5 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online

5 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online

5 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online – Kala orang-orang lebih senang menghabiskan waktu di toko baju dan melihat sana-sini, toko buku selalu menjadi magnet ketika saya berada di pusat perbelanjaan. Berada di sana berlama-lama bikin saya makin betah. Seenggaknya, saya bisa memperbarui pengetahuan saya soal buku-buku yang baru terbit, siapa pengarang baru yang masuk ke industri kepenulisan, penerbit apa yang baru bermunculan, dan seterusnya.

Dulu, waktu novel pertama saya, Nyanyian Hujan, rilis pada 2013 lalu, saya makin sering ke toko buku. Bukan cuma ingin meng-update buku-buku penulis lain di sana, tapi saya juga ingin melihat seberapa bagus penjualan saya di toko buku tertentu, berapa stok yang tersisa, atau terkadang memacu diri sendiri untuk menulis kembali.

Saya pernah berandai-andai, jauh sebelum buku pertama rilis, “Kapan ya, bisa punya buku sendiri dan dijual di toko buku seluruh Indonesia?” Ketika mimpi itu terwujud, saya bersyukur dan bangga sekali, “Oh, ternyata begini ya rasanya tahu buku kita dijual di toko buku, orang-orang bisa membelinya, membacanya, memberikan ulasan, bahkan memberikan feedback langsung ke saya”.

Baca juga: 5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak

Semenjak saya belum mampu meluangkan waktu lagi untuk menulis novel, saya tetap pergi ke toko buku. Hanya saja, ada yang kurang. Saya tidak lagi melihat novel-novel saya berada di salah satu rak Fiction karena ya… memang masa penjualannya sudah habis atau cetakan pertama memang sudah habis. Duh, jangan tanya gimana kangennya saya ngelihat karya sendiri di toko buku.

Well, bicara soal buku, saya juga suka membeli buku di toko buku online. Rasanya nyenengin dan surprising aja ketika tiba-tiba ada kurir yang berteriak di depan rumah, “Pakeeetttt!”, lalu pas saya buka isinya ternyata adalah buku. Rasanya seperti dapat hadiah atau doorprize yang isinya saya suka banget, padahal sayalah yang menghadiahi diri sendiri dengan buku incaran. Hahaha. 😀

Oh ya, beberapa kali saya mendapatkan pertanyaan di Bookstagram, “Kak, kalau beli buku online di mana, ya?”, “Toko buku online terlengkap apa, ya?”, “Toko buku termurah apa, ya?”. Well, for those who ask the same question, berikut ini 5 rekomendasi toko buku favorit buat beli buku online, versi saya.

1. Bukabuku, tempatnya cari buku-buku lokal bonus diskon

Kalau ingin beli buku lokal, seringnya beli di bukabuku.com. Enaknya, dapat diskon 20%, jadi bisa lebih hemat (dan bisa beli lebih banyak buku). Hehehe. Di toko buku online ini, kamu bisa melihat judul-judul yang lagi trending. Secara enggak sadar, kamu diberi rekomendasi buku-buku laris yang siapa tahu menarik minatmu untuk membelinya. Eh tapi sayang, database Bukabuku udah enggak selengkap dulu, deh. Ada beberapa buku baru yang saya cari di sini, eh tapi enggak masuk database mereka. Terpaksa deh, harus berburu buku di offline store.

Sekarang sih, lagi jarang banget beli buku di sini karena emang lagi pengin menahan diri untuk jadi professional book hoarder. Kerjaannya beli buku terus, tapi waktu buat baca bukunya malah enggak ada.

Baca juga: Kebiasaan Membaca Buku di Perjalanan yang Ingin Saya Tularkan ke Kamu

Buku terakhir yang saya beli di sini adalah The Book of Invisible Questions karya Lala Bohang. Sayangnya pas udah transfer, eh katanya out of stock. Akhirnya saya cancel order tersebut dan lebih memilih untuk cari di toko buku konvensional aja. Ternyata susah juga! Stoknya habis di mana-mana. Untungnya pas lagi restock di salah satu toko buku deket rumah, dapet satu copy. Yeay!

2. Periplus, gampang banget kalau mau cari buku impor dengan harga bersaing

Kalau Periplus.com ini langganan saya beli buku-buku impor alias yang berbahasa Inggris. Bisa dibilang, di Periplus ini bukunya lengkap banget, cepat, mudah, dan harganya juga cukup bersaing dengan toko buku lain (yang akan saya bahas sendiri di nomer 3). Kalau mau cari judul buku tertentu, gampangnya tinggal cari dan copy ISBN buku tersebut di Google, lalu paste di kolom search. Soalnya, kalau kamu cari dengan keyword judul atau nama pengarang buku, kadang-kadang enggak ketemu.

Terus, kalau beli buku minimal Rp200 ribu, kamu enggak akan dikenakan biaya pengiriman alias free ongkir (untuk area tertentu). Packaging-nya yang terbuat dari kardus juga oke dan selama ini dapat buku dalam keadaan baik.

Nah, kalau buku terakhir yang saya beli di Periplus adalah The Sun and Her Flowers milik Rupi Kaur. Bukunya baru saya baca sedikit. Ada yang udah baca bukunya?

3. Books & Beyond, ada program “Lowest Price in Town” untuk buku impor favorit

Selanjutnya, booksbeyond.co.id. Sejujurnya, saya enggak terlalu suka beli buku di website ini, soalnya kalau diperhatikan, web-nya enggak terlalu di-update. Kalau lihat homepage-nya, kadang yang ditampilin tuh bukan buku-buku baru yang lagi happening atau yang lagi buka pre-order.

Selain itu, sesuai namanya, toko buku ini enggak hanya jualan buku aja. Tapi ada mainan, stationery, gift, dsb. Bagi saya pribadi, agak campur-campur dan kurang menarik perhatian saya. Terus, kalau mau cari buku tertentu, kolom search-nya juga enggak terlalu helpful. Better copy paste ISBN buku yang diincar, ya.

Baca juga: Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17

Kendati begitu, saya tetap senang beli buku online di Books & Beyond soalnya kadang dapet harga buku impor yang lebih murah dari toko sebelah. Apalagi, mereka punya program “Lowest Price in Town”, yang mana ada buku-buku pilihan yang harganya paling murah kalau dibandingkan toko buku lainnya.

Sama seperti waktu saya menulis blogpost ini, buku Men Without Women: Stories yang ditulis Haruki Murakami versi hardcover, harganya Rp300 ribuan. Beda sekitar Rp60 ribuan di toko sebelah. Lumayan, kan.

Baca juga: Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi

Namun kalau diminta memilih, saya lebih suka mampir ke store fisiknya langsung. Again, saya suka keliling-keliling di toko buku dan berdasarkan pengamatan, harga buku di store fisik jauh lebih murah ketimbang di online. I have no idea kenapa harganya berbeda, but it’s true. Besides, kalau punya kartu member Books & Beyond, kamu bisa dapet diskon tambahan.

(Hmm… sehabis nulis paragraf-paragraf di atas baru ngeh deh, ternyata harga buku yang lebih murah bisa jadi pertimbangan penting dalam membeli buku online, ya.)

4. POST, lapaknya buku-buku anti-mainstream; melting pot pencinta literasi

Well, POST is one of my favorites, though. Ini adalah toko buku independen yang bisa kamu temukan di Pasar Santa, Jakarta Selatan. Kalau boleh jujur, saya enggak pernah mampir langsung ke POST, tapi pengin banget ke sana. Dulu waktu man ke Pasar Santa, kayaknya cuma ngelewatin mini bookshop ini aja. Tapi sekarang POST udah beberapa kali renovasi sehingga kelihatannya jadi makin luas, asyik, dan tentunya bikin betah para pencinta buku buat mampir ke sana.

Not to mention that dua pemiliknya, Maesy Ang dan Teddy W. Kusuma, super ramah dan friendly banget kalau ngenalin buku-buku bagus. Pertama kali ketemu mereka pas ada acara Bincang Buku d Tangerang. Maesy kasih tahu ke saya soal buku anak-anak favoritnya, yang sekarang jadi favorit saya juga. Judulnya Na Willa, karangan Reda Gaudiamo.

Baca juga: 11 Most Creative Bookstagrammers to Follow in 2018

Well, I think I’m gonna share my experience about POST and these two lovely people yang bikin saya envy karena dua-duanya sama-sama pelahap literasi. Couple goals, isn’t it?

Kalau mau beli buku di POST, bisa langsung main ke Pasar Santa atau colek mereka di Instagran @post_santa. Buku-buku yang mereka jual bakal jarang banget kamu temuin di toko buku mainstream. Percaya, deh. Mereka juga rutin mengundang pembicara dan ngadain bincang buku atau workshop. Seru!

5. Gramedia, bisa cari buku lama dengan print-on-demand

Awalnya, tampilan Gramedia.com enggak seenak dan semudah sekarang. Tapi kalau kamu buka website-nya, wah jadi lebih asyik. Buat kamu yang lagi malas ke Gramedia langsung, bisa langsung mampir ke website ini dan mencari buku atau stuff lain yang ingin dibeli.

Barusan saya iseng-iseng cek ketersediaan novel saya dengan mengetik nama panjang di kolom search. Ternyata ada novel kedua saya yang judulnya Taman Pasir masih dijual di sana, hanya saja print on demand, atau dicetak sesuai permintaan pembeli.

By the way, saya enggak terlalu yakin, deh, apakah database buku yang dijual di Gramedia.com ini lengkap atau enggak, soalnya ada beberapa buku yang saya cari, tapi enggak ketemu. Mungkin lebih seru kalau main ke store fisiknya langsung kali, ya. Anyway, saya enggak rekomendasiin untuk beli buku impor di sini karena harganya jauh lebih mahal.

Baca juga: 30 Bookstagram Terms You Should Know

Actually, masih banyak toko buku online lainnya yang banyak jadi langganan para penulis, pembaca, atau bookstagrammers. Ada Mojok Store, Kedai Jual Buku Sastra, Kineruku, Book Depository, dan seterusnya. Tapi saya belum pernah coba.

Mungkin, ada dari kamu yang pernah beli buku selain di 5 toko buku di atas? I would very love to hear your experience. 😀

XOXO, logo

8 comments

  1. Waktu itu pernah beli bukunya Knut Hamsun, Hunger di Periplus Online. Sayangnya nggak terlalu puas. Salahku juga sih, cari harga paling murah dan nggak merhatiin spesifikasi bukunya. Jadinya buang 170 ribu buat buku yang cetakannya jelek, malah kaya epub yang diprint. Udah gitu, nunggu sampai 1 bulan buat sampai karena barangnya dari Singapore. Sejak saat itu milih ngecek dulu di toko fisik, kalau mau beli online survey toko-toko lain.

    1. Betul, kadang aku juga liat-liat dulu detail bukunya dulu biar enggak salah pilih. Soalnya buku-buku impor kan harganya mahal. Aku biasanya ngecek ISBN-nya dulu dan aku cocokkin ke buku yang diinginkan. Tapi memang beli buku di store fisiknya langsung lebih pasti, sih, bisa ngecek kondisi buku sebelum membeli.

      Anyway, salam kenal 😀

  2. Aku juga sering rekomendasiin orang yang mau beli komik Mak Irits, belinya di bukabuku ma gramedia online. Soalnya udah ga ada di toko offline 😅😅

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *