Jalan-Jalan ke 3 Tempat Fiksi nan Memukau dalam Film dan Buku

Sep 11, 2021

Jalan-Jalan ke 3 Tempat Fiksi nan Memukau dalam Film dan Buku – Di balik kaca besar yang membentang, kedua mata saya asyik menyaksikan aktivitas orang-orang berlalu-lalang. Ada yang asyik mengobrol sambil merokok, ada yang duduk sendiri sembari melipat kopi dan menyesap es kopi, ada yang berjalan pulang melewati pedestrian path sambil menenteng belanjaan di tangan, dan banyak lainnya.

Saya bertanya ke diri sendiri kapan terakhir kali merasa nyaman di tengah keterasingan seperti ini, yang entah kenapa dalam waktu bersamaan, terasa familiar juga.

Tiba-tiba pikiran saya ikut melanglangbuana. Ada perasaan rindu yang mengetuk hati tanpa permisi. Suasana seperti ini, rasanya dalam satu setengah tahun belakangan bisa dihitung jari.

Ya, sepertinya saya kangen jalan-jalan dan melihat dunia luar lagi. Kangen sekali dengan perasaan deg-degan ketika mencoba hal baru untuk pertama kali, kangen sama perasaan lega karena segala ketakutan di kepala hanya sekadar overthinking, kangen perasaan senang karena akhirnya bucket list terpenuhi, kangen perasaan bangga karena akhirnya rencana ini-itu bisa terealisasi.

Kalau saya punya pintu Doraemon yang bisa membawa saya ke mana saja, ada 3 tempat fiksi yang ingin saya kunjungi. Kalau ada 1-2 nama yang sama dalam daftar destinasi, bolehlah kapan-kapan kita bersama pergi.

Jalan-Jalan ke 3 Tempat Fiksi nan Memukau dalam Film dan Buku

1. Danau tempat Flynn ngajak Rapunzel lihat pelepasan lentera

Salah satu adegan paling romantis yang saya temui di film-film Disney adalah ketika Flynn Rider mengajak Rapunzel menyusuri danau dengan perahu, untuk melihat banyak lentera diterbangkan ke langit malam. That’s Freaking. Magical. Merinding sekaliii membayangkannya.

Nggak kebayang kalau tempat (dan adegan, dan Flynn) ini ada di kehidupan nyata. Kalau saya jadi Rapunzel, mungkin saya nggak bisa berkata-kata, lalu tiba-tiba berkaca-kaca.

2. McLaren’s Pub

Satu-satunya American Sitcom panjang yang sudah saya tonton sampai habis ialah How I Met Your Mother and I love it that much! Nonton How I Met Your Mother tuh beneran bisa bikin ketawa yang ketawa banget pas ada adegan lucu, dan nangis yang beneran nangis pas ada adegan sedih. Emosinya all-out. Paket lengkap.

Dan McLaren’s Pub sendiri jadi saksi bisu kisah persahabatan Ted, Robin, Lily, Masrhall, dan Barney. Ini tempat spesial di mana kelimanya sering nongkrong, ngobrol, dan minum bareng; tempat istimewa di mana Ted dan Robin pertama kali bertemu; tempat Ted suka ngenalin cewek-cewek yang lagi dideketinnya ke sahabat-sahabatnya, wah banyak lagi, deh. Ini yang bikin saya pengin banget ke tempat fiksi ini.

Sebenarnya, McLaren’s Pub ini ada bar betulannya, lho. Namanya McGee’s dan berlokasi di New York. Yang saya lihat dari website resminya, mereka bekerja sama dengam On Location Tours (semacam operator yang ngadain tur ke berbagai lokasi film dan TV populer), di mana peserta bisa tur ke McLaren’s Pub dan nikmatin diskon 15% untuk menu yang dipesan.

Bahkan, mereka nyediain special HIMYM Monday Menu yang bisa dilihat di sini. Wow, “It’s gonna be legen— wait for it […] —dary.”

3. Hogwarts Castle

Tumbuh besar bersama karya-karya J.K. Rowling membuat saya kepengin mampir ke Hogwarts Castle suatu hari nanti. Pengin banget menginjakkan kaki di The Geat Hall yang sedang dihiasi suasana Natal, lalu makan malam di sana. Mungkin, di luar salju sedang turun. Di dalam, ruangan tetap hangat karena ada api unggun yang menyala.

Plus, rasanya tentram sekali ketika daftar lagu yang saya embed di atas mengalun di sepanjang malam. Suasana megahnya istana kerasa, hangatnya kebersamaan akhir tahun terasa. Feeling amazed, padahal baru ngebayangin aja.

Kepengin juga mampir ke The Hogwarts Library, lihat ada koleksi apa aja di sana, sekaligus pinjam bukunya. Kalau perpustakaan ini ada di kehidupan nyata (kayaknya beneran ada deh, namanya Oxford Bodleian Libraries), entah berapa jam yang akan saya habiskan di sana. Kalau perpustakaannya belum tutup atau belum ditegur untuk diminta pulang, mungkin saya bakal betah-betah aja di sana.

Membayangkan punya kesempatan untuk bisa mengunjungi tempat-tempat fiksi nan indah yang ada di dalam buku atau film tuh rasanya sulit diungkapkan dengan kata. Perpaduan tempat asli, imajinasi di kepala manusia, juga dukungan teknologi, membuat segalanya tampak sungguh, sungguh menakjubkan.

Untungnya, di dunia ini ada banyak tempat yang sengaja dibuat karena terinspirasi oleh setting asli seperti di buku atau film. Kalau nggak bisa datang ke tempat fiksi idaman, seenggaknya masih bisa mengunjungi tempat yang “menyerupainya”, kan?

 

*) Photo by Austin Neill on Unsplash 

Sintia Astarina

Sintia Astarina

A flâneur with passion for books, writing, and traveling. I always have a natural curiosity for words and nature. Good weather, tasty food, and cuddling are some of my favorite things. How about yours?

More about Sintia > 

0 Comments

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *