naik taxi atau yg lainnya , nyaman juga dan pelayanan baik

    1. Zaman dulu aku pikir naik bus enggak akan nyaman, makanya sering naik taksi kalau ke bandara atau dari bandara ke rumah. Eh, pas nyobain bus ini, ternyata nyaman dan aman banget! Bakal naik lagi, sih. Hehe ๐Ÿ˜€

  4. Pembelian Tiket dan Informasi kedatangan bis-nya masih lumayan hectic ya, coba aja usulin, supaya nerapin sistem kayak ojol, bisa pesan online dan ada informasi posisi bus secara real time. Pasti sangat membantu.

    1. Iya, bisa dibilang masih agak manual, sih. Wahh, saran Kak Irpan boleh juga, tuh. Kalau sudah serba online pasti akan lebih rapi, teratur, dan gak perlu deg-degan jua tuh menanti kedatangan bus. Hmm … penasaran, kira-kira pemesanannya sudas terintegrasi dengan online travel agent gitu belum, ya?

  5. aku belum pernah naik bus bandara sama sekali hehehe. Selama ini kalau perjalanan pulang karena udah capek jadi maunya cepet sampai, jadi selalu naik taksi atau dijemput karena sudah dipastikan aku akan terlelap di perjalanan

    1. That was really me, Kak! Hehe. Sama banget, biasanya naik taksi atau minta jemput aja, jadi kalau mau tidur di jalan rasanya lebih aman. Namun entah kenapa malam ini iseng banget naik transportasi umum begini sampai rumah. Hehe. Gpp deh, bisa jadi pengalaman baru juga untuk dibagikan ke temen-temen semua. ๐Ÿ˜€

  6. Bus bandara ini bus damri bukan sih mba? Kalo iya, dulu aku pernah sih naik ini, pastinya jauuuuuuuuuh lebih murah daripada naik taksi online or taksi bandara, plus nyaman juga ternyata, tapi kalo bawaanku banyak sih aku tetep prefer naik yg lbh nyaman aja sampe di depan rumah hehe

    1. CMIIW, sepertinya ini bukan bagian dari DAMRI, ya? Eh, aku mesti riset lagi, sih, soal itu. Nahh, karena waktu itu bawaanku enggak banyak-banyak banget, akhirnya aku memutuskan untuk naik bus ini. Namun kalau saat itu bawaannku ribet, memang enak naik taksi atau transportasi online. Atau minta dijemput? Hehehe.

  7. Omg baru kali ini liat dalam bus ada stop kontaknya. Bahagia banget dong aku juga lihatnya hahaha… Secara aku pernah minta jemput dimana batre lowbat power bank juga akhirnha cari-cari stop kontak nganggur hahaha…

    1. Haha iya kan, Kakk, stop kontak emang bikin happy, deh. Makanya asyik juga naik bus ini, gak perlu khawtair kalau gadegt kita lowbatt karena tinggal colok aja dan baterai akan keisi selama perjalanan. ๐Ÿ˜€

  8. Postingan ini mengungatkanku budah lama banget ngga bepergian baik pesawat hehe. Aku sempet lihat bus ini juga, dulu. Jadi lebih mudah ya buat mereka yang mau bepergian dari bandara ke Hading Serpong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close

Have you seen this?

Collab with Me?

We can make something amazing together! From Content Placement & Sponsored Post, Product Review on Instagram/Blog, Media Trip, SEO Content Writing, or anything you want. Click here to discuss or hire me?