Donasi Buku Lewat Lemari Bukubuku, Bisa Dapat Gambar Gratis!

Donasi Buku Lewat Lemari Bukubuku, Bisa Dapat Gambar Gratis! ‚Äď Pertama kali tahu soal Lemari Bukubuku alias @lemaribukubuku udah dari 2017 lalu. Waktu itu, temen satu tim di event Indonesian Youth Conference mem-posting dua buah ilustrasi dirinya di Insta Story. Ia mendapatkannya lewat buku-buku yang didonasikan melalui Lemari Bukubuku. Akhirnya, saya ngubek-ngubek beragam informasi soal Lemari Bukubuku. Ternyata, komunitas ini sudah ada sejak 2013, yang mana pilot project-nya diadakan di sebuah Car Free Day. Konsepnya simpel, tapi personal banget. Kamu hanya perlu mendonasikan buku-buku yang dimiliki lewat Lemari Bukubuku dan kamu akan mendapatkan satu gambar gratis. Kalau ilustratornya baik, mungkin kamu bisa dapat dua! ūüėÄ Baca juga:¬†Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17 Lemari Bukubuku rutin mengadakan event¬†donasi buku di berbagai tempat. Enggak cuma di Jakarta, tapi juga di Bogor, Semarang, Malang, Surabaya, Bali, dan akhirnya tiba di Tangerang Selatan! Ternyata, donasi buku lewat Lemari Bukubuku semenyenangkan itu! Berikut pengalaman yang ingin saya bagikan kepada teman-teman pencinta buku. ūüôā Donasi Buku Lewat Lemari Bukubuku, Bisa Dapat Gambar Gratis! Lemari Bukubuku cabang Tangsel diadakan diadakan di Hubble Scoop Creamery BSD, Minggu (10/1/2019), pukul 2-5 sore. Saya sampai di tempat ini sekitar pukul 3 sore. Lokasi donasi buku berada di lantai 2. Pas sampai di Hubble Scoop Creamery, ternyata ramai juga! Kalau enggak salah hitung, ilustratornya lebih dari 10 orang. Masing-masing dari mereka membawa “alat tempur” masing-masing. Ada yang pakai spidol, pensil warna, cat air, dan sebagainya. Kalau diperhatikan, masing-masing artist punya style-nya sendiri dalam menggambar. Seru banget ngelihatinnya! ūüėÄ Baca juga:¬†4 Blogger Buku Favorit yang Sering Kasih Rekomendasi Buku Bagus “Mau donasi, ya?” tanya¬†seorang lelaki berbaju putih-hitam garis-garis, yang mana ternyata dia adalah salah satu ilustratornya. Bajunya mengingatkan saya pada tokoh ciptaan Lala Bohang. “Iya,” jawab saya pendek. Ia lalu tampak kebingungan mencari tempat duduk. “Duduk lesehan nggak apa-apa, ya? tanyanya lagi ketika melihat semua bangku dan meja telah terisi. “Iya, enggak apa-apa,” jawab saya santai. “Bukunya mana?” tagih lelaki itu sebelum ia menggambar potret saya. Saya pun langsung mengeluarkan beberapa buku dari dalam tas ransel. Baca juga:¬†7 Rekomendasi Buku yang Asyik Dibaca Saat Traveling Sebelum berangkat, saya sengaja memilih beberapa buku untuk didonasikan lewat Lemari Bukubuku. Apalagi, nantinya buku-buku yang terkumpul akan diberikan ke SMP Islam Citra Bunda. Saya hanya ingin memastikan bahwa buku-buku yang saya berikan memang cocok dinikmati para remaja. Oh ya, sebenarnya apa saja sih, yang bisa didonasikan lewat Lemari Bukubuku? Bisa novel anak, buku cerita bergambar, ensiklopedia, komik (jangan yang vulgar ya), buku gambar atau buku mewarnai, poster pahlawan atau pengetahuan, globe, peta, kamus, hingga alat tulis. Sementara itu, lelaki di hadapan saya mulai menggambar. Ia menggunakan novel Twilight karangan Stephenie Meyer sebagai alas menggambarnya. Beberapa kali ia melihat ke arah saya, kemudian kembali mengalihkan pandangannya ke kertas putih di pangkuan, sembari menggoreskan pensil dan membentuk potret saya. Baca juga:¬†10 Kutipan Terbaik dari Buku NKCTHI Karya Marchella FP Sembari ia menggambar, kami mengobrol. Ternyata, lelaki di hadapan saya ini sudah suka menggambar sejak SD. Menggambar komik adalah kesenangannya. “Gue suka gambar Doraemon, tapi Doraemon versi gue sendiri,” ujarnya. Ia mengaku sedang menggambar komiknya sendiri, yang rencananya ingin diterbitkan dalam bentuk buku. Keren, pikir saya. Belakangan ini, semakin banyak seniman lokal yang mengabadikan karya mereka dalam bentuk buku. Beberapa yang saya tahu dan sudah saya baca ialah karya-karya Lala Bohang, Naela Ali, Kathrin Honesta, Citra Marina, hingga Marchella FP. Anyway,¬†ternyata event Lemari Bukubuku ini perdana diadakan di Tangerang Selatan. Ilustrator yang hadir hampir semuanya berdomisili di Jakarta. Hanya ada satu-dua yang tinggal di Tangerang. Nah, ilustrator yang hadir di setiap event Lemari Bukubuku ini sebenarnya enggak tergabung di satu komunitas. Mereka hadir secara sukarela untuk menggambar wajah si donatur buku. Salut banget! Sembari menunggu gambar wajah saya jadi, saya melihat teman-teman ilustrator Lemari Bukubuku lainnya yang sedang asyik menggambar. Asli, seru banget bisa gambar bareng untuk keperluan sosial seperti ini. ūüôā Enggak sampai 20 menit, gambar saya jadi.¬†Well, that’s cute. I love this kind of personal thing. “Namanya siapa?” “Sintia. S-I-N-T-I-A,” eja saya, mengingat nama saya enggak menggunakan embel-embel huruf lain untuk pelafalan yang sama, seperti Cyntia, Chintya, Shintya, atau yang lainnya. “Instagram-nya apa, Mas?” saya gantian bertanya. “Sama kayak ini,” jawabnya sambil menunjuk tulisan namanya di ujung bawah kanan gambar. “Nanti di-tag, ya.” Kalau penasaran siapa yang menggambar wajah saya, silakan kepoin akun Mas @komikrukii. Usut punya usut, ternyata orang yang menggambar diri saya adalah kreator Lemari Bukubuku langsung! Such an honor! Nah, bagi teman-teman yang juga ingin ikut donasi buku lewat Lemari Bukubuku dan dapat gambar gratis, silakan follow akun Instagram mereka di @lemaribukubuku, ya. Lemari Bukubuku rutin mengadakan event di berbagai kota. Silakan pilih lokasi yang paling dekat dengan rumahmu. Jangan lupa, siapkan buku-buku yang ingin didonasikan, ya. Buku-buku tersebut nantinya akan diberikan kepada anak-anak, jadi sebaiknya disesuaikan dengan genre bacaan mereka. Eh iya, ada yang pernah ikutan event Lemari Bukubuku juga nggak? Kalau mereka ngadain event donasi buku di Tangsel lagi, I’d very love to participate! ūüėÄ Semoga kamu juga suka tulisan soal buku di bawah ini, ya.¬† Apa Itu Book-Shaming dan Kenapa Harus Dihentikan? 1.¬†7 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online 2.¬†Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya? 3.¬†Apa Itu Books Aficionado? 4.¬†Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks 5.¬†7 Tips Meningkatkan Follower Bookstagram untuk Pemula 6.¬†30 Bookstagram Terms You Should Know 7.¬†20 Inspirasi Rainbow Bookshelf di Bookstagram yang Bikin Betah Baca Buku Seharian 8.¬†Pengalaman Borong Buku di Big Bad Wolf Jakarta (Bonus: 5 Tips Biar Enggak Kalap) 9.¬†5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak 10.¬†Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi 11.¬†5 Teknik Meningkatkan Engagement Bookstagram Lewat Pemberian Komentar 12.¬†30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers 13.¬†15 Rupi Kaur Powerful Quotes Every Girl Needs to Read 14.¬†15 Akun Bookstagram Indonesia Terfavorit, Sudah Follow Belum? 15.¬†3 Penulis Teenlit yang Novelnya Bikin Kangen Masa SMA 16.¬†7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku 17.¬†Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17 18.¬†11 Most Creative Bookstagrammer to Follow in 2018 19.¬†Asyiknya Belanja Buku di Periplus, Toko Buku Impor Langganan 20.¬†[BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk, Si Pengingat Mimpi 21.¬†17 Rekomendasi Buku di POST Bookshop Pasar Santa 22.¬†[BOOKSTAGRAM TIPS] Memotret Buku dengan Kamera HP atau Kamera DSLR? 23.¬†[EKSKLUSIF] Bab Pertama Novel The Perfect Catch Karya Chocola 24.¬†[BOOK REVIEW] Na Willa: Serial Catatan Kemarin Karya Reda Gaudiamo 25.¬†7 Properti untuk Bookstagram Biar Foto Makin Keren 26.¬†7 Cara Memfoto Buku untuk Bookstagram 27.¬†Pengalaman Membeli Buku di POST Bookshop Pasar Santa 28.¬†Pengalaman Beli Buku di Grobmart untuk Pertama Kalinya 29.¬†[BOOK REVIEW] Aku, Meps, dan Beps Karya Soca Sobhita dan Reda Gaudiamo 30.¬†Bagaimana Cara Menulis Caption untuk Bookstagram? 31.¬†[BOOK REVIEW] The Stories of Choo Choo: You‚Äôre Not as Alone as You Think Karya Citra Marina 32.¬†[BOOK REVIEW] Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini Karya Marchella FP 33.¬†10 Kutipan Terbaik dari Buku NKCTHI Karya Marchella FP 34.¬†[BOOK REVIEW] Things & Thoughts I Drew When I was Bored Karya Naela Ali 35.¬†[BOOK REVIEW] Milk and Honey Karya Rupi Kaur Versi Bahasa Indonesia 36.¬†[BOOK REVIEW] Off the Record Karya Ria SW 37.¬†17 Ide Foto Bookstagram Bertema Natal yang Bisa Kamu Tiru 38.¬†Cara Mudah Menemukan Buku yang Sedang Diskon di Toko Online 39.¬†Berkunjung ke Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan Tertinggi di Dunia 40.¬†Akhir Pekan Produktif di Haru Bookstore Gading Serpong 41.¬†Mudahnya Beli Buku Online di Belbuk.com 42.¬†Kebiasaan Membaca Buku di Perjalanan yang Ingin Saya Tularkan ke Kamu 43.¬†Ngobrolin Novel Taman Pasir di Twitter Bareng Penerbit Grasindo 44.¬†Bedah Buku dan Peluncuran Novel Nyanyian Hujan 45.¬†@sintiawithbooks‚Äô Best Nine on Instagram in 2018 46.¬†[BOOK REVIEW] Seri Kemiri Yori Karya Book For Mountain 47.¬†Serunya Kumpul dan Makan Siang Bareng Nagra dan Aru 48.¬†8 Booktuber Indonesia Favorit yang Wajib Kamu Tonton Videonya 49.¬†4 Blogger Buku Favorit yang Sering Kasih Rekomendasi Buku Bagus 50.¬†7 Rekomendasi Buku yang Asyik Dibaca Saat Traveling 51.¬†Kenapa Sih Suka Banget Bawa Buku Saat Traveling? 52.¬†5 Tips Memilih Buku untuk Dibawa Saat Traveling 53.¬†Apa Itu Book-Shaming dan Kenapa Harus Dihentikan?