Menghabiskan Malam di Kawasan Titik Nol, Tempat Nongkrong Asyik di Yogyakarta

Menghabiskan Malam di Kawasan Titik Nol, Tempat Nongkrong Asyik di Yogyakarta

Menghabiskan Malam di Kawasan Titik Nol, Tempat Nongkrong Asyik di Yogyakarta – Matahari hampir terbenam dan langit mulai oranye. Tak ingin segera menghabiskan hari dengan sia, saya menuju Kawasan Titik Nol, Yogyakarta.

Baca juga: 5 Tips Memotret di Tempat Wisata yang Penuh Keramaian


Ya, salah satu kawasan yang menjadi rekomendasi ketika ingin memanjakan mata, sembari menengok rangkaian sejarah di baliknya. Kawasan ini merupakan area wisata sejarah yang banyak ramai dikunjungi. Di sisi kiri dan kanan, ada bangunan kuno peninggalan Belanda yang disebut loji.

Nah, disebut kawasan titik nol karena tempat tersebut merupakan daerah perbatasan antara Daerah Istimewa  Yogyakarta dan daerah lainnya. Letaknya yang strategis menjadi sumber perekonomian warga Yogyakarta.

Menghabiskan Malam di Kawasan Titik Nol, Tempat Nongkrong Asyik di Yogyakarta
Malioboro merupakan destinasi wisata wajib selama kamu berada di Yogyakarta.
Menghabiskan Malam di Kawasan Titik Nol, Tempat Nongkrong Asyik di Yogyakarta
Kaki Akar Raksasa, salah satu landmark Yogyakarta yang sekarang sudah enggak bisa kamu lihat lagi di Kawasan Titik Nol.

Di Kawasan Titik Nol terdapat Kaki Akar Raksasa yang begitu nyentrik! Patung berwarna oranye ini membuat saya terkagum-kagum. Selain disebut sebagai kota pelajar, Yogyakarta juga mampu memikat para pelancong dengan seninya.

Patung Kaki Akar Raksasa ini lahir pada event Biennale Jogja pada 2011 silam. Karya sembilan seniman ini memiliki tinggi sekitar enam meter dan terbuat dari serat kaca. Sebenarnya, patung ini bernama Tropic Effect. Ini merupakan simbol mencintai dan menjaga kelestarian lingkungan sekitar. Akar meranggas yang dicerminkan pada patung ini seakan menjadi bukti keserakahan manusia. Inilah yang menarik, selalu ada cerita di balik objek yang dapat ditelusuri.

Baca juga: Lebih Nikmat Menyantap Bakmi Jowo Mbah Gito di Kala Malam


Tak lama, saya pun menyusuri sepanjang jalan dan memutuskan untuk bertandang ke Benteng Vredeburg. Sayangnya, benteng yang pernah jadi Objek Wisata Terbaik 2013 ini sudah tutup. Akhirnya, melanjutkan perjalanan ke tempat wisata lainnya.

Menghabiskan Malam di Kawasan Titik Nol, Tempat Nongkrong Asyik di Yogyakarta
Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949
Menghabiskan Malam di Kawasan Titik Nol, Tempat Nongkrong Asyik di Yogyakarta
Wajah para pejuang di kala malam.

Lalu, saya pun duduk-duduk di depan Monumen Serangan Umum 1 Maret 1949 yang tak jauh dari sana. Monumen ini dibangun guna memperingati serangan tentara Indonesia terhadap Belanda. Saat itu, negara kita dianggap tak berdaya oleh Belanda. Nah, untuk membuktikan semangat yang masih berkobar, diadakanlah serangan besar-besaran. Serangan ini dipimpin oleh Soeharto.

Singkat cerita, monumen ini menjadi salah satu landmark yang sangat bersejarah. Kita bisa tahu bagaimana perjuangan bangsa Indonesia dalam menumpas penjajah.

Baca juga: 10 Foto Pemandangan Pagi Hari yang Bikin Kangen Traveling

Selesai  berfoto-foto dan menikmati langit yang berubah kian gelap, kedua mata dimanjakan dengan lampu-lampu kuninig di jalanan. Jelas terasa bedanya dengan Jakarta. Di sini tetap tenang meskipun ramai. Banyak remaja yang hanya sekadar duduk-duduk sambil mengobrol guna menghabiskan sore mereka. Bahkan, banyak komunitas yang bermain skateboard, atau ngobrol santai di bawah temaram sinar bulan.

Menghabiskan Malam di Kawasan Titik Nol, Tempat Nongkrong Asyik di Yogyakarta
Masih dari Kawasan Titik Nol, Yogyakarta.

Selesai dari sana, saya berjalan kaki ke Malioboro, lalu dilanjutkan dengan menaikki TransJogja hingga halte dekat penginapan. Sebelum beristirahat, perut ini rasanya minta asupan nutrisi. Well, angkringan adalah tempat terbaik untuk mengobati rasa lapar. Hanya merogoh kocek sekian ribu, perut ini kenyang rasanya. Dengan bermodalkan gerobak dan tenda di pinggir jalan, ditemani satu-dua buah lampu kuning. Ya, suasana Yogyakarta pun begitu terasa di kala malam.

Baca juga: Pengalaman Naik Joglosemar Semarang-Yogyakarta

Namun, sebelum memilih angkringan, pastikan tempat tersebut bersih dan makanan yang ada juga baru disajikan. Jangan terlena dengan harga murah dan perut yang akan kenyang nantinya.

Oh ya, kalau ke Yogyakarta, jangan lupa cicipi susu murni tanpa gula. Rasanya super enaaakkk!


Tinggalkan jejakmu di Kawasan Titik Nol ini.


XOXO, logo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.