Wat Arun, Wisata Sejarah Murah di Bangkok

wat arun - bangkok

Wat Arun, Wisata Sejarah Murah di Bangkok – Ini kali pertama saya menyambangi Bangkok, Thailand. Selain bisa berpuas diri berbelanja aneka barang murah di pasar, pastinya saya tak ingin melewatkan kesempatan untuk berwisata ke tempat-tempat yang wajib didatangi. Salah satunya adalah Wat Arun.

Hanya bermodalkan THB 3 atau sekitar seribu rupiah, perjalanan melewati sungai Chao Phraya sudah bisa saya dapatkan. Banyak perahu yang berlalu-lalang membuat lalu lintas air makin ramai. Angin yang berembus kencang seakan menemani udara panas yang tak berhenti membakar kulit. Lihat, di ujung sana, candi megah nan elok berdiri kokoh, Wat Arun.

keramik, ikonik!

Belum ke Bangkok namanya apabila belum mengunjungi Wat Arun. Salah satu tempat wisata yang terkenal ini tentu harus masuk ke dalam daftar destinasi selama di Bangkok.

Wat Arun terletak di barat hulu sungai Chao Phraya. Oleh masyarakat, tempat wisata ini merupakan landmark paling populer di Thailand. Bila ingin datang ke tempat ini, kita harus menyeberangi sungai Chao Phraya dengan kapal yang disediakan. Hanya memakan waktu lima menit, kita pun sudah sampai di Wat Arun.

Baca juga: 5 Tips Memotret di Tempat Wisata yang Penuh Keramaian

Untuk masuk ke tempat ini, kita pun tak perlu merogoh kocek yang mahal. Cukup membayar THB 50 atau sekitar 15 ribu rupiah dan kita pun sudah bisa berwisata sejarah di sini.

Nama Wat Arun sendiri berasal dari Aruna atau Dewa Fajar yang juga dikenal sebagai Temple of the Dawn. Candi ini diperuntukkan bagi umat Buddha. Bagi mereka, candi merupakan lambang dari gunung. Selain itu, candi juga berfungsi untuk menyimpan abu orang-orang yang sudah meninggal. Mereka percaya apabila abunya ditaruh di candi, maka arwah orang tersebut akan tinggal dengan tenang di pegunungan bersama Sang Buddha.

Baca juga: Menjelajahi Angkor Wat Hingga Lokasi Shooting Tomb Raider

Candi yang dijuluki Kuil Fajar ini banyak didominasi oleh warna putih. Dekorasi kerang dan potongan keramik warna-warni menjadi daya tarik tersendiri bagi Wat Arun. Berbeda dengan candi-candi lainnya yang biasanya berasal dari reruntuhan batu. Potongan keramik dari Cina di dinding-dinding Wat Arun berasal dari kapal-kapal karam. Berbagai patung di sana juga menjadi simbol unik yang menjadi ciri khas lain bagi Wat Arun.

Bila berkunjung ke sini, tentu saja kita tidak boleh melewatkan kesempatan untuk berfoto di depan Wat Arun. Kostum tradisional ala Thailand pun disewa dengan harga THB 200-250. Kita pun dapat berpose di depan candi. Tentu, aura dan kekhasan Negeri Gajah Putih ini akan begitu terasa.

Ornamen keramik pada candi

Patung Emas Buddha

Candi ini memiliki tiga lantai yang masing-masing level mengartikan neraka, bumi, dan surga. Namun, pengunjung yang datang hanya diperbolehkan untuk mencapai bumi. Setiap lantainya ditopang oleh patung makhluk raksasa dari laut yang berdiri dengan satu lutut.

Untuk mencapai ke lantai atas, kita harus menaiki tangga yang begitu tinggi dan curam. Tak heran apabila banyak pengunjung yang lebih memilih untuk menaiki atau menuruni banyak anak tangga lewat pinggir. Siapapun tampaknya harus bepegangan pada pegangan tangga yang terbuat dari metal di kiri dan kanan tangga. kita juga harus berhati-hati dengan curamnya tangga. Sekadar tips, lebih baik memakai sepatu dan sandal yang nyaman untuk menaiki atau menuruni tangga.

Pemandangan menakjubkan dari atas

Ketika berada di atas, kita bisa menyaksikan sungai Chao Phraya yang begitu indah. Kapal-kapal pun sering berlalu lalang di atas sungai tersebut. Rasanya begitu dekat dengan awan dan keindahannya sungguh memanjakan mata. Tak heran apabila salah satu landmark paling terkenal di Bangkok, Thailand ini menarik banyak wisatawan lokal maupun asing.

Baca juga: Sore-sore Ngemil Pempek Bangka di Depan Bangunan Kosong di Jalan Muhidin

Sesudah dari Wat Arun, kita bisa mampir ke toko baju atau toko souvenir di luar area wisata Wat Arun. Bila udara sedang panas, jangan lupa untuk menikmati es kelapa muda nan segar atau mencicipi manisnya mangga yang dapat dibeli satuan. Berbagai panganan khas pinggir jalan seperti sate sosis, sate ayam, dan sate babi pun juga bisa menjadi pilihan camilan tepat.

Banyak orang berkata, waktu berkunjung terbaik ke Wat Arun adalah saat sore hari. Pesona langit jingga ketika matahari terbenam menjadi pemandangan gratis di sini.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *