Page Visited: 63

Staycation 3 Jam di Ara Hotel Gading Serpong – Sudah cukup lama saya berpikir matang sebelum memutuskan untuk staycation di tengah pandemi di salah satu hotel dekat rumah. Setelah menimbang-nimbang lokasi, harga, fasilitas, serta protokol kesehatan yang dijalankan, pilihan saya jatuh pada Ara Hotel Gading Serpong.

Jauh-jauh hari, lewat aplikasi Online Travel Agent (OTA) saya memesan satu kamar yang rencananya akan ditempati berdua oleh saya dan Mama. Alasan lain pemilihan tempat staycation ini pun dikarenakan hotel ini memiliki kolam renang. Biar Mama bisa berenang, begitu tadinya.


Harusnya saya check in Sabtu siang dan check out pada hari Minggu. Namun apa daya, hari Sabtu ada hal urgent yang enggak bisa ditinggalkan. Saya pun kembali mengecek pesanan aplikasi OTA dan mencoba mencari tahu apakah pesanan saya bisa dibatalkan, di-refund, atau seenggaknya di-reschedule. Ah, sayangnya enggak bisa. 🙁

Alhasil, Sabtu malam, saya menelepon pihak hotel dan menanyakan apakah saya bisa check in Minggu pagi atau tidak. Ya, seenggaknya saya masih bisa menikmati layanan dan fasilitas di sana, meski hanya beberapa jam saja. Fyuh, setelah mendapatkan jawaban bisa, saya pun tenang.

Seenggaknya, rencana saya untuk staycation enggak batal-batal amat. Enggak sabar pengin release stress sejenak dengan suasana baru.


Sekilas tentang Ara Hotel

Ara merupakan salah satu hotel yang dikelola oleh Parador Hotel & Resorts. Menurut laman resminya, hotel bintang 3 ini mengusung konsep hangat, modern, dan trendi. Ara Hotel pun memiliki lokasi yang sangat strategis karena bukan hanya dekat dengan CBD Gading Serpong, melainkan pusat perbelanjaan Summarecon Mall Serpong, atau mungkin restoran di sekitarnya.

Ara Hotel Gading Serpong memiliki 145 kaamr tidur dengan 3 tipe kamar, yakni Superior, Deluxe, dan Suite Room. Fasilitas yang bisa dinikmati ialah meeting rooms, semi-Olympic swimming pool & mini-water park, YuGo Restaurant, in-room massage, ANIMA Pool Bar, jaringan internet yang kuat dan cepat, serta harga yang terjangkay.

Untuk lengkapnya, akan saya jelaskan pada bagian selanjutnya, ya. 🙂

Baca juga: Numpang Tidur 3 Jam di Mirah Hotel Banyuwangi Sebelum ke Kawah Ijen


Staycation 3 Jam di Ara Hotel Gading Serpong

Minggu pagi pukul 9, saya dan Mama pun bergegas menuju Ara Hotel Gading Serpong dengan menggunakan taksi online. Rupanya, Ara Hotel Gading Serpong sudah menerapkan protokol kesehatan yang cukup baik, yakni pengecekan suhu tubuh sebelum masuk hotel, menyediakan hand sanitizer di mana-mana, juga menerapkan physical distancing.

Proses check in berjalan mulus. Sebelum diberi kunci kamar, saya diminta untuk mengisi beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan riwayat kesehatan, misalnya apakah dalam beberapa hari terakhir saya pernah bersinggungan dengan pasien COVID-19 atau tidak, apakah saya memiliki gejala tertentu, dan sebagainya.


Setelah mengisi surat pernyataan dan mendapatkan kunci, saya dan Mama pun langsung menuju kamar kami di lantai 5.

Oh ya, Ara Hotel Gading Serpong ini menjadi satu dengan apartemen. Ya, bisa dibilang mirip seperti Best Western Premier The Hive Cawang. Kalau enggak salah, hotel menempati lantai 1-5, sementara apartemen menempati lantai 5-12.

Kemudian, kalau enggak salah sih setiap kamar di sini pasti akan menghadap ke kolam renang karena memang posisi pool berada di tengah-tengah.

Begitu membuka pintu kamar, wah… ternyata kamar kami sudah dingin! Tampaknya, pihak hotel sudah menyiapkan kamar ini dengan sebelum kedatangan kami. Love the hospitality!

Di sebelah kiri, ada kamar mandi yang ukurannya enggak terlalu besar, tapi desain interiornya cukup baik karena bisa memanfaatkan ruangan sempit. Di sebelah kanan ada lemari untuk menyimpan barang bawaan atau menggantung pakaian.

Baca juga: Menikmati Akhir Pekan di De Java Hotel Bandung

Di kamar yang saya tempati juga ada balkon kecil untuk duduk-duduk santai atau mungkin menjemur pakaian? Hihi. Enggak deh, saya dan Mama malah asyik foto-foto di sini.

Nah, karena pagi itu perut kami sudah meronta-ronta minta diisi, kami pun menaruh tas di kamar dan langsung turun ke lantai satu menuju restoran. Enggak sabar pengin tahu apa menu yang disediakan Ara Hotel Gading Serpong.

Ini dia restorannya: ada ruangan indoor, ada juga outdoor. Untuk indoor, sepertinya kapasitas meja dan kursi dikurangi karena saat saya ke sana, tampak cukup spacious.

Posisi antara meja satu dan yang lainnya pun cukup berjarak. Setiap meja hanya memiliki 2 kursi dan hampir di setiap meja ada papan kaca pembatas. Sementara itu untuk outdoor, areanya bersisian langsung dengan kolam renang.

Meski restoran ini cukup tampak lengang, sebenarnya lumayan ramai, lho, pagi itu. Ya, mungkin memang banyak tamu yang menginap di sini saat akhir pekan.

sarapan di ara hotel gading serpong mengikuti protokol kesehatan

Oh ya, saat masuk ke restoran, setiap tamu akan diberikan sarung tangan plastik. Pihak hotel rupanya cukup aware dengan benda-benda di restoran yang mungkin akan dipegang oleh banyak tamu.

Guna meminimalisir banyak menyentuh ini-itu, pihak restoran pun juga membantu para tamu untuk mengambil makanan prasmanan. Untuk prasmanan sendiri, mereka hanya menyediakan bubur, nasi putih, nasi goreng, tumis sawi, sosis, dan ayam. Enggak terlalu banyak menu ternyata.

Oh ya, banyaknya porsi makanan prasmanan yang diambil pelayan restoran  bisa disesuaikan dengan keinginan tamu, ya. Mereka akan bertanya apakah makanan yang mereka taruh di atas piring sudah cukup atau belum. Jika belum, jangan ragu untuk meminta tambah, ya.

Kemudian, untuk makanan lain yang disediakan ada aneka telur, miso soup, sushi, roti, croissant, salad, dan buah-buahan. Kalau ini bisa pesan dan ambil sendiri karena memang sudah tersedia.

Begitu pula dengan minumannya, yang terdiri dari jus jambu, infused water, air putih, serta kopi dan teh.

Selamat makaann! Saya mencoba untuk menggunakan sarung tangan plastik yang diberikan dan ternyata sesusah itu pakainya. Licin bangettt! Apalagi alat makannya terbuat dari stainless steel yang tentu saja licin. Plus, pihak Ara Hotel Gading Serpong enggak menyediakan garpu pula. Ini cukup bikin geleng-geleng kepala.

Saya bertanya kepada salah satu pelayan di restoran dan katanya, mereka sedang mempersiapkan garpu tersebut. Namun, pas ditunggu-tunggu enggak dateng, tuh.

Dugaan saya, garpunya habis dibawa ke kondangan yang memang saat itu sedang berlangsung di lantai yang sama. Alhasil, tamu di restoran enggak kebagian, deh. Ouch, too bad. 🙁

sarapan di ara hotel gading serpong

Eh iya, gimana rasa makanan di Ara Hotel Gading Serpong? Menurut opini pribadi saya, masih banyak yang bisa ditingkatkan, mulai dari segi rasa hingga varian menu yang disediakan.

Saya suka dengan nasi goreng, sosis, omelet, dan sambalnya, tapi sepertinya makanan ini cenderung hanya untuk mengenyangkan saja, bukan tipe menu yang memberikan sensasi mouthgasm. Padahal, tadinya saya berharap ada menu sarapan yang bikin saya bisa betah berlama-lama di restoran, seperti halnya di Kampi Hotel Surabaya.

Kemudian, saya mencoba croissant berukuran mini yang ternyata masih hangat. Wah, kalau dikasih salt butter pasti rasanya bakalan lebih lumer di mulut. Enggak lupa, makan buah-buahan juga, dong, biar tetap sehat.

Selesai sarapan, saya dan Mama menuju kolam renang. Bukan untuk berenang, kok, hanya ingin foto-foto saja, soalnya kolam renang pagi itu cukup ramai dan sepertinya enggak ada batasan berapa tamu yang boleh berenang.

Baca juga: Istirahat Sejenak di Yellow Star Gejayan Hotel, Yogyakarta

Plus, lokasi wedding/kondangan ternyata di hall sebelah kolam renang. Dari jauh saya melihat orang-orang mengantre makanan, tanpa adanya physical distancing. Jujur, antara kesal dan takut sendiri. Kesal karena mereka mengabaikan protokol keamanan dan kesehatan, takut mereka jadi virus carrier. Tapi semoga semuanya aman-aman aja, deh.

kamar tidur dengan kasur yang empuk di ara hotel gading serpong

Saya dan Mama pun memutuskan untuk kembali ke kamar saja demi menghindari keramaian. Omong-omong soal kamar, kasur di Ara Hotel Gading Serpong ini empuuuuuk sekali!

Interiornya cukup simpel, enggak terlalu banyak barang, cermimnnya cukup besar sehingga membikin kamar ini tampak luas, dominan warna cokelatnya begitu serasi dan hangat, bed lamp di samping tempat tidur pun juga terasa manis sekali.

View this post on Instagram

𝗠𝗮𝗻𝗮 𝗴𝗮𝘆𝗮 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗽𝗮𝗹𝗶𝗻𝗴 𝗰𝗼𝗰𝗼𝗸 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻𝗺𝘂 𝗸𝗲𝘁𝗶𝗸𝗮 𝘀𝗲𝗱𝗮𝗻𝗴 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗮𝗰𝗮 𝗯𝘂𝗸𝘂? 😆😆 _ Aku sih seringnya SLIDE TERAKHIR kayaknya. Hahaha.🤣🤣 Can relate? Yesss, aku paling enggak bisa baca buku lama-lama di kasur karena bawaannya pasti pengin molor, deh. Tau-tau merem dan ketiduran aja. Padahal lagi asyik-asyiknya baca buku, tuh. _ Nih, aku punya beberapa tips buat yang sering ngantuk pas baca buku: 1. 𝗣𝗶𝗹𝗶𝗵 𝘄𝗮𝗸𝘁𝘂 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝘁𝗲𝗽𝗮𝘁 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗮𝗰𝗮 𝗯𝘂𝗸𝘂, misalnya pagi hari setelah mandi karena badan udah seger. Kalau baca buku sebelum tidur, most likely kita bisa ketiduran ya karena malam memang jamnya kita tidur.   2. 𝗞𝘂𝗺𝗽𝘂𝗹𝗶𝗻 𝗻𝗶𝗮𝘁 𝗱𝗮𝗻 𝘁𝗮𝗿𝗴𝗲𝘁 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗮𝗰𝗮 𝗯𝘂𝗸𝘂. Misalnya, hari ini aku mau baca 15 halaman aja atau aku mau luangin waktu 30 menit aja, deh, buat baca buku. Dari sana, kamu bisa maksimalin source yang dipunya untuk mencapai target. 3.  𝗦𝗶𝗮𝗽𝗶𝗻 𝗰𝗮𝗺𝗶𝗹𝗮𝗻, 𝗸𝗼𝗽𝗶, 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝘁𝗲𝗵.   Otak kita bekerja keras ketika sedang membaca buku dan hal itu bisa jadi salah satu alasan kenapa kita gampang capek atau ngantuk. So, jangan lupa untuk isi tenaga pas lagi baca buku. 4. 𝗞𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗷𝗲𝗱𝗮/𝗶𝘀𝘁𝗶𝗿𝗮𝗵𝗮𝘁 𝘂𝗻𝘁𝘂𝗸 𝗺𝗮𝘁𝗮 𝗱𝗮𝗻 𝘁𝘂𝗯𝘂𝗵 𝗸𝗶𝘁𝗮. Ya, selain otak, mata dan tubuh kita juga bekerja, lho. Jangan diforsir, istirahat sebentar aja dulu. Habis itu, baru deh lanjut baca buku lagi. 5. 𝗝𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗯𝗮𝗰𝗮 𝗱𝗶 𝗸𝗮𝘀𝘂𝗿. Hihihi. Kenapa? Kasur tuh semacam punya gravitasi yang kuat yang bikin kita pengin nempeeeel terus. Plus, tubuh kita juga udah paham banget kalau kasur tuh tempat buat tidur. Emang sih peweeee banget baca di kasur, tapi kalau kamu mau baca lebih lama, mungkin bisa baca di ruang tamu sambil duduk di sofa, misalnya? _ Ada yang punya tips lain kah? Coba di-share di kolom komen, yuk? 🤗❤

A post shared by Sintia Astarina (@sintiawithbooks) on

Namun sayang, warna selimut dan sarung bantalnya agak kumal sehingga menimbulkan kesan kurang bersih. Untungnya, keempukan kasur ini cukup bikin nyaman untuk tidur-tiduran sebentar.

kamar mandi di ara hotel gading serpong

Lalu, bagaimana dengan kamar mandi? Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ukurannya enggak terlalu besar, tapi penempatan furnitur cukup baik karena bisa memaksimalkan ruang sempit. Warna putih yang mendominasi juga sangat menonjolkan kesan minimalis.

Untuk toiletries, pihak hotel sudah menyediakan pasta gigi, sikat gigi, shower cap, sanitary pad, serta coton bud. Oh! Ada hair dryer juga! Bagi saya, pihak hotel yang menyediakan benda ajaib ini patut diacungi jempol karena sangat memudahkan para tamu (terutama perempuan) untuk mengeringkan rambut sehingga cepat juga bersiap-siap.

Bagaimana dengan shower-nya? Ah, ini selalu jadi bagian terfavorit di kamar mandi yang ingin saya ulas. Too bad, saya enggak mandi. Mama bilang, nanti pas sampai rumah sudah pasti harus mandi lagi. Karena anaknya malas mandi berkali-kali, saya mengurungkan niat, deh.

Tapiiii… saya sempet icip-icip hangatnya pancuran shower di tangan. Hahaha. Enggak butuh waktu lama untuk bisa menikmati air hangat. Sepertinya hanya dalam hitungan detik saja. Dan ya, seperti biasa, hangatnya titik-titik air benar-benar bisa melenturkan otot-otot yang kaku. Rasanya, sebagian beban luruh seketika.

Damn, ketika menulis ini saya jadi menyesal kenapa enggak mandi sekalian aja, ya? 😂

Sekitar pukul 11.30 WIB, saya dan Mama memutuskan untuk check out. Prosesnya juga cepat dan enggak bertele-tele. Hanya menunggu sebentar untuk pengecekan kamar dan setelah itu sudah bisa check out.

Sembari menunggu taksi online yang saya pesan datang, saya melihat-lihat lobby Ara Hotel Gading Serpong ini. Saya suka sekali dengan foto-foto hitam putih berpigura hitam di dinding, yang menurut saya bikin hotel ini tampak lebih modern.

Baca juga: Habis Nonton Java Jazz Festival, Nginepnya di Stay Inn Hostel Jakarta Pusat

Saya juga kepincut dengan sofa berwarna terracotta di lobby, yang mana tentu saja warna tersebut diambil dari warna logo Ara. Lalu, ada kursi pijatnya, dong! Sayang enggak sempat cobain.

Plus, ada area bermain anak di dekat counter check in. So thoughtful, I guess. Apalagi, area ini berada dekat dengan rest room. Ketika orangtua ke rest room, anak-anak mereka bisa bermain di area ini sebentar. Nice, Ara Hotel!

Jadi, bagaimana pengalaman staycation 3 jam di Ara Hotel Gading Serpong ini? Well, not bad. Meski saya enggak terlalu puas dengan makanan dan restorannya, ada fasilitas dan layanan lain yang menurut saya bisa menutupi hal tersebut.

Misalnya, kamar yang sudah dingin sebelum saya dan Mama datang, kasur yang empuk, balkon dengan pemandangan kolam renang, kolam renang itu sendiri, kursi pijat, hingga sesimpel sofa terracotta di lobby.

Saya berharap bisa menginap di sini lebih lama lagi dan menikmati semua fasilitas yang ada.


Lokasi Ara Hotel Gading Serpong


11 thoughts on “Staycation 3 Jam di Ara Hotel Gading Serpong

  1. Sayang banget ya Sintia, niat mau staycation terpaksa cuma dilakukan 3 jam. Tapi habis mau gimana lagi ya, urusan keluarga kan gak bisa ditinggalkan. Ngomong-ngomong keren banget lho bisa ajak mama bikin content 🙂

  2. Sayang banget cuma bisa sebentar menikmati hotelnya, nggak bisa seharian.
    Padahal hotelnya terlihat cukup nyaman, walau nggak bisa dikatakan sempurna.

    Saya jadi kangen staycation juga, selama pandemi ini belum pernah sampe nginap, karena traveling yang deket-deket doang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close

Have you seen this?

Collab with Me?

We can make something amazing together! From Content Placement & Sponsored Post, Product Review on Instagram/Blog, Media Trip, SEO Content Writing, or anything you want. Click here to discuss or hire me?