Menunaikan Tanggung Jawab Pembaca: Eksplorasi Genre Buku

Aug 14, 2021

Menikmati Asyiknya Eksplorasi Genre Buku – Bunyi klakson motor dan seruan “Pakeettt” terdengar bergantian siang itu. Kurir di depan pagar rumah, masih dengan helm di kepala, menyodorkan bungkusan coklat yang sudah bisa saya tebak apa isinya, sambil mengarahkan kamera ponselnya ke saya.

Beberapa menit setelah mengambil paket pertama, nggak lama terdengar bunyi klakson dan seruan yang sama. Kali ini, kurir lainnya, masih duduk di atas motor dan menyodorkan tangannya panjang-panjang agar saya bisa meraih paket dari dalam pagar. Ia terhimpit paket-paket lain di bagian depan motor dan belakang jok.

“Maaf ya, Kak,” katanya sebelum berlalu pergi. Sepertinya nggak enak hati karena mengantarkan paket tanpa turun dari motor. Mungkin sedang mengejar waktu? Jadi ingat tulisan Viriya Singgih, senior di kampus yang juga seorang wartawan, yang turut merasakan jadi kurir e-commerce (baca ceritanya di sini).

Omong-omong, apa isi paket yang diantar kurir ini? Pasti sudah bisa kalian tebak juga. Kalau ditotal, beberapa hari belakangan ada lima bookmail yang mendarat mulus di rumah. Sebagian isinya hasil kalap diskonan, 10 buku puisi dan 1 novel fiksi. Wait, what … buku puisi lagi?

Iya, kalau sudah baca tulisan mengapa saya begitu menggemari buku puisi, beberapa tahun terakhir ini saya terjebak zona nyaman genre ini. Ini bacaan paling realistis yang bisa saya selesaikan di tengah jadwal yang padat merayap. Ini salah satu genre yang bisa membuat saya untuk tetap membaca.

Sesekali saya masih menyelipkan genre-genre lain, seperti buku anak-anak, komik dan novel grafis, cerpen, novel fiksi, juga beberapa buku nonfiksi yang hampir semuanya baru dibaca sebagian. Dengan metode baca selang-seling atau hampir acak, rasanya kepala lumayan jadi agak segar karena nggak melulu terkungkung kerumitan puisi.

As an aspiring booknivore, I want to deep dive into various book genres and read as many I can.”

Bagi saya, semakin banyak genre buku yang dicoba, semakin tahu saya suka atau nggak sukanya tuh apa. Semakin banyak genre buku yang dibaca, saya jadi bisa lebih mengenal diri sendiri. Dan, semakin banyak genre buku yang dieksplorasi, “pengembaraan” saya bisa lebih jauh.

Genre Buku Apa Saja?

Transit Bookstore Pasar Santa

Jujur, genre buku ada buanyaaak banget. Kalau saya googling, bahkan ada yang menyebutkan berpuluh-puluh genre buku seperti yang ditulis Redsy, yang sebenarnya mereka bagi menjadi dua kategori utama, yakni fiksi dan nonfiksi.

Di dalam kategori fiksi, bisa dijabarkan lagi menjadi fantasy, action & adventure, historical fiction, women’s fiction, contemporary fiction, dan banyak lagi. Di kategori nonfiksi, di dalamnya ada biography, food & drink, art & photography, self-help, history, travel, essays, religion, dan banyak lagi.

Karena sudah tahu apa genre buku yang sering dibaca, coba saya jabarkan genre buku yang jarang dibaca dan genre buku yang ingin saya coba, ya. Kalau melihat reading tracker di semester satu kemarin, nyatanya perjalanan eksplorasi genre buku bisa tercermin. Kurang lebih begini.


Genre Buku yang Jarang Dibaca

15 Akun Bookstagram Indonesia Terfavorit, Sudah Follow Belum - Pengorbanan Bookstagrammer Demi Dapat Foto Bagus, Pernah Ngerasain?

1. Fantasy & science fiction

Karena sering nggak mudeng dengan genre ini, saya menemukan bahwa saya ternyata lebih suka menonton versi film dibanding membaca bukunya. Visual yang ditampilkan secara langsung lewat film rasanya nggak perlu bikin kepala cenat-cenut untuk membayangkan adegan beserta plotnya. Hihihi.

2. Memoirs

Ada dua-tiga judul buku memoirs di rumah. Tapi karena belum ada rasa penasaran yang memanggil, plus belum butuh/mood untuk bacanya, akhirnya genre buku ini masuk ke dalam kategori yang jarang (tapi pengin banget) dibaca.

3. Horror, thriller, suspense, mystery

Have I told you that I had a nightmare after reading Goosebumps: Kutukan Ayam in elementary school and it letf me traumatized? Semenjak itu kayaknya jadi jarang baca buku (dan nonton film) yang berbau horor, deh. Mikirin apa, sih, dulu sampai kebawa mimpi ketemu/dikejar manusia berbadan ayam raksasa? Hahaha. 😂

Padahal dulu suka banget minjem buku-buku macem ini di perpustakaan sekolah. Salah satu favorit saya, The Ghost of Sadie Kimber. Kalau ada yang mau preloved, saya siap nampung. Pengin koleksi soalnya ada sejarah personalnya.

4. Humour

Sebenarnya, saya tumbuh dengan buku-buku humor lho, seperti buku Poconggg Juga Pocong-nya Arief Muhammad atau Kambing Jantan dan karya Raditya Dika lainnya. I loved those books! Bahkan, bukunya masih ada di rak sampai sekarang. Tapi seiring berjalannya waktu, they didn’t spark joy anymore. Again, mungkin memang lagi nggak/belum butuh lagi aja.

Pertanyaannya, kepengin coba baca genre buku yang jarang dibaca ini nggak? Jawabannya, yes, tapi kalau sedang pengin dan butuh.


Genre Buku yang Mau Dicoba

bookstagram - membaca buku (2) (1)

1. Women’s Fiction

Pengiiiiiin banget bisa baca buku-buku yang termasuk ke dalam kategori women’s fiction ini. Genre ini biasanya menargetkan pembaca perempuan dan sering bercerita tentang pengalaman menjadi seorang perempuan di tengah masyarakat. Mau, ah, kulik judul-judul menarik, terutama karya-karya dalam negeri. Any recommendation?

2. Religion & Spirituality

Pernah baca beberapa buku yang termasuk ke dalam kategori ini dan ternyata saya cocok banget! Salam satunya adalah Simple Truth karya Sidney Mohede. Bisa punya hubungan personal lebih dalam dengan Tuhan lewat buku, rasanya kayak lagi disirami berkat secara nggak langsung. Dan saya merasa buku-buku bergenre inilah yang bisa bikin saya tetap “waras” di kala pandemi.

3. Essays

Saya tertarik sekali dengan isi kepala orang lain. Ketika membaca buku puisi, saya meyakini bahwa setiap penyair adalah seorang overthinker. Karena puisi-puisi yang dibaca jarang yang lugas, mungkin buku-buku yang masuk ke dalam kategori ini bisa membantu saya untuk memahami suatu hal yang nggak pernah kepikiran sebelumnya. Untuk temanya sendiri, saya nggak batasi.

4. Self-help

Karena sempat icip-icip genre ini dan merasa bisa dapat faedah yang bagus banget buat keseharian, tentu saya mau lanjut eksplorasi lagi. Pengin banget coba baca buku self-help yang temanya berkaitan dengan produktivitas dan kesehatan mental.

5. Memoirs

Salah satu hal yang saya suka ketika membaca kisah perjalan hidup orang lain adalah dapat memetik pesan moralnya dengan lebih mudah. Apa yang disampaikan benar-benar real, dekat dengan keseharian, nggak sulit untuk membuat pembaca membayangkan. Mungkin memoirs akan jadi salah satu genre buku yang ingin saya kulik selanjutnya.

Pertanyaan selanjutnya, apakah sudah mengincar judul buku tertentu yang masuk ke dalam genre yang mau dicoba ini? Jawabannya, yes, bocorannya sudah disiapkan di bawah, ya.


My Book Wishlist

7 Cara Membaca Buku Berbahasa Inggris

Berbekal kesadaran dan pemahaman akan genre buku yang saya suka dan ingin saya eksplorasi, berikut beberapa judul yang masuk ke dalam book wishlist saya. PSA: September tahun ini saya akan memasuki usia baru. Siapa tahu ada yang mau kasih hadiah buku (HAHAHA kok pede banget 😆)

  1. Winning the War in Your Mind: Change Your Thinking, Change Your Life – Craig Groeschel
  2. Ten Words to Live By: Delighting in and Doing What God Commands – Jen Wilkin
  3. None Like Him: 10 Ways God Is Different from Us (and Why That’s a Good Thing) – Jen Wilkin
  4. In His Image: 10 Ways God Calls Us to Reflect His Character – Jen Wilkin
  5. The Almanack of Naval Ravikant: A Guide to Wealth and Happiness – Eric Jorgenson
  6. The School of Greatness – Lewis Howes
  7. Untamed – Glennon Doyle
  8. The Magical Language of Others – E.J. Koh
  9. Under Red Skies: Three Generations of Life, Loss, and Hope in China – Karoline Kan
  10. A Fire Like You – Upile Chisala
  11. Bless the Daughter Raised by a Voice in Her Head – Warsan Shire
  12. Date & Time – Phil Kaye
  13. The Boy, the Mole, the Fox and the Horse – Charlie Mackesy
  14. Shake Loose My Skin: New and Selected Poems – Sonia Sanchez

Ada yang mengincar buku yang sama?

Sintia Astarina

Sintia Astarina

A flâneur with passion for books, writing, and traveling. I always have a natural curiosity for words and nature. Good weather, tasty food, and cuddling are some of my favorite things. How about yours?

More about Sintia > 

6 Comments

  1. Hestia

    The Boy, The Mole, The Fox, and The Horse itu baguuuusssss >< versi fisik bisa dibeli di Kinokuniya GI bund :3 (malah racun)

    Reply
  2. Grisselda Nihardja

    Uwhhh, seru banget ini rencana eksplorasinya.

    Sin, Under Red Skies baca bareng yuuuu.
    Pas banget baru beli bulan ini. Hahaha.

    Reply
    • Sintia Astarina

      Eh, iyaaa! Yuk, kepengin! Biar gak berakhir di wishlist atau TBR aja, nih. Hahaha.

      Reply
  3. Nasirullah sitam

    Bulan ini beneran meninggalkan buku. Sempat membaca koleksi lama, tapi kembali tertahan. Sengaja tidak membeli buku dulu, mencoba kuat dari godaan. Mau menuntaskan baca buku-buku yang lama dan belum terbaca tuntas.

    Reply
    • Sintia Astarina

      Selamat membaca buku-buku koleksi kakak, yaa. Semoga nemu waktu yang pas buat membaca supaya lebih enjoy 😀

      Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.