Perjalanan Singkat Mengungkap Makna di Masjid Seribu Pintu

783
Perjalanan Singkat Mengungkap Makna di Masjid Seribu Pintu
Ada banyak angka 999 yang tertera di tempat ibadah ini.

Perjalanan Singkat Mengungkap Makna di Masjid Seribu Pintu – Mayoritas penduduk Indonesia memang menganut agama Islam. Sejak hadirnya era Kesultanan Banten, nuansa rohani sangat kental mewarnai keseharian masyarakat Banten. Jelas, hal itu wajar-wajar saja. Mengingat Banten merupakan pusat penyebaran agama Islam di Pulau Jawa.

Hmm… kali ini, saya beranjak dari tempat tidur dan memutuskan untuk menyambangi salah satu tempat ibadah yang unik di Tangerang. Saya menyusuri pedesaan dengan jalan sempit berbatuan yang berliku-liku. Mungkin hanya muat untuk satu mobil dan satu motor. Cukup lama menemukan tempat ini karena letaknya agak di dalam. Namun, rasanya hati berdesir ketika kedua kaki ini menginjak Masjid Seribu Pintu untuk kali pertama!


Perjalanan Singkat Mengungkap Makna di Masjid Seribu Pintu
Salah satu sudut di kawasan Masjid Seribu Pintu.
Perjalanan Singkat Mengungkap Makna di Masjid Seribu Pintu
Jalanan menuju Masjid Seribu Pintu.
Perjalanan Singkat Mengungkap Makna di Masjid Seribu Pintu
Masjid Seribu Pintu tampak luar.

Baru saya ketahui, masjid ini merupakan bukti nyata keagungan Allah di zaman yang semakin berkembang dari hari ke hari. Berlokasi di Kampung Bayur, Kabupaten Tangerang – Banten, tempat ibadah ini tergolong unik bila dilihat dari segi struktur dan bangunannya.

Masjid Seribu Pintu yang pada awalnya bernama Masjid Nurul Yakin merupakan salah satu objek wisata terkenal di Tangerang. Disebut Masjid Seribu Pintu karena memiliki begitu banyak pintu di dalamnya.

Tempat ibadah ini didirikan oleh warga keturunan Arab pada 1978 bernama Al-Faqir yang merupakan murid dari Syekh Hami Abas Rawa Bokor. Warga sekitar memberikan gelar kepadanya, Mahdi Hasan Al-Qudratillah Al-Muqoddam sebagai rasa hormat telah mendirikan masjid yang begitu megah.

Baca juga: Pengalaman Naik Joglosemar Semarang-Yogyakarta

Pada dindingnya, saya melihat banyak kaligrafi Al-Quran yang menunjukkan keislamian dari bangunan tersebut. Selain kaligrafi, ada gambar para Wali Songo dan asal-usul Masjid Seribu Pintu ini. Dari beberapa gambar yang tertempel di dinding, saya bisa tahu bagaimana asal-muasal tempat ibadah umat Islam ini.


Mulanya, tujuan dari pembangunan Masjid Seribu Pintu ini hanyalah untuk mendirikan sebuah masjid dengan konsep yang berbeda dibandingkan dengan masjid lain. Pintu dan lorong dengan jumlah banyak, ditambah suasana yang sengaja digelapkan guna mengingatkan kembali manusia akan alam kubur menjadi ciri khas tersendiri yang dimiliki.

Baca juga: 5 Tips Memotret di Tempat Wisata yang Penuh Keramaian

Keunikkan lain yang bisa ditangkap dari Masjid Seribu Pintu ini adalah ornamen 999 di setiap sudutnya. Saya menemukan banyak angka ini di dinding, speaker, guci, tembok, dan di banyak tempat lainnya. Saya bertanya-tanya, apa maksud dari angka tersebut.

Angka 99 berarti Asmaul Husna (nama-nama baik Allah) dan angka 9 lainnya merupakan jumlah dari para Wali Songo, yang terdiri dari Sunan Gresik, Sunan Amper, Sunan Derajad, Sunan Bonang, Sunang Klaijaga, Sunan Giri, Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Gunung Jati.

Perjalanan Singkat Mengungkap Makna di Masjid Seribu Pintu
Masjid Seribu pintu tampak dalam.
Perjalanan Singkat Mengungkap Makna di Masjid Seribu Pintu
Satu dari 1000 pintu di masjid terkenal di Tangerang ini.

Katanya, tak afdol rasanya jika tidak memasukki Ruang Ziarah ketika berkunjung ke sini. Rasa penasaran mulai menggelitik hati. Saya pun memberanikan diri untuk masuk ke dalam. Nyatanya, di sana begitu gelap gulita, tidak ada cahaya sedikitpun yang ditangkap kedua mata. Hanya berbekal senter kecil di tangan, saya harus menyusuri lorong sempit berbatu untuk menuju ke dalam. Bahkan, saya harus sedikit membungkukkan badan.

Baca juga: Lebih Nikmat Menyantap Bakmi Jowo Mbah Gito di Kala Malam

Bukan apa-apa, pintu yang kecil dan lorong yang sempit ini memiliki arti tersendiri, yakni ingin menyadarkan kita betapa sulitnya perjalanan hidup yang ditempuh. Suasana gelap pun menggambarkan bagaimana alam kubur nanti.

Nah, di dalam Ruang Ziarah, terdapat Ruang Tasbih yang biasa digunakan untuk berdoa dan merenung. Perenungan dapat dilakukan setiap hari dengan waktu yang tak terbatas. Di dalam ruang tasbih juga bisa dilihat beberapa ruang bersekat yang  tampak seperti mushalla.

Perjalanan Singkat Mengungkap Makna di Masjid Seribu Pintu
Ini merupakan ruangan yang digunakan untuk berziarah. Di dalam gelap, lho.

Di salah satu ruangannya, terdapat tasbih ini bersubstansi kayu dengan diameter 10 cm dan pada 99 butir tasbih itu tertuliskan Asmaul Husna. Ruang tersebut biasa digunakan Al-Faqir untuk berdzikir. Ternyata, tasbih tersebut merupakan yang terbesar di Indonesia!

Selesai berkeliling, saya begitu bersyukur karena Indonesia memiliki tempat-tempat unik yang wajib dijelajahi. Wisata rohani singkat ini setidaknya memberi makna pada saya untuk tetap menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sebuah perjalanan singkat yang mengungkap makna.


Mau bertandang ke Masjid Seribu Pintu ini?


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.