Page Visited: 113

Tebing Koja: Wisata Instagrammable di Tangerang – For once in a lifetime, akhirnya bisa jalan-jalan bareng keluarga tanpa drama. Biasanya kalau lagi jalan sama Mama dan Papa, adaaaaa aja dramanya.

Entah saya yang sebal karena diminta Mama untuk fotoin Beliau di setiap sudut Instagrammable, drama nyasar, atau mungkin saya yang bikin bete banget adalah karena enggak ada yang bisa fotoin saya dengan bagus. Hihihi.


But thank God, pas ke Tebing Koja, wisata alam di Tangerang ini bener-bener less drama, deh. Jadi ceritanya, waktu itu Mama ngelihat salah satu posting-an temannya di Facebook yang berfoto-foto di Tebing Koja. Katanya, satu jam sampe, nih, ke sana.

Baca juga: Bikin Wajah Happy Terus dengan 8 Rekomendasi Skincare untuk Traveling

Saya udah tahu Tebing Koja ini dari tahun lalu kalau enggak salah, cuman ya gitu, belum sempat aja ke sana. Nah, mumpung Minggu kemarin semuanya lowong dan beneran udah seeeeekangen itu pengin jalan-jalan di alam, jadilah kami mengunjungi destinasi wisata ini.

Bagi yang ingin ke Tebing Koja, simak pengalaman, panduan lengkap, dan tips sebelum datang ke tempat wisata di Tangerang berikut ini, yuk!

Pengalaman ke Tebing Koja, Wisata Foto di Tangerang

Pengalaman ke Tebing Koja, Wisata Foto di Tangerang

Satu hari sebelumnya, saya cukup was-was karena beberapa hari belakangan Tangerang sering diguyur hujan. Lewat gadget saya pantau ramalam cuaca hari itu. Sekitar pukul 4 sore ke atas diramalkan akan turun hujan.


Nah, salah seorang kenalan menyarankan saya untuk ke Tebing Koja Tangerang di pagi hari saja supaya sekalian bisa melihat sunrise. Namun apa daya, enggak sanggup nih, kalau mesti bangun sepagi itu di hari Minggu.

Lalu, teman Mama bilang, enakan sampai di sana sore hari saja, sekitar pukul 3, yang mana juga disarankan oleh kenalan saya itu. Soalnya, kalau siang bolong tuh panasnya pasti minta ampun.

Baca juga: Kumulo BSD: Tempat Nongkrong Kreatif di The Breeze, Tangerang

Oke, sekitar pukul 13.30 WIB berangkatlah kami dari rumah. Langit siang itu udah nunjukkin tanda-tanda bakalan mendung. Tapi berdoa aja, deh, semoga di jalan dan di lokasi enggak hujan. Kalau enggak, bisa bubar nih short escape-nya.

Kalau dilihat di Google Maps, jarak antara rumah ke Tebing Koja Tangerang sekitar 31 kilometer dan dapat ditempuh dalam waktu 1,5 jam. Ya, lokasi Tebing Koja ini sudah ada di Google Maps, jadi sangat bisa diandalkan jika enggak tahu jalan. Lokasinya pun searah dengan perumahan Citra Maja.

Duh, tapi sayangnya waktu itu GPS saya sempat mati beberapa kali, yang mana bikin kami sempat nyasar dan kelewatan. Saya pakai Indosat. Kalau udah begini, jangan malu untuk tanya warga setempat, ya!

Jalan menuju Tebing Koja macet enggak? Hmm … kalau di jalan tolnya sih enggak macet. Cuman pas udah keluar, sempat tersendat di beberapa titik yang seringnya disebabkan oleh perempatan tanpa lampu merah. Jadi, wajib bersabar, ya.

Sekitar pukul 15.00 WIB, akhirnya sampailah kami di Tebing Koja Tangerang. Happyyy!ย Langit begitu cerah, udara juga enggak panas atau bikin lengket. Sore hari beneran waktu terbaik untuk mampir ke sini, deh.

Omong-omong, plang penunjuk arah ke tempat wisata di Tangerang ini benar-benar seminim itu, lho. Pas lokasinya udah deket, baru ada plang dengan tulisan Tebing Koja. Padahal, enakan dikasih beberapa plang di beberapa belokan menuju tempat wisata ini supaya pengunjung pun enggak kebingungan.

Usahakan jangan bawa mobil yang besar, ya. Jalanannya cukup sempit dan seperti melewati perkampungan. kalau ada 2 mobil dari arah berlawanan, terpaksa cari jalan yang agak lebaran, lalu jalan bergantian.

Nah, ketika sudah memasuki area Tebing Koja, kami diminta untuk membayar tiket masuk untuk mobil sebesar Rp10.000. Kemudian, kami memarkirkan kendaraan di salah satu rumah warga yang memiliki space kosong dan ternyata kami diwajibkan membayar Rp20.000! Untuk motor, dengar-dengar harus membayar Rp5.000.

Turun dari mobil, mau masuk ke destinasi wisatanya, kami dikenakan biaya lagi sebesar Rp5.000 per orang. Hehehe … banyak juga ya bayar ini-itu. Oh ya, jangan lupa sediakan uang tunai, ya, karena warga di sana enggak menerima pembayaran digital.

Baca juga: Panduan Lengkap ke Situ Gunung Sukabumi

Pengalaman ke Tebing Koja, Wisata Foto di Tangerang

Sebelum masuk, pengunjung bisa mencuci tangan terlebih dahulu di tempat yang disediakan. Sayangnya, saya merasa tempat cuci tangannya kurang proper karena airnya sudah tinggal sedikit dan sabunnya pun seperti kebanyakan air daripada sabunnya. So, another tips for you, do bring your own hand sanitizer!

Kemudian, pengunjung bisa jalan sedikit sebelum menuju gerbang masuk sebelumย explore beragam tempat foto Instagrammable. Di sini juga ada banyak warung pondokan gitu, siapa tahu pengin melegakan tenggorokan dengan minuman dingin atau mengisi perut dengan mi instan, boleh banget mampir dulu.

Ada toilet umum juga di sini, baik di tempat parkir, maupun di area dalam Tebing Koja Tangerang. Sebagai informasi, pengunjung bisa membayar Rp2.000 jika hendak buang air kecil atau Rp5.000 untuk buang air besar.

Toilet umumnya (kloset jongkok) cukup bersih, airnya banyak, tapi sayangnya agak terbuka dikit. Jadi, toilet umum yang saya gunakan ialah yang di tempat parkir. Dindingnya hanya dibatasi tripleks dan ada celah di sana-sini, termasuk di bagian atas pintu.

Makanya, waktu itu buru-buru banget, deh, buang airnya karena sangat enggak nyaman. Jika ada yang ingin menggunakan fasilitas ini, terutama perempuan, mungkin bisa minta tolong teman untuk jagain, ya.

Omong-omong, Tebing Koja ini juga disebut sebagai Kandang Godzilla. Berdasarkan informasi yang didapat dari Native Indonesia, pemilik tanah menyebutkan bahwa Kandang Godzilla merupakan nama yang diberikan pengunjung guna mempopulerkan tempat ini.

Tebing Koja sendiri enggak terbentuk secara alami, melainkan sengaja dibuat untuk tujuan wisata di Tangerang. Dulu, lahan ini hanyalah lahan kapur datar yang selama 6 tahun terjadi penambangan pasir secara manual. Lama-kelamaan, tanah di lahan ini tergerus hingga 5-10 meter. Penggalian ini hanya menggunakan cangkul sehingga masih ada beberapa bagian yang enggak tergali.

Baca juga: Wisata Ciater Bandung, Wisata Alami Penghilang Penat

Nah, bagian yang enggak tergali itulah yang kini menjadi tebing-tebing batu cantik yang jadi sasaran spot foto para wisatawan. Area berfotonya pun macam-macam, ada yang di tebing utama dekat pintu masuk, ada yang di dekat danau dan pengunjung bisa menaiki perahunya, ada yang dekat jembatan, hingga rumah-rumah adat.

Penting diingat, pengunjung akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp10.000 jika ingin berfoto di area rumah adat atau naik perahu.

Pengalaman ke Tebing Koja, Wisata Foto di Tangerang

Waktu itu, cuma saya dan Mama yang eksplorasi tempat ini, sementara Papa lebih memilih duduk-duduk di warung saja bareng Om Udin, sopir baik hati yang mengantar kami. Saya dan Mama menggunakan jasa pemandu lokal yang sebenarnya lebih cocok disebut sebagai pemandu spot foto sekaligus fotografer kami di sini. Bang Aden, namanya.

Keputusan kami menggunakan jasa Bang Aden sama sekali enggak salah. Ia enggak cuma memandu kami ke tempat-tempat spot foto yang beneran cantik, tapi beneran ngarahin gaya kami (bahkan Bang Aden berani bilang kalau pose kami enggak bagus ๐Ÿ˜‚), minta tolong ke pengunjung lain untuk out of frame biar enggak “bocor”, fotoin kami dari angle yang mungkin enggak akan kami kira (framing photo is the key, trust me!), plus menghasilkan gambar yang oke-oke banget!

Bahkan, Bang Aden tahu banget kapan saat yang tepat pake wide angle, kapan harus portrait, kapan harus landscape! Wah, kalau saya yang foto sendiri, sih, mungkin hasilnya enggak akan sebagus hasil jepretannya. He is the best!

Pengalaman ke Tebing Koja, Wisata Foto di Tangerang

Saran saya, kalau ingin mengunjungi Tebing Koja Tangerang hanya untuk sekadar foto-foto, bisa banget pakai jasa pemandu lokal. Beneran deh, kualitasnya enggak mengecewakan. Mama aja sampai happy difotoin Bang Aden karena hasilnya bagus-bagus dan bisa dengan bangganya dia pamerin di Facebook atau ke circle group-nya. Hihihi.

Anyway, selama di Tebing Koja ini sebisa mungkin saya dan Mama mematuhi protokol kesehatan dengan menghindari kerumunan dan menjaga jarak dengan pengunjung lainnya.

Sore itu sebenarnya enggak terlalu ramai pengunjung, hanya saja di berbagai titik foto pasti ada aja pengunjungnya. Plus, sesekali kalau mau lepas masker juga enggak apa-apa, sih, tapi pastikan di sekitar benar-benar aman dan enggak dekat sama orang lain, ya.

Tadinya, saya dan Mama mau mampir ke spot foto dekat danau di mana kami bisa naik perahu. Atau mungkin, foto-foto di rumah ada di sana.

Hanya saja, enggak kerasa banget udah 1,5 jam kami di sana dan kasihan kalau Papa dan Om Udin harus menunggu lebih lama lagi. Plus, katanya jalan ke sana agak jauh sedikit (menurut informasi sekitar 10 menit aja sebenernya).

Mama juga udah mulai was-was karena kami udah cukup lama berada di luar. Akhirnya, kami kembali ke titik utama kedatangan di mana ada Papa dan Om Udin menunggu kami di situ.

Sesi foto terakhir pun dimanfaatkan oleh Mama dan Papa untuk berfoto bersama. Hehehe. Iya doongg, udah jauh-jauh ke sini, masa enggak ada foto berdua, sih. ๐Ÿ˜€

Nah, karena hasil foto Bang Aden bagus-bagus banget, kami enggak keberatan kasih tip yang cukup banyak. Untuk tip sendiri sebenarnya seikhlasnya aja, ya. Enggak ada patokan nominalnya.

Sekitar pukul 15.40 WIB, kami ke luar dari area Tebing Koja. Sebelum pulang, Mama masih sempat-sempatnya beli beras 10 liter di sana. Ya ampun Ma, kepikiran aja, deh. Beras ini dijual oleh pemilik rumah yang area parkirnya kami tempati. Sekalian bantu-bantu warga desa tempat wisata di Tangerang ini, ya.


Transportasi Menuju Tebing Koja

1. Dengan kendaraan pribadi

Supaya lebih nyaman, kamu bisa menggunakan mobil atau motor pribadi untuk menuju Tebing Koja. Baik dari Jakarta maupun Tangerang (tergantung titik keberangkatan), kurang lebih waktu tempuhnya sekitar 1,5 jam. Pastikan kamu memiliki jaringan internet yang kuat supaya bisa menggunakan GPS.

