5 Tips Memotret di Tempat Wisata yang Penuh Keramaian

candi borobudur - 5 Tips Memotret di Tempat Wisata yang Penuh Keramaian

5 Tips Memotret di Tempat Wisata yang Penuh Keramaian – Setiap kali pergi jalan-jalan, saya enggak pernah lupa untuk bawa kamera. Bisa dibilang ini adalah gear wajib. Saya selalu excited untuk memotret di tempat wisata, mulai dari pemandangan, orang-orang, makanan, intinya apapun yang ditangkap kedua mata saya. Foto-foto itu nantinya enggak cuma saya abadikan untuk media sosial, tapi juga blog ini.

Omong-omong soal memotret, kegemaran ini sudah saya tekuni sejak SMA. Saya belajar sendiri. Kadang diajari teman juga, sih, soal basic fotografi sampai pengoperasian kamera. Tapi lama-kelamaan, saya eksplorasi sendiri kamera yang dimiliki.

Baca juga: Wat Arun, Wisata Sejarah Murah di Bangkok

Bagi saya, untuk menghasilkan foto yang bagus, bukan melulu soal kamera atau lensa yang dimiliki, melainkan ada hal-hal lain yang menjadi trigger. Misalnya, skill mengoperasikan kamera, kemampuan mata melihat obyek menarik dengan jeli, hingga kemampuan mengedit foto. Hal-hal itu masih saya pelajari hingga kini. Gimana cara mempelajarinya? Tentu aja dengan banyak memotret di tempat wisaya, khususnya pas lagi traveling.

Baru-baru ini saya pergi ke Candi Borobudur untuk kedua kalinya. Seperti biasa, tempat wisata di Magelang ini ramai banget disesakki pengunjung dan rasanya enggak lengkap kalau enggak foto-foto di sana. So, pas sampai di Candi Borobudur pada siang hari, saya langsung ngeluarin kamera dan bersiap membidik obyek-obyek menarik.

Baca juga: Ada yang Kurang Saat Mencicipi Roti Panggang Telur dan Kopi Tarik Tung Tau

Satu hal yang saya rasakan, sulit banget dapetin foto yang dimau lantaran kawasan wisata ini dipenuhi banyak orang. Pas pengin motret stupa dari angle tertentu, eh ada orang lewat. Pas pengin dipotret, yahhh… background-nya rame banget sama orang-orang yang juga lagi difoto. Selama kurang lebih tiga jam mengeksplorasi tempat ini, saya jadi sadar, baru kali ini saya se-effort itu untuk menghasilkan foto-foto (yang menurut saya) bagus (alias Instagram-able, hehehe).

Gimana caranya? Nah, ini dia beberapa hal yang saya lakukan pas motret di tempat wisata yang penuh keramaian seperti Candi Borobudur.

1. Explore foto-foto di Instagram

Candi Borobudur hari itu untungnya enggak terlalu ramai sih, jadi bisa santai fotonya.

Saya sempat bingung, mau foto apa lagi ya, pas di Candi Borobudur? Dulu kan, udah pernah ke sini dan banyak foto-foto juga. Makanya, saya coba explore foto-foto di Instagram yang lokasinya di Candi Borobudur. Riset sebelumnya bisa menambah ide untuk mencari angle yang pas, jadi kamu bisa menghasilkan foto yang berbeda dan lebih fresh. Biasanya, saya juga mencoba untuk meniru pose orang lain supaya gayanya enggak monoton.

Selain explore foto-foto di Instagram, saya juga explore tempat wisatanya langsung. Saya observasi sendiri, mencari tahu kira-kira mana tempat yang oke untuk dijadikan spot foto. Jangan sungkan juga buat bertanya ke petugas keamanan yang seringnya suka dimintain tolong buat fotoin pengunjung. Hehehe. Mereka pasti tahu spot mana aja yang kece buat difoto.

Baca juga: Pengalaman Naik Joglosemar Semarang-Yogyakarta

Selain itu, jangan malas buat mencari angle sampai menemukan variasi foto yang pas, ya. Misalnya, saya ingin memotret dengan latar kemegahan candi dari bawah, makanya saya pilih low angle atau memotret dari sudut pandang yang rendah. Oh, saya ingin memotret dengan latar pemandangan, maka saya memilih nomal angle atau eye level. Semua tergantung kreativitas dan kebutuhan foto masing-masing, ya.

Kalau masih bingung, kamu bisa kepoin banyak travel blogger atau travel enthusiast, misalnya @_febrian, @her_journeys, @kadekarini, @sarahazka, @satyawinnie, dan masih banyak lagi.

2. Perhatikan orang-orang di sekitar

Pose belum siap difoto tapi udah dijepret. Hahaha.

Pas di Candi Borobudur, saya enggak cuma merhatiin spot-spot foto aja. Saya juga merhatiin para pengunjung atau wisatawan lainnya ketika sedang mengambil foto, atau malah yang difoto. Gimana pose mereka, gimana angle mereka, gimana ekspresi mereka, ke mana arah mata mereka melihat (ke kamera atau titik lain), dan seterusnya. Jujur, kadang sering mati gaya gara-gara enggak tahu mau pose kayak gimana. So, dengan memerhatikan orang-orang di sekitar semoga membantu.

