5 Teknik Meningkatkan Engagement Bookstagram Lewat Pemberian Komentar

5 Teknik Meningkatkan Engagement Bookstagram Lewat Pemberian Komentar

5 Teknik Meningkatkan Engagement Bookstagram Lewat Pemberian Komentar – Kalau sudah membaca artikel soal bagaimana sih menambah followers Bookstagram untuk pemula, kamu akan tahu kalau meninggalkan komentar bisa menjadi salah satu cara efektif guna meningkatkan engagement Bookstagram. Apalagi, komunitas Bookstagram Indonesia sangat aktif.

Hal ini pun sering saya terapkan untuk @sintiawithbooks. Sebab, biar bagaimanapun juga, jumlah followers Bookstagram yang terus bertambah dari hari ke hari bisa menjadi bentuk dukungan mereka terhadap akun kita. Banyaknya followers juga bisa menjadi nilai jual tersendiri, khususnya bagi para Bookstagrammer yang diajak kerja sama oleh pihak luar, untuk meng-influence para pencinta literasi lainnya.


Namun, penting banget untuk diingat, nih, apabila ingin engagement bertambah lewat pemberian komentar, ada teknik dan aturannya juga, lho. Kalau terlalu sering menulis komentar (bahkan yang enggak ada hubungannya dengan foto), bisa-bisa kamu dianggap spamming.

Baca juga: 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers

Menurut pengalaman, selama saya Bookstagramming, jarang banget sih dapet komentar spam semacam dari akun peninggi dan pelangsing badan. Hehehe. Palingan cuma dari online shop yang menawarkan produk-produk mereka, itu pun yang ada hubungannya dengan buku. Jadi, masih wajar, sih.

Nah, kalau kamu ingin meningkatkan engagement di Bookstagram dengan menuliskan komentar, ini 5 teknik yang wajib kamu perhatian.

 

5 Teknik Meningkatkan Engagement Bookstagram Lewat Pemberian Komentar

sintiawithbooks - apa itu books aficionado - nyanyian hujan
Nyanyian Hujan (Grasindo, 2013)

Kalau ditanya, seberapa penting sih, meningkatkan engagement Bookstagram? Jawabannya, penting. Penting banget. Kalau kamu ikutan Rep Search, terkadang persyaratan yang diberlakukan ialah akun kamu wajib memiliki engagement yang tinggi, yang mana secara otomatis hal itu mengindikasikan bahwa kamu adalah seorang Bookstagrammer aktif.


Lantas, pemberian komentar seperti apa sih, yang efektif?

1. Mengapresiasi

Ada banyak sekali akun Bookstagram yang foto-fotonya kreatif banget dan bisa dibilang, memancing siapapun buat nge-like. Nah, coba deh, apresiasi mereka dengan meninggalkan komentar yang memuji karya mereka. Beberapa contoh kalimat yang bisa kamu pakai, misalnya

  • “Such a lovely gallery. Thanks for giving me inspiration. Have a bookish day!”
  • “I’m in love with the cover. Where did you buy this book?”
  • “OMG so gorgeous!”

2. Menjawab pertanyaan

B O O K T A G / 《 C A P T I O N 》 Day 28 of #dawntoduskjuly: BOOK AND FLOWERS. #bookishletter R by @alamebookblogger #bookandsky by @cityoffiction thanks for tagging me, loveliest! Guys, this is such a lovely book. If you haven't seen this movie yet, just don't watch the trailer. I'm warning you! – – – – Anyway, I'm so close to 2.6k and it's unbeliveable! Thank you so so soooo much! Well, I think I need your help again, guys. One of my best friends will be having holiday and coming back to Indonesia this August. He's still in China right now and I asked him if I could buy several books from there. The problem is that I have no idea what to buy, so pleaseeee give me your book recommendations cuz I need it so much! Please drop your comments. Your help is much appreciated. 😘😘😘

A post shared by Sintia Astarina 🌻 (@sintiawithbooks) on

Sebagai contoh, si pemilik akun melontarkan pertanyaan, “Who’s your favorite male writer?”. Lalu, tuliskan pada kolom komentar, jawaban yang sesuai. Misalnya,

  • “I love Nicholas Sparks. A Walk to Remember is my favorite.”
  • “Haruki Murakami is the best.”
  • “I do love reading Shakespeare’s books. How about you?

Baca juga: Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks

Untuk poin kedua ini, tunjukkan bahwa kamu membaca caption yang mereka tulis dan dengan membubuhkan komentar, mereka juga akan tahu bahwa kamu adalah Bookstagrammer yang aktif. Apabila si pemilik akun membalas lagi komentarmu, jangan sampai kamu tidak mengacuhkannya, ya. Siapa tahu, kalian bisa terlibat dalam diskusi seru soal penulis, yang bisa saja memperluas jaringan pertemananmu di komunitas ini.

3. Menunjukkan simpati dan dukungan

[UPDATED] I was asked to review this poetry book and it took ages to do it cuz I've been freaking damn busy. I'm gonna post the photo first and write down the review later. Hope you guys are interested in my honest opinion about this book. Anyway, have you read this book by @nlshompole? – – No one tells you
how the melancholy
seeps in, halfway through
the morning, steeped
in indigo clouds,
and the remnants
of last night’s dream." – – Reading this book was a different experience for me. I'm able to know more vocabulary and it makes me want to explore more about poetry in English. Besides, I love the way the author chose her own words to explain or describe things in her head. Also, the way she combined several themes makes this book more unique. This book is worth to read, guys!

A post shared by Sintia Astarina 🌻 (@sintiawithbooks) on

Well, kalau sudah berkecimpung di dunia Bookstagram untuk waktu yang relatif lama, diam-diam kamu akan menyadari bahwa enggak sedikit Bookstagrammer yang bercerita soal keseharian atau pemikirannya akan suatu sesuatu. Hal itu pun diungkapkan lewat tulisan pada caption foto yang di-post-nya.

Sebagai contoh, saya pernah menulis begini. Saya pernah galau. Galau karena merasa enggak punya banyak waktu untuk mengurus Bookstagram lantaran disibukkan banyak hal. Saya juga mengungkapkan, followers @sintiawithbooks makin lama makin berkurang karena udah lama banget enggak ada konten yang saya unggah ke grid.

Baca juga: Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi

Jujur, saya bingung banget, mau saya arahkan ke mana Bookstagram ini? Perlukah di-deactivate? Atau, hiatus sementara saja? Lalu, beberapa contoh kalimat dukungan (juga sedikit saran) yang pernah saya dapat adalah seperti di bawah ini.

  • “Jangan di-deactivate, Kak. Sayang banget akunnya.”
  • Aku juga ngerasa begitu, sibuk banget sampai-sampai Bookstagram enggak keurus. Kalau mau, tulis hiatus aja biar followers enggak berkurang.”
  • “Kalau mau, coba rajin posting di Insta Story aja biar kesannya tetap aktif. Hehehe.”

4. Memberi semangat

Day 12 of #FULLYBOOKEDJUNE16: BOOKS YOU RECOMMEND.

A post shared by Sintia Astarina 🌻 (@sintiawithbooks) on

Di komunitas Bookstagram, kamu akan menemukan banyak Bookstagrammer yang mengikuti Rep Search, yang intinya si pemilik akun ingin jadi bagian suatu brand untuk mempromosikan produk-produk yang dijual. Biasanya, si pemilik akun akan mem-posting foto terbaik mereka, mempromosikan diri, juga menyertakan alasan kenapa sih, dia harus terpilih sebagai representative.

Baca juga: 11 Most Creative Bookstagrammers to Follow in 2018

Nah, jika ada teman Bookstagrammer kamu yang ikut kontes ini, coba berikan semangat untuknya. Tulis aja di kolom komentar,

  • “Good luck!”
  • I know you’re gonna win!”
  • “You have such lovely photos. Best of luck!”

5. Mendapatkan komentar atau follow

Setelah menuliskan komentar, saya cukup yakin kalau Bookstagrammer lain sudah menyadari keberadaan akun kamu. Apabila mereka tertarik untuk melihat-lihat galeri dan menyukai fotomu, sangat mungkin mereka akan men-tap fotomu dua kali (nge-like), meninggalkan komentar pada fotomu, atau bisa juga mereka mem-follow akun kamu.

  • “Do you mind following me back? I love your gallery!”
  • “Aku suka banget sama buku ini, jatuh cinta banget sama sampulnya. Oh ya, aku juga nulis ulasan soal buku ini di Bookstagram-ku. Silakan dibaca jika berkenan.”

Baca juga: 5 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online

Nah, itulah dia 5 teknik meningkatkan engagement Bookstagram lewat pemberian komentar. Selain berkomentar, kamu juga bisa memberikan likes di foto-foto mereka supaya akun kamu bisa mencuri perhatian Bookstagrammer yang kamu incar. Gimana, enggak sulit, kan?

Happy Bookstagramming and have a bookish day!


BACA ARTIKEL LAINNYA, YUK!

1. 5 Rekomendasi Toko Buku Favorit Buat Beli Buku Online
2. Apa Itu Bookstagram dan Bagaimana Cara Membuatnya?
3. Apa Itu Books Aficionado?
4. Q&A: 15 Fun Facts about Me and My Bookstagram @sintiawithbooks
5. 11 Most Creative Bookstagrammers to Follow in 2018
6. 30 Bookstagram Terms You Should Know
7. 20 Inspirasi Rainbow Bookshelf di Bookstagram yang Bikin Betah Baca Buku Seharian
8. Pengalaman Borong Buku di Big Bad Wolf Jakarta (Bonus: 5 Tips Biar Enggak Kalap)
9. 5 Buku Favorit yang Bikin Saya Jatuh Cinta dengan Dunia Anak-anak
10. Rainbow Bookshelf: Menata Buku-buku pada Rak Seperti Warna Pelangi
11. 7 Tips Meningkatkan Follower Bookstagram untuk Pemula
12. 30+ Most Popular Bookstagram Hashtags to Increase Your Followers
13. 15 Rupi Kaur Powerful Quotes Every Girl Needs to Read
14. 3 Penulis Teenlit Favorit yang Novelnya Bikin Kangen Masa SMA
15. [BOOK REVIEW] Gadis Daun Jeruk, Si Pengingat Mimpi
16. 7 Benda yang Bisa Kamu Jadikan Pembatas Buku
17. Pengalaman Mengirim Buku Gratis Lewat Kantor Pos Setiap Tanggal 17


XOXO, logo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.