2. Dengan kereta dan ojeg

Berdasarkan informasi yang saya himpun dari Kompas.com, pengunjung juga bisa menuju Tebing Koja dengan menggunakan KRL Commuter Line relasi Tanah Abang-Maja atau Tanah Abang-Rangkasbitung dan turun di Stasiun Maja. Ini merupakan stasiun paling dekat dengan destinasi wisata di Tangerang ini.

Sesampainya di Tebing Koja, kamu bisa menggunakan ojeg atau taksi online menuju Tebing Koja. Bila kesulitan mendapatkan driver, kamu bisa menggunakan ojeg pangkalan dengan biaya Rp10.000.

Eits … tapi enggak langsung sampai Tebing Koja. Kamu akan diantar menuju sebuah sungai yang lokasinya enggak jauh dari Tebing Koja. Di sana, kamu bisa naik rakit bambu (maksimal 7 orang) dengan membayar Rp5.000 untuk sampai di tempat tujuan.

Baca juga: 10 Tips Berkunjung ke Jembatan Situ Gunung Sukabumi

Katanya, kalau naik rakit ini lebih cepat dibandingkan naik ojeg karena muternya lumayan jauh. Disarankan untuk naik rakit ini sebelum pukul 18.00 WIB.

Untuk pulangnya, jika rakit udah enggak bisa digunakan lagi, kamu bisa naik ojeg pangkalan hingga Stasiun Tigaraksa dengan biaya Rp25.000 per orang.


Tips Mengunjungi Tebing Koja

Pengalaman ke Tebing Koja, Wisata Foto di Tangerang

  1. Download offline maps untuk jaga-jaga kalau GPS mati.
  2. Waktu terbaik untuk mengunjungi Tebing Koja adalah saat sore hari. Kalau siang hai terlalu panas dan takutnya ketika berfoto, malah terlalu terang.
  3. Lebih baik datang saat weekdays karena pengunjung enggak terlalu banyak sehingga foto-foto pun bakalan lebih nyaman dan enggak “bocor” sana-sini. Jangan lupa cari inspirasi foto-foto kece di Google, Instagram, atau blog, ya.
  4. Gunakan jasa pemandu lokal, sekaligus bantu-bantu warga di sana juga.
  5. Sediakan uang tunai untuk menikmati fasilitas di sana. Kalau bisa uang pecahan kecil, seperti Rp2.000, Rp5.000, dan Rp10.000.
  6. Kenakanlah pakaian dan celana yang nyaman. Kalau bisa, yang menyerap keringat. Gunakan sandal gunung atau sepatu olahraga. Untuk mendapatkan spot foto terbaik, pengunjug mesti naik-turun batuan kapur.
  7. Sebelum ke Tebing Koja Tangerang, boleh workout atau stretching dulu. Soalnya, pulang-pulang lutut sama betis rada nyeri karena jarang gerak. Hahaha.
  8. Enggak disarankan untuk datang pas lagi musim hujan. Takutnya jalanan becek dan batuan kapur jadi licin sehingga enggak aman untuk pengunjung.
  9. Waspada keselamatan. Di sini belum ada rambu-rambu keselamatan sehingga setiap pengunjung harus lebih berhati-hati ketika sedang explore, ya. Apalagi ini banyak batu-batu tajam. Bahkan, waktu itu saya sempat naik ke salah satu spot dan kepala hampir aja terbentur. Puji Tuhan enggak kena. ๐Ÿ˜…
  10. Buang sampah di tempatnya. Sedih deh, waktu ke sini tuh ada beberapa sampah seperti botol plastik dan bungkus makanan ringan yang ditinggalin gitu aja sama pemiliknya. Semoga di ke depannya bakal disedian banyak tong sampah.
  11. Hey, jangan lupa pakai masker dan bawa hand sanitizer sendiri, ya!