3. Bersabar, bersabar, bersabar

Buat dapetin foto yang beda, kamu enggak perlu melulu melihat ke arah kamera, kok.

Selanjutnya, bersabar. Well, saya sadar kalau memotret di tempat wisata itu memang harus ekstra sabar. Harus sabar ketika terkena sengatan matahari menusuk-nusuk wajah dan bikin jadi gampang berkeringat, harus sabar ketika kamu pengin foto tapi ada orang yang lewat, harus sabar ketika ingin foto di spot tertentu, eh orangnya enggak mau udahan. Hahaha. Kurang lebih itu yang saya alami.

Baca juga: 7 Kuliner Semarang yang Bikin Kangen

Di sisi lain, kamu juga harus sabar ketika hendak mengantre di spot foto khusus. Sebagai contoh, kalau kamu lagi pergi ke Trick Art Museum, biasanya para pengunjung harus mengantre demi bisa berfoto di latar yang mereka inginkan. Kamu pun juga harus sabar mengantre. Lalu, jika sudah kebagian waktu biar bisa memotret atau dipotret, pertimbangkan waktu dan situasi juga, ya. Kalau antrean lagi panjang-panjangnya, jangan berlama-lama. Kasihan kan yang sudah nunggu lama. 🙁

4. Tahan malu dilihat pengunjung lain

Dapetin foto ini susah banget! Banyak banget orang yang lalu lalang di belakang saya dan mesti sabar nungguin mereka out of frame. :”)

Namanya juga berada di keramaian, enggak jarang saya dilihatin pengunjung lain, terutama ketika sedang dipotret. Malu sih, lagi pose tiba-tiba dilihatin orang-orang. Apalagi saya orangnya jarang banget difoto. Hahaha. Geer banget. Padahal mereka lagi nunggu pengin lewat di depan saya atau pengin gantian dipotret di spot saya. Kalau udah dilihatin begitu, ya cuek aja.

Baca juga: Jatuh Cinta dengan Dunia Bawah Laut Gara-gara Ocean Gallery di S.E.A Aquarium Singapura

Tapi kamu juga mesti ingat bahwa orang lain mungkin memang ingin melintas di hadapan kamu atau ingin gantian memotret di tempat wisata. Karenanya, kamu juga harus lihat-lihat waktu dan kondisi. Jangan sampai kamu asyik sendiri dan bikin pengunjung lain sebal karena kamu lama banget motretnya.

5. Patuh tata tertib di lokasi wisata

Duck face, tanda-tanda udah mati gaya.

Poin terakhir ini penting banget dan wajib diutamakan, ya! Kamu enggak akan rugi kok, kalau mematuhi tata tertib di lokasi wisata. Malahan, kamu bisa memberi contoh baik kepada pengunjung lain dan turut menghargai do’s and don’ts yang diberlakukan.

Aturan yang sering banget diberlakukan terkait dengan kebersihan. Dan saya rasa ini bukan lagi soal tata tertib, tapi memang kewajiban dan kesadaran masing-masing individu untuk bisa menjaga kebersihan lingkungan sekitarnya. Kemudian, berpakaian sopan. Kalau kamu berkunjung ke tempat-tempat rohani atau sakral, pakailah pakaian yang tertutup.

Baca juga: Menjelajahi Angkor Wat Hingga Lokasi Shooting Tomb Raider

Saat mengunjungi Grand Palace di Bangkok beberapa waktu lalu, saudara saya yang mengenakan celana pendek. Mau enggak mau ia harus menggunakan kain panjang yang ia dapatkan di tempat peminjaman kain, tentunya dengan menitipkan deposit. Tahu sendiri, di Bangkok banyak banget tempat ibadah yang juga dijadikan tempat wisata. Karenanya, berpakaian dengan sopan juga menjadi salah satu concern.

Selanjuntnya, biasanya tempat-tempat wisata memiliki aturan khusus sendiri. Kalau di Candi Borobudur, pengunjung enggak diperkenankan memanjat stupa atau duduk di atas candi. Enggak sopan, tahu. Jadi, kamu jangan nekat naik-naik ke atas stupa demi punya foto yang unik dan menarik. Lalu, pengunjung juga enggak diperbolehkan untuk mencorat-coret bagian dinding candi. Apalagi, ini kan merupakan situs warisan dunia dan tentu aja enggak etis kalau kamu merusaknya.

Baca juga: Mampir ke Belinyu, Jalan-jalan ke Mana Saja?

One more thing, foto-foto itu memang seru dan asyik, kok. Tapi, kamu enggak perlu terus-terusan memotret sana-sini demi punya foto dokumentasi. Kamu juga perlu lho, menikmati liburan kamu. Menikmati pemandangan, suasana alam, berinteraksi dengan orang-orangnya, dan sebagainya. Because that’s the essential things of traveling, isn’t it?

XOXO, logo

4 comments

  1. Wuaah makasih tipsnya. Paling sebel ke tempat wisata pas liburan trus pas foto belakangnya pengunjung haha.
    Kudu pinter2 atur biar gak bocor org ya di sekeliling TFS 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *