Tips Sebelum Rafting Supaya Lebih Aman dan Nyaman

150
Pulang Rafting Bareng Toekad Adventure Bali, Dapat Bonus Kaki Pegal - Tips Sebelum Rafting Supaya Lebih Aman dan Nyaman
Akan ada waktu istirahat sekali ketika rafting. Di sini, kamu bisa makan dan minum sebentar.

Tips Sebelum Rafting Supaya Lebih Aman dan Nyaman – Baru pertama kali ikut rafting di Bali, ternyata cukup bikin saya ketagihan. Bukan, bukan ketagihan menaikki dan menuruti sekian ratus anak tangga. Kalau rasa ngilu dan pegalnya yang didapat setelahnya sih, enggak pengin dikenang lagi. 😀

Yang bikin kangen tuh ketika saya bisa meluangkan waktu bersama teman-teman untuk menjalani kegiatan baru, yang mana enggak pernah saya lakukan (dan bahkan saya takutkan) sebelumnya.


Kalau berhasil mengajak diri untuk lebih nekat mencoba hal-hal menantang kayak gini, entah kenapa bangga sama diri sendiri. Bangga karena bisa keluar dari zona nyaman dan menantang diri untuk untuk enggak takut.

Ya, nekat ikutan rafting ternyata mengizinkan saya mencicipi pengalaman baru yang begitu menyenangkan. Bisa mengarungi sungai terpanjang di Bali, mendayung sekuat tenaga biar enggak terbawa arus,  serta menikmati momen-momen hening di alam. Sangat meneduhkan.

Rafting bareng Toekad Adventure Bali beberapa waktu lalu memberi saya banyak pelajaran, terutama soal persiapan sebelum rafting. Jujur, sebelum rafting saya enggak menyiapkan apa-apa, kecuali pakaian yang nyaman dan tidur yang cukup.

Lewat tulisan ini, saya ingin berbagi sedikit tips untuk kamu yang baru pertama kali ikutan rafting supaya rafting yang kamu lakukan lebih aman, nyaman, dan pastinya menyenangkan.

Tips Sebelum Rafting Supaya Lebih Aman dan Nyaman

Sebelum Rafting

Pulang Rafting Bareng Toekad Adventure Bali, Dapat Bonus Kaki Pegal
Baru naik ke boat aja udah mulai deg-degan. Hehehe. 😀
Pulang Rafting Bareng Toekad Adventure Bali, Dapat Bonus Kaki Pegal
Seorang pemandu yang lain memberikan arahan soal rafting.
  • Pilih operator rafting yang paling pas buat kamu

Rafting yang saya lakukan beberapa waktu lalu merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan outing kantor. Karena enggak ngurusin acaranya (hanya sebagai peserta), sejujurnya saya juga enggak tahu kenapa Toekad Adventure Bali dipilih sebagai operator rafting kami.


Namun, kalau baca berbagai review di internet, operator ini emang oke. Terbukti banget pas rafting. Raft guide di boat saya baik dan friendly banget. Pelayanannya jempolan dan saya pribadi sih, puas banget.

Sebelum rafting, ada baiknya kamu riset dulu mana operator terbaik yang pas untuk kamu. Di Bali, ada banyak banget operator rafting. Tinggal pilih aja. Jangan lupa, kamu juga perlu riset harga yang cocok di kantong kamu, ya.

  • Cari informasi soal bagaimana melakukan rafting

Waktu rafting, saya sempat diberitahu oleh raft guide bahwa cara saya mendayung salah. Saya meletakkan paddle di permukaan air.

Padahal, seharusnya agak ke dalam lagi supaya paddle saya bisa melawan arus air. Kalau saya hanya mendayung di permukaan, jelas aja boat-nya enggak maju-maju.

Akhirnya, saya mencoba untuk memiringkan badan sedikit lagi (waktu itu posisi duduk saya berada di tengah bagian kanan).

Kemudian, saya mendayung sekuat tenaga, kini dengan posisi paddle yang lebih masuk ke dalam air. Hasilnya boleh juga, pelan-pelan saya belajar mendayung yang baik.

Tapi sebel banget deh, jempol kanan saya sering banget kepentok sama cantolan tali pada pinggir boat. Alhasil, jempol saya merah dan sedikit bengkak.

Barulah saya sadar, mencari informasi soal bagaimana melakukan rafting ternyata penting banget. Seenggaknya, saya enggak kaget-kaget banget pas praktik langsung.

  • Isi perut dulu biar ada tenaga

Rafting yang saya lakukan kemarin memakan waktu sekitar dua jam. Itu pun di luar trekking pergi dan pulangnya, ya. Supaya tenagamu terisi dan bisa mengikuti aktivitas beberapa jam ke depan, jangan lupa isi perut dulu.

Pastikan juga badan kamu dalam kondisi prima. Kalau badan kamu lagi enggak fit, sebaiknya enggak terlalu memaksakan diri daripada rafting kamu jadi enggak menyenangkan.

  • Olahraga atau pemanasan

Kamu juga bisa melakukan dulu dari kepala sampai kaki. Saat trekking, kamu sangat membutuhkan kekuatan kakimu untuk terus melangkap menuju sungai dan kembali ke basecamp utama.

Kemudian, saat rafting, setengah tubuhmu ke atas rasanya bergerak semua. Takutnya, kalau kamu enggak melakukan pemanasan, sepulang rafting bakalan pegal-pegal semua.

  • Perlengkapan rafting yang perlu dipersiapkan

Saat rafting, kenakanlah baju dan celana yang nyaman. Untuk alas kaki, saya lebih memilih untuk mengenakan sandal gunung dengan beberapa pertimbangan, yakni supaya pas trekking jalannya lebih mantap, enggak masalah kena basah pas boat kemasukan air, juga mencegah sandal hilang kalau pas lagi turun atau main di air.

Perlengkapan lainnya, seperti helmet, life jacket, dan paddle disediakan oleh masing-maisn operator rafting. Untuk life jacket sendiri, pilihlah yang ukurannya pas di badanmu.

Mengenakannya pun jangan terlalu ketat supaya kamu bisa lebih leluasa bernapas. Tapi, jangan pula terlalu longgar. Senyamannya saja.

  • Titip barang berharga kamu di loker atau dry bag

Biasanya, masing-masing operator rafting menyediakan loker agar peserta trip bisa menyimpan tas, baju ganti, jam tangan atau barang-barang lainnya yang enggak ingin dibawa selama rafting.

Untuk barang berharga seperti dompet dan ponsel biasanya dititipkan ke raft guide masing-masing. Raft guide tersebut akan memakai dry bag selama rafting. Jadi, kamu enggak perlu repot atau khawatir dengan barang-barang bawaan.

  • Jangan lupa buang air dulu

Ini penting banget. Rafting dilakukan beberapa jam nonstop dan rasanya sulit untuk menepi di pinggir sungai demi buang air. Oleh karena itu, sebelum rafting, yuk ke toilet dulu. 😀


Saat Rafting

Pulang Rafting Bareng Toekad Adventure Bali, Dapat Bonus Kaki Pegal
Boat kami dibawa menuju ke bawah air terjun. Badan kami seperti tertusuk-tusuk!
Pulang Rafting Bareng Toekad Adventure Bali, Dapat Bonus Kaki Pegal
Saat beristirahat, ini saat yang tepat untuk… perang air! Ayo, serang!
  • Ikuti instruksi raft guide

Selama rafting, raft guide bertugas untuk memandu para peserta trip lewat berbagai instruksi dasar yang diberikan.

Sebagai contoh, mereka akan meneriakkan “Maju” yang mana kamu harus mengayuh ke depan, lalu ada “Mundur” untuk aba-aba mengayuh ke arah sebaliknya.

Raft guide terkadang juga akan menginstruksikan siapa yang akan mengayuh, misalkan “Kanan maju” yang artinya hanya orang-orang yang duduk di posisi kanan yang mendayung maju. Begitupun sebaliknya.

Instruksi lainnya adalah “Stop” di mana kamu harus berhenti mengayuh. Kemudian, “Boom” adalah suatu kondisi di mana boat menghadapi jeram sehingga kamu harus memindahkan posisi tubuh ke bagian tengah boat agar tidak terjatuh.

  • Jangan panik kalau terjatuh dari boat

Kalau saya sih, udah pasti panik, soalnya enggak bisa berenang. Hehehe :D. Tapi sebisa mungkin jangan panik, ya. Kan sudah ada life jacket yang akan melindungi.

Apabila kamu terjatuh dari boat, sebisa mungkin arahkan kepala ke atas dengan posisi kaki terlentang. Arahkan pandangan kamu lurus ke depan, ya. Raft guide nantinya akan membantu menaikkan kamu kembali ke atas boat.

Di sisi lain, apabila jarak boat dan posisi kamu jauh, raft guide bisa menggunakan tali untuk menyelamatkan kamu.

  • Bersenang-senanglah!

Awalnya, rafting terlihat agak menakutkan, tapi pas udah dicoba, siapa tahu kamu ketagihan kayak saya. Sedikit pesan dari saya, jangan lupa bersenang-senang!

Ketika bertemu arus yang deras atau hampir menabrak batu, teriaklah! Jika terkena cipratan dari boat lain, tertawalah. Jika dibawa raft guide ke bawah air terjun, nikmatilah tusukan-tusukannya!

Itulah dia tips sebelum rafting yang bisa kamu terapkan. Semoga rafting yang akan kamu lakukan menjadi pengalaman liburan yang menyenangkan dan enggak terlupakan, ya! 😀


2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.