Kesimpulan

Tebing Koja Tangerang adalah tempat yang sangat menyenangkan untuk dikunjungi. Cocok banget buat yang udah rindu main ke alam, tapi tetap enggak pengin ketemu banyak pengunjung. So, stress reliever banget karena bisa ngelihat alam lagi setelah 7 bulan yang dilihat cuma rumah dan seisinya aja.

Belum lagi, cuacanya bagus, langitnya cerah, adem, bikin mood juga bagus banget! Pas perjalanan pulang baru gerimis dan hujan. We are so blessed.

Kemudian, menurut saya sendiri Tebing Koja Tangerang lebih cocok dijadikan sebagai destinasi foto. Namun, semoga di ke depannya, Tebing Koja enggak dipasang instalasi tambahan untuk foto-foto, ya. Cukup dengan batu kapur, danau, dan rumput-rumputnya aja udah bagus begini.

Di sisi lain, semoga pengurus Tebong Koja juga lebih memerhatikan keselamatan pengunjung, kebersihan tempat, juga kemudahan untuk menjangkau lokasi.

Yang enggak kalah penting, semoga pembayaran tiket masuk, tiket foto, tiket parkir, atau apa pun itu jadi lebih jelas sehingga warga enggak memanfaatkan pengunjung yang datang dengan ada “sumbangan” tersebut, ya.

Overall, I love this place! Ada dua area yang belum didatengin dan semoga lain kali ada kesempatan untuk mampir ke Tebing Koja ini lagi. Wanna join me? ๐Ÿ˜€


Lokasi Tebing Koja Tangerang

Alamat: Cireundeu, Cikuya, Kec. Solear, Tangerang, Banten 15730

Jam Buka: setiap hari, 5.00-18.00 WIB


24 thoughts on “Tebing Koja Tangerang: Review Tempat dan Panduan Lengkap

  1. Ini tebingnya ada semacam danaunya, jadi bagus kalau pakai drone heheehheh. Sekilas mirip breksi, tapi di breksi minus danaunya. Biasanya tempat seperti ini emang fasilitas umumnya baru mbak, sudah ada tapi belum begitu bagus. Semoga ke depannya bisa lebih bagus

    1. Iyaaa aku tuh ngelihat di Instagram, banyak yang pake drone untuk fotoin Tebing Koja ini dan ternyata cakep juga! Kapan-kapan pengin ke sini lagi untuk foto di spot lainnya. Hehe. ๐Ÿ˜€

  2. Rasanya sepadan ya ngasih tips yg besar ke Bang Aden, sebanding dengan jasa yang ditawarkan.. Selain skil fotografinya, poin plus bgt menurutku adalah Bang Aden mampu untuk minta tolong ke pengunjung lain supaya geser sedikit supaya ngga keliatan di frame.. Hal ini sebenernya simple aja tapi gak semua orang mau melakukan, aku pun males, biasanya pasrah aja haha..

    Aku lebih setuju namanya Tebing Koja daripada Kandang Godzilla -_______-… Spot ini kayanya cukup viral ya sejak beberapa waktu terakhir ini..

    1. Hahaha. Iyaaa! Bahkan aku sempet bilang ke Bang Aden, “Gpp kok Bang, nanti yang ‘bocor’ bisa saya edit.” Hehe. Sependapat! Nama Kandang Godzilla malah jadi kayak gimmick aja, ya. Aku belum nemuin sih bentuk godzilla-nya tuh ada di area atau mungkin batu yang mana. Namun nama Tebing Koja sepertinya lebih bagus dan cukup mewakili tempat wisata ini. ๐Ÿ˜€

  3. Waw, foto-foto hasil jepretan Bang Aden bagus-bagus banget! Udah seperti jepretan profesional deh ๐Ÿคฉ
    Anyway, lokasinya juga bagus apalagi di bagian yang ada danaunya ya. Kapan-kapan mampir ke bagian yang ada danaunya, Sin hahaha.

    1. Couldn’t agree more! Iyaaa yang danaunya cakep banget, kaann. Kalo naik perahu juga pasti tambah cakep view-nya. Sayang enggak sempat ke sana. Huhu. Maybe next time.

  4. Tebingnya cakep, terutama yang ada danaunya itu.
    Cuma nggak enaknya ada banyak bayaran ini itunya sih. Seharusnya pake sistem satu kali bayar aja, biar pengunjung nyaman dan nggak ngerasa kena pungli.

    1. Aku setuju untuk hal ini. Yang paling utama adalah perbaiki sistem dan peraturan di tempat wisata ini sehingga pengunjung yang datang pun enggak merasa terus-terusan “ditagih”. Kalau udah ada peraturan yang jelas, pasti semua sama-sama enak dan nyaman, kok.

  5. Sediain uang pecahan kecil ini setuju bgd sih Mba. Apalagi buat ke tempat seperti ini. Kadang orng2 skrng krna keasikan cashless, suka lupa nyedian uang cash yg cukup.
    Btw, foto2nya cakep2 bgd Mba, pantesan tempatnya dibilang tempat instagramable yaa ๐Ÿ˜

    1. Yes, betul banget. Untung waktu itu bawa uang pecahan kecil, jadi enggak ribet kalau mau cari kembalian atau mesti nuker dulu. Yayy thank you! Tempatnya emang beneran bagus soalnya. ๐Ÿ˜€

  6. Wah bermanfaat banget kak informasinya tentang tebing koja ini. Kebetulan saya juga mau kesana nih kalau sudah berakhir pandemi. Btw itu bang Aden setiap hari ada di tebing koja? Saya juga mau pakai jasa foto nya yang keren itu hhehe.
    Have a great day kak!

    1. Hi, Kak! Jujur aku kurang tahu apakah Bang Aden ada di Tebing Koja setiap hari atau enggak. Kalau mau, aku bisa kasih nomernya soalnya aku juga nyimpen biar bisa difoto olehnya lagi sewaktu-waktu. Hehe. Have a great day, too!

    1. Wahh kebayang banget sih, Kak, gimana panasnya. Hehe. Yup, sekarang sepertinya fasilitasnya sudah jauh lebih baik tapi memang masih ada yang perlu ditingkatkan, contohnya seperti pengadaan tong sampah di beberapa sudut.

  7. Peer banget di Indonesia memang soal retribusi yang berlapis-lapis di tempat wisata ya. Harusnya memang ada koperasinya, atau pemda yang mengatur jadi bisa lebih diminati wisatawan. Soal nanti kasih tips, beli produk lokal di tempat jualan khusus misalnya, wisatawan hepi hepi aja kalau mereka senang, karena biaya2 ini pas mau pulang ^^..

    Oya setujuh, itu jangan sampai LATAH ada spot foto dibuat khusus kayak banyak tempat wisata nganu nganu belakangann ini hahaha..

    1. Ahh iya juga, ya! Di Tebing Koja ini bisa juga tuh jualan produk lokal di sana. Ini bisa jadi cara lain untuk bantu warga lokal supaya tetap berdaya. Wah, semoga pengurus tempat wisata ini benar-benar bisa bikin Tebing Koja lebih berkembang. Karena sayang banget nih, potensinya banyak banget tapi belum dimaksimalkan sepenuhnya.

  8. Tebing Koja Tangerang cakeeeep! wow, ternyata sengaja dibentuk ya tapi emang instagramable sik. Jago juga Bang Aden mengarahkan gaya dan ambil angle yang tepat. Berasa kalian doang loh yang liburan ke sana. Makasih tips-tipsnya yaaa Kak

  9. Saya orang Tangerang juga tapi belum pernah dong ke Tebing Koja. Thanks ya Sintia, infonya lengkap banget. Dari kutipan biaya yang sebanyak spot fotonya pula sampai do and don’t-nya. Lumayan untuk bekal ke sana nanti…

  10. Ini tempat satu daerah dengan saya, teman2 banyak yang post di IGnya, tapi saya belum pernah kesana, wkwkwk…

    Semoga kedepannya bisa kesana, poto2 terus masukin IG biar kekinian, wkwkwk…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close

Have you seen this?

Collab with Me?

We can make something amazing together! From Content Placement & Sponsored Post, Product Review on Instagram/Blog, Media Trip, SEO Content Writing, or anything you want. Click here to discuss or hire